NovelToon NovelToon
RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Rumahhantu / Roh Supernatural / Mata Batin / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mbak Bashi

Novel ini sebuah novel kisah nyata tentang petugas yang bekerja di sebuah sawmill atau penggergajian kayu pada kisaran tahun 1997an yang letaknya di tengah hutan di daerah jawa timur

Dimana rumah tinggal petugas itu ternyata menyimpan misteri yang menakutkan, tetapi karena dia membutuhkan uang untuk biaya nikah sehingga dia tidak gentar meskipun menghadapi berbagai gangguan disana.

Kisah yang cukup mengerikan ini dikisahkan sendiri oleh mantan petugas itu kepada penulis yang merupakan masih saudara jauhnya.

Tidak ada jalan keluar, tidak ada solusi selain menghadapi gangguan yang hampir tiap malam selalu mendatanginya. Tidak ada penyelesaian selain keluar dari tempat itu.

Tetapi ada sesuatu yang membuat petugas itu enggan keluar dari sana, dan memilih bertahan disana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Bashi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. CERITA AGUSTINA

Kami berdua masih ada di ruang tamu rumah mbak Tina, dia sekarang sedang tiduran di pangkuanku, wajah dia menengadah dan melihat wajahku.

“Mas Agus, mas itu suka bagian perempuan yang mana, eh maksud Tina bagian tubuh perempuan bagian mana yang bisa membuat mas Agus terangsiyang?”

“Wah pertanyaan yang mudah tapi susah untuk dikatakan mbak Tina”

“Katakan aja mas Agus, apa tubuh Tina kurang menurut mas Agus?”

“Saya paling tidak bisa dengan rambut perempuan yang panjang mbak, saya paling suka lihat itu”

“Hmm berarti Tina masuk kriterianya mas Agus dong”

Tina langsung duduk di sampingku, kemudian dia mengurai rambutnya yang tadi dia gelung ke atas, rambutnya yang sepinggang dan berwarna coklat itu benar-benar menggoda imanku.

Otomatis terongku berdiri dengan tegaknya, dan ternyata mbak Tina tau itu….

“Hehehe  benar juga mas, itu terong mas Agus udah tegak berdiri. Kalau mas Agus ijinin nih, akan Tina habisin terong mas Agus itu”

“Jangaaaan mbak… jangan cuma sekali aja  hehehe, ndak-ndak mbak, jangan lah mbak, saya takut mbak”

“Ah ternyata mas Agus beda juga sama laki-laki pada umumnya. mereka umumnya suka pada daerah vital perempuan hihihi”

“Tina gelung lagi ya rambut Tina mas, agar mas Agus ndak nderedeg kayak gitu hihihii”

Tina menggelung rambutnya hingga lehernya yang putih itu nampak lagi. Memang sih leher dia itu putih tapi sayangnya wajah dia agak pink gitu.

Tapi untuk ukuran desa, tubuh dia termasuk terawat, yah mungkin terawat hasil dari diet dan mungkin juga obat pelangsing atau apalah yang  ndak mudeng.

“Mas, mas Agus ini sudah punya istri apa belum?”

“Belum mbak, kalau pacar sih ada mbak, di desa saya sana, dia udah minta dinikahin mbak hehehe”

“Trus mas Agus mau nikahin pacar mas Agus?”

Sebuah pertanyaan yang aneh dari mbak Tina, kenapa dia bilang aku mau nikahin pacarku. Memang pada awalnya aku niat untuk nikahin dia.

Tapi setelah aku kerja di rumah penggergajian dan bertemu dengan Anik dan mbak Tina, rasanya niatan itu meredup.

Apalagi tadi waktu aku telpon malah marah-marah, semua alasanku tidak ada yang bener hingga semua yang aku jelaskan mentah!

“Kok diem mas, apa mas Agus ini mulai ragu? pacarku terlalu posesif ya mas” tanya mbak Tina sambil mengelus elus bibirku dengan jari telunjuknya

“Ehmm… aku niat….tapi pada awalnya saja. Tapi sekarang…."

“Sekarang suka sama Anik anak bu Tugiyem kan mas” potong mbak Tina mendadak yang membuatku kaget

“Eh kok mbak Tina bisa tau?”

“Hehehe jelas Tina tau mas, siapa sih yang tidak ditawari ibu Tugiyem untuk menikahi anaknya. Tapi ndak papa kok mas”

“Anik itu baik dan cantik, sampai saat ini  bu Tugiyem masih carikan laki-laki yang pantas untuk anaknya itu”

“Kalau mas Agus cocok sama dia ya ndak papa mas, dia masih polos. kecantikanya itu masih natural” kata Tina sambil menciumi pergelangan tanganku

“Eh mas Agus tinggal di rumah itu apa ndak pernah diganggu sesuatu mas?”

“Iya… tiap hari.. tiap hari saya diganggu di sana, kok kamu tau mbak Tina”

“Hehehe Tina tau mas, siapa yang tidak tau keangkeran rumah itu…”

“Sudah terkenal mas, penduduk desa  tidak ada yang tidak tau kengerian rumah itu”

“Apa mbak Tina tau sejarah rumah itu?”

Tina kemudian berdiri dari duduknya dan kemudian jongkok di hadapanku, dia mendekatkan wajahnya ke wajahku sehingga hanya berjarak satu sentimeter saja.

Dia tersenyum kemudian mencium bibirku sekejap.

“Mas Agus berani bayar Tina berapa untuk cerita sejarah rumah itu?” katanya dengan suara kalem dan mendesyah

“Ah masak untuk cerita saja harus bayar sih mbak?”

“Cerita yang sangat rahasiahhh gak boleh gratis mas heheheh, gimana mau bayar berapa hayo?”

“Ih gak ah mbak Tina, mending saya ndak dengar cerita sama sekali saja daripada  saya harus bayar”

“Bayarnya kan gak cuman pake uang mas, kan bisa dengan bayar lainya”

Tina mendekatkan wajahnya ke dadaku, kemudian dia menciumi dadaku dengan lembut

Kemudian mbak Tina berdiri perlahan dan mendekatkan dadanya yang membusung itu ke wajahku, kemudian dia  membungkuk lagi hingga yang ada di dalam pakaiannya terlihat olehku lagi.

“Bayarnya mas Agus duduk disini saja ama Tina, hingga besok pagi. Gimana mas?” tawar Tina

“Ya udah, saya akan tinggal disini sampai pagi, wis ayo ndang cerita, apa yang mau mbak tina ceritakan kepada saya”

Tina duduk dengan santai di depanku, kaki dia diselonjorkan ke pahaku, kemudian dia tersenyum sambil memandangku.

Dia sengaja tersenyum sambil menggigit gigit bibir bawahnya sehingga wajahnya semakin mengghairahkan saja.

“Mas Agus  selama tinggal di rumah itu sudah ditakuti berapa kali?” tanyanya sambil tersenyum terus

“Mulai datang sampai sekarang tidak pernah absen mbak Tina, yang paling mengerikan itu kemarin malam”

Aku bercerita kepada mbak Tina apa saja yang aku hadapi hingga aku pingsan dan bangun-bangun sudah pagi.

Aku juga cerita kepada mbak Tina tentang yang dikatakan pak Solikin tentang sejarah rumah dan area disana. semua kuceritakan , dan mbak Tina mendengarkan dengan serius.

“Itu yang saya alami selama ini mbak, dan yang mengerikan itu adalah kamar mandinya mbak”

“Ok mas. Tina paham apa yang mas Agus alami itu. Memang cerita penduduk disini seperti itu, tetapi sejarah yang sebenarnya bukan seperti itu”

“Asal mas tau, sebagian besar penduduk desa ini itu berasal dari kawasan disana. Maksud Tina, kami disini adalah keturunan dari keluarga yang melarikan diri dari kawasan itu”

“Cerita ini dirahasiakan oleh penduduk asli kepada orang asing yang bukan penduduk asli, termasuk desa seberang sungai, disana itu desa baru, desa yang mungkin baru berumur puluhan tahun saja”

“Jadi gimana ceritanya mbak, dan apa yang terjadi dengan saya?”

“Tenang saja mas Agus, untuk diketahui kawasan hutan itu dulunya adalah perkampungan padat penduduk. mungkin ratusan tahun lampau penduduk disana itu hidup damai”

“Hingga pada suatu ketika entah bagaimana ceritanya desa itu dilanda penyakit yang mengerikan hingga hampir separuh penduduknya mati”

“Setiap hari selalu ada dua sampai lima orang yang mati, dan yang mati itu dikubur di sana, di tengah hutan. disana memang perkuburan untuk orang yang mati akibat dari wabah aneh”

“Tiap hari yang mati semakin banyak, tanah perkuburan itu sudah tidak muat, karena tiap menggali selalu ada mayat yang ada di dalam tanah”

“Akhirnya penduduk membuang mayat yang baru mati ke sungai yang ada di belakang hutan itu, sudah puluhan orang yang hanya di kintirkan atau dibuang ke sungai begitu saja”

“Nah masalah mayat yang kintir itu mengakibatkan wabah mengerikan di desa setelahnya, penduduk disana juga mengalami kematian mendadak dan beruntun”

“Kemungkinan mayat yang dibuang ke sungai itu mengidap virus yang menular dan berbahaya, sehingga desa atau masyarakat yang hidupnya menggunakan air sungai mengalami kematian mendadak”

“Sisa penduduk yang ada di tiap desa yang dilewati sungai itu akhirnya marah, mereka mencari asal mula penyakit yang mematikan itu”

“Dan akhirnya mereka menemukan bahwa panyakit yang mematikan itu berasal dari desa tengah hutan”

“Nah pada jaman itu kan lagi getol-getolnya orang sakti mas, akhirnya tetua-tetua adat tiap desa mengutuk  daerah hutan itu”

“Bagi siapa saja yang mendirikan bangunan dan tinggal disana maka hidupnya akan menderita dan akan mati secara beruntun”

“Karena ada yang main kutuk mengutuk akhirnya penduduk di sana yang tinggal kurang dari separuh itu  bedol desa, mereka meninggalkan desa itu dan pindah ke desa sini”

“Desa tengah hutan itu menjadi angker karena kosong dan banyaknya mayat yang masih belum dikubur atau masih ditaruh di tiap rumah yang ada disana”

“Mereka mendirikan pemukiman baru disini mas,  hingga akhirnya ada Tina dan mas Agus disini heheheh” kata Tina mengakhiri ceritanya dengan mencium leherku

“Berarti yang diceritakan pak Solikin salah dong mbak Tina?”

“Bukan salah mas, mungkin yang diceritakan pak Solikin itu era setelah nenek moyang kami pindah ke sini, karena desa yang ada di seberang sungai itu pendatang juga mas”

“Mereka bukan asli dari daerah sini” kata Mbak Tina

Ada tiga cerita yang aku dengar berarti, dua dari pak Solikin dan satu dari mbak Tina, dan bisa saja yang dari mbak Tina ini adalah cerita ketika belum ada desa di seberang sungai.

Tapi ada yang mengganggu pikiranku, siapakah yang mereka sebut dengan ‘beliau ‘ itu. Karena ada beberapa orang yang sudah mengatakan Beliau.

“Eeem  mbak Tina, mbak tau ndak yang disebut beliau oleh mereka itu siapa?”

“Wah kalau itu Tina tidak tau mas, karena versi mereka dengan kami yang ada disini itu berbeda, pokoknya cerita yang tadi mas dengar itu merupakan aib dari nenek moyang dan desa ini”

“Sehingga tidak ada yang boleh menceritakan aib itu kepada pendatang macam mas Agus”

“Kalau apabila cerita dari penduduk sana ada kata-kata ‘beliau’ itu mungkin ada lagi versi mereka setelah kejadian  desa nenek moyang kami itu mas”

Tina yang dari tadi bercerita sambil bersandar di tubuhku, kini berdiri, kemudian dia melangkah ke kamarnya, aku ndak tau apa yang sedang dia lakukan.

“Eh sebentar ya mas, Tina mau masuk dulu ke dalam kamar mas” Tina berkata sambil melirik nakal ke arahku

Semoga jangan sampai dia tiba-tiba mengajakku masuk ke kamarnya, rasanya imanku benar-benar diuji saat ini disini.

Ah nanti aku mau tanya-tanya tentang pak Wandi saja, siapa tau Tina  punya informasi penting tentang pak Wandi hihihi.

Tiba-tiba kamar dia terbuka, Tina keluar dari kamarnya, hmmm tidak ada yang berubah dengan dirinya, maksudku dia tidak berganti pakaian yang lebih seksyi lagi.

“Habis ngapain mbak Tina, kok tau-tau masuk ke kamar sih?”

“Habis siapin sesuatu untuk kita mas, mumpung ada mas Agus disini, Tina kepingin kita melakukan sesuatu yang sudah lama Tina ingin lakukan mas”

Mak Deg!... jantungku tiba-tiba berdebar, apa yang dia sudah siapkan, apakah dia menyiapkan alat kontrashepsi, menyiapkan lhingeri atau semacamnya!

Atau dia menyiapkan kimono seperti yang ada di filem-filem yang kutonton, atau jangan jangan dia menyiapkan sesuatu yang berbau sheks yang agak menyimpang!

“Mas Agus ini ada handuk, mas mandi yang wangi dulu sana ya, bersihkan tubuh mas Agus, atau mandi  keramas saja sekalian mas. Tina tunggu di kamar ya mas”

Tina menyerahkan selembar handuk kepadaku dan kemudian dia masuk ke kamarnya dengan senyum yang menggoda.

1
Euiskomalawati
ceritanya terlalu lebay gak jelas
Hasan Basri
cerita nya kok nguber Thor..jangan terlalu sinetron lah ,gamblang ,elegan supaya mudah dimengerti..singkat padat dan puas begitu..daripada panjang ,mutar2..dan jenuh
Wahyu ningsing
Jane lho Thor rumah penggergajian Kii aman OPO ora nggo dua sejoli kui...kadang diwarah aman, ternyata Sik diuber penjahat ...kok membangongkan
Anggun Gayatri
heheeh min sy stop baca.
muter2 bosen
Minartie
alangkah bagusnya kalau dinuat cerita bari
Minartie
maaf sebenarnya ceritanya sangat bagus tapi sepertinya dipaksakan ngak ada habisnya....berbelit belit muter muter
Minartie
Terlalu rumit
Minartie
Sipp lanjut mbak👍👍👍🐴
Minartie
TERLALU BERBELIT BELIT
Minartie
kunyuk apa udah ketangkep
Minartie
mas Agus nyasar kali ???
Minartie
cerita menarik puolll
Minartie
mas Agus mas Agus kok ngilani .....
Minartie
sapa itu gus....kok ceroboh kamu...
Minartie
makasih
Minartie
bagua banget
Mirnawati
/Drool/
Anton Tony
Luar biasa
ᴊʀ ⍣⃝☠️​
knp g Agustus sj sekalian🤭
Siti Ma'rofah
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!