Kisah antara Deven dengan keluarganya yang telah membuang dirinya membuat dirinya berada di tengah tengah keluarga George dan Xeyla yang dipenuhi dengan musuh musuh
Selain kisah Deven disini juga ada kisah Clarine dan kedua saudara kembarnya yang terpisah dengan kedua orang tuanya karena salah satu musuh terbesar kedua orang tua nya yang iri akan usaha kedua orang tua nya yang sangat maju
Banyak pengorbanan dan air mata yang harus di lalui oleh Clarine untuk menyingkirkan satu persatu musuh musuh nya untuk mencapai kebahagiaan nya
Sedangkan Deven harus berjuang untuk menyingkirkan amarah dan kecewa di dalam hatinya untuk memaafkan keluarga nya yang telah membuang dirinya
Bukan hanya hal itu saja Deven harus menghadapi saudara kembarnya yang membencinya karena kehadirannya membuat perhatian keluarganya teralih
Bagaimana kah perjuangan satu keluarga untuk menggapai kebahagiaan?
Pastinya akan membutuhkan banyak pengorbanan untuk hal itu
Apakah mereka bisa menghadapi hal ini sampai selesai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan seseorang
Dua minggu kemudian Ara dan kedua bayinya di perbolehkan untuk pulang
Ara meletakkan salah satu bayinya di dalam box bayi sedangkan Ray meletakkan bayi satunya di sebelah box bayi adiknya
Ara dan Ray tersenyum melihat kedua anaknya yang sedang tertidur pulas di dalam box bayi
Ara dan Ray menamai anak mereka Rafa yang merupakan kakak dan Rafi adiknya
Ara dan Ray keluar dari kamar anak mereka dan menemui keluarga mereka
"Tante Rifani" ucap Ara sambil memeluk tantenya
"Bagaimana kabarmu" tanya Rifani
"Aku baik dan saat ini aku bahagia sekali atas kehadiran kedua putra ku" ucap Ara dengan tersenyum lebar
"Hmmm ponakan tante sudah besar ternyata" ucap Rifani sambil terkekeh
"Apa aku harus menjadi bocah terus" tanya Ara sambil tertawa
"Tuan nyonya" panggil salah satu pelayan
"Ada apa" tanya Ara dan Ray bersamaan
"Ada orang aneh di luar yang memaksa ingin masuk" ucap pelayan itu
"Biarkan dia masuk" ucap Ara memerintah
"Kau yakin sayang" tanya Ray memastikan
"Iya" ucap Ara
Pelayan itu pergi dan dua menit kemudian ia kembali dengan seorang wanita tua yang berpakaian aneh
"Maaf anda siapa" tanya Ara
Ray Maura Mario Anna Adnian dan juga Rifani hanya memandang aneh pada wanita tua itu
"Apakah kita pernah bertemu sebelumnya" tanya Ara lagi
"Tidak kita tidak pernah bertemu sebelumnya" jawab wanita tua itu
"Lalu... " tanya Ara tidak mengerti
"Tapi aku tau sesuatu tentang keluargamu" ucap wanita tua itu
"Keluargaku" tanya Ara
"Iya keluargamu"
"Ada apa dengan keluargaku" tanya Ara
"Sebuah kutukan menyelimuti keluarga mu Ara" ucapnya
Ara terperanjat bagaimana bisa wanita ini mengetahui namanya sedangkan mereka saja baru kali ini bertemu
"Kutukan?" gumam Ara
"Keluargamu terkutuk karena kesalahan yang dilakukan suamimu" ucapnya
"Maksudnya apa ini..... kutukan.... kutukan apa" tanya Maura
"Kesalahan apa yang dilakukan oleh Ray" tanya Anna
"Ada apa ini sebenarnya" tanya Adnian
Ara melihat ke arah Ray meminta persetujuan untuk menceritakan semuanya pada mereka
Ray mengangguk tanda setuju karena bagaimana pun mereka juga harus tau
Ara menceritakan semuanya yang terjadi beberapa hari yang lalu pada keluarga mereka
"Hah apalagi ini" ucap Anna
"Lalu apa yang harus kita lakukan" tanya Ray
"Kau harus menghilangkan salah satu anakmu" ucap wanita tua itu
"Hah" teriak Ara histeris dan seketika lemas untung saja Ray berada di belakangnya sehingga ia langsung jatuh ke pelukan Ray
"Apa tidak ada jalan lain" tanya Anna
"Tidak ada" ucapnya
"Penderitaan apa lagi ini" ucap Anna
"Tapi aku tidak bisa memilih salah satu dari anakku aku menyayangi keduanya" lirih Ara
Tanpa ia sadari air mata jatuh di pipi Ara menandakan ada sebuah kesedihan besar di hatinya
"Aku tau ini berat tapi harus kau lakukan jika tidak keluargamu akan hancur" ucap wanita tua itu
"Aku harus pergi pikirkan baik baik itu" ucap wanita tua itu
Wanita tua itu pergi keluar dari rumah mewah Ara ia berjalan dengan bantuan sebuah tongkat ditangannya
"Tidak mungkin aku tidak percaya itu" ucap Ara frustasi
"Semuanya akan baik baik saja tidak ada kutukan apapun" ucap Ara sambil menggelengkan kepalanya
"Tenangkan dirimu sayang" ucap Anna
"Tidaaaakkkkk" teriak Ara dan kemudian ia pingsan di dalam pelukan Ray
Atau otak ku yg cetek ya
Tp semangat buat author dah nulis
sekedar komen ya Thor
Thor, Sd apaan ya ☝️☝️☝️
dan Ray....hendaknya menepi, kalau memang ingin mengambil hp itu