Rachel kembali ke masa lalu dan terjebak dengan sang mantan.
"Kali ini kamu tidak akan bisa kabur dariku," ucap Zen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 - Dipertaruhkan
"Katakan padaku Hel, apa kamu hamil?" tanya Reino sekali lagi karena dia tak mendengar suara Rachel bicara. Mendadak Reino pun cemas juga. Apalagi setelah mengetahui bahwa di dalam teh tersebut terdapat kandungan berbahaya.
Kenapa kakek Jared memberikan teh ini pada Rachel?
Kenapa kakek seolah memiliki niat buruk pada Rachel?
Kini Reino mulai berpikir seperti yang selama ini dirasakan oleh sang sahabat. Bahwa dalang yang sesungguhnya bukanlah mama Sonya, melainkan kakek Jared.
"Iya Rein, aku hamil. Baru tadi pagi aku memeriksanya dengan mama Sonya dan tiba-tiba kakek Jared memberiku teh itu," jawab Rachel jujur, setelah dia hapus air mata yang sempat keluar.
"Astaga, Zen harus tau tetang hal ini Hel. Aku akan menjemput mu sekarang juga. Kita temui Zen bersama," balas Reino, tanpa menunggu Rachel menjawab dia bahkan langsung memutus sambungan telepon tersebut.
Sementara Rachel masih tergugu dengan semua keterkejutannya. Masih syok saat mengetahui fakta bahwa kakek Jared berencana melenyapkan janinnya.
"Ya Tuhan, kenapa kakek Jared setega itu? ini adalah anak Zen," gumam Rachel, sampai tak habis pikir hal seperti bisa terjadi.
Dengan tubuhnya yang terasa lunglai, Rachel menuju meja dan melihat gelas kosong itu di atas meja. Tapi ragu sedikitpun Rachel mengambil gelas itu dan menjatuhkannya ke lantai hingga pecah.
PYAR!! Pecahan kaca berserakan. Sisa-sisa teh yang masih ada di sana pun ikut tercecer. Tadi Rachel memang tidak mengambil semua sampel teh tersebut, masih dia sisakan di dalam gelas.
Setelah menghancurkan gelas teh tersebut. Rachel memanggil seorang pelayan untuk datang ke kamarnya.
"Gelas tehnya jatuh, aku belum sempat meminum teh pemberian kakek Jared. Cepat bereskan pecahan gelas itu."
"Baik Nyonya," jawab sang pelayan patuh. Dia kemudian keluar untuk mengambil peralatan pel dan tempat pecahan kaca.
Di luar sana pelayan tersebut bertemu dengan pak Tomi.
"Apa yang diinginkan wanita itu?" tanya pak Tomi, sejak tadi dia sudah menunggu Rachel berteriak kencang meminta bantuan semua orang di rumah ini. Namun hingga siang begini Rachel tetap tenang.
"Nyonya Rachel menjatuhkan gelas teh pemberian kakek Jared, Pak. Saya harus segera membersihkannya."
"Jatuh? Dia belum meminum teh itu?"
"Belum, Pak."
'Bodoh.' batin pak Tomi, dia kesal sekali dengan kecerobohan Rachel tersebut. Bagaimana bisa wanita itu sampai menjatuhkan sebuah gelas. Benar-benar bodoh.
Setelah pelayan itu membersihkan kamarnya, Rachel pun pergi dari sana. Sudah ada Reino yang datang menjemput.
"Katakan pada mama Sonya dan kakek Jared, siang ini aku akan makan bersama dengan Zen," ucap Rachel pada salah satu pelayan yang dia temui di lantai 1.
"Baik Nyonya," jawab sang pelayan dengan patuh.
Dengan langkah cepat Rachel pun meninggalkan rumah itu dan segera masuk ke dalam mobil Reino yang sudah menunggu.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Reino setelah dia melajukan mobilnya, keluar dari area mansion keluarga Wallace.
Dengan wajah yang terlihat begitu gundah, Rachel mengangguk. "Kakek ingin melenyapkan kandungan ku Rein, mudah sekali baginya untuk melenyapkan anakku dan Zen," ucap Rachel kemudian.
"Aku tau apa yang kamu pikirkan sekarang Hel, kakek Jared kembali menggunakan racun. Kejadian beberapa tahun lalu seolah kembali terulang," jawab Reino, mereka telah memiliki pemikiran yang sama.
Sama-sama berpikir bukan mama Sonya lah pelakunya, melainkan kakek Jared.
"Apa Zen bisa mempercayai ini semua, Rein? Aku merasa takut untuk mengatakannya," ucap Rachel dengan ragu dan Reino tak mampu untuk menjawabnya.
Dibanding Rachel, Reino adalah yang paling tahu bagaimana selama ini Zen sangat membenci Mama Sonya dan Lucas..
"Tapi hal ini tak bisa dibiarkan Hel, karena keselamatan mu dan janin ini pun dipertaruhkan. Zen harus mengetahui semuanya," putus Reino.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya mereka tiba di perusahaan Wallace Kingdom.
Zen yang sudah menunggu kedatangan sang istri langsung bangkit dari duduknya saat melihat Rachel datang.
Namun senyum Zen langsung hilang ketika melihat wajah sang istri yang nampak pucat.
"Ada apa Hel? sesuatu yang buruk terjadi padamu?" tanya Zen langsung.
Rachel justru melihat ke arah Reino, tak tahu dari mana harus mulai menceritakan ini semua.
#btw ini aku baca yg kesekian kalinya. habis gabut gda bacaan lagi
jahat bener tuh kakek tua