Aria Ji, dia adalah seorang wanita tanpa hati, ditangannya ada rahasia gelap orang-orang besar. Dia hidup dalam bayang-bayang setiap waktu, sampai akhirnya dia mati di tangan salah satu orang yang dia percaya, Bos nya sendiri. Kenapa? karena dia tau terlalu banyak, sudah saatnya mengganti orang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rosita.Indah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BTHLA 31
Ji Yunwei hanya mengangguk dan mengecek poin kesehatannya.
[Status Host]
[Host : Ji Yunwei (12 tahun)]
Kesehatan: Level 2 (45/300)
Kultivasi: Level 2
(Item)
- Belati berdarah
- Gelang Bulan Jiwa
- Buku musik jiwa yang tenang
Dia menghela nafas lega, untungnya levelnya tidak turun. Walupun begitu, kali ini pemakaian energi yang berlebihan membuatnya melemah hanya saja tidak separah waktu level kesehatannya minus.
Beberapa hari telah berlalu, Ji Yunwei telah pulih. Gong Zhenan juga stabil akhir-akhir ini.
Hari ini Ji Yunwei datang ke vila untuk mengamati keadaan Gong Zhenan.
"Keadaannya bagus. Jangan biarkan dia mendekati energi negatif. Tubuh sucinya bereaksi sangat kuat terhadap energi negatif. Dia belum bisa mengendalikan kekuatan nya."
Nangong Tian disampingnya hanya membalas dengan, "Mmm."
Ji Yunwei menoleh, menatap wajah dingin Nangong Tian, "Kita harus menyelesaikan kasus Lotus jiwa."
Nangong Tian menatap kembali Ji Yunwei dan mengangguk setuju.
Mereka segera pergi berburu para kultivator jahat. Dari siang hari sampai malam hari, mereka berdua membawa bawahan paling terampil Nangong Tian, menelusuri setiap tempat. Mereka telah membasmi banyak kultivator jahat.
Ji Yunwei dan Nangong Tian berdiri bersebelahan di puncak bukit. Pakaian serba hitam Nangong Tian menyembunyikan warna darah orang-orang itu. Pakaian putih Ji Yunwei berkibar tanpa noda.
Gaun Ji Yunwei bergoyang tertiup angin, didepan mereka ada jurang tak berdasar.
Orang itu menatap mereka berdua dengan ganas. Dia tiba-tiba menyerang Ji Yunwei.
Senyum Ji Yunwei tidak pudar sedikitpun, begitu serangan sedikit lagi menyentuh tubuhnya, dia mengerakkan tangan dengan santai dan serangan itu berbalik pada orang di tepi jurang.
Dia muntah darah begitu serangannya berbalik mengenai dirinya. dan tubuhnya tiba-tiba kaku karena Nangong Tian bergegas menahannya dengan mantra.
Ji Yunwei berjalan perlahan mendekati orang itu, angin sepoi-sepoi terus bertiup. Dia berdiri dihadapan orang itu, mengeluarkan benang emas yang langka.
Menulis mantra di udara sebelum ditekan pada orang itu.
"arghhhhhh...."
"aaaaaaa...."
"arghhh....aaaa"
Orang itu merasa jiwanya terbakar, dia berteriak ngeri sampai cahaya keemasan ditubuhnya menghilang.
Dia terjauh di tanah dengan bercucuran keringat. Matanya melotot memerah.
"arghh... apa... yang... kamu... lakukan?"
"Menyegel jiwamu." Ji Yunwei menjawab dengan santai.
Dengan senyuman yang begitu menawan, Ji Yunwei menatap langsung pada orang itu, "Kudengar di dunia kultivasi ada danau yang bisa menghacurkan jiwa yang gelap."
"Mmm... ada." Suara dingin Nangong Tian terdengar dari belakang Ji Yunwei.
Ji Yunwei berbalik dan menatap Nangong Tian dengan senyuman, "Kurung saja dia disana," dia berbalik lagi dan menatap orang itu, "ketika jiwa gelap nya pulih sedikit demi sedikit, biarkan itu langsung dihancurkan di danau itu."
Nangong Tian bergerak cepat dia memerintahkan bawahannya untuk mengurus orang itu.
Ji Yunwei menghela nafas panjang, "Hanya ini yang bisa kami lakukan."
Dia menoleh pada Nangong Tian dan berkata, "Ayo kembali."
"Tunggu."
Suara dingin Nangong Tian menghentikannya.
"Kenapa tidak menyelesaikan orang itu hingga tuntas?"
Ji Yunwei mengerti siapa orang itu di mulut Nangong Tian. Dia adalah dalang utama Lotus Jiwa.
Menatap jauh ke hamparan pohon yang bergoyang tertiup angin. "Ketikan menghancurkan setiap titik utama Lotus Jiwa, itu mengirim serangan fatal bagi nya ditambah serangan barusan, dia seharusnya akan ditekan selama selama beberapa tahun."
Ji Yunwei menatap mata segelap malam Nangong Tian, "Takdirnya bukan pada kita. Kehadiran Gong Zhenan adalah kehancurannya."
"Jika sekarang kita membunuhnya, dia tetap akan lolos dari Kematian. Takdir langit selalu sangat misterius."
Nangong Tian terdiam mendengarnya.
"Kehidupan ini penuh misteri. Setiap orang membawa takdirnya sendiri. Gong Zhenan ditakdirkan untuk menghadapi orang itu."
"Walaupun bukan kami yang menghentikannya sekarang, sesuatu pasti akan terjadi padanya yang membuatnya harus mundur dan menunggu beberapa waktu lagi untuk membuat kejahatan lagi."
"Dan waktu kemunculannya adalah ketika kekuatan Gong Zhenan telah stabil."
"Mereka barulah lawan yang seimbang. Kamu dengan dia tidak seimbang begitupun aku dengan dia."
Angin malam menyapu tubuh mereka berdua dan membawa pergi semua kekhawatiran.
"Baiklah, ayo kembali."
Nangong Tian mengangguk setuju.
"Tsk...tsk...tsk... aku selalu heran mengapa orang jahat didalam drama selalu bertahan sampai akhir. Ternyata setelah mengalaminya hari ini aku paham." Ji Yunwei menghela nafas berat.
Hari ini sangat melelahkan, mereka berlarian sepanjang hari. Ketika dia merebahkan tubuhnya di kasur, matahari hampir terbit.
[Host, segala sesuatu selalu berpasangan. Ada baik dan ada jahat, jika tidak ada penjahat, bagaimana orang bisa disebut orang baik?]
Ji Yunwei mengangguk setuju, "Sebelum kekuatan Gong Zhenan stabil, langit seharusnya tidak membiarkan orang ini membuat masalah kan?"
[Benar Host. Semua akan terjadi sesuatu dengan waktu yang telah Langit tentukan.]
"Beberapa tahun ke depan seharusnya tidak ada kerusuhan di dunia kultivasi."
[Jika tidak ada kesalahan, dunia kultivasi seharusnya damai beberapa tahun ke depan]
Ji Yunwei mengangguk lega, dia kemudian beristirahat dengan tenang.
Beberapa tahun telah berlalu, selain masalah kecil tidak ada hal besar yang terjadi.
Sekarang Ji Yunwei bersiap untuk masuk kelas 10 SMA no.1 ibukota.
Ji Yunwei melangkah turun dari mobil dengan koper di tangannya, "Mari menjalankan kehidupan SMA yang normal."
Tahun sebelumnya sejak kedatangannya ke dunia asing ini, dia telah sibuk dengan banyak hal. Setelah membasmi banyak kultivator jahat, dia punya cukup poin kesehatan untuk bertahan, Levelnya sudah melonjak cukup tinggi.
Kehidupan rumit Ji Yuling juga belum terjadi di waktu ini, itu masih jauh dimasa depan. Lagi pula hal mengenaskan itu juga belum akan tentu terjadi lagi, karena Ji Yuling yang sekarang adalah orang yang terlahir kembali. Dia sudah mempersiapkan diri untuk menghindari semua hal buruk itu.
"Weiwei!"
Teriakan itu membuyarkan lamunan Ji Yunwei. Dia menoleh ke arah sumber suara. Dia melihat Jia Li baru saja tiba dan berlari dengan semangat menghampiri Ji Yunwei.
Dia meraih lengan Ji Yunwei dan berkata dengan nada dramatis, "Weiwei, akhirnya kita berada di kelas yang sama."
Ji Yunwei hanya menanggapi dengan santai, "Apa kamu begitu terharu sekarang?"
Jia Li mengangguk dengan cepat dan bersemangat, "Sangat!"
"Weiwei! Lili!"
Suara bersemangat lainnya terdengar dan seorang gadis segera berlari menghampiri mereka berdua.
"Kalian berdua, mengapa meninggalkan aku sendirian?" katanya pura-pura marah.
Jia Li mendecih malas, "Salahmu, mengapa begitu malas belajar."
Wu Tingting melambaikan tangan malas, "Lupakan, aku lebih suka bertarung dari pada melihat semua tulisan membosankan itu."
Ji Yunwei buru-buru menyela sebelum mereka berdua memulai debat yang panjang.
"Baiklah, baiklah. Setidaknya kita tetap satu kamar asram."
Mereka berdua mengangguk setuju dengan perkataan Ji Yunwei.
"Oke, ayo masuk, kalo tidak kita bisa terlambat."
Mereka bertiga kemudian menarik koper mereka dan mengobrol banyak dalam perjalanan ke asrama mereka.