NovelToon NovelToon
TAK ADA JALAN KEMBALI

TAK ADA JALAN KEMBALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Selingkuh / Anak Lelaki/Pria Miskin / Balas Dendam / Pengawal / Beda Usia
Popularitas:61.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Riko Permana, demi gadis yang dicintainya, rela meninggalkan cita-cita menjadi seorang polisi. Melepas beasiswa yang diberikan negara. Ia mundur, sengaja mengalah. Sengaja membiarkan nilainya menjadi buruk demi memuluskan jalan calon kakak iparnya.

Profesor pembimbing kecewa dan ia merasa bersalah. Hanya satu yg membuat ia bahagia: bisa menikah dengan wanita yang sangat dicintainya.

Akan tetapi, apa yang terjadi kemudian? Dirumah mertua ia diperlakukan layaknya budak, dihina dan dipermalukan. Istri yang dicintai tidak membela malah ikut merendahkan.

Puncaknya adalah ketika ia mengetahui bahwa sang istri berselingkuh secara terang-terangan di hadapannya.

Pria yang menertawakan kebodohannya sendiri. Istri yang selama satu tahun pernikahan tidak mau disentuh, kenapa dia tidak sadar sama sekali?

"Cukup sudah! Seluruh cintaku sudah habis. Aku akan tunjukkan pada semua, aku bukan orang yang bisa mereka hina begitu saja. Mereka yang telah menghinaku, akan bertekuk lutut di hadapanku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Bolehkah Aku Menjadi Temanmu?

.

Riko mengangguk-angguk, kagum dengan persiapan matang yang dilakukan Profesor Rahmat dan Dr. Bramantyo. Identitas palsunya benar-benar terasa nyata.

"Terima kasih banyak, Pak," ucap Riko tulus. "Saya benar-benar merasa terbantu."

Dr. Bramantyo tersenyum. "Tidak masalah, Pak Riko. Ini sudah menjadi tugas kami untuk membantu menjaga keamanan mahasiswi berprestasi di kampus ini."

Dr. Bramantyo kemudian menekan sebuah tombol interkom di mejanya. "Tolong panggilkan Dekan Fakultas Desain Komunikasi Visual ke ruangan saya sekarang."

Tidak lama kemudian, pintu ruangan rektor terbuka dan seorang pria paruh baya dengan kacamata bertengger di hidungnya masuk ke dalam ruangan. Pria itu adalah Bapak Hartono, Dekan Fakultas Desain Komunikasi Visual.

"Selamat pagi, Bapak Rektor," ucap Pak Hartono dengan sopan. " Bapak memanggil saya?"

"Selamat pagi, Pak Hartono," jawab Dr. Bramantyo. "Perkenalkan, dia adalah mahasiswa baru di fakultas Anda. Namanya Riko Permana. Dia adalah mahasiswa Bidikmisi yang baru saja diterima di semester 4." Dr. Bramantyo mengarahkan telapak tangannya ke arah Riko.

Pak Hartono menatap Riko, meneliti penampilan pria itu dari atas sampai bawah. Dari penampilannya memang terlihat jika Riko adalah mahasiswa kurang mampu. Pak Hartono

tersenyum ramah. "Selamat datang di fakultas kami, Riko," ucap Pak Hartono sambil menjabat tangan Riko. "Saya senang bisa menerima mahasiswa berprestasi seperti kamu."

"Terima kasih, Pak," jawab Riko dengan sopan.

"Pak Hartono, bisakah Anda mengantarkan Riko ke kelasnya?" pinta Dr. Bramantyo. "Dia masih baru di sini dan belum tahu seluk-beluk kampus."

"Tentu saja, Bapak Rektor," jawab Pak Hartono. "Dengan senang hati saya akan mengantarkan Riko ke kelasnya."

Riko mengucapkan terima kasih kepada Dr. Bramantyo. Pria paruh baya itu mengangguk dan sesaat saling tatap. Entah bicara apa, bahasa mata yang hanya dipahami oleh mereka berdua.

kemudian mengikuti langkah Pak Hartono keluar dari ruangan rektor dan berjalan menuju gedung fakultas Desain Komunikasi Visual.

Saat berjalan di koridor fakultas, Pak Hartono menjelaskan berbagai hal tentang fakultas tersebut kepada Riko. Program studi yang ada, fasilitas yang tersedia, dan kegiatan-kegiatan yang sering diadakan oleh mahasiswa.

"Fakultas kami ini adalah salah satu fakultas terbaik di universitas ini," ucap Pak Hartono dengan bangga. "Kami memiliki dosen-dosen yang berkualitas dan mahasiswa-mahasiswa yang kreatif. Saya harap kamu menggunakan kesempatan yang diberikan oleh negara dengan sebaik-baiknya," ucap pak Hartono yang benar-benar mengira Riko adalah mahasiswa miskin

"Saya akan ingat nasehat Anda," jawab Riko sambil tersenyum.

Pak Hartono sedikit melirik dengan kening berkerut. Suara orang ini terdengar berat dan berwibawa. Benarkah Riko adalah mahasiswa baru? Kenapa tiba-tiba ia merasa tak yakin. Ada aura dominan yang begitu kental.

Beberapa saat kemudian, mereka sampai di depan kelas yang dituju. Pak Hartono membuka pintu kelas dan mempersilakan Riko masuk. Ruang kelas itu sudah cukup ramai dengan mahasiswa yang sedang bercanda dan mengobrol satu sama lain. Suasana kelas seketika menjadi hening ketika Pak Hartono dan Riko masuk ke dalam ruangan.

"Selamat siang, anak-anak," ucap Pak Hartono dengan ramah. "Hari ini, kita kedatangan mahasiswa baru di kelas kita. Silakan perkenalkan dirimu, Nak Riko."

Riko melangkah maju dan menatap seluruh mahasiswa yang ada di dalam ruangan dengan tenang.

"Selamat pagi, semuanya," ucap Riko dengan suara lantang. "Perkenalkan, nama saya Riko Permana. Usia tiga puluh tahun. Salam kenal, dan mohon bimbingannya."

Seketika, suasana kelas menjadi heboh. Beberapa mahasiswa mulai berbisik-bisik satu sama lain, sementara yang lainnya tertawa terbahak-bahak.

"Tiga puluh tahun?" celetuk seorang mahasiswa dengan nada mengejek. "Hei, Paman! Apakah kamu tertidur selama sebelas tahun hingga sekarang baru masuk kuliah lagi?"

"Iya, kenapa gak nunggu sampai lima puluh tahun sekalian?" timpal mahasiswa lainnya, diikuti dengan tawa riuh dari seluruh kelas.

Riko hanya tersenyum tipis mendengar ejekan dari teman-temannya. Sama sekali tidak terpancing emosi. Baginya suara mereka hanya dengungan lebah.

Namun, beda halnya dengan para mahasiswi yang sudah memperhatikan Riko sejak pria itu masuk bersama Pak Hartono. Mereka tampak terpukau dengan penampilan fisik Riko yang rupawan. Beberapa dari mereka bahkan secara terang-terangan mengagumi paras Riko yang tampan dan karismatik.

"Wah, aku kira tadi dosen baru. Ternyata mahasiswa sama seperti kita,” bisik seorang mahasiswi kepada temannya.

"Iya, ganteng banget tahu gak," "Iya, cocok jadi model," sahut temannya sama-sama merasa terpesona.

"Meskipun sudah tua, tapi tetap keren," timpal mahasiswi lainnya.

"Apa gunanya ganteng dan keren? Tetap saja miskin!” ada yang suka ada juga yang tak suka.

Seorang dosen wanita yang sudah berada di dalam ruangan itu sejak sebelumnya menyuruh Riko untuk duduk. "Sudah-sudah, jangan berisik," ucap dosen tersebut dengan tegas. "Riko, silakan kamu duduk di tempat yang kosong."

Riko mengangguk dan berjalan mencari tempat duduk yang kosong. Ia melihat seorang gadis cantik dengan rambut panjang yang tergerai sedang duduk seorang diri di salah satu bangku. Anya Tanuwijaya, target yang harus ia lindungi.

Tanpa ragu, Riko menghampiri Anya. "Maaf, tidak ada bangku kosong lainnya. Boleh aku duduk di sini?" Riko minta ijin dengan sopan.

Anya mendongak dan menatap Riko sesaat lalu mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Dan memang tak ada bangku kosong lagi.

"Eh... iya. Silakan duduk," jawab Anya meskipun sebenarnya keberatan.

Riko tersenyum dan duduk di samping Anya. Merasa lega karena Anya tidak mempersulit tugasnya.

"Perkenalkan, nama saya Riko Permana," ucap Riko sambil mengulurkan tangannya.

Anya menjabat tangan Riko dengan ragu. "Saya Anya Tanuwijaya," jawab Anya dengan singkat.

Riko tersenyum dan melepaskan jabat tangan Anya. Ia kemudian mengeluarkan buku catatannya dari tas ranselnya dan mulai memperhatikan dosen yang sedang menjelaskan materi kuliah.

Anya tak begitu memperhatikan keberadaan Riko di sampingnya. Gadis itu fokus pada materi yang disampaikan oleh dosen pembimbing.

Riko berpura-pura mencatat dan mendengarkan penjelasan dosen dengan seksama. Namun, pikirannya tidak sepenuhnya fokus pada materi kuliah. Matanya bergerak lincah, memindai seluruh ruangan, mengamati setiap gerak-gerik mahasiswa yang ada di sekitarnya. Ia berusaha untuk mendeteksi potensi ancaman yang mungkin mengintai Anya.

Pembawaannya tenang, sama sekali tidak menunjukkan jati dirinya.

*

Ketika waktu istirahat tiba, Riko melihat Anya bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari kelas. Tanpa ragu, Riko mengikuti langkah Anya dari belakang.

Anya berjalan menuju kantin kampus yang terletak tidak jauh dari gedung fakultas dan Riko terus mengikutinya dari belakang, mengamati setiap orang yang mendekati Anya.

Tiba-tiba, Anya menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Riko. Ia menatap Riko dengan tatapan datar dan dingin.

"Kenapa kamu mengikutiku?" tanya Anya dengan nada ketus.

Riko terkejut dan terpaku di tempatnya.

"Mampus!" gumam Riko dalam hati.

Jawaban apa yang harus ia berikan? Ia memutar otaknya dengan cepat, mencari alasan yang masuk akal dan meyakinkan. Tidak mungkin mengatakan bahwa ia adalah pengawal yang bertugas untuk melindunginya.

Setelah berpikir keras, Riko akhirnya menemukan jawaban yang tepat. Ia memasang wajah gugup dan malu-malu, seolah-olah ia adalah seorang mahasiswa baru yang sama sekali tidak berpengalaman.

"Emm... anu... maaf," ucap Riko dengan nada terbata-bata. "Aku... aku orang baru di tempat ini. Aku tidak mengenal siapa pun. Aku belum punya teman. Bolehkah aku menjadi temanmu?"

*

Hayyooo loh… Anya mau terima gak nih…

1
Patrick Khan
ayo profff kejar cinta bu Mery . pakai tembakan peluru cinta😁😁
Hary Nengsih
wah ternyata mantan
dewi rofiqoh
Apakah ada cerita cinta masa lalu antara prof rahmat dan ibu maryam?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
maryam jadi mary ya,,, 🤭 huusst dilarang julid
Wanita Aries
bner deh feelingku nntinya prof rahmat ketemu bu maryam ada sesuatu.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
umyang apaan??
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
ini bagaimana, paragrap atas sebelum riko menyapa, lg nonton tivi sambil dzikir, setelah riko menyapa kenapa jd menutup novel dan melepas kacamata? eta terangkanlah
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: astaga... ada yg lupa haapus /Sob//Sob/
total 3 replies
nayla tsaqif
Mantan terindah kah,,,?? 🤭
Rama's mom
cinta belum usai nich
Icha Arlita
jangan lama lama ya Thor
Icha Arlita
keren abis
Cindy
lanjut
Dew666
👍👍👍👍👍
ora
Wah ... ada cinta masa lalu😀❤❤
Patrick Khan
cie cie prof pasti lagi lope lope ya 😍😍😍
Ayu Padi
Cinta Lama Belum Kelar CLBK ya thor
Aidil Kenzie Zie
hm hm ada yang CLBK nich
Hary Nengsih
ada apa nih
Masha 235
cie cie....ada yg teringat masa lalu ni
dewi rofiqoh
Tetap semangat mak
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!