NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Alana 2

Takdir Cinta Alana 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Dikelilingi wanita cantik / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anisah Cute

******
Mencintai seseorang tanpa bertemu dengan nya, adalah bukti bahwa cinta itu bukan di depan mata, tapi di dalam hati. Itu yang terjadi dengan Alana, putri dari Aditya dan Davina.
Pertemuan tak sengaja Alana dengan sosok di media sosial membuat nya nyaman walau perbedaan usia mereka cukup jauh. Status tak menghalangi hubungan kedua nya.
Apa yang membuat Alana memilih pria yang tak pernah dia lihat? Konflik pun terjadi di antara Alana dan pria yang ada di sosial media tersebut. Hingga membuat Alana sering kali memblokir aplikasi hijau nya terkadang aplikasi hitam pun kena sasaran blokir Alana tapi selalu saja di buka kembali karena kedua saling Cinta.
Akan kah mereka bertemu dan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisah Cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. TCA 2

➳༻❀✿❀༺➳ ➳༻❀✿❀༺➳

Sambungan kisah Takdir Cinta Alana 2 Versi Alana dari kecil hingga dewasa.

❀•°•═════ஓ๑♡๑ஓ═════•°•❀

Semua sudah berubah seiring berjalan nya waktu. Tapi kekompakan keluarga Vina tak pernah berubah.

Di taman komplek perumahan yang dulu nya belum mempunyai halaman untuk anak - anak bermain sekarang memiliki halaman sendiri khusus untuk anak - anak bermain bola, di sana juga terdapat ayunan dan kolam ikan kecil sebagai tempat bersantai.

Dari atas jalan tanjakan seorang gadis kecil berusia 8 tahun melajukan sepeda nya dengan kencang tak tau arah bersama dengan teman - teman nya, hingga dia masuk ke area lapangan setelah menabrak dagangan seseorang karena tak bisa mengendalikan sepeda nya.

"Saga, Kenzo...! Lihat adik kalian." teriak salah satu teman komplek Saga yang melihat adik teman nya menabrak dan melaju kencang dari turunan jalanan.

"Astaghfirullah, Alanaaaa!" teriak Saga dan Kenzo." bersamaan saat melihat Alana melaju kencang.

Melihat kedua abang nya berada di lapangan dia pun berteriak kencang.

"Minggirrrr... Kakek awasss gerobakkkk...! Abangggg tolong Alannnn!" teriak Alana.

Brak...!

Byur...!

"Astagfirullah..! Alan." ucap kakek tukang bakso yang gerobak nya di tabrak oleh sepeda Alana. Hingga Alan tercebur ke dalam kolam ikan.

Kedua abang Al dan teman - teman nya berlari mendekat kearah Alana yang menabrak gerobak seorang pedangang hingga dagangan tumpah semua.

"Ha...Ha...." Tawa Ken putra dari Vino saat melihat adik nya tercebur.

Plak...!

Saga langsung memukul lengan Ken saat mendengar Ken tertawa keras.

"Bukan nya di bantuin adik nya malah di ketawain, gimana sih kamu Ken." kesal Saga.

"Sakit bang..! Abis lucu bang...!" ucap Kenzo.

"Ha...Ha....!" dia tertawa sambil menarik adik nya yang tercebur di kolam ikan hias di taman komplek.

"Abang Ken, bukan nya bantuin dulu malah di ketawain Alan bilangi bunda baru tau." kesal nya dengan memasang wajah cemberut.

"Haha....! Maka nya Lan, kalau naik sepeda itu rem di pegang ini rem malah gak ada, di kemanain padahal ini sepeda baru loh?" tanya Kenzo.

"Rem nya putus bang! Tadi main balap sepeda sama temen lupa kalau itu ada turunan. Siapa juga sih yang buat tanjakan? Ini lagi apaan sih bang gerak - gerak di dalam celana Alan." ucap nya.

"Ha.. Ha...!"

Ken tertawa habis - habisan saat melihat tingkah Alana yang celana kemasukan ikan hias.

"Abang jangan ketawa Alan gelik, apaan sih ini bukan ulat bulu kan? Bundaaa... salah bunda gak ada. Mamii...." teriak Alan sambil berlari kecil memanggil Aisyah mami nya Saga. Hingga ikan yang dia kira ulat yang ada di dalam celana nya keluar sendiri dan dia tak jadi pulang kerumah.

"Ha.... ha... ha...! Ikan nya jatuh bang." tunjuk Ken arah Alana sambil dia terus tertawa geli.

"Abang...! Itu ikan mati...!" tunjuk Alana saat ikan sudah keluar dari celana karena dia berlari kecil dan ikan itu sudah mati.

Ken benar - benar tertawa habis - habisan sampai dia terduduk memegangi perut nya yang terasa sakit, karena tertawa terlalu geli melihat tingkah dan wajah polos Alana.

Plak..!

"Ketawa terus bisa nya." Ucap Saga dengan memukul pelan pundak Ken.

Saga yang melihat Alana langsung mendekat kearah Alana yang memegang ikan kecil yang sudah tak bernyawa, dia ingin tertawa tapi dia mencoba menahan nya.

"Abang ikan nya mati di dalam celana Alan."

"Ha.. ha... ha...!" akhir nya Saga tak tahan di pun tertawa sambil memegangi perut nya saat melihat mimik wajah lucu Alana.

"Abang Saga kenapa ketawain Alan juga?" tanya Alana.

"Berapa hari kamu gak ganti celana dek?" tanya Saga.

Mendengar perkataan Saga, Ken bertambah tertawa, sampai perut nya sakit dan matanya nya keluar air mata sangking puas nya dia tertawa.

"Abang ini Alan ganti terus kok celana hanya hari ini saja pakai celana yang semalam." jawab Alan.

Usia nya baru 8 tahun dan baru duduk di bangku sekolah dasar kelas 2, tapi gaya nya seperti anak usia 10 tahun, karena selalu bermain dengan semua abang nya.

"Kamu jorok banget sih Lan, pantesan ikan nya mati." ucap Saga sambil menoyor kepala adik nya tanda kasih sayang.

"Itu celana cemplungin saja Lan ke dalam kolam di jamin itu ikan mati semua. Ha... ha..!" Ken malah puas mentetawakan Alan.

Kakek pedangang bakso yang dagangan nya tumpah mendekat kearah Alana dan Saga yang sedang mentertawakan Alana.

"Ini dagagan kakek gimana Lan. Tumpah semua rugi lagi dong kakek Lan. Kamu tiap hari bikin masalah terus." ucap nya dengan lembut.

Alana menepuk dahi nya saat melihat kakek Sugeng menghampirinya. Karena gerobak nya dia tabrak tadi.

"Tunggu kakek Alan cari ayah dulu, ah lupa lagi ayah belum pulang kerja." ucap Alana sambil dia menepuk dahi nya.

Alana yang melihat mobil yang dia kenal tersenyum dan langsung berlari berdiri di pinggir jalan dengan kedua tangan nya melambai kearah mobil tersebut.

Chan bersama dengan Vino dari jarak yang tak jauh melihat Alan melambaikan tangan tau pasti Alan berulah lagi.

"Tu Alan bang keponakan abang! Pasti dia berulah lagi, kali ini apalagi yang dia perbuat." ucap Vino dengan menunjuk kearah Alan.

"Pinter giliran nakal keponakan abang, giliran Alan baik nurut keponakan kamu, bisa banget kamu Vin. Kita lihat saja apalagi cerita nya, coba lihat hujan tidak dia malah basah kuyup." jawab Chan.

"Vina sama Adit sabar banget ngadepin kenalan Alan." Jawab Vino.

"Mau gimana lagi perjuangan buat dapat Alana saja susah. Jadi mereka tak mungkin marah dengan tingkah Alana." jawab Chan.

"Iya abang benar, tapi gak gitu juga jadi tegil nanti tu anak." jawab Vino.

Chan hanya tersenyum mendengar perkataan Vino dia menghentikan mobil nya di depan Alana dan Alana tersenyum saat melihat Vino turun dari mobil.

"Kehujanan di mana kamu Lan?" tanya Vino.

"Om ini! Alan buka kehujanan om tapi kecebur di kolam. Itu kakek Sugeng minta ganti rugi gerobaknya, Alan tabrak sama bakso nya tumpah." tunjuk Alan.

Vino menarik nafas dan Chandra menepuk dahinya saat mendengar ucapan Alana. Dia hanya tersenyum mendengar lagi - lagi kakek Sugeng lah jadi sasaran Alana

"Astaga Alana, om stress liat kamu. Kamu lebih nakal dari ibu kamu. Ayah kamu itu pendiam dan dingin loh tapi kamu, astaghfirullah." ucap Vino dengan mengelus dadanya.

"Abang urus keponakan abang. Vino pusing lihat nya." ucap Vino beralasan.

Mata Chan melotot mendengar ucapan Vino, giliran masalah uang Vino kabur dia sengaja melakukan nya agar Chan yang membayar kerugian yang di perbuat Alana. Bukan pelit emang dasar Vino selalu Chan yang kena imbasnya.

"Ini pakai jas om Vino nanti kamu masuk angin." ucap Chan mengambil jas Vino. membuat Vino tak bisa berbuat apa pun saat jas nya jadi korban.

"Ini besar papi Saga liat sudah kayak gaun dan patung orang - orangan sawah yang ada di sawah perkampungan sana." tunjuk Alana dengan dia mengangkat bagian bawah dan lengan nya tenggelam.

"Oh iya, Ya sudah sini lepas lagi." ucap Chan.

Chan sengaja membuat Alana mencoba jas Vino agar dia kesal dan impas, Chan memberikan jas Vino ke arah Vino saat jas itu sudah kotor dan Vino hanya bisa menggeleng kepala.

"Kamu pulang sekolah biasa di rumah sakit ikut bunda nemenin ayah dirumah sakit! Kenapa sudah ada di sini?" tanya Chan.

"Alan gak suka bau rumah sakit Om papi. Mau muntah maka nya Alan naik bus sekolah terus pulang kerumah mami Ais." ucap Alana.

"Kamu gak mau jadi dokter?" tanya Chan sambil menggandeng tangan Alana menuju ke tempat kakek Sugeng yang ada di lapangan.

"Gak, Alan mau jadi pembalap sepeda yang bisa keliling dunia." jawab Alan.

Chan hanya menggeleng kepala saat mendengar cita - cita Alana yang bertolak belakang dari keluarga mereka yang tak ingin jadi dokter sebagai penerus kedua orang tua nya, dia malah bercita-cita ingin jadi pembalap sepeda. Saat sampai di hadapan pak Sugeng, Chan bertanya berapa kerugian yang harus dia bayar.

"Berapa sisa bakso yang ditabrak Alan, kek?" tanya Chan.

"Hanya sisa 10 mangkuk lagi den. Tapi gak papa lah kakek sudah biasa di tabrak Alana, kadang pak Adit yang ganti." ucap pak Sugeng.

"Jadi sudah langganan ya pak, ini untuk ganti rugi bakso yang tumpah sama ganti rugi mangkok yang pecah." ucap Chan dengan memberikan uang 500 ribu.

"Kebanyakan den mangkok nya juga gak semua nya pecah hanya beberapa biji." ucap kakek Sugeng.

"Gak papa kek ambil saja rezeki tiap hari Alan tabrak. Besok Alana tabrak lagi dan yang akan ganti rugi kali ini om Vino pelit." ucap Alana.

"Iya jangan tiap hari juga Lan kamu tabrak kakek kasihan." ucap Chan.

"Iya papi Saga. Alan bercanda." jawab Alan.

Setelah menganti barang dagangan pak Sugeng, Alan yang melihat kakek nya mencari nya berlari mendekat dan Abi mengerutkan dahi saat melihat cucu nya basah dan berada di dekat Chan.

"Ata tadi Alan balap sepeda terus nabrak gerobak kakek Sugeng lagi, tapi tenang papi Saga sudah ganti rugi jangan bilang bunda ya. pusing Alan dengar bunda nanti ngomel." ucap Alan.

"Kamu nabrak lagi kan sepeda nya sudah di belikan yang baru sama ayah kok bisa nabrak?" tanya Abi.

"Biasa kakek, rem nya di putusin lagi sama Alan." jawab Ken.

"Alan..! Kalau kamu terluka gimana?" tanya Abi sambil di memeriksa keadaan cucu perempuan nya satu - satu nya dari kedua anak nya.

"Alan gak papa Ata jangan dengerin ucapan bang Ken, ayo pulang Alan mau mandi tadi ikan nya mati satu Ata gara - gara Alan gak ganti celana." ucap nya.

Alan bercerita sambil dia berjalan pulang bersama kakek nya, suara Alan masih bisa terdengar oleh Chan dan juga dua abang Alan.

"Ayo Saga, Ken kita pulang." ajak Chan.

"Itu sepeda Alan gimana Pi? Main tinggal saja itu anak." tunjuk Saga.

"Biarin saja gak akan hilang siapa juga yang mau ambil sepeda preman." ucap Chan.

Mereka pulang dengan membiarkan saja sepeda Alan berada di taman. Tempat semua orang bermain, benar yang di bilang Chan tak ada yang berani mengambil sepeda milik Alana, karena jika dia tau sepeda nya hilang dia akan memukul orang itu. Sepeda Alana selalu dia beri nama Alana love maka nya jika hilang di bisa mengenali sepeda nya.

Saat sampai di rumah Alana di sambut oleh Keyla dan juga Vino yang pulang dengan berjalan kaki.

"Itu bunda, cucu kesayangan ayah basah kuyup." tunjuk Vino.

"Astaghfirullah! Alana kamu nyebur di mana cu?" tanya Keyla sang nenek.

"Nenek jangan keras - keras Alan hanya kejebur di kolam taman bukan kecebur di sungai." ucap Alana.

Keyla hanya bisa menggeleng kepala melihat tingkah cucu perempuan nya dan menyuruh nya mandi sebelum ayah dan bunda nya pulang.

1
kalea rizuky
cepetan pergi kan moga dpet yg lebih tajir. lebih kaya dr Riski itu dan buat si Helen sepupu durjana makan itu Riski cwok kere
Anan Sah
Pintar banget Alan menyimpan semua rasa sakit nya sampai ga ada yang tau apa yang di rasakan sama Alan sehingga Alan memutuskan untuk pergi jauh dari keluarga...Semangat ya Alan...😍😍😍
Ani Rohayani
Alana terlalu pintar menyimpan rahasia alasan sebenarnya tentang kepergiannya ke Malaysia
Ani Rohayani
ya ampun Mahar kamu terlalu membesar besarkan masalah sampai akhirnya kamu sendiri terluka
Ani Rohayani
cinta pada pandangan pertama tuh saga😄
Ani Rohayani
ya ampun saga apa yang terjadi,kamu nabrak orang ya
Sahidah Sari
wih mantap nih Alana menang balapan sepeda,emng keren Alana!.
Riski kek nya suka sama Helen deh klu Alana tau orang yg dia suka justru ga suka sama dia gmn ya ,moga sikap Alana ga berubah ya klu tau
Sahidah Sari
Ken dan saga selalu menjadi pelindung bagi Alana dr siapa pun termasuk dr ayah nya sendiri,, mereka ga mau Alana knp2 padahal Adit hanya ingin Alana belajar bertanggung jawab atas apa yg dia perbuat.
Sahidah Sari
ya ampun Alana kelakuan nya bikin orang ngakak juga geleng geleng kepala tau, ada aja kelakuan nya buat pusing om nya ..
kalea rizuky
ambil aja Riski cwok miskin aja dihh Alana bisa dpet yg lebih
kalea rizuky
pergilah Alana yg jauh cari bahagia mu
Anan Sah
😍😍😍
SusiVikers
Ken kamu gak perlu khawatir ya, aku yakin Alana pasti baik² aja kok dia bisa jaga diri
doakan saja agar semuanya lancar ya
SusiVikers
sakit bgt ya pasti jadi Alana
apalagi Bagas emg langsung menjauh setelah pacaran sama Helen, lagian Helen juga apa-apaan sih kok kamu sampe segitunya sama Alana
toh Alana gak akan pernah rebut Bagas dari kamu ishhh ngeselin 😤😤
SusiVikers: lah iya haha
Bagas siapa coba ampun dah🤣🤣
total 2 replies
SusiVikers
aduh untung aja ya langsung banting stir kalo enggak bisa nabrak org tuh
tapi sayangnya kepala Alana malah jadi memar gitu ya
SusiVikers
alana kamu bner² pandai menutupi semua rasa sakit yg kamu rasakan
tapi mungkin ini pilihan kamu ya lan, semoga di Malaysia nanti kamu bisa jauh lebih bahagia ya Alana
Ratih Tyas
Alan pasti bisa jaga diri
Ratih Tyas
Mungkin Humaira jodoh Saga🤭
Ratih Tyas
Kok Helen jadi ngeselin ya
gak bisa jaga perasaan Alan malah pamer🙄
Estri Gunyani
Ken jangan kwatirkan Alan dia gadis yg pintar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!