NovelToon NovelToon
REBIRTH: MENIKAHI PAMAN MANTANKU

REBIRTH: MENIKAHI PAMAN MANTANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Balas Dendam / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Tujuh tahun cinta, dibalas dengan kematian di tengah api. Di hari pernikahanku, aku baru tahu bahwa tunanganku, Aiden, telah memiliki anak dengan kakak tiriku.
Saat aku membuka mata, aku kembali ke masa lalu. Berdiri di depan pria yang paling ditakuti, Jerome Renfred. Dia adalah paman kandung Aiden—pria dingin yang diam-diam menangisi kerangkaku di kehidupan sebelumnya.
"Jadikan aku istrimu, Tuan Renfred. Mari kita hancurkan mereka bersama."
Aku hanya menginginkan pernikahan kontrak demi dendam. Namun, kenapa setiap kali aku terluka, pria dingin ini yang merintih kesakitan?
"Valerie, jangan pernah berpikir untuk pergi. Di mata dunia kita adalah kontrak, tapi di tempat tidurku, kamu adalah selamanya."
Aiden, bersiaplah memanggilku "Bibi". Karena sekarang, aku adalah milik pria yang paling kamu takuti!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Badai di Balik Layar Kaca

Punggung Valerie terasa kaku saat ia mencoba bangkit dari ranjang besar di kamar utama Jerome. Rasa perih dari cambukan kemarin masih tertinggal, namun sensasi hangat dari dekapan Jerome semalam jauh lebih membekas di ingatannya. Ia melirik ke samping, sisi tempat tidur itu sudah kosong dan mendingin.

​Valerie meraih remote televisi, berniat mencari berita pagi untuk mengalihkan pikirannya. Namun, begitu layar menyala, jantungnya seolah berhenti berdetak.

​"SKANDAL PANAS: CALON PENGANTIN RENFRED BERSELINGKUH DENGAN PAMAN TUNANGANNYA!"

​Wajah Valerie dan Jerome terpampang jelas di layar. Foto saat Jerome menggendongnya keluar dari gedung pertunangan kemarin malam—dengan gaun putih yang ternoda darah—menjadi latar belakang berita utama. Layar kemudian berganti menampilkan Serena yang duduk di sebuah studio televisi dengan mata sembap dan tisu di tangannya.

​"Kami benar-benar tidak menyangka," isak Serena di depan kamera dengan akting yang sempurna. "Valerie sudah lama menjalin hubungan gelap dengan Tuan Jerome. Itulah alasan dia membatalkan pertunangan secara sepihak. Dia menghancurkan hati Aiden demi kekuasaan yang lebih besar."

​"Wanita ular... dia benar-benar gila!" Valerie berteriak pada layar televisi, tangannya meremas sprei dengan gemetar hebat.

​Tiba-tiba, pintu kamar terbuka. Jerome masuk dengan langkah tenang, namun aura di sekitarnya begitu dingin hingga Valerie bisa merasakan bulu kuduknya berdiri. Jerome menatap televisi sejenak, lalu mematikannya dengan satu klik kasar.

​"Jangan tonton sampah itu, Valerie," ucap Jerome datar.

​"Sampah? Jerome, dia memfitnah kita! Dia memutarbalikkan fakta seolah-olah aku yang bersalah!" Valerie turun dari ranjang, mengabaikan rasa perih di punggungnya demi meluapkan amarah. "Kita harus melakukan sesuatu!"

​Jerome mendekat, memegang bahu Valerie dengan lembut namun tegas agar ia duduk kembali. "Duduklah. Kau baru saja terluka, jangan biarkan emosimu memperparah rasa sakit itu."

​"Bagaimana aku bisa tenang?!" suara Valerie meninggi. "Dia bilang aku wanita haus kekuasaan!"

​Jerome berlutut di depan Valerie, menatap matanya dengan tatapan yang sangat intens. "Biarkan dia menari sebentar lagi, Val. Semakin tinggi dia melompat, semakin hancur dia saat jatuh nanti."

​Jerome bisa merasakan setiap getaran kemarahan dan ketakutan dalam diri Valerie. Ikatan mistis itu membuat dadanya terasa sesak seiring dengan napas wanita itu yang tidak teratur. Ia merogoh saku jas dan mengeluarkan sebuah flashdisk hitam.

​"Apa itu?" tanya Valerie lirih.

​"Senjata untuk memotong lidah kakak tirimu," jawab Jerome dingin. "Raka sudah mendapatkan rekaman CCTV dari apartemen rahasia di distrik selatan. Tempat di mana Aiden menyembunyikan Serena... dan putra mereka, Hiro."

​Valerie terbelalak kaget. "Kau... kau sudah tahu tentang Hiro?"

​"Aku tahu segalanya, Valerie. Sepuluh tahun aku mengawasimu dari jauh, kau pikir aku akan membiarkan bajingan itu menipumu selamanya?" Jerome mengusap pipi Valerie dengan ibu jarinya, mencoba menenangkan wanita itu. "Aku hanya menunggu saat yang tepat agar kau sendiri yang menyadarinya. Tapi melihatmu di mimpiku... aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi."

​Valerie menatapnya dengan bingung. "Mimpi? Apa maksudmu?"

​Jerome terdiam sejenak. Ia tidak mungkin mengatakannya sekarang—bahwa ia telah melihat kematian Valerie dan ia sendiri yang meminum racun untuk menyusulnya di dalam peti putih itu.

​"Hanya mimpi buruk," alih Jerome cepat. "Yang perlu kau tahu sekarang adalah, hari ini aku akan menemui Ayah. Aku akan menyerahkan bukti ini dan memastikan Aiden ditendang keluar dari silsilah keluarga tanpa membawa satu sen pun harta Renfred."

​Valerie menggenggam tangan Jerome erat. "Tapi Serena... dia sangat licik. Bagaimana jika dia menggunakan media untuk menyerangmu lebih jauh?"

​Jerome tersenyum tipis—senyum penuh ancaman yang bisa membekukan darah siapa pun. "Dia lupa siapa pemilik stasiun televisi tempat dia menangis tadi. Satu telepon dariku, dan kariernya sebagai 'korban' akan berakhir dalam hitungan menit."

​Jerome berdiri hendak pergi, namun Valerie menahan ujung jas hitamnya. "Jerome..." panggilnya ragu. "Hati-hati. Aku merasa Aiden tidak akan diam saja melihat dunianya hancur."

​Jerome menunduk, mengecup kening Valerie dengan lama. Rasa hangat menjalar di antara mereka, meredakan sedikit rasa perih di punggung Jerome yang sinkron dengan luka wanita itu.

​"Dia bukan lagi ancaman, Val. Dia hanya serangga yang menunggu untuk diinjak," bisik Jerome. "Tetaplah di kamar ini. Raka akan menjaga pintu. Jangan percaya pada siapa pun kecuali aku."

​Begitu Jerome keluar dan menutup pintu, ia menarik napas panjang. Rasa mual tiba-tiba menghantam perutnya. Ia tahu ini bukan sakitnya sendiri, Valerie sedang merasa cemas luar biasa di dalam sana.

​Jerome menatap Raka yang sudah menunggu di lorong dengan sigap. "Siapkan pengacara terbaik. Kita tidak hanya akan menuntut pembatalan pertunangan, tapi juga penggelapan dana warisan ibunda Valerie. Pastikan Aiden dan Serena tidak punya tempat untuk lari."

​"Baik, Tuan. Lalu bagaimana dengan berita di media?" tanya Raka.

​"Biarkan terus tayang sampai jam dua siang," perintah Jerome sambil memperbaiki posisi jam tangannya. "Aku ingin dunia melihat 'kemenangan' mereka sesaat, sebelum aku menjatuhkan bom yang akan melenyapkan nama mereka dari sejarah kota ini."

...****************...

1
Ridwani
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: Terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
jadi bingung ayah Jerome siapa kakeknya Aiden atau Silas yang kemaren mau membawa Valerie ketika salah paham di Kuil Jerome
Ariska Kamisa: maaf kakak itu aku revisi karna rancu kakak POV nya. 🤭
total 1 replies
Mifta Nurjanah
3 kli aj
Mifta Nurjanah
cie main lgi
Mifta Nurjanah
cie diunboxing
Aidil Kenzie Zie
berarti semua orang punya mata-mata
aditya rian
Jerome tidak tahu kah dia juga terlahir kembali ?
aditya rian
ini mah mistis jatuhnya
aditya rian
tuh kan jatuhnya dark romance ini sih
aditya rian
obsesinya serem sih
aditya rian
dark banget sih ini
aditya rian
ceritanya kompleks bukan hanya kelahiran kembali atau reinkarnasi tapi ditambahkan aroma aroma dark romance nya juga ini, karena obsesi Jerome itu menurut ku dark banget sampe dia mempersembahkan dirinya untuk merasakan hal yang sama dengan wanita yang di cintai nya.
aditya rian
mampir ahh
Aidil Kenzie Zie
nggak ada sapaan ayah mertua kah
Ariska Kamisa: menantu durhaka🤭🤣
total 1 replies
Aku Agni
Sukaaa
Aku Agni
lanjuutttttt
Aku Agni
fix ini mah bapak Blackwood
Aku Agni
obsesinya tu yg kecintaan banget ya
gaby
Tp kesannya malah jadi seolah2 Jerome melindungi Valeri bukan karena cinta, tp lebih karena ingin melindungi dirinya sendiri. Karena bila Valery luka, maka Jerome ikut merasakan sakitnya. Bisa2 Valeri salah paham, dkira Jeromi cuma berusaha melindungi dirinya sendiri
Ariska Kamisa: "Wah, jeli banget bacanya! Memang sisi 'egois' Jerome ini yang bikin hubungan mereka makin pelik. Tapi apakah Jerome benar-benar hanya takut sakit, atau justru dia rela menahan sakit itu supaya Valeri nggak ngerasain sendirian? Terus pantengin bab selanjutnya ya, karena Valeri bakal mulai ngerasain dilema yang sama!"🙏
total 1 replies
gaby
Ini namanya cinta sejati yg sehidup semati. Bila wanitanya terluka, sang pria ikut merqsakan sakitnya. Bukan kaya laki2 di luaran sana yg mengaku cinta mati ke istrinya, tp di belakang istri dia kawin lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!