NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga 2

Gulungan Dewa Naga 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Season kedua ini akan berfokus pada persiapan Yang Zhen dalam menghadapi ancaman invasi skala penuh dari Sekte Pedang Langit ibu kota yang berniat merebut energi Jiwa Iblis Darah Kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Wuuung.

Pilar cahaya hitam pekat itu membubung tinggi menembus awan mendung di atas Kota Awan Merah.

Hawa dingin kematian langsung menyebar ke seluruh penjuru istana, membuat suhu udara turun drastis secara tiba-tiba.

Di tengah pilar cahaya tersebut, sebuah siluet raksasa mulai terbentuk dari kumpulan kabut hitam pekat.

Siluet itu perlahan memadat menjadi sosok pria paruh baya mengenakan jubah perak raksasa yang melayang di udara.

Sosok itu adalah proyeksi jiwa dari Master Sekte Jian Tian, penguasa tertinggi dari ibu kota provinsi.

Menariknya, wajah proyeksi raksasa itu memiliki luka goresan yang sama persis dengan luka asli sang Master Sekte di bagian matanya.

"Hahaha! Tuan Master Sekte akhirnya turun tangan!" tawa Jenderal Zhao dengan suara serak dari posisi berlututnya.

"Matilah kau sekarang, Bocah Tengik! Kau tidak akan bisa melawan proyeksi jiwa Tahap Langit tingkat puncak ini!"

Yang Zhen sama sekali tidak terpengaruh oleh tawa kemenangan dari pria yang lututnya sudah hancur tersebut.

Pemuda itu mendongakkan kepalanya ke atas, menatap langsung ke arah wajah raksasa Jian Tian yang melayang di udara.

"Jadi kau berani menampakkan wajah cacatmu di rumahku, Kakek Tua?" sapa Yang Zhen dengan senyum arogan yang sangat khas.

Proyeksi Jian Tian menundukkan wajahnya, menatap Yang Zhen dengan satu mata utuhnya yang memancarkan kilatan pembunuh.

"Kau adalah tikus perbatasan yang berani membutakan salah satu mataku semalam," suara proyeksi itu menggema seperti guntur di langit.

"Hari ini, aku akan merobek anggota tubuhmu satu per satu untuk membalas rasa sakit itu."

Bum.

Tekanan spiritual dari proyeksi itu meledak ke segala arah, jauh lebih berat dan mematikan daripada aura Jenderal Zhao sebelumnya.

Su Lin, Mulan, dan Wang Hao terpaksa memundurkan langkah mereka untuk berlindung di balik pilar aula utama.

"Tekanan ini murni terbuat dari energi jiwa," analisis Su Lin menahan napasnya yang terasa sesak.

"Bahkan elemen esku tidak bisa membekukan serangan yang tidak memiliki wujud fisik."

Mulan memegang pedangnya dengan tangan gemetar, merasakan insting bertahannya berteriak untuk lari sejauh mungkin.

"Guru sedang menghadapi lawan yang berada di dimensi kekuatan yang sangat berbeda," gumam Mulan dengan keringat dingin.

Di tengah pelataran, Yang Zhen masih berdiri dengan santai, menahan seluruh tekanan jiwa itu menggunakan aura darah iblisnya.

"Omong kosongmu terlalu panjang untuk sebuah hantu proyeksi," balas Yang Zhen menyilangkan tangannya di dada.

"Turunlah ke mari dan coba robek lenganku jika kau memang mampu."

Mendengar provokasi langsung tersebut, proyeksi Jian Tian langsung mengangkat tangan raksasanya ke udara.

Sring.

Sebuah pedang energi berwarna hitam pekat terbentuk di genggaman tangan raksasa tersebut.

Pedang hitam itu berukuran sebesar menara pengawas istana, memancarkan aura pemusnahan yang luar biasa.

"Mati dan jadilah abu!" raung Jian Tian mengayunkan pedang raksasanya secara horizontal ke arah Yang Zhen.

Wush.

Ayunan pedang itu membelah udara dengan kecepatan luar biasa, menciptakan badai angin yang menyapu pelataran.

Yang Zhen tidak menghindar, melainkan mengangkat tangan kirinya untuk menahan laju pedang energi tersebut.

"Tembok Gravitasi," ucap Yang Zhen memusatkan penolakan massa yang sangat padat di depan tubuhnya.

Trang.

Bilah pedang raksasa itu membentur perisai tak kasat mata Yang Zhen, menghasilkan suara dentuman logam yang memekakkan telinga.

Tanah marmer di bawah kaki Yang Zhen langsung hancur menjadi serpihan debu akibat tekanan benturan yang sangat masif.

Krak krak.

Tubuh Yang Zhen terdorong mundur sejauh tiga langkah, meninggalkan jejak parit kecil di atas lantai pelataran.

Ini adalah pertama kalinya pemuda itu dipaksa mundur oleh sebuah serangan sejak ia menyerap energi iblis.

"Hoh, serangan yang lumayan juga untuk sebuah hantu," puji Yang Zhen mengibaskan tangan kirinya yang sedikit kebas.

Proyeksi Jian Tian mendengus marah melihat pemuda itu masih bisa berdiri setelah menerima serangan penuhnya.

"Kau memiliki pertahanan yang aneh, Bocah. Tapi mari kita lihat seberapa lama kau bisa bertahan," ucap Jian Tian mengangkat pedangnya lagi.

"Aku tidak berniat bertahan lagi, Kakek Tua," sela Yang Zhen merentangkan tangan kanannya ke samping.

Syuut.

Sebuah kilatan cahaya hitam melesat dari cincin dimensinya dan mendarat tepat di genggaman tangan Yang Zhen.

Itu adalah Pedang Meteorit Penindas Jiwa, senjata pusaka berkarat yang ia cabut dari segel iblis beberapa waktu lalu.

Melihat pedang berkarat itu, Jenderal Zhao langsung tertawa sumbang di tengah rasa sakitnya.

"Hahaha! Kau mau melawan Master Sekte menggunakan sepotong besi tua?!" ejek Jenderal Zhao meremehkan.

"Senjata rongsokan itu akan hancur menjadi debu dalam satu benturan!"

Yang Zhen mengabaikan ejekan murahan itu dan menatap lurus ke arah proyeksi Jian Tian.

"Kau sangat bangga dengan energi jiwamu yang besar ini, bukan?" tanya Yang Zhen memiringkan kepalanya.

Pemuda itu mulai mengalirkan energi darah iblis dari Dantiannya ke dalam bilah pedang berkarat tersebut.

1
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪💪
Predi Siswanto
agak membosan kan sampai sekarang cuman berkutat disatu kota
DD
kok diulang Thor 😅
iwakali
RoboCop
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow jlebz 🔥🌽
Yan Panungkek
lanjutkan karyanya author kami tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!