Di kota futuristik Astra City, manusia biasa dan mereka yang memiliki kekuatan super hidup berdampingan setelah munculnya fenomena langit merah misterius. Raka Mahendra, pemuda dengan energi kosmik yang tak terkendali, harus menghadapi takdirnya, menyelamatkan kota, dan mengungkap rahasia di balik kekuatannya. Bersama Kayla, pengendali gravitasi, dan Adrian, bayangan dari masa lalu, Raka akan menghadapi peperangan, pengkhianatan, dan takdir kosmik yang akan mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DragonLucifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 – Runtuhnya Menara Helios
Malam itu, kota yang hancur kembali diselimuti kegelapan pekat. Reruntuhan gedung, puing logam, dan sisa-sisa asap berterbangan di udara, sementara api yang tersisa memantulkan cahaya kemerahan di dinding-dinding kota. Helios Guard sedang bersiap menghadapi serangan besar dari Eclipse Syndicate.
Raka berdiri di atap menara Helios yang sebagian masih utuh, matanya menatap langit gelap. Cahaya biru Alpha berdenyut kuat di sekeliling tubuhnya, menandakan kesiapan penuh. “Kayla… Damar… Liora… semuanya harus bersiap. Eclipse tidak akan menyerang setengah hati. Ini akan menjadi pertempuran terberat kita sejauh ini.”
Kayla menatap langit gelap yang mulai dipenuhi bayangan. “Aku bisa merasakan energi mereka… lebih kuat dari sebelumnya. Ini bukan hanya pasukan cadangan, tapi mereka menggunakan eksperimen terbaru Adrian. Jika kita lengah… markas ini bisa runtuh.”
Liora, Level 0 yang mulai menguasai kekuatannya, menatap Raka dengan mata merah yang berdenyut. “Aku akan membantu… tapi aku takut kalau aku kehilangan kendali. Energi mereka… terasa berbeda. Aku bisa merasakannya di tubuhku.”
Raka menepuk bahu Liora. “Kau akan belajar mengendalikannya malam ini. Tidak ada pilihan lain. Kita bertahan, bukan menyerang mundur.”
Gelombang Serangan Pertama
Dari arah barat, ledakan besar mengguncang kota. Sebuah pasukan cadangan Eclipse muncul dari reruntuhan, mengombinasikan teknologi dan energi eksperimen—makhluk hibrida yang mampu menyerang secara fisik maupun melalui energi gelap.
Raka meloncat dari atap, membentuk tombak energi Alpha biru besar untuk menghadapi gelombang pertama. Liora memusatkan Level 0-nya, menciptakan perisai merah yang menahan sebagian energi gelap.
Kayla dan Damar memimpin warga ke tempat aman, sambil melawan makhluk hibrida yang mencoba menyerang dari arah lain. “Kita harus menahan mereka! Raka… fokuskan Alpha-mu di bagian depan!” Kayla berteriak di tengah kekacauan.
Raka memusatkan tenaga, menembakkan gelombang energi biru yang menghantam makhluk hibrida. Ledakan energi menimbulkan gelombang yang merobohkan reruntuhan di sekitarnya. Tapi setiap pukulan yang mengenai musuh juga memunculkan gelombang balik yang menghancurkan sebagian menara.
Serangan Langsung ke Menara
Di markas bawah tanah, Adrian mengamati dari layar holografik. “Mereka kuat… tapi Helios Guard tidak cukup cepat. Saatnya menyerang pusat kekuatan mereka.” Ia menekan tombol, membuka jalur pasukan cadangan yang dilengkapi energi eksperimen ke menara Helios.
“Lihat… mereka menempatkan pasukan langsung ke markas,” gumam pemimpin bertopeng, matanya menyala merah. “Ini… akan menghancurkan mereka.”
Gelombang pasukan itu menyerbu menara dari berbagai arah, memanfaatkan reruntuhan dan bayangan untuk mendekat tanpa terlihat. Beberapa makhluk berhasil menembus pertahanan bawah menara, meledakkan bagian struktural utama.
Raka menatap ke bawah dengan mata tajam. “Markas… sebagian mulai runtuh! Kayla, Damar, lindungi warga! Liora… kita harus menghentikan mereka sebelum menara hancur seluruhnya!”
Konflik Emosional
Di dalam markas, anggota Helios Guard yang tersisa mencoba menahan gelombang serangan. Banyak yang terluka. Kayla menatap salah satu anggota yang terhimpit reruntuhan. “Tahan… kita akan membantumu!”
Damar mengangkat reruntuhan dengan energi tambahan, menolong anggota yang terjebak. “Ini gila… kalau markas jatuh, kota ini akan kehilangan pusat koordinasi. Kita tidak boleh kalah malam ini!”
Liora menatap Raka dengan wajah tegang. “Rak… aku merasa energi mereka… mereka ingin menekanku. Aku takut kalau aku melepaskan kendali.”
Raka menenangkan. “Tarik napas… kendalikan energimu, Liora. Kita tidak bisa bertarung sendirian. Bersama, kita bisa menahan mereka.”
Puncak Pertempuran
Di atas menara, Raka menghadapi pemimpin bertopeng yang turun langsung ke garis depan. Aura gelap bertopeng itu menyelimuti seluruh lantai menara, menciptakan medan energi yang menghancurkan logam dan batu di sekitarnya.
“Raka… ini saatnya kau merasakan kekuatan Eclipse sejati!” teriak pemimpin bertopeng.
Raka membalas dengan ledakan energi Alpha, menahan gelombang energi gelap. Pertarungan itu menciptakan ledakan besar, memantul ke seluruh menara. Beberapa lantai mulai runtuh, memaksa Kayla, Damar, dan Liora berlari untuk menyelamatkan warga dan anggota Helios yang tersisa.
Liora menggabungkan Level 0-nya dengan Alpha Raka, menciptakan medan energi campuran merah dan biru yang menahan gelombang serangan. “Aku bisa menahan sebentar… tapi kita tidak bisa terus begini!”
Raka menatap Liora. “Aku tahu… kita harus memberikan pukulan balik yang tepat. Fokus pada inti kekuatan mereka!”
Dengan konsentrasi penuh, Raka menyalurkan seluruh energi Alpha ke satu titik di tengah medan, sementara Liora menambahkan energi merahnya untuk memaksimalkan ledakan. Gelombang energi menghantam pemimpin bertopeng dan pasukan cadangan, melempar mereka jauh dari menara.
Pengorbanan untuk Kota
Namun, akibat ledakan itu, salah satu lantai menara yang menahan reruntuhan bagian atas mulai runtuh. Kayla menjerit, “Raka… Damar… bagian itu akan jatuh!”
Damar segera melompat, membentuk medan energi untuk menahan reruntuhan. “Aku akan menahannya… Kau fokus pada musuh!”
Raka menatap Damar yang menahan beban hampir seluruh lantai. “Tidak! Kau terlalu berisiko!”
Tapi Damar menatap dengan tegas. “Aku memilih ini… demi kota dan tim. Kau teruskan pertempuran!”
Raka menelan ludah, menyalurkan seluruh energi Alpha ke pemimpin bertopeng, menciptakan ledakan terakhir yang memukul mundur musuh dan menghancurkan pasukan cadangan yang tersisa.
Reruntuhan menara menimpa Damar, menimbulkan debu tebal dan suara pecahan logam yang menghantam tanah. Liora menjerit, “Damar…!”
Raka melompat menembus debu, menyalurkan Alpha untuk menahan reruntuhan dan menyelamatkan Damar yang terluka parah. “Tahan… aku tidak akan membiarkanmu pergi!”
Kayla membantu menarik Damar keluar dari reruntuhan. “Kita selamat… tapi markas… hampir hancur total.”
Akhir Bab
Menara Helios sebagian runtuh, tapi tim berhasil bertahan. Cahaya biru Alpha Raka dan merah Liora menyinari reruntuhan, menjadi simbol tekad dan perlawanan.
Raka menatap kota yang masih gelap, suara sirene dan kebakaran terdengar di kejauhan. “Arc 2 ini… lebih berat dari yang kubayangkan. Tapi kita masih berdiri. Kita akan membangun kembali… dan menghentikan Eclipse Syndicate.”
Kayla menatap Raka dan Liora. “Ini pengingat… tidak ada yang bisa diambil mudah. Setiap kemenangan membawa risiko, dan setiap kekalahan bisa menjadi bencana.”
Liora menunduk, napasnya masih tersengal, tapi matanya bersinar. “Aku akan terus berlatih… aku tidak ingin pengorbanan kita sia-sia. Kota ini… akan tetap bertahan.”
Di balik bayangan kota, Adrian dan pemimpin bertopeng tersenyum dingin. “Helios… kalian berhasil bertahan malam ini. Tapi percayalah… runtuhnya menara hanyalah awal. Aku akan menunjukkan kekuatan Eclipse Syndicate yang sebenarnya.”