NovelToon NovelToon
The Artefact Of The Past And The Chosen One'S Destiny

The Artefact Of The Past And The Chosen One'S Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Romansa Fantasi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: ARDICK

( upload senin - Sabtu= 6× )

The Artefact of the Past and the Chosen One's Destiny

Setiap seratus tahun, sebuah fenomena misterius bernama Divine Moon muncul di langit.

Setiap kali cahaya bulan tersebut muncul, empat anak terpilih lahir ke dunia. Mereka ditakdirkan menjadi penjaga Ancient Artifacts, peninggalan suci yang menjaga keseimbangan seluruh alam semesta.

Ater. Mala. Angis. Evir.

Empat anak. Empat kekuatan elemen. Satu takdir.

Namun, takdir tidak pernah mudah bagi mereka yang mewarisi dosa masa lalu.

Enam ratus lima puluh tahun sebelumnya, Sora adalah salah satu penjaga terhebat yang pernah dimiliki alam semesta. Dicintai oleh rakyatnya dan mengabdikan hidupnya untuk melindungi Ancient Artifacts, ia berdiri bersama Zeo, sahabat terdekatnya yang telah ia anggap seperti saudara.

Kemudian semuanya berubah.

Cinta yang seharusnya menjadi cahaya berubah menjadi tragedi.

Sebuah kehilangan menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARDICK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

{Chapter 4 }:{secret journey }

Zeo tidak kalah tampan dari Sora, tetapi sifat mereka bertolak belakang.

Jika Sora lebih banyak menghabiskan waktunya di dekat Artefak Kuno untuk menjaga keseimbangan alam, Zeo justru senang dikelilingi wanita dari berbagai bangsa.

Sora hanya bisa menghela napas melihat sahabatnya.

“Zeo, sebagai orang terpilih, kita tidak bisa bermain-main dengan wanita dari berbagai bangsa.”

Zeo mengangkat alis. “Apa? Kau mau mengaturku terus?”

Sora hanya tersenyum. Baginya, Zeo bukan sekadar sahabat. Ia sudah menganggapnya seperti adiknya sendiri.

Beberapa bulan kemudian, kabar bahagia menyebar.

Zeo akan menikah dengan Dewi Bunga.

Sora ikut bahagia. Ia bahkan berkeliling mencari sebuah batu kristal run yang tersimpan jauh di lautan sebagai hadiah pernikahan untuk Zeo.

Untuk mendapatkannya, ia harus berhadapan dengan penguasa Bangsa Bumi. Sora memilih tidak menggunakan kekuatannya. Ia mengandalkan kecerdikannya hingga akhirnya berhasil mendapatkan kristal tersebut—meski harus pulang dengan wajah lebam dan pakaian penuh kotoran.

Ia tetap datang ke pernikahan Zeo.

Ketika melihat keadaan Sora, Zeo tidak mampu menahan tawa.

“Apa ini, Sora?” Ia menunjuk wajah sahabatnya. “Wajahmu!”

Sora mengabaikannya dan menyerahkan kristal run.

“Terima kasih, Sora.”

Zeo menerima hadiah itu dengan kedua tangan.

Malam semakin larut. Musik dan tarian memenuhi tempat pernikahan.

Di tengah keramaian, mata Sora tanpa sengaja tertuju pada seorang gadis.

Ia terdiam.

Untuk pertama kalinya, pikirannya tidak tertuju pada Artefak Kuno ataupun kewajibannya.

Hanya pada gadis itu.

Mereka kemudian berada dalam lingkaran tarian yang sama.

Gadis itu menatapnya dan tersenyum.

“Cahayanya sangat indah.”

Sora terkejut.

Dia bisa membaca pikiranku?

Dengan gugup, Sora bertanya, “Maafkan saya. Nama Dewi...?”

“Cahaya indah hanya dapat dilihat di malam hari.”

Sora terus memikirkan kata-kata itu selama berhari-hari.

Hingga suatu malam, ia menatap bulan dan akhirnya berteriak,

“Cahaya indah! Bulan! Apa maksudmu bulan?!”

“Benar.”

Sora menoleh.

Gadis yang selama ini memenuhi pikirannya berdiri di belakangnya.

“Kamu Bulan?”

“Ya.”

“Berarti kamu Dewi Bulan!”

Sora tertawa lega. “Kamu membuatku hampir gila hanya untuk mengetahui namamu.”

Dewi Bulan tersenyum jahil.

“Kalau sekarang sudah tahu namaku, apakah kamu akan menikahiku?”

Sora terdiam.

Dewi Bulan tertawa. “Mana mungkin penjaga Artefak Kuno sepertimu berani meninggalkan kewajiban demi seorang gadis?”

Sora mendekat.

“Aku akan menikahimu,” jawabnya mantap. “Tapi aku tidak akan meninggalkan kewajibanku.”

Dewi Bulan terdiam, pipinya merona.

Sejak malam itu, Sora sering duduk sendirian di bawah cahaya bulan.

Pikirannya hanya tertuju pada satu orang.

“Aku sangat menyukaimu, Dewi Bulan.”

“Aku juga selalu memikirkanmu, Sora.”

Sora tersentak.

Dewi Bulan sudah duduk di sampingnya.

“Sejak kapan kamu ada di sana?”

“Sejak kamu menatap bulan.”

Sora menatap matanya.

“Dewi Bulan, aku ingin memilihmu sebagai bagian dari hidupku.”

Dewi Bulan tersenyum.

“Kalau begitu, kejar aku.”

Ia berlari menuju hutan.

Sora mengikutinya.

Dewi Bulan terus berlari sambil sesekali menoleh ke belakang. Namun ketika ia berhenti, Sora sudah berdiri tepat di hadapannya.

“Apa ini, Sora?” “Kamu membuatku terkejut”

Sora hanya tersenyum dan menggandeng tangannya.

Mereka berjalan berdampingan di bawah cahaya bulan.

Beberapa saat kemudian, Dewi Bulan menoleh.

“Sora, ada apa?”

“Aku hanya ingin melihatmu.”

Wajah Dewi Bulan kembali memerah. Ia mendorong dada Sora pelan, lalu berjalan menjauh.

Sora tersenyum.

“Dewi Bulan, aku akan menikahimu!”

“Buktikan, Sora!”

“Aku serius!”

“Kalau begitu, di bulan berbintang, aku akan menikahimu! Aku tunggu!”

Tawa mereka menggema di antara pepohonan.

Namun tanpa mereka sadari, di balik rimbun pepohonan, seorang laki-laki berkuda mengamati dari kejauhan.

Wajahnya tersembunyi dalam bayangan.

Hanya matanya yang terlihat.

Menatap tajam ke arah Sora dan Dewi Bulan.

1
Fans Li Xin #1
ditunggu ya thor 👍👍
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: ini mau upload maaf ya telat biasa masih sibuk
total 1 replies
Yurmanitya Fadilah
Ini keren kak 😍
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: trimakasih 😍
total 1 replies
Putri Ayu
jadi ga sabar sis😁
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: tunggu ya aku lagi nulis wkwkw
total 1 replies
Poetra Felen
gila Raja Apinya🔥🔥🔥
Nona Cloe: kk aku udah follow di follback yach😘
total 3 replies
Putri Ayu
lanjut sis aku makin kepo sama kehidupan ilyes
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: soal nya sibuk TKA bahasa inggris dan, jepang 😭
total 4 replies
Fans Li Xin #1
ditunggu lanjutannya, thor
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: siap Minggu besok upload 5 bab
total 1 replies
Fans Li Xin #1
ganbatte sensei 👍👍
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: wkwkw
total 3 replies
Fans Li Xin #1
bijak 3x
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: orang bijak banyak temn wkwkw canda
total 1 replies
Fans Li Xin #1
baru aja bahagia, langsung kena ulti 🤣, tergantung kena apa ultinya malah ke angin
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: ulti🤣
total 1 replies
Fans Li Xin #1
cie... yg ngegombal
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: gombalan seorang lelaki kwkw
total 1 replies
Fans Li Xin #1
giliran npc bahagia
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: hahahhaha
total 1 replies
Fans Li Xin #1
mode on aktif di nyalakan
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: hahahah🤣
total 1 replies
Fans Li Xin #1
always on—selalu aja gitu, hadeh... kek gak pernah belajar dari kesalahan aja si abang Zeo
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: setuju
total 1 replies
Fans Li Xin #1
bisa gitu ya?
Fans Li Xin #1: wooo... subarashii
total 2 replies
Fans Li Xin #1
benci = benar benar cinta
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: iya udah nunggu lama eh malah pergi lagi, padangan mana yang gak benci
total 1 replies
Putri Ayu
baru juga ketemu zeo 🥺 kasian banget dewi bunganya🥺
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: begitu lah
total 1 replies
Putri Ayu
zeonya gegabah sih coba nyari tahu dulu,tapi untung dewi bunga muncul lagi
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: wajar lah 🤭🤭 laki laki kan bertindak dulu baru mikir
total 1 replies
Fans Li Xin #1
setiap pertemuan pasti ada perpisahan
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: sungkem dulu pada ketua 🙏
total 1 replies
Fans Li Xin #1
demi... karena konon katanya rasa sakit membuat orang menjadi kuat
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: benarrr semangat trus agar jadi lebih kuat 💪
total 1 replies
Fans Li Xin #1
namanya unik
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: wkwkwkw iya juga si
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!