NovelToon NovelToon
Obsesi Teman Papa

Obsesi Teman Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Cinta pada Pandangan Pertama / Beda Usia / Duda / Cintapertama
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zhahra Putri

Kisah cinta pandangan pertama seorang pria dewasa kepada gadis muda, yang merupakan anak dari teman baiknya, dan berakhir menjadi obsesi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhahra Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Keisya Beraksi

Entah apa yang diinginkan Diana, namun yang pasti dia tidak akan membiarkan mantan suaminya bersama gadis muda itu

Dia sudah mencoba berdiskusi dengan David, namun yang dia dapati justru keengganannya untuk ikut campur dengan urusan Ayahnya.

Saat itu,

"Kamu mau punya ibu tiri yang usianya hampir ga jauh beda sama kamu? Bahkan lebih tua Haikal dibanding wanita itu" Diana terus berusaha mencari sekutu, berharap David akan berada di kubunya untuk menentang hubungan Bastian.

Namun yang ia dapati justru begitu mengecewakan. "Meskipun aku ga suka, tapi aku bisa apa? Ayah bukan orang yang bisa diatur orang. Aku juga ga berani. Bahkan kak Haikal sekalipun"

Ternyata Bastian masih sama. Orang yang begitu keras, sampai anak-anak terlihat begitu takut padanya.

Tapi kenapa pada wanita itu Bastian begitu berbeda?

Hanya melihat sekilas saja dia sudah tahu, Bastian memang membuat pengecualian pada gadis bernama Keisya itu.

Karena tidak memiliki pilihan lain, Diana akhirnya memutuskan untuk memulai dari membuntuti gadis itu.

Kenapa bukan Bastian? Karena keberadaannya akan dengan mudah ketahuan. Kepekaan mantan suaminya itu sangat tinggi, dan dia bukan tandingannya.

Namun gadis itu, Diana yakin bisa memulai darinya dengan mudah.

Sampailah pada satu momen, akhirnya mereka berdua bertemu. Diana terus mengikuti dari jarak aman, dan berakhir di kawasan apartemen elit, yang seingatnya merupakan tempat dimana salah satu properti yang Bastian miliki.

Disitulah dia bingung.

Bagaimana caranya mengikuti sampai ke dalam? Tanpa akses, Diana tidak akan bisa masuk begitu saja.

David.

Anak keduanya kembali menjadi pilihannya.

Dia melibatkan David, dan memanfaatkan statusnya sebagai anak Bastian, untuknya bisa memasuki apartemen.

Dan yah, akhirnya dia berhasil.

Namun David enggan ikut terlibat lebih jauh, dan pergi sesegera mungkin. Sekalipun dia sudah mengatakan jika di dalam sana Bastian tengah bersama wanita itu.

Meski kembali kecewa untuk yang kedua kalinya, Diana tidak bisa berbuat apa-apa.

Akhirnya dia masuk sendiri.

Namun, begitu pintu terbuka, pemandangan di depannya sungguh membuatnya tercengang.

Di sofa, kedua manusia berbeda gender dan usia itu tengah berciuman hebat, dengan Bastian yang hampir menindih tubuh Keisya.

Dadanya terbakar, tangannya mengepal erat. Dia refleks berteriak dan mengejutkan keduanya.

\=\=\=\=\=

Keisya tak tahu harus berbuat apa setelah seseorang masuk dan berteriak pada mereka. Tdak tahu siapa orang tersebut, karena dia langsung menyembunyikan wajahnya pada bagian depan tubuh Bastian.

Bastian sendiri tengah menggemeretakan giginya, sambil menatap ke arah keberadaan Diana. Dia tidak tahu bagaimana mantan istrinya ini bisa masuk, namun satu hal yang pasti, dia akan memberikan pelajaran pada seluruh petugas apartemen ini.

Masih dengan posisi yang sama, Bastian berbicara, "Lancang. Siapa yang mengizinkan kamu masuk?" suaranya begitu dingin menusuk, namun tidak terlalu keras.

"Apa itu penting sekarang?!" Diana seolah memposisikan dirinya sebagai seorang istri yang tengah memergoki suaminya berselingkuh.

Baru setelah suara Diana kembali terdengar, Keisya memberanikan diri menjauhkan wajahnya. Karena jujur saja, tadi dia tidak ingat, apakah yang berteriak itu suara laki-laki atau perempuan. Hanya saja dalam pikirannya, ada orang yang memergokinya. Dan itu bukan pertanda baik.

Keisya bahkan sempat berpikir jika yang datang itu adalah Papa-nya.

Begitu menoleh, Keisya langsung bertemu tatap untuk pertama kalinya dengan mantan istri Bastian. Tatapan wanita dewasa itu begitu menusuk, dan sarat akan aura permusuhan. Dia sampai dibuat merinding olehnya.

Bastian terlebih dulu bangun, lalu membantu gadisnya untuk menegakan kembali duduknya. Sepenuhnya mengabaikan Diana yang semakin kesal oleh perbedaan sikap Bastian.

"Kehadiran kamu tidak diterima disini. Pergi sekarang, sebelum saya meminta orang menyeret kamu pergi" ujar Bastian tanpa menoleh ke arah Diana. Dia tengah sibuk dengan gadisnya yang tampak begitu berantakan. Rambutnya, bajunya, serta area mulutnya yang membengkak masih basah oleh saliva.

Namun bukannya pergi, Diana justru berbuat hal lain yang semakin memancing amarah Bastian. Dia dengan menggebu berjalan mendekati meja, lalu menyapu semua makanan di atasnya yang sama sekali belum tersentuh itu, hingga tumpah dan berserakan di lantai.

Keisya mau pun Bastian langsung berdiri. Jika Keisya tidak melakukan apapun, Bastian justru sebaliknya. Pria itu dengan amarahnya yang sudah membara, segera menghampiri mantan istrinya itu, dan langsung mencekik lehernya.

Dia tidak main-main dengan aksinya, terlihat dari urat pada tangannya yang menonjol.

"Jalang sialan."

Diana melotot kaget. tergagap dan mencoba melepaskan diri dengan memukul tangan Bastian yang berada di lehernya, "Bas, lepas,,," suaranya hampir tidak jelas, namun masih bisa terdengar oleh semuanya.

Lalu Keisya yang tidak habis-habisnya dibuat terkejut oleh situasi yang terjadi, tidak bisa menahan diri untuk tidak ikut campur. Bastian seperti tidak berniat akan melepaskan mantan istrinya begitu saja.

Bagaimana jika Diana sampai mati?

"Om, lepasin! Udah cukup!" Keisya menarik tangan Bastian yang lain. Dia tidak membujuk, melainkan mengingatkan dengan suara keras. "Om mau jadi pembunuh?"

Barulah cengkraman itu mengendur, dan Bastian menjauhkan tangannya dari leher mantan istrinya yang kini langsung membungkuk sambil terbatuk. Dia merintih kesakitan, namun sama sekali tidak membuat Bastian peduli. Dia justru belum puas.

"Om gila? Om mau jadi pembunuh?" Keisya kesal karena Bastian bertindak keterlaluan. Dan juga, bagaimana bisa seorang laki-laki bermain fisik kepada seorang wanita seperti itu?

Itu adalah pemikiran polos dirinya yang sama sekali belum mengenal kehidupan Bastian sepenuhnya. Menurutnya tindakan Bastian tadi sangat beresiko dan berpotensi berurusan dengan pihak berwajib.

"Dia memang pantas mendapatkan itu" ujar Bastian. Dia enggan mengalah kali ini. Namun tetap cara berbicaranya berubah pelan, berbeda dari sebelumnya.

"Kalau Om dipenjara gara-gara penganiayaan gimana?"

Kekesalan Bastian memudar, ekspresinya berubah dalam sekejap. "Kamu sedang khawatir, sayang?"

Keisya berdecih, "Engga, siapa juga yang khawatir?" Keisya membuang muka, enggan mengakui jika hal itu menjadi salah satu kekhawatirannya, selain keselamatan Diana sendiri.

Keduanya seolah lupa dengan keberadaan Diana disana. Wanita itu semakin murka dengan tingkah keduanya yang seolah sedang memamerkan kemesraan di depannya.

Entah terbuat dari apa pikiran Diana, namun dia seperti tidak ada kapok kapoknya sama sekali. Kali ini dia kembali membuat ulah, dengan menargetkan Keisya.

Dia menarik rambut Keisya, hingga menghadap ke arahnya, lalu melayangkan sebuah tamparan kuat pada wajahnya.

Keisya sempat berteriak sebagai respon, namun langsung terkejut sambil memegangi wajahnya. Dia menatap wanita tersebut dengan pandangan kosongnya.

Bastian yang membelakangi, tentu saja tidak melihat gerakan Diana, jadi tidak bisa mencegah hal itu. Pupil matanya melebar melihat betapa kerasnya tamparan itu mengenai wajah gadisnya.

Dia melirik Diana yang mulai melontarkan makian, "Dasar murahan! Semelarat itu kamu sampai berhubungan sama laki-laki yang jauh lebih tua dari kamu?! Kamu mengincar harta Bastian kan?"

Bastian kehabisan kesabaran. Dia tidak akan ragu lagi untuk memberikan pelajaran pada mantan istrinya. Namun bahkan sebelum benar-benar bergerak, Bastian cukup dibuat terkejut begitu gadisnya lebih dulu bertindak dengan membalaskan perbuatan Diana padanya.

Keisya membalaskan tamparan yang diterimanya tak kalah kencangnya.

"Jaga ucapan tante! Tante itu cuma mantan istri, tolong bersikap sewajarnya sebagai mantan! Jangan terlalu ikut campur sama hubungan orang lain! Kenapa? Ga suka liat hubungan kita? Belum move on setelah cerai? Atau berharap balikan sama dia? Jangan harap! Dia sekarang milik aku! Kalau aku tahu tante masih deketin dia, tamparan barusan bukan apa-apa"

"Dan kamu!" Kali ini Keisya menunjuk wajah Bastian, "Kalau sampai aku tahu kamu masih suka sama mantan kamu itu, " Keisya menjeda, napasnya terengah-engah. "Jangan harap bisa cium aku lagi!"

1
D_wiwied
pasti si mantan ato kalo ga ya orang suruhannya tuh
D_wiwied
Nah kan bener kan
D_wiwied
emangnya ada apa sih sebenarnya, apa alasannya nitipin kei ke neneknya.. bikin penasaran deh
Evi Lusiana
pinter sisi,menganalisa keadaan
Evi Lusiana
terlalu keras bastian sm anakny,egois gk sih
Evi Lusiana
lo gk tau aj kal klo tersangkany y bpk lo pk duda yg lg ngejar targetny
Evi Lusiana
modusmu pak duda
Evi Lusiana
mm keisya kmn thor
D_wiwied
double up triple up banyak up duoong 😆🤭
D_wiwied: semangat kakak 💪💪
total 2 replies
D_wiwied
astagaaa si om sama anak sendiri cemburu 🤭 don't worry om, kei ga suka sm David dia hanya care sm anakmu tp emang lain cerita sm anakmu, dia ngfans ato mungkin suka ma kesayanganmu tuh 😆🤣
Esti 523
daebak keisya ternyata suhu
D_wiwied
ciyuuss?? apa beneran?? kepo maksimal akuh 😆
D_wiwied
waah kereeen.. si Kei emang badas walau keceplosan ya kei, ngaku jg kamu akhirnya.. pasti seneng banget tu om Bas, alamat bakal dikekepin terus nanti 🤭😆
D_wiwied
apa hakmu marah2, kan kamu cuma mantan
Esti 523
kamu ketahuan oh no
D_wiwied
haisssh siapa lg ini main masuk apart begitu aja, ganggu om Bas kaan 🤭😆😆
D_wiwied
wah gawat ni si om, bawaannya pingin berduaan terus 🤭😆
D_wiwied
menang banyak om Bas 😆🤭
hehe besok kamu ga akan bisa ngelak lg kei kalo liat bukti dr Sisi 🤣🤣
Esti 523
dobel up donk
Esti 523
ada apa dgn masalalu keysa thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!