Seorang gadis yang terjebak cinta satu malam bersama seorang pria asing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunda Qamariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kalimat yang sama
Riana mendorong tubuh Braylee yang memeluknya dari arah belakang. "Aku ingin istirahat, kau pergi saja kamar tunanganmu, bukannya kau sudah berjanji ingin ke kamarnya malam ini" ucap Riana melangkah keluar dari ruangan Braylee. Braylee hanya tersenyum menanggapi istrinya yang menyindirnya.
lain halnya di kamar Monica, ia sudah berdandan cantik plus seksi menunggu kedatangan Braylee ke kamarnya.
Tapi tiba-tiba saja lampu dalam kamarnya padam semua, Monica tak melihat apa-apa karena terlalu gelap.
"Duh, kenapa lampu kamarku mati? Ada apa ini? Aku bahkan tidak melihat apapun." Ujar Monica mencari ponselnya.
Tapi tiba-tiba seseorang memeluknya di dalam gelap itu. Monica kaget mendapat pelukan seorang pria, tapi saat indra penciumannya menghirup aroma parfum Braylee, ia langsung senang, karena mengira itu benar-benar adalah Braylee. Tanpa ragu dan curiga sedikitpun, Monica malah bercinta dengan laki-laki tersebut di dalam gelap.
,,,
Braylee melangkah masuk ke dalam kamar setelah dari ruang kerjanya. Riana yang sebenarnya belum tidur, langsung menutup kedua bola mataya, berpura-pura tidur saat Braylee masuk ke kamar.
Pria tampan itu melangkah ke dalam ruang ganti, setelah mengganti pakaiannya, ia keluar dari ruang ganti, tapi pria itu sudah lengkap dengan jaket kulitnya yang berwarna hitam, di pasangkan dengan celana jeans.
Dia mau kemana malam-malam begini? Ah, kenapa juga aku kepo, diakan mafia, jadi wajar-wajar saja jika dia berkeliaran tengah malam. Batin Riana, karena ia dapat melihat pria itu dari celah matanya yang ia buka sedikit.
Pria itu mengarahkan kakinya mendekatinya yang berbaring di atas ranjang. Berdiri tepat di samping ranjang, menarik selimut menutupi tubuh Riana, dan mengurangi suhu AC. Setelah itu ia melangkah keluar dari kamarnya, dengan mengantongi dua senjata api di sakunya.
Perlahan membuka kedua kelopak matanya, ada perasaan aneh yang mengalir dari dalam dirinya saat pria itu memberi sedikit perhatian padanya. Ternyata pria itu bisa juga bersikap lembut.
"Soal tadi di dapur, bagaimana dia bisa tahu, kalau sebenarnya bukan aku yang membuatkannya kopi itu? Ada apa sebenarnya dalam rumah ini? Dan aura Mommynya tadi, terasa sangat berbahaya, wanita itu seperti memiliki sebuah tujuan," ujar Riana pada dirinya sendiri. Karena ia juga dapat merasakan aura Cellin semasa berada di dekatnya tadi.
,,,
Braylee sudah tiba di sebuah Cassino miliknya. Saat ingin melangkah masuk ke dalam, seorang wanita pengemis yang sering duduk di depan Cassino itu kembali mengeluarkan kalimat yang sama padanya, dan kalimat itu sudah nenek tua itu keluarkan dari mulutnya untuk kesekiam kalinya.
Braylee menghentikan kakinya saat wanita itu mengajaknya berbicara.
"Hei anak muda, kau percaya tidak yang sering aku katakan padamu? Jika suatu hari nanti kau akan berhadapan dengan situasi yang sangat sulit, di mana kau harus memilih di antara cinta dan dendam, cepat atau lambat, itu pasti akan terjadi, belajarlah untuk melupakan dendammu anak muda, kau akan terluka oleh dendammu sendiri, karena dendammu sudah mendarah daging" ujar wanita tua dan bokok itu, wanita itu terlihat seperti orang gila.
Asisten Xan sudah berkali-kali ingin mengusir orang tua itu, tapi Braylee melarang Asistennya mengusir orang tua tersebut, dan membiarkan orang tua itu tinggal di depan Cassino miliknya.
"Jangan di dengarkan tuan, ini untuk yang kesekian kalinya dia mengatakan itu, abaikan saja, dia hanya orang tua yang mempunyai gangguan mental" kata Asisten Xan pada tuannya.
"Belikan dia makanan dan minuman,'' Perintah Braylee melangkah masuk ke dalam Cassino. Ia memang sering menyuruh Asistennya untuk membelikan makanan untuk pengemis itu, karena nenek itu tak pernah menerima uang dari siapapun, dia hanya menerima sejenis makanan dan minuman jika ada yang memberikannya.