Apakah waktu adalah dapat mengubah semuanya? Termasuk setiap kehidupan. Mungkin iya. Dan itulah yang dirasakan oleh gadis biasa yang terlempar ke dunia lain, dalam seketika dia mengubah semuanya dengan kedua tangannya sendiri.
Sebuah Negara yang amat besar harus terpecah belah menjadi dua sehingga memiliki latarbelakang yang sangat buruk.
Kehadiran gadis itu mungkin bukan main-main. Sehingga siapa saja dapat mengira bahwa gadis itu adalah 'Sebuah Ancaman'.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mauraa_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hilang
Erthan menelusuri tengah Kota menuju Mansion. Dari awal Erthan memang merasakan hal aneh.
《Sebelumnya.》
"Nyonya Fresa Hans, tidak dapat menghadiri rapat ini karena Putri tunggalnya sakit."
《Sekarang.》
Ada yang membuat Erthan tidak tenang.
...☄☄☄☄...
"Hiraagi!"
Biara berteriak keras saat melihat bagian belakang lantai tiga dari Mansion begitu tak teratur, bebatuan ada di mana-mana. Yuri pun langsung berlari menuju Hiragi yang sedang tidak sadarkan diri dekat pohon besar yang hampir tumbang.
Biara dan Yuri pun berinsiatif untuk cepat membawa Hiragi dari sana.
Disore hari, matahari yang mulai menenggelamkan dirinya, serta langit yang berwarna jingga menghiasi Mansion besar itu. Dengan baiknya bulan menggantikan.
Mereka berdua tidak bisa mengangkat tubuh Hiragi ke kamarnya. Biara sudah meyakinkan bahwa Erthan mengetahui hal ini, dan segera. menuju pulang.
"Tunggu du-lu, di mana Tuan Muda Harui?~" Tanya Yuri dengan suara parau.
Kletak! kletak! kletak!
Erthan mempercepat kudanya agar bisa sampai di Mansion, tapi apa yang dipikirannya itu sekarang di luar nalar dengan apa yang dilihatnya.
"Ada apa ini." Gumamnya.
Erthan memasuki Mansion dan tidak lupa untuk memanggil Hanson dan Grid, supaya lebih lanjut menangani Mansion yang rusak serta mengganti segel Mansion lebih kuat, kali ini Erthan benar-benar yang harus turun tangan.
Kreeek!
Erthan seharusnya tidak melihat keadaan ini. Keponakan tersayangnya hilang, Hiragi tidak sadarkan diri, kondisi Mansion parah, yang lebih mengkhawatirkan lagi Erthan belum tau di mana Harui. Namun tidak saat ini, Erthan belum mengetahui kondisi Harui tanpa penjelasan langsung dari Hiragi.
Saat ini mereka hanya pasrah dengan keadaan sampai Hiragi membuka matanya.
"Hanson Grid, gunakan segala cara untuk mencari Harui!" Titah Erthan pada kedua anak buahnya.
Erthan tidak mengerti keadaan ini, dia tidak
ingin mencurigai musuh hanya saja, pada saat rapat itu adalah kecurigaan terbesar Erthan pada Fresa dan Putrinya. Dia yakin mereka berdua adalah dalang dari semua ini.
waktu menujukkan tepat jam delapan malam. Menurut Kota Besar Obelia malam ini adalah malam yang meriah dan harus menghadirinya, tapi tidak dengan Hiragi.
Sejam lalu dia terbangun dan menangis histeris karena kehilangan Harui, Hiragi terus-menerus memaksakan dirinya untuk pergi mencari Harui sendirian, tapi pemikiran Erthan dan Hiragi bertolak belakang, Erthan dengan tegas, dia memang harus turun tangan jika berkaitan dengan Harui.
Mansion yang telah sempurna diperbaiki dari sebelumnya, serta penghalang atau segel kuat kini memperkuat sekeliling kediaman Harui.
Kini... Malam ini... Dimalam penuh kebahagiaan bagi orang Kota Obelia namun tidak bagi Hiragi.
Hiragi berusaha memperkuat hatinya dan tetap teguh serta yakin bahwa orang yang 'Di cintai'nya kini baik-baik saja.
Memang terlambat, namun perlahan-lahan Hiragi mulai merasakannya. Harui yang telah merubah hidupnya, merubah keadaanya, merubah segalanya yang ada di dalam Hiragi. Apapun yang terjadi Hiragi harus menyelamatkan Harui dengan cara itu Hiragi harus sedikit keras kepala.
《Di Tempat Harui.》
Tak! Tak! Tak!
Suara ketukan sepatu menelusuri kamar tujuannya. Dengan hasrat kemenangan, kegembiraan, dia merasa ada di atas langit dengan seluruh kesenangannya kebahagiaannya.
"Kondisi ini sangat mendukung ku, dengan ini aku bisa mendapatkan segalanya yang ku mau, tanpa harus mengotori tanganku."Tukas Krista. "Berikan obatnya."
"Baik Nyonya!"
《Di Kediaman Mansion Harui.》
Hiragi telah bersiap menuju keluar mencari Harui. Yuri dan Biara sempat menahannya,
tapi ada sedikit yang terbesit dihari mereka
Bagaimana perasaan Hiragi, Harui sampai sekarang tidak ada kabar sama sekali. Dengan berat hati pun Yuri dan Biara membiarkan Hiragi ikut mencari Harui tanpa sepengetahuan Erthan.
"Tunggu aku... Harui!" Batinnya.
Hiragi menelusuri Kota dengan tatapan dingin sedingin Harui. Menggunakan jubah besar yang menutupi kepalanya dan selalu melalui orang-orang yang dikenalnya tetapi tidak menyadari bahwa itu adalah Hiragi.
Butuh strategi dan rencana besar untuk mencari keberadaan Harui. Hiragi mencoba mengeluarkan segala sihir pelacak secara diam-diam dengan hawa yang tipis namun kuat.
Di sisi lain Yuri dan Biara saling diam, situasi kini tidak meyakinkan. Tuan Muda mereka yang selau marah saat ini tidak ada, Erthan yang selalu khawatir saat ini mencoba mencari Harui bersama Gorsa. Tentu saja Gorsa terkejut, pria itu sedang berada luar, dan menyadari bahwa Mansion sedang bahaya dia langsung menuju pulang. Hiragi yang ceria bagaikan matahari yang cerah saat ini sedang dihujani kegelisahan, kesedihan, kebencian, serta penyesalan yang besar.
Rumah yang biasanya selalu ramai dengan tingkah laku unik mereka, sekarang menjadi sepi, suram. Tidak ada tawa ataupun senyuman.
Hari ini benar-benar hari yang buruk. Semua tertuju pada Harui yang saat ini belum ada kabar keberadaannya. Bukan hanya mereka bertiga, Yuri dan Biara pun merasakan hal yang sama. Hanson dan Grid juga ikut membantu mencari Harui. Di Mansion besar itu kini hanya tersisa dua orang dengan situasi hampa.
"Aku sangat yakin, keberadaan Hiragi saat ini membuat segalanya berubah termasuk Tuan Muda." Ucap Yuri tiba-tiba untuk memecahkan keheningan.
"Keberadaan?" Tanya Biara dengan tatapan heran dan bingung.
"Kau belum mengetahui asal-usul Hiragi?"
Biara terkejut bukan main, asal-usul? Apa yang dibicarakan Yuri padanya. Apa yang sebenarnya Hiragi sembunyikan darinya.
"Kau pasti bingung, tapi aku tidak memiliki hak untuk menceritakannya, tenang saja Hiragi anak yang baik dan pekerja keras, aku yakin dia tidak menceritakaannya padamu karena alasan yang kuat."
Memang benar, masih banyak yang belum
Biara ketahui tentang Hiragi.
...☄☄☄☄...
Erthan dan Gorsa terus menerus mengumpulkan info dan terus menyebar luaskan pencarian Harui. Memang tidaklah mudah, pencarian kali ini seperti mencari jerami di tumpukkan jerami.
Di sisi lain, Hiragi menanyai orang satu persatu tentang keberadaan Harui, tapi tidak ada yang mengetahuinya. Yang ditanyai hanyalah orang-orang asing, itu agar membuat orang-orang terdekat Harui tidak ikut khawatir dan gelisah seperti dirinya saat ini.
Menyerah? Tentu tidak, Hiragi bukanlah gadis
yang lemah pada umumnya yang hanya bisa bersolek dan bersaing dengan kecantikan. Penuh tekad dan impian yang tinggi untuk itu semua, Hiragi mulai menanyakan tentang Harui pada beberapa orang.
"Permisi apakah kau mengenal Harui?"
Hiragi bertanya pada salah satu Paman berjubah. Tapi sayangnya itu bukanlah sosok asing melainkan orang terdekat. Dengan sontak pria yang berjubah hitam dan membawa perkakas itu menoleh ke belakang.
"Harui? Ada apa dengannya?" Tanya Paman Daisi
Ya, Hiragi saat ini salah sangka bahwa yang dia tanyai adalah Paman Daisi, orang terpercayanya serta Harui dan Erthan pamannya.
"Pa-Paman." Ucap gugup Hiragi.
"Nak apa yang terjadi pada Harui?"
Paman Daisi terus menerus menanyakan hal yang sama pada Hiragi, tetapi gadis itu tetap terdiam tidak menjawab satu patah kata pun. Tapi jika dipikir baik-baik, Paman Daisi pun tidak salah jika mengetahui hal ini, Hiragi dengan perlahan-lahan menceritakan semua kejadian perihal kemarin.
"Apa?!"
Hiragi tahu bahwa Paman Daisi pasti terkejut, dan tak membayangkan hal kemarin. Tapi memang ini kenyatannya.
Hiragi terus bersabar dan sabar untuk menemukan petunjuk Harui ada di mana.
Tengah Kota Obelia sangat berisik di mana mana ada kebahagiaan keceriaan serta tawa. Acara malam ini memang menakjubkan namun juga paling menyedihkan dari yang sebelumnya.
Hiragi dan Paman Daisi pun berpisah. Hiragi memutuskan untuk tetap terus mencari keberadaan Harui.
《Di Sisi Lain.》
"Apakah sempurna?" Tanya gadis dengan gaun hijau yang menghiasi tubuhnya.
"Sempurna!" Ucapnya dengan senyuman tulus.
"Kau terlihat cantik." Ucapnya lagi.
"Hiragi kali ini aku yang menang." Batin Krista.
Di Kota Hiragi terus mengawasi satu-persatu orang. Dan tak lama dia bertemu dengan Erthan serta Gorsa. Erthan langsung mendekati Hiragi yang sedang berdiri diam menatap dirinya dan Gorsa.
"Hiragi?!"
"Hiragi."
"Ka-Kalian."
Hiragi dimarahi habis-habisan oleh Erthan dan Gorsa. Hiragi terdiam bisu. Saat ini mereka seperti mengadakan festival jalanan ribut sendiri dengan keanehan masing-masing.
Gorsa pun tertawa terbahak-bahak melihat Erthan emosi di tengah-tengah Kota seperti kehilangan anak.
"Wah-wah sepertinya seru." Ucap tiba-tiba gadis cantik itu yang bernama Krista Hans.
Hiragi merasakan hawa-hawa tidak enak namun tidak asing mendekat kearahnya. Hiragi membulatkan matanya yang berawarna biru gelap itu menghadap seorang gadis.
"Krista ka-"
Degh!
Apa yang dilihat berharap akan pergi, apa yang dirasakan berharap musnah. Apa yang dia lihat seharusnya tidak ada. Perasaan aneh kacau balau menghantui Hiragi.
"Ha-Harui~" Panggilnya.
Tepat! Di sebelah Krista, Harui ada bersamanya. Dengan tatapan berbeda dari yang sebelumnya dan perasaan yang berbeda dari yang sebelumnya, Hiragi merasa hancur sehancur-hancurnya. Saat dia bersusah payah mencari Harui namun saat ini sedang bersama Krista, sekarang yang ada hanyalah seribu pertanyaan tentang kondisi ini.
Dengan Cepat Hiragi berjalan cepat menuju Harui yang menggunakan pakaian yang berbeda dari sebelumnya, tetapi dengan cekat Harui menjauhinya. Itu membuat Hiragi terdiam beku.
"Kau... Siapa?"
Retak secara perlahan, gadis cantik itu tidak mampu menahan air matanya lebih lanjut.
Moga komen ma like nya tersampaikan okey, yaa walau cuma 'Abc' ma 'Xyz'😆😆
Knp sad ending????