Felycia gadis yang cantik, periang, lucu dan punya banyak Sahabat, namun tidak ada yang tau rahasia apa yang sedang ia sembunyikan. satu-satunya sahabat dia yang paling dekatpun tidak mengetahuinya.
mau tau apa yang di sembunyikan Felycia. mari ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sani iswanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab31.
Felycia masih bergeming di tempat duduk nya begitu juga dengan Satria, lalu setelah beberapa menit Felycia menyuruh Satria untuk masuk, "Si-silahkan masuk!" tutur nya dengan suara terbata.
Satria pun melangkah kan kaki nya menuju meja Felycia, senyum Satria mengembang.
"Silahkan duduk!" ucap Felycia, gadis itu berusaha terlihat biasa saja, Satria pun duduk di kursi yang di tunjuk oleh Felycia.
"Apa kabar, Fel,?" tanya Satria.
"Kesini anda untuk membicarakan proyek yang akan kerja sama dengan perusaha ayah saya, jadi harap untuk tidak bertanya di luar pembicaraan rencana kerjasama kita," tutur Felycia dengan nada dingin, Felycia berusaha menetralkan pikiran dan juga hati nya agar tidak terlihat oleh Satria bahwa diri nya masih mengharapkan pria yang berada di depan nya sekarang.
Satria menghela nafas panjang, "Oke maaf, kemarin saya sudah bicara banyak dengan pak Willy tentang proyek yang akan bekerja sama dengan perusahaan beliau."
"Terus!" jawab Felycia singkat.
"Saya kesini untuk memberikan rincian dan meminta tanda tangan ibu Felycia,!" ucap Satria, sambil memberikan berkas-berkas ke hadapan Felycia, Felycia langsung menerima nya dan segera mengecek nya setelah di rada cukup wanita itu segera mendatangani nya, terlalu beresiko jika lelaki itu terlalu lama di sana kerinduannya terhadap Satria, tidak bisa Felycia tahan lagi kalau saja dirinya masih kekasih lelaki itu mungkin ia sudah memeluk nya dengan erat.
"Selesai!" ucap nya, sambil menyodorkan berkas itu kembali ke hadapan Satria.
Sebelum menerima berkas itu kembali Satria menatap gadis itu lekat-lekat, sadar dirinya di perhatikan lelaki itu Felycia membuang wajah nya ke kanan.
"Sudah tidak ada keperluan lagi kan, silahkan pergi saya masih banyak kerjaan yang belum selesai."
"Boleh aku bicara sebentar aja?" tutur Satria.
Felycia tak kunjung menjawab nya, gadis itu masih terdiam seribu bahasa.
"Apa kabar anak kita?" tutur Satria dengan suara hati-hati.
Felycia menoleh dan menatap pria itu, wanita itu tersenyum kecut, "Kamu lupa dulu kamu menyuruh membunuh anak itu dan tidak mengakui nya, terus sekarang tiba-tiba kamu datang seolah-olah tidak punya rasa salah, kamu sehat, hah.?"
Sebisa mungkin Felycia menahan tangis nya agar tidak terlihat oleh Satria.
"Maafkan aku, aku yang salah!" tutur Satria penuh penyesalan.
Felycia membuang nafas nya kasar, "Sekarang kamu pergi, sebelum aku panggil security.!"
"Fel tolong maafkan aku.!" Satria berusaha menahan diri nya.
"Aku bilang pergiii.!" ucap Felycia sambil menunjuk pintu.
Satria pun mengalah ia segera keluar tak lupa berkas yang tergeletak di meja di ambilnya, setelah keluar lelaki itu, Felycia menghirup nafas nya dalam-dalam.
"Tenang Fel, tenang!" liri nya, kemudian ia menghempaskan bokong nya ke kursi kerja nya untuk melanjutkan pekerjaan yang tadi sempat tertunda.
Setengah jam kemudian suara pintu ruangan nya terdengar kembali di ketuk, lalu orang tersebut masuk setelah Felycia menjawab nya.
"Permisi bu, ada yang ingin bertemu,!" ucap sang sekretaris tersebut yang bernama Tia.
"Siapa?" jawab Felycia tanpa mengalihkan mata nya dari laptop.
"Saya lupa bu, tanya nama nya!" jawab Tia sambil nyengir.
Felycia menggeleng kan kepala nya, "Kan saya sudah bilang sebelum masuk tanya dulu siapa nama nya!"
"Maaf bu!" tanpa jawaban lagi Tia kembali ke luar ruangan untuk bertanya dengan orang yamg ingin bertemu dengan Felycia.
Beberapa detik kemudian Tia kembali menghampiri Felycia yang masih sibuk dengan laptop nya.
"Bu, nama nya Mia dan Syakira.!" tutur Tia, Felycia menghentikan ketikan nya di laptop.
"Bilang kalau saya sedang sibuk dan tidak bisa di ganggu."
Tia pun kembali, setelah ke luar Tia dari ruangan nya Felycia tersenyum miring, "Tadi kakak nya sekarang adik nya.!" lirih nya.
"Entah lah semua nya tampak mengecewakan, aku harus bagaimana sedangkan hatiku masih mencintai nya.!" ucap nya kembali.
Tak terasa buliran bening itu lolos dari pelupuk mata nya.
Ditunggu crazy up'nya thor