NovelToon NovelToon
NARA

NARA

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:15.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Na

" Menikahlah dengan Nev". Kata-kata itu sangat mengejutkan Nara, bagaimana bisa Ia menikahi Nev yang notabenenya adalah kakak iparnya. " Ini adalah permintaan kakak yang terakhir". Nara semakin bingung dengan permintaan kakaknya ini. Di tengah kebingungannya ini, Ia teringat akan sosok kecil mungil Deril, anak Nev dan kakaknya Kamira. Sosok yang Ia sangat sayangi.

Apakah Nara akan akan memenuhi semua keinginan kakaknya? Apakah Ia harus memutuskan hubungannya dengan kekasihnya?.

Semua keputusan yang ia ambil akan menjadi masa depannya kelak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Nara berlari sekencang-kencangnya setelah mendapatkan telepon dari Sarah. Ia menyuruh Nara untuk datang ke rumah sakit. Nara agak panik mendengar kata rumah sakit apalagi yang meneleponnya adalah Sarah. Didalam pikirannya terbersit hal-hal negatif yang akan didapatinya nanti.

Nara celingak-celinguk melihat sekitar rumah sakit karena tidak tahu harus kemana. Ia mencoba menghubungi Sarah tapi tidak ada jawaban lalu menghubungi Nev juga tidak ada jawaban.

" Nyonya", seru seseorang. Nara menoleh dan dia sangat mengenal orang yang menyapanya ini. " Nyonya sedang apa disini. Mau bertemu dengan dokter Nev?".

" Tidak suster".

" Lalu?".

Belum lagi Nara menjawab orang yang dicarinya pun akhirnya muncul juga.

" Sudah lama?".

" Tidak juga kak".

" Suster Dila, Nara mencari saya. Suster boleh kembali bekerja".

" Iya nona Sarah".

Sarah pun membawa Nara ke sebuah ruangan. Didalam ruangan itu terlihat nyonya Flo sedang berbaring. Ia tersenyum begitu melihat kedatangan Nara.

" Mama kenapa ada disini", tanya Nara yang cemas.

" Mama tidak apa-apa, hanya kelelahan. Mereka saja ini yang berlebihan membawa mama kesini", jawabnya.

" Mama itu harus dirawat, dari pada terjadi apa-apa", celetuk Sarah.

" Tuh dengarkan Nara", ujar nyonya Flo meminta dukungan. " Mereka selalu begitu".

" Inikan demi kebaikan mama".

" Kamu juga malah ikut-ikutan".

" Nyonya, nyonya istirahat dulu jangan banyak bergerak", ujar seorang suster padanya.

" Mama istirahat ya", bujuk Nara.

" Ya sudah mama istirahat, mama juga mengantuk karena obat itu".

" Kami menunggu diluar ya ma".

" Iya". Lama kelamaan nyonya Flo pun tertidur. Nara dan Sarah berjalan pelan keluar dari ruangan itu.

" Kapan mama masuk rumah sakit kak?".

" Tadi pagi".

" Loh kok tidak bilang?".

" Panik, soalnya mama mendadak pingsan. Baru teringat tadi buat hubungi kamu".

" Yang penting mama baik-baik saja kak".

Terdengar suara riuh dari depan sana. Terlihat Ergi dan juga beberapa suster yang mengikutinya.

" Dasar playboy", celetuk Sarah.

" Kak Sarah cemburu ya".

" Idih...".

Ergi yang melihat Sarah dan Nara langsung melambaikan tangan dan menghampiri mereka.

" Kenapa kalian diluar?", tanya Ergi.

" Mama lagi tidur dokter, ada suster kok yang jaga", jawab Nara.

" Kenapa adik iparmu ini, jelek banget mukanya".

" Lagi cemburu". Sarah langsung mencubit Nara.

" Kalian kenapa?", tanya Ergi heran dengan tingkah mereka berdua.

" Dokter Ergi sih dekat-dekat sama cewek jadinya ada yang......".

" Sarah cemburu???", sambar Ergi.

" Apaan sih", elaknya.

" Sarah mana mungkin cemburu". Ergi menunggu reaksi Sarah tapi Sarah hanya diam. " Ya sudah, aku hanya bercanda. Aku harus kembali bekerja. Salam sama tante ya".

" Iya dokter". Nara memandangi Sarah yang masih terdiam. Entah apa yang ada dipikirannya. " Kak Sarah benaran tidak suka ya sama dokter Ergi".

" Kenapa selalu dokter Ergi sih".

" Trus kenapa kakak marah sama dokter".

" Siapa yang marah?".

" Cemburu??".

" Dia kan memang seperti itu selalu bersama cewek kemana-kemana, dimana pun dia berada. Terus gimana aku bisa percaya padanya kalau dia serius denganku. Sifatnya saja tidak pernah berubah".

" Tapi kakak kan tidak pernah mengatakan perasaan kakak pada dokter. Lagipula dokter hanya bersikap ramah sama semua orang. Ya kalau ada yang dekat-dekat dengannya, itu kan bukan salahnya, bukankah sama saja dengan kak Nev?".

" Ada apa denganku?". Nara terperanjat mendengar suara itu. " Aku kenapa? sama apanya?". Nara menggeleng-geleng kan kepalanya.

" Maaf kak".

" Ayo cepat jawab". Nev melingkarkan tangannya dipundak Nara. Nev terus meminta jawaban padanya tapi Nara hanya tersenyum.

" Hei, jangan bermesraan disini".

" Jadi dimana?". Nev malah menantang. Sarah kelagapan.

" Dasar kalian berdua", ujarnya meninggalkan Nara dan Nev.

Sarah berjalan di koridor rumah sakit yang ramai dengan orang berlalu lalang. Pikirannya terus dibayangi dengan perkataan Nara tadi. Ia seperti enggan jujur dengan perasaannya sendiri.

Sebenarnya Sarah mulai menyukai Ergi sudah lama tapi karena Ergi yang playboy (menurutnya), ia buang jauh-jauh perasaan itu. Di tambah setiap wanita yang dekat dengannya pasti cantik dan menawan. Sarah merasa kalah kelas dengan mereka.

Tapi saat Ergi menolongnya waktu itu, perasaan itu tidak terkendali. Begitu tahu Ergi mengkhawatirkannya, Sarah begitu tersentuh. Ergi begitu tulus padanya. Tapi lagi-lagi Sarah hanya bisa memendamnya dan berlagak tidak punya perasaan apapun padanya.

Ia tidak bisa mengekspresikan perasaan jika ada dihadapan Ergi. Ia takut kalau perasaan ini tidak terbalas. Ia merasa ragu dengan Ergi. Apa yang selalu dikatakannya benar atau hanya sekedar menggodanya.

Nara menuju kantin rumah sakit. Ia melihat sekeliling mencari kursi yang kosong lalu memesan makanan dan minuman. Sarah meletakkan makanan dan minuman pesannya diatas meja, saat ia akan duduk terdengar suara riuh dari arah belakangnya. Ia menoleh dan ternyata ada Ergi dan beberapa suster yang mengajaknya ngobrol. Sarah memalingkan wajahnya dan duduk menikmati pesanannya tadi.

" Sendirian?", tanya seorang pria yang sama sekali tidak dikenalnya. Belum lagi Sarah menjawab tiba-tiba Ergi muncul.

" Sayang, sudah lama menunggu", celetuknya lalu memandang pria itu sinis. Ia memberi isyarat agar pria itu pergi. Pria itupun mundur meninggalkan mereka. Ergi pun duduk disamping Sarah yang masih terbengong. " Sudah jangan lama-lama bengong", ujarnya.

" Dokter kenapa duduk disini?".

" Memangnya kenapa? siapa saja boleh duduk dimana sajakan".

" Iya tapi tidak disini, sana tuh sama suster-suster centil itu".

Ergi tersenyum simpul. Wanita disampingnya ini begitu lucu, selalu marah kalau sudah melihatnya didekati oleh wanita.

" Nikah yuk".

" Haaa????". Sarah histeris mendengar ajakan Ergi yang mendadak. " Dokter sakit?".

" Iya, sakit karena kamu", balasnya. " Kamu itu aneh. Aku bilang suka, kamu tidak percaya. Giliran aku didekati sama wanita lain, kamu marah, walaupun kamu tidak mengakuinya tapi aku tahu kamu cemburu. Sekarang aku ajak nikah, kamu malah histeris, terus aku harus apa supaya kamu percaya?".

" Itu karena dokter playboy".

" Siapa yang playboy, mereka saja mendekatiku".;

" Terus dokter senang gitu".

" Iya".

" Terus dokter memintaku untuk percaya sama dokter. Bicara ini itu sesuka hati, tidakkah dokter seharusnya merubah sikap dokter itu".

" Haa....". Ergi menghela napas. " Itu karena aku ingin mendapatkan perhatianmu. Aku sudah bilang berkali-kali, aku bukan seorang playboy. Aku menyukaimu, kenapa kamu tidak bisa mengerti juga dan ini terakhir kalinya, mau menikah denganku apa tidak!".

Sarah terkejut dengan perkataan Ergi yang serius ini.

" Minta saja aku pada kakakku".

" Kamu dengarkan Nev", celetuk Ergi. Sarah menoleh ke belakang dan benar saja ada Nev dan Nara disana. " Aku minta restu mu calon kakak ipar".

Sarah menutup kedua matanya dengan tangannya karena malu.

" Hei, calon istri".

" Apa".

" Akhirnya diterima juga". Sarah terjebak dengan ucapan Ergi yang tidak disadarinya. Ia pun semakin malu karena tertawaan mereka.

1
Nuefuz Yujja
Lumayan
Ana
Luar biasa
💕N3L!AbAh🌹
Mantulll... saranghae.. Nev Nara 😘 Mangatttt... Thor 🙏👍🤗
arinda7yunita
👍👍👍👍👍👍
Ita Hallan
kenapa sih ceritanya selalu mengulang-ulang, dan terkesan berbelat belit,
Yuli Puan Sappewali
asyik
Bahari Sandra Puspita
novel yang luar biasa..
Fitri Sri Dewi
mlipir thor
yaty
tahniahhhh author 💞💞💞💞
cerita nya besttt
semangat author 🌹🌹🌹🌹🌹
🍮😈 𝔫αᖇÃүα 𝓪ˡ𝐢¢𝒾Δ 💋💚
Aku baru nemu cerita ini
🍮😈 𝔫αᖇÃүα 𝓪ˡ𝐢¢𝒾Δ 💋💚
Yang pernah merasakan kehilangan pasti tau
🍮😈 𝔫αᖇÃүα 𝓪ˡ𝐢¢𝒾Δ 💋💚
Semoga ceritanya bagus
Nurdaidah
dokter rindi gila
Sidieq Kamarga
Ha ha ha pergi sambil mengendap-ngendap takut Deril tahu. Tapi percayalah seorang Ibu itu tidak akan pernah tenang meninggalkan anaknya, walau untuk berduaan dengan suami 😂😂😂
Sidieq Kamarga
Owwwh keluarga yang baik. Mertua, adik ipar, apalagi suami sangat mrnyayangi Nara. Kondisi seperti ini yang didambakan calon mantu, dan.percayalah itu ada dalam dunia nyata 😍😍😍😍 Lope lope yu thor, salah satu makna cerita ini aku dapat ❤❤❤
Sidieq Kamarga
dr. Ergi harusnya tanya sama Author kenapa Nisa sikapnya begitu. Kalau menurutku sih Nisa jatuh cinta sama dr. Ergi
Sidieq Kamarga
Rindi benar-benar tidak punya harga diri dan tidak tahu malu 😡😡
NOiR🥀
visual nya NaRA
NOiR🥀
mau tamat kisah NARA..ada lagi watak perampas
NOiR🥀
OM OM udah tua lg jahat. seram deh manusia skrg dr kunti sama pocong..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!