Hay para reader ini karya author yang ke2. Disini cerita fiksi dunia nya author halu...
Hidup di kota besar tidak mudah dijalani bagi gadis cantik yang masih berumur belia itu. Hidupnya hanya sendiri setelah ditinggal kan ibunya untuk selama lamanya.
Apalagi dirinya yang masih menjadi seorang Siswi dibangku kelas 3SMA.
Indira Cahaya Putri gadis cantik yang kehidupan nya berubah setelah kedua orang tuanya meninggalkan nya untuk selama lamanya.
Kisah apakah yang akan dialami oleh gadis cantik itu.. penasaran!! ikuti ceritanya yaa..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part31
Setelah puas belanja dengan Oma, Mereka berpisah dengan Oma yang pulang bersama supir, dan Indira diantar oleh Allan.
Indira cukup senang hari ini, diusia nya yang sudah menginjak 19 tahun dan sebentar lagi akan lulus sekolah, meskipun tahun ini tidak ada Nilam, tetapi dirinya cukup bahagia bisa bertemu dengan Oma Lili, orang yang begitu baik dan sayang kepadanya dengan tulus, sehingga Indira bisa merasakan kembali kasih sayang seperti yang pernah kedua orang tuanya berikan.
Mobil Allan sampai didepan rumah Indira jam menunjukan pukul setengah enam sore, ketika mereka sampai rumah Indira.
"Abang mau mampir?" Tanya Indira sambil membuka sealtbeat nya.
"Sudah mau magrib, Abang langsung pulang saja."
Allan keluar dari mobil mengikuti Indira dan mengambilkan dua paperbag belanjaan gadis itu.
"Yasudah, Dira masuk dulu." Dira berbalik namun suara Allan kembali memanggilnya.
"Selamat ulang tahun." Allan berucap didepan gadis itu dan memberikan dua paperbag.
"Abang kasih kado ke aku?" Tanya Indira berbinar.
"Hem, semoga kamu suka."
"Makasih Abang." Indira pun menabrak tubuh Allan yang mematung tiba-tiba dipeluk Indira. "Terimakasih Abang kadonya." Indira melepas pelukan tersenyum manis dan berlari menghambur masuk kedalam rumah setelah sadar sudah memeluk Allan.
"Sia*..!" Kenapa jadi begini.
Allan bergumam sendiri merasakan jantung nya berdetak dengan cepat dan desiran aneh dihatinya. "Masa iya gue beneran suka sama ABG." Allan hanya menggeleng kan kepala memegangi dadanya yang masih saja berdebar kencang.
Allan pun segera masuk kedalam mobil dan malajukan mobilnya menuju pulang.
"Duh, kenapa gue reflek banget sih pake peluk-peluk segala." Indira yang sedang duduk disofa merasakan detak jantung nya yang menggila ketika sadar sudah memeluk pria dewasa itu.
"Lagian kan cuma ngucapin terima kasih, masa ia Abang bisa baper, ___Gak Abang kan udah anggep gue kayak adiknya, jadi gak mungkin dia baper cuma karena tiba-tiba gue peluk." Indira masih saja memikirkan tingkahnya merasa malu dan juga kesal kenapa dirinya terlalu senang hanya diberi hadiah oleh pria yang menurutnya menyebalkan itu.
Ting
Satu pesan masuk di ponsel Indira.
Arum
Dir satu jam lagi gue sama Kiki kerumah loe, loe siap-siap kita bakalan jemput loe.😘
Pesan yang ternyata dari Arum.
'Oke🥰
Dan Indira pun segera masuk ke dalam kamar untuk bersiap yang katanya sahabatnya akan menjemputnya. Setelah membersihkan badannya ia melihat empat paperbag yang Oma belikan dan dua dari Allan, karena penasaran Indira pun membuka paperbag dari Allan.
"OMG..."Indira berbinar menutup mulutnya melihat sepatu yang sempat ia coba dan sangat menggoda matanya kini berada di tangannya. "Kenapa Bang Allan bisa tau." Indira yang masih tidak percaya lantas mencoba kembali sepasang sepatu itu.
Dirinya sangat menyukai sepatu itu, sepatu yang harganya menurutnya sangat wow itu, tetapi sekarang ia bisa memiliki sepatu itu.
"Gila, emang kalo sultan gak tanggung-tanggung kalo ngasih kado." Gumamnya dengan masih menatap sepatu yang terpasang dikakinya begitu cantik.
Ia kembali meraih paperbag satunya dan membukanya.
Sebuah dress berwarna Salem, dress yang sempat Indira pegang di butik Mall tadi, dan kini ia kembali dibuat tak percaya dengan barang yang diberikan oleh Allan.
"Sumpah gue seperti sugar yang baru dapet hadiah dari Daddy gue." Indira hanya memandang takjub baju mewah nan mahal itu, dirinya melihat ada kertas kecil didalam kotak baju. "Semoga suka hadiah dari Abang, Selamat Ulang Tahun, gadis kecil". Tulisan di kertas kecil itu.
"Uhhh,, kenapa Abang so sweet banget sih." Indira senyum-senyum sendiri sambil memeluk dress.
"Duh kenapa jantung gue jadi berdebar."
.................
"Kita mau kemana sih?" Tangan Indira memegang tali tas selempang nya dengan erat.
Ketika sampai didepan Apartemen Bimo, Kiki menutup mata Indira dengan kain dan dirinya dituntun masuk kedalam lift.
"Udah loe tenang aja, kita ada surprise buat loe." Ucap Arum yang berdiri disisi kanan Indira.
"Tapi gak perlu tutup mata gini juga kali." Indira kesal karena dirinya tidak bisa melihat dan hanya dipapah oleh kedua sahabatnya.
"Elah namanya juga surprise beb, loe bawel ihh." Ucap Kiki sebal karena gadis itu sedari tadi mulutnya tidak mau diam.
Mereka kini sampai diatas gedung, tepatnya di roof top.
"Akhirnya sampai juga." Ucap Kiki.
"Gue buka ya." Indira yang ingin membuka kain penutup langsung dicegah oleh Arum.
"Etts entar dulu sabar dong."
"Loe mah kagak sabaran jadi orang." Tambah Kiki.
"Gue itung sampai tiga, baru loe boleh buka oke." Ucap Arum lalu pergi meninggalkan Indira sendiri.
"Ehh...lah gue ditinggal."
"Satu..dua.." Suara Arum menghitung.
"Tiga."
Begitu mendengar hitungan ketiga Indira pun segera membuka penutup matanya.
"Happy birth day Indira" Suara keras serempak berucap ketika dirinya membuka mata. Mereka semua menyanyikan lagu untuk Indira.
Lampu kerlap kerlip yang di bentuk sedemikian rupa hingga menjadi tulisan Happy birth day. Dan didepan sana seorang cowok sedang membawa kue yang lilin nya menunjukan angka 19.
Indira hanya diam mematung menatap sekeliling dan para sahabatnya yang berada dibelakang Bimo dengan wajah bahagia dan senyum lebar.
Bimo melangkah maju mendekati Indira. "Selamat ulang tahun Ay, semoga apa yang kamu cita-cita kan tercapai." Ucap Bimo tersenyum tulus.
Mata Indira berkaca-kaca ini adalah pesta pertamanya bersama para sahabat, biasanya hanya mereka bertiga kini menjadi ramai karena adanya Bimo Cs.
"Tiup lilin nya Ay, jangan lupa berdoa dulu."
Indira hanya tersenyum menurut dirinya memejamkan mata. "ya Allah berilah hamba kesehatan dan buatlah mereka yang menyanyangi ku bahagia." Ucapnya dalam hati, dirinya tidak mau meminta lebih yang terpenting orang-orang yang menyanyangi nya selalu bahagia.
fiiuhh
Sura tepuk tangan riuh mereka. Kini semua teman-teman nya memberi selamat kepada gadis cantik itu.
"Selamat ulang tahun bestie gue." Kiki memeluk Indira dengan sayang dilanjut Arum memeluk keduanya.
"Jangan sedih terus, kita semua ada buat loe, apapun keadaan loe, loe harus cerita sama kita." Ucap Arum.
"Gue bahagia banget, meskipun sudah tidak ada orang tua gue, tetapi gue bersyukur bisa memiliki sahabat seperti loe pada."
Mereka pun berpelukan erat dengan senyum bahagia.
Sedangkan para cowok hanya tersenyum melihat pemandangan itu.
Kini mereka menikmati makanan yang ada diatas meja, setelah acara potong kue yang tentunya kue pertama untuk Bimo, dan para sahabatnya.
"Makasih ya kalian semua yang udah bikin surprise buat gue, gue seneng banget." Indira berucap menatap Bimo dan para sahabatnya satu-satu.
"Yoi lah, kita kan my frend." Ucap Raka mengibas rambut ikalnya.
"Apa sih yang ngak buat Bu Ketu." Ledek Jingga menaik turunkan alisnya.
"Yang jelas yang paling semangat adalah Pak Ketu dong Dir." Ucap Guntur tertawa.
"Gue seneng dan beruntung mempunyai sahabat seperti kalian."
"Gue lebih beruntung Ay, bisa miliki loe." Ucap Bimo dengan mengacak rambut Indira pelan dan tersenyum manis.
Mereka semua teriak histeris melihat sisi keuwu uwuan seorang Bimo Bagaskara yang super dingin dan irit bicara itu.
"Sumpah demi apa, ayang Bimo senyumnya bikin adek Meleleh bang." Kiki memeluk Arum yang duduk disebelahnya.
"Dih loe lebay." Ketus Arum."
"Gila bos gue ternyata bisa senyum juga." ucap Raka.
"Loe kira robot gak bisa senyum." ketus Guntur.
"Lah tuh robot yang gak bisa senyum." Celetuk Arum menatap Resa sedari tadi bermuka datar bae.
Uhuk..uhuk..
sedikit kerikil nya lngsung clear gitu 😂
bujang lapuk gitu loh🤣🤣
tapi aku aih pilih kw Alan yg udah mpan hee🤦😍