" jadi aku harus menikah dengan nya "!! gumam seorang gadis yang sedang ber si tatap dengan laki laki tampan di hadapnya saat ini.
"aku tidak bisa membayangkan jika punya istri seperti dia"! gumam laki laki tersebut di dalam hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 31
Pagi pun tiba..!!
pagi itu sarline sudah siap sejak jam masih menunjukan pukul 6 pagi, gadis itu ingin sekali cepat pergi ke sekolahan untuk bertemu dengan Alea, gadis itu ingin sekali menanyakan perihal apa yang di sampaikan sang kakak tadi malam.
"selamat pagi nona,,"! sapa pak Harry yang baru saja bersiap menyambut keluarga tersebut bangun tidur.
"hemm, pak nanti jika papa dan mama tanya aku sudah berangkat ya"! kata sarline sambil berjalan keluar dari dalam mansion tersebut dan mencari pak Nanang, bahkan supir pribadinya saja masih batu kelihatan sambil membawa secangkir kopi pagi itu.
"pak Nanang"! kata sarline membuat laki laki paruh baya tersebut terlonjak kaget.
"assalamualaikum,salam"!! kata pak Nanang dengan bahu uang sedikit terangkat.
"ada apa nona"! tanya pak Nanang yang kini sudah menghadap ke arah sarline.
"antar aku kerumah Alea pak, aku mau bareng denganya"! kata sarline dengan nada terburu buru.
"sekarang ya nona"! tanya pak Nanang memastikan.
"tidak ,tahun depan saja"! sahut sarline kesal sambil melangkah masuk begitu saja kedalam mobil yang sedang di panasi mesinnya itu.
"waduh sepertinya lagi tidak baik baik saja mood nya"! gumam pak Nanang segera menyeruput sedikit kopinya dan berlari menyusul nona mudanya yang sudah masuk kedalam mobil.
**
"selamat pagi tuan , nyonya"! sapa pak Harry saat melihat tuan dan nyonya nya menuruni anak tangga.
"pagi pak Harry"! jawab mama Zahra. tak berselang lama saka pun terlihat keluar dari kamarnya dengan Setelan formal nya dan menuruni anak tangga.
"selamat pagi tuan muda"! sapa pak Harry. saka mengangguk singkat lalu berjalan menuju meja makan di mana papa dan mama nya sudah duduk disana.
"saka, dimana adikmu"! tanya mama Zahra yang melihat saka turun sendirian tanpa adanya sarline di sampingnya seperti biasa nya.
"aku pikir sudah keluar"! sahut saka sambil mendudukan bokong nya di atas kursi di ruang makan tersebut.
"pak tolong panggilkan sarline"! kata mama Zahra kelapa pak Harry.
"maaf nyonya ,nona sarline sudah berangkat 10 menit yang lalu ,katanya ada urusan penting dengan temanya"! jelas pak Harry menyampaikan apa yang di perintahkan nona mudanya tadi.
"urusan dengan temanya ,jangan bilang dia sudah ke rumah Alea"! gumam saka, ingin rasanya bangkit dan menyusul ,namun takutnya itu urusan sekolah dan dia tidak bisa egois bukan jika itu menyangkut urusan sekolah adiknya.
"oh begitu ya"! sahut mama Zahra sambil menganggukan kepalanya mengerti. akhinya di ruang makan tersebut hanya ada mama Zahra , tuan bhara dan juga saka .
"sayang apa kamu tidak ingin pergi kerumah mama dan papa lagi"! tanya mama Zahra disela sela sarapannya.
"memang mama kambuh lagi"! tanya tuan bhara memastikan. mama Zahra mengangguk,.
"semalam kak galih memberi ku kabar jika dia baru sampai di Indonesia karena mama memintanya untuk pulang"! jelas mama Zahra dengan perasaan sedihnya.
"kalau begitu setelah sarapan kita kesana"! jawab tuan bhara yang tidak ingin melihat istrinya bersedih.
"nanti siang aku usahakan untuk datang menjenguk Oma,pa ,ma"! sahut saka ikut menimpali ucapan papa dan mama nya.
"semoga kamu tidak sibuk hari ini ,nak"! sahut tuan bhara dan saka mengangguk singkat.
ketiga nya pun kembali fokus dengan sarapannya tanpa ada pembicaraan lagi.
**.
disisih lain sarline yang baru saja sampai didepan rumah Alea, gadis itu langsung saja turun dari mobilnya tanpa menunggu pak Nanang membukakan pintu untuknya gadis itu pun berjalan mendekat menghampiri pintu rumah di hadapnya yang masih tertutup rapat .
tok.tok.tok.
"assalamu'alaikum"! teriak sarline dari luar sambil mengetuk ngetuk pintu depan .Alea yang sedang membuat mie goreng pun sontak menatap ke arah Bu Hanik yang sedang menyiapkan bahak kue nya.
"siapa sih pagi pagi begini bertamu "! gumam Alea lirih sambil mematikan kompor dan berjalan mendekat ke pintu depan .
ceklek "!! pintu pun di buka dari dalam oleh Alea saat pintu sudah terbuka lebar terlihatlah wajah sarline yang sudah ditekuk masam menatap ke rah Alea.
"sarline, "! panggil Alea sambil celingukan seperti sedang mencari sesuatu.
"aku sendiri, Al"! sahut sarline dengan bibir moncongnya ,sepertinya sarline tahu jika sahabatnya itu sedang celingukan mencari kakak nya.
"oh sendiri ya , kirain"! ucap Alea sambil menegakan tubuh nya lagi.
"cih"! sarline berdecak kesal.
baru saja mau menanyakan hal yang sudah mengganjal di pikiranya sejak semalam,namun hidung mancungnya mencium sesuatu yang membuat matanya berbinar seketika ,aroma ini yang sudah di rindukan,Bakan sudah satu hampir 2 Minggu dirinya tidak menikmatinya.
"ada apa sepagi ini kamu datang kemari,sarline"! tanya alea bingung,namun bukanya menjawab sarline malah mencopot sepatunya dan melenggang masuk begitu saja Tania perduli dengan Alea yang masih berdiri di ambang pintu.
"minggir dulu ,Al"! kata kata sarline sambil menggeser pelan tubuh Alea agar dirinya bisa masuk dan mencari bau yang memanjakan indra penciumannya itu.
"sarline"!! pekik alea ,namun gadis itu tidak menghiraukannya malah terus melangkah menuju dapur .
"jangan bilang, mie goreng ku"! sahut Alea yang sepertinya sadar ancaman bahaya yang sudah mengancam sarapannya. Alea pun segera berjalan menyusul langkah sarline ke arah dapur dan benar saja gadis itu sudah duduk cantik di atas kursi meja makan dan menikmati mie goreng nya.
"Al, bagi sedikit ya,aku belum sarapan"; kata sarline sambil menyuapkan mie goreng tersebut ke dalam mulutnya.
"sudah ku duga, apa jangan jangan kakak nya sudah bangkrut ya,Saparan saja pakai minta ke tetangga begini"! gumam Alea sambil geleng gelang kepala,mau tidak mau Alea pun segera menyalakan kompor dan kembali merebus air untuk membuat mie goreng instan lagi.
"untung saja sahabatku jika bukan sudah aku getok tu kepala dengan panci ini ,bisa bisa nya menyerobot sarapan orang"! oceh Alea dalam hati sambil meraih mie instan yang berada di dalam laci, sedangkan Bu Hanik hanya geleng gelang kepala mendengar kerandoman anak gadisnya dan juga sahabatnya itu.
15 menit berlalu kini Alea dan sarline pun sudah selesai dengan sarapannya.
"Bu ,Al berangkat dulu ya"! kata Alea sambil mencium punggung ibunya, di ikuti oleh sarline yang juga ikut bangkit dari duduknya dan menyalami Bu Hanik.
"Tante terimakasih ya atas sarapannya ,lain waktu saya pasti mampir lagi"! kata sarline dengan jujurnya.
"dasar tidak tahu malu, bisa bisa dia jujur mau mampir lagi untuk meminta sarapan,andai bukan calon adik ipar sudah aku karungi tadi "! gumam alea.seketika matanya membulat sempurna menyadari ucapanya barusan.
"a-adik ipar, jangan jangan sarline datang sepagi ini mau meng interogasi ku masalah ini, glek"!! gumam Alea sambil menelan ludahnya kasar.
"ayo Al,kata sarline yang melihat Alea malah melamun sendiri tidak jelas.
"eh, ayo"! sahut Alea lalu segera beranjak dari duduknya.