NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Arga Bimantara

Kelahiran Kembali Arga Bimantara

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Di kehidupan sebelumnya, Arga Bimantara adalah pria malang yang terjebak dalam jerat cinta buta kepada Tiara. Namun, pengabdiannya hanya dibalas pengkhianatan. Ia harus melihat kedua orang tuanya meninggal dalam kemiskinan dan kehinaan, sementara dirinya sendiri habis dikuras sebagai "sapi perah" oleh keluarga Tiara yang parasit. Arga mati dalam penyesalan mendalam, menyia-nyiakan hidup tanpa sisa.
​Tak disangka, takdir memberinya kesempatan kedua. Arga terlempar kembali ke tahun 2000—titik awal di mana segalanya masih bisa diperbaiki.
​Kali ini, Arga tidak akan lagi menjadi "si penjilat" yang lemah. Dengan ingatan masa depan dan modal miliaran rupiah dari keberuntungan yang ia rebut, ia memulai langkah pertamanya dengan satu tindakan tegas: Memutuskan hubungan dengan Tiara dan menghancurkan skema licik keluarga wanita itu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Arga tetap diam, malas menanggapi.

“Arga! Bisa tidak kamu berhenti mengikutiku?” Tiara berteriak marah. “Aku sudah bilang kita putus! Kamu malah menguntitku sampai ke restoran mewah begini! Tidak tahu malu!”

Arga berkata dingin, “Berhentilah percaya diri berlebihan. Aku datang untuk makan.”

“Makan? Di sini? Kamu bahkan tak mampu beli nasi kucing di pinggir jalan!” cibir Tiara. “Ini restoran elit! Makan di sini habis jutaan! Kalau kamu benar-benar mampu bayar, aku akan sujud di depanmu!”

“Tiara, ayo duduk di sini,” kata Yuda Perdana dengan nada superior. “Kalau dia mau menonton kita makan enak, biarkan saja! Aku pesan Wagyu dan Lobster paling mahal hari ini!”

Tiara duduk manja di dekat Yuda dan menatap Arga dengan jijik. “Kasihan ya, cuma bisa lihat tapi tidak bisa beli.”

Pada saat itu—sosok wanita yang sangat memesona melangkah mendekat. Wajahnya sempurna, tubuhnya elegan—ia adalah perwujudan kesempurnaan. Yuda Perdana langsung tertegun. Ia merasa bahwa Tiara di sampingnya seketika tampak kusam dibandingkan wanita yang baru datang ini.

Berikut adalah adaptasi bab tersebut sesuai dengan Master Kamus Adaptasi Update Terbaru, menyesuaikan nama, karakter, dan konteks budaya Indonesia dengan gaya bahasa EYD:

​Yuda Perdana berdiri tanpa ragu dan menyapa sambil menebar senyum yang dipaksakan menawan,

​"Halo, Nona cantik. Apakah Anda sendirian?"

​Sherly Gunawan mengernyitkan dahi, lalu menjawab dengan nada profesional yang dingin,

​"Apakah kita saling mengenal?"

​"Ah, bukankah orang asing bisa jadi akrab setelah mengobrol beberapa kali?" Yuda berbicara dengan sikap sok berkuasa. "Ayo duduk di meja saya saja. Saya yang traktir. Anda bebas memesan apa pun di sini, jangan sungkan."

​"Mas Yuda!"

​Tiara akhirnya tidak bisa tinggal diam. Ia bergegas mendekat dan memeluk lengan Yuda Perdana erat-erat, seolah sedang menandai wilayah kekuasaannya. Dengan suara manja yang dibuat-buat, ia berkata, "Aku lapar. Cepat pesan makanannya, ya?"

​Namun sayangnya, Yuda sama sekali tidak menghiraukannya. Tatapannya masih terpaku penuh minat pada Sherly.

​"Maaf," ucap Sherly singkat. "Aku sudah punya janji."

​Setelah berkata demikian, ia berbalik dengan anggun, melangkah, lalu duduk tepat di hadapan Arga. Ia tersenyum lembut dan berkata, "Kak Arga, maaf membuatmu menunggu lama."

​"Tidak apa-apa, aku juga baru sampai," jawab Arga sambil tersenyum.

​Mulut Yuda Perdana ternganga lebar. Matanya membelalak kosong, wajahnya dipenuhi kebingungan. Tiara—wanita yang selama ini selalu membela kekasih barunya itu—bahkan terlihat lebih terkejut lagi.

​Dengan nada setengah bercanda, Arga berkata, "Kau tahu? Barusan kau telah membantuku menyelesaikan sebuah urusan."

​"Urusan apa?" tanya Sherly penasaran.

​"Ada pepatah yang mengatakan, 'Penyamaran paling mematikan adalah yang tak terlihat.' Tindakanmu barusan telah menyempurnakan penyamaran itu untukku," jawab Arga.

​"Hehe..."

​Sherly melirik wajah kusut Tiara dan Yuda. Seketika ia mengerti maksudnya, lalu tertawa kecil.

​Melihat keakraban mereka berdua, Yuda dan Tiara semakin terombang-ambing dalam kebingungan. Dari luar, Sherly jelas tampak sebagai putri keluarga ningrat atau konglomerat—kulit cerah, aura bangsawan, dan jelas sangat kaya. Namun justru wanita berkelas seperti itu memilih Arga, pria miskin yang bahkan tak sanggup menyiapkan uang mahar untuk Tiara?

​Apa yang sebenarnya terjadi dengan dunia ini?

​Hati Yuda terasa sesak dan gelisah. Tiara bahkan lebih terguncang lagi. Di antara mereka berempat, dialah yang—selain Arga sendiri—paling mengenal Arga.

​Dalam pandangannya, Arga hanyalah pria biasa. Tak punya kemampuan, tak punya uang, berasal dari keluarga sederhana di kampung, bahkan tak sebanding dengan Yuda yang dianggapnya sebagai pengusaha sukses. Siapa sangka, seekor "katak" seperti Arga bisa bersama dengan "angsa" secantik dan semegah itu? Ini sungguh tidak masuk akal!

​Saat itu, Yuda berbisik pada Tiara, "Bantu aku menjatuhkan mental wanita itu. Aku beri kamu dua juta buat belanja."

​Begitu mendengar angka dua juta, mata Tiara langsung berbinar. Ia segera menghampiri Sherly dan berkata, "Nona, menurutku Anda pasti telah ditipu oleh Arga."

​"Dia tidak punya uang untuk mentraktirmu makan di sini! Dia hanya pria miskin dengan gaji sejuta sebulan!"

​Pada saat yang sama, Yuda ikut mendekat dengan senyum licik. "Halo, Nona. Perkenalkan, nama saya Yuda Perdana. Saya pemilik Toko Antik Jati Lawas di Jalan Timur. Saya baru saja menerima investasi besar dan berencana membuka cabang di Jakarta—sekadar untuk kesibukan saja."

​Padahal, yang disebut investasi itu tak lain hanyalah pinjaman dari Bank Semarang, yang ia dapatkan setelah memohon-mohon habis-habisan menggunakan jaminan sertifikat rumah keluarganya.

​"Aku tidak tertarik mengenalmu," ujar Sherly dengan dingin. "Aku yang mentraktir Kak Arga makan hari ini. Tolong jangan mengganggu kami, bisa?"

​"Apa?"

​Begitu mendengar bahwa makan siang ini justru ditraktir oleh Sherly, keduanya kembali terperangah. Detik berikutnya, Tiara berkata dengan nada sinis, "Aku bilang juga apa. Selera kamu benar-benar buruk."

​"Kamu malah mau-maunya bersama orang miskin seperti itu?"

​"Apa yang kamu katakan?!" Sherly gemetar menahan amarah. Ia menepuk meja dengan keras.

​Namun tindakan itu disalahartikan oleh keduanya sebagai tanda akan bertindak kasar. Yuda langsung mengangkat tangan untuk mendorong bahu Sherly sambil berteriak, "Apa maumu? Mau main kasar?"

​Namun sebelum tangannya menyentuh Sherly, pergelangannya telah dicengkeram oleh Arga. Dengan satu tangan, Arga mencengkeram kuat tangan Yuda. Dengan tangan lainnya, ia menarik Sherly ke belakang tubuhnya. Tatapannya dingin dan tajam saat ia berkata, "Kalau kamu berani menyentuhnya, aku tidak keberatan memukulmu di depan umum."

​Arga memiliki hobi bela diri silat dan pernah ikut kompetisi amatir. Untuk orang seperti Yuda, menghadapinya bukan masalah besar bagi Arga. Pada saat itu, Yuda merasa seolah pergelangan tangannya dijepit oleh tang besi—nyeri luar biasa membuatnya tak mampu bergerak.

​Tiara langsung berteriak sekuat tenaga, "Tolong! Ada yang main pukul! Cepat, ada preman di sini!"

​Saat Sherly ditarik ke belakang Arga untuk dilindungi, hatinya diliputi rasa aman yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Seolah selama pria ini berdiri di depannya, ia tak perlu takut pada apa pun.

​"Kamu... lepaskan... aku bilang... aku ini pelanggan di sini!" rintih Yuda.

​"Kalau kamu tidak melepasnya... aku lapor polisi!" teriak Tiara.

​Wajah Yuda memerah menahan sakit. Arga tersenyum meremehkan, lalu mendorong Yuda hingga terhuyung beberapa langkah sebelum akhirnya jatuh terduduk di lantai.

​Pada saat yang sama, manajer restoran menerima laporan dan bergegas datang. Begitu melihatnya, Yuda langsung memaki, "Apa yang kalian lakukan? Dia memukul orang, apa kalian buta?!"

​"Biar kukatakan! Aku ini anggota platinum restoran ini! Kalau kalian tidak mengusirnya hari ini juga, aku akan komplain ke pemilik hotel!"

1
Jack Strom
Lanjuuut!!! 😁
Jack Strom: Eh jangan, entar leduk... 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!