NovelToon NovelToon
TAK ADA JALAN KEMBALI

TAK ADA JALAN KEMBALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna / Masalah Pertumbuhan / Kebangkitan pecundang / Selingkuh / Anak Lelaki/Pria Miskin / Balas Dendam
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Riko Permana, demi gadis yang dicintainya, rela meninggalkan cita-cita menjadi seorang polisi. Melepas beasiswa yang diberikan negara. Ia mundur, sengaja mengalah. Sengaja membiarkan nilainya menjadi buruk demi memuluskan jalan calon kakak iparnya.

Profesor pembimbing kecewa dan ia merasa bersalah. Hanya satu yg membuat ia bahagia: bisa menikah dengan wanita yang sangat dicintainya.

Akan tetapi, apa yang terjadi kemudian? Dirumah mertua ia diperlakukan layaknya budak, dihina dan dipermalukan. Istri yang dicintai tidak membela malah ikut merendahkan.

Puncaknya adalah ketika ia mengetahui bahwa sang istri berselingkuh secara terang-terangan di hadapannya.

Pria yang menertawakan kebodohannya sendiri. Istri yang selama satu tahun pernikahan tidak mau disentuh, kenapa dia tidak sadar sama sekali?

"Cukup sudah! Seluruh cintaku sudah habis. Aku akan tunjukkan pada semua, aku bukan orang yang bisa mereka hina begitu saja. Mereka yang telah menghinaku, akan bertekuk lutut di hadapanku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Pengkhianat Yang dikhianati

.

Laras duduk seorang diri di sebuah kafe sederhana, menyesap kopi yang terasa pahit di lidahnya. Pikirannya berkecamuk, dipenuhi penyesalan dan keputusasaan. Karirnya, yang dulu bersinar terang di dunia hiburan, kini redup dan nyaris padam.

Skandal yang menimpa keluarganya telah menghancurkan segalanya. Meskipun ia tidak bersalah, reputasinya ikut tercoreng. Tak ada lagi tawaran pemotretan, iklan, atau bahkan sekadar menjadi bintang tamu di acara televisi. Semua pintu seolah tertutup rapat di hadapannya.

"Mengapa harus aku yang menanggung semua ini?" bisik Laras lirih, air mata mulai menggenangi pelupuk matanya.

Ia mencoba menghubungi beberapa teman dan kolega di dunia hiburan, berharap ada yang bersedia membantunya. Namun, hasilnya nihil. Mereka semua menjauhinya, takut ikut terseret dalam masalah yang menimpa keluarganya.

Aldo? Entah di mana keberadaan kekasihnya itu saat ini. Sejak skandal yang menimpa keluarga Darmawan mencuat, pria itu sama sekali tak bisa dihubungi. Padahal ia sangat berharap pada pria itu.

Dalam keputusasaan, Laras mencoba sekali lagi untuk menghubungi Aldo melalui telepon, namun nomornya tidak aktif. Ia mencoba mengirim pesan singkat, namun masih tetap centang satu, seperti pesan-pesan yang ia kirim sebelumnya.

"Kemana dia?" tanya Laras. Hatinya mulai dipenuhi kecemasan.

Ia memutuskan untuk mencari Aldo secara langsung. Ia pergi ke apartemen Aldo, namun tidak ada siapa pun di sana. Ia bertanya kepada petugas keamanan, namun petugas itu mengatakan bahwa Aldo sudah lama tidak terlihat.

"Dia kemana?" Laras semakin cemas. "Apakah dia meninggalkanku?"

*

Beberapa hari kemudian

Laras sedang berdiri di depan sebuah butik terkenal. Hanya berdiri di depannya tanpa berani untuk menginjakkan kaki untuk masuk. Ia sudah tidak memiliki uang, tidak lagi bisa memilih gaun-gaun mewah.

Baru saja Laras hendak beranjak pergi, kedua matanya memicing kala ia melihat Aldo keluar dari butik itu bersama dengan seorang wanita cantik yang tidak ia kenal. Di tangan wanita itu ada beberapa paper bag. Sudah pasti itu adalah hasil belanjaan mereka.

Jantung Laras berdegup kencang. Ia menghampiri Aldo dengan langkah gemetar.

"Aldo?" panggil Laras lirih.

Aldo menoleh, wajahnya menunjukkan keterkejutan. Ia tampak tidak senang melihat Laras.

"Laras? Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Aldo dengan nada dingin.

"Aku... aku ingin bicara denganmu. Siapa dia," tanya Laras dengan ujung jari mengarah pada gadis cantik yang bergelayut manja di lengan Aldo

Aldo menghela napas panjang dan menatap Laras dengan tatapan sinis.

"Siapapun dia, itu bukan urusanmu. Dan jangan bersikap seolah-olah Kamu adalah pemilik tubuhku, yang bisa melarangku untuk melakukan ini dan itu, serta berhak ikut campur segala urusanku," ucap Aldo dengan tegas.

Laras terkejut mendengar ucapan Aldo. Ia tidak percaya bahwa pria itu bisa berubah begitu cepat.

"Apa maksudmu?" tanya Laras dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya. "Kita ini sepasang kekasih, bagaimana kamu bisa bicara seperti itu?” Laras menggelengkan kepalanya berkali-kali.

"Kalau begitu biar aku katakan, kita putus! Mulai sekarang tak ada hubungan apa-apa lagi diantara kita," ujar Aldo. "Lebih baik kamu menjauh dariku. Aku tidak ingin ikut terseret dalam masalah keluargamu."

Aldo kemudian merangkul wanita cantik di sampingnya dan tersenyum sinis kepada Laras.

"Dan, oh iya. Kenalkan, ini Riana, pacar baruku," ucap Aldo. "Dia ini artis pendatang baru yang sedang naik daun. Kami akan menjadi pasangan yang hebat."

"Hubungan kita sudah sejauh itu. Bagaimana bisa kamu memutuskan aku begitu saja?” Laras terisak, hatinya hancur berkeping-keping. Ia merasa seperti ditikam dari belakang.

Aldo berdecih sinis. “Hubungan kita berdasarkan suka sama suka. Aku tidak pernah memaksamu. Dan tidak ada ikatan apapun diantara kita. Jadi, jangan meminta pertanggungjawaban apapun padaku. Kalau tidak…"

Aldo menggantung ucapannya kemudian mendekatkan bibir ke telinga Laras. “Aku akan sebarkan video percintaan kita ke media. Kamu tahu kan, apa akibatnya?"

Mata Laras terbelalak sempurna mendengar ucapan Aldo. Tidak percaya yang kini berdiri di hadapannya adalah pria yang ia bela, bahkan sampai meninggalkan Riko yang begitu tulus padanya.

Tangan Laras terkepal erat di samping badan melihat kepergian Aldo yang melenggang dengan santai bersama kekasih barunya.

*

Laras tiba kembali di rumah kontrakannya bersama mamanya ketika hari hampir gelap. Mereka yang kini terpaksa tinggal di rumah kontrakan sempit, karena tabungan mereka takkan cukup jika terus-menerus menginap di hotel. Tubuh Laras melorot, terduduk di atas kursi kayu yang keras. Air matanya mengalir semakin deras, mengingat kembali pertemuannya dengan Aldo.

“Ini salahku. Riko, maafkan aku,” bisiknya lirih, hanya terdengar oleh dirinya sendiri.

“Kamu ini dari mana saja?!" bentak nyonya Ratna yang kini penampilannya berubah drastis. Tak ada lagi gaun mewah, tak ada riasan menor, tak ada pula perhiasan mewah melekat di tubuhnya.

“Aku hanya jalan-jalan mencari udara segar, Ma," jawab Laras pelan.

“Jalan-jalan, jalan-jalan terus. Memangnya apa yang kamu dapat dari jalan-jalan? Daripada seperti itu lebih baik kamu mencari pekerjaan. Mama capek hidup seperti ini terus. Mama ingin kembali hidup mewah seperti kemarin,” gerutu nyonya Ratna yang sama sekali tidak bisa menyadari dan menerima situasi mereka sekarang.

“Pekerjaan apa, Ma? Tidak ada lagi yang memberikan aku job. Mereka semua menolak kehadiranku," ucap Laras mengingat penolakan manajernya. Bahkan kini manajernya sudah memiliki artis baru untuk ditangani. Sama sekali tidak mau membantu Laras. Padahal Laras mengingat ketika dulu dirinya masih menjadi bintang terkenal, dirinya tak segan-segan memberikan bonus banyak pada manajernya. Tapi semua seolah telah terlupakan begitu saja.

"Ya cari dong,” bantah nyonya Ratna. “Kerjaan kan nggak cuma jadi artis saja. Cari kerjaan lain, apa saja yang penting bisa menghasilkan uang banyak. Atau kalau tidak, dekati pengusaha kaya, rayu dia! Tidak apa-apa jadi simpanan, asal uang mengalir deras.”

Mata Laras membulat sempurna mendengar kata-kata mamanya. “Serius Mama bicara seperti itu padaku?" Laras menggelengkan kepala tak percaya.

“Memangnya kenapa? Kita ini hidup butuh uang. Lagi pula, Kamu kan juga sudah melakukannya sejak dulu dengan Aldo. Apa salahnya jika sekarang kamu cari pengusaha kaya?" Nyonya Laras sama sekali tidak berpikir jika kata-katanya akan menyakiti hati putrinya.

“Aku akan jual semua perhiasan yang dulu pernah dibelikan oleh Aldo. Setidaknya itu bisa untuk bertahan hidup selama beberapa hari. Setelah ini aku akan mencari pekerjaan. Apa saja, yang penting tidak menjadi seperti apa yang mama katakan.”

Laras beranjak dari duduknya, kemudian berlalu meninggalkan mamanya seorang diri. Wanita itu bergegas menuju kamarnya.

Sesampainya di kamar, Laras mengambil kotak perhiasan yang masih ia simpan dalam koper. Mengamati perhiasan itu satu persatu. Berlian berlian mewah, berupa kalung gelang ataupun cincin yang berkilau mempesona.

Diantara perhiasan-perhiasan itu, ada sebuah kalung kecil, dengan bentuk sederhana, dan warnanya tidak seindah kalung berlian yang dibelikan oleh Aldo.

“Riko,” gumamnya sambil memegangi kalung itu. Kalung yang merupakan hadiah ulang tahun dari Riko. Kalung yang selama ini ia abaikan, kini ia ingin memakainya.

Laras menutup kembali kotak perhiasannya. Berat sekali melepas perhiasan-perhiasan itu, tetapi mereka butuh makan untuk bertahan hidup. Lagi pula, Aldo sudah berkhianat. Bukankah lebih baik jika perhiasan-perhiasan itu dijual?

1
Patrick Khan
dan perhiasannya palsu🤣🤣🤣🤣
Cindy
lanjut
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
gak tahunya perhiasannya KW🤭
Aidil Kenzie Zie
Aldo mana Aldo
Yana Phung
sepertinya berlian pemberian aldo juga palsu
aduh.. kalo sampai terjadi apes berkali-kali si laras
ditambah emaknya model itu lagi
mungkin emaknya aja yg dijual 😅😅😅
ora
Yakin bisa di jual kan, Ras😁😁
ora
Kamu juga usaha dong, jangan nyuruh aja bisanya...
Tini Uje
jangan2 palsu lagi kan prhiasan nya 😅😅
Masha 235: ho oh...kalo palsu, kasian.....rugi berkalikali🤭
total 1 replies
Dew666
💎💎💎💎
Masha 235
andaikan hukum di negeri ini sperti cerita ini,,,,alangkah senangnya hati ini....
Cindy
lanjut
Piet Mayong
daripada hotel mending cari kontrakan donk Bu Ratna yg terhormat
🤭😁😁😁😄
Patrick Khan
guna nya aldo apa sih😅😅😅
Tini Uje
yg kata nya horang kaya pacar nya larass kmnaa atuhh..bantuin tuh ayang mbeb kamu aldo 😅😅
Ayudya
lanjut kak
juwita
si aldo kmn laras bknya pacar km🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
anda
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
sorry, gak nerima barang bekas
Gadis misterius
Lnjutkan riko memang harus begitu .....jngn smpai lengah dan tertipu dngn laras lg cukup 1 x
Ayudya
seperti bom waktu yg kapan aja meledak itu lah amarah riko🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!