Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby¹⁴
Alexander selesai dari rutinitasnya. Ketika ia melangkah keluar, ia sudah melihat istrinya tertidur diatas sofa dengan selimut tebal. "baguslah, kalau dia sadar diri" ucapnya pelan kemudian melangkahkan kakinya menuju lemari.
ia mengambil piyama nya dan mengenakan nya kemudian kaki jenjangnya melangkah menuju ranjang dan membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Tatapannya menatap kearah langit-langit kamar, seketika ingatan-ingatan itu muncul memenuhi pikirannya. "shit!, ingatan itu lagi...." Alexander menutup matanya, mencoba menghilangkan ingatan ingatan mengerikan itu. Ia mencari posisi nyaman agar cepat tertidur.
ia sudah mencoba berkali kali untuk tertidur, namun ingatan itu mengalahkan nya. Ia bangun dan menggeledah laci sambil mencari obat penenang nya. Tubuhnya bergetar, panik attack nya kambuh hingga semua benda yang ada diatas lemari terjatuh karenanya. Tanpa sengaja, tangannya menyenggol gelas kaca berisi air, gelas itu terjatuh dan pecah berserakan diatas lantai.
Mendengar hal itu, sontak Serafina terkejut dan terbangun dari tidurnya. matanya yang sedikit sembab terlihat kebingungan kala melihat sikap Alexander yang begitu aneh. 'ada apa dengan pria itu' batin Serafina berdiri dan mendekati suaminya.
"tuan..?" panggilnya membuat Alexander menatapnya. Tatapannya benar benar terlihat menakutkan, matanya merah dan menatap Serafina seperti ingin menghabisi nya, Serafina ingin melangkah mundur, namun Alexander lebih dulu menarik nya kedalam pelukannya.
Serafina terkejut, ia mendorong tubuh besar itu menjauh namun pria itu mengeratkan pelukannya. "diam, jangan pergi" ucapnya terdengar berat membuat Serafina langsung terdiam. 'ini orang kenapa sih? tiba tiba aja jadi koala begini' pikir Serafina kebingungan.
30 menit telah berlalu.
Kaki Serafina terasa pegal, ia melihat Alexander masih membuka matanya dan terdiam. 'ya tuhan, mau sampai kapan dia seperti ini?' kesal gadis itu.
"tidurlah diranjang, bersama ku"
"tidak perlu tuan, makasih, aku akan tidur disofa saja"
"aku tidak menerima penolakan"
dalam sekejap Alexander menggendong tubuh Serafina dan membaringkannya di atas ranjang. Serafina memberontak saat pria itu mendekapnya begitu erat, namun lagi-lagi pria itu membisikkan sesuatu yang membuatnya terdiam. 'lagi...dia selalu mengutarakan hal itu kepadaku untuk memanfaatkan aku' batin Serafina menahan rasa sakit dihatinya. Melihat Serafina diam, Alexander tersenyum miring karena merasa puas melihat Serafina yang tidak berkutik dihadapannya.
...****************...
...****************...
...****************...
Keesokan harinya.
Serafina terbangun dari tidurnya, ia melihat Alexander sudah tidak ada disana. Ia mengusap matanya dan meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa pegal.
pintu kamar mandi terdengar karena dibuka oleh seseorang. Serafina menoleh dan melihat Alexander baru selesai mandi. Serafina memalingkan wajahnya saat melihat pria itu terlihat begitu sangat tampan setelah selesai mandi.
hening, tidak ada percakapan sama sekali. Seolah olah kejadian semalam tidak pernah terjadi. Serafina memalingkan tangannya ia ingin segera kekamar mandi namun pakaiannya yang tipis membuatnya ragu untuk beranjak dari atas ranjang. Alexander selesai mengenakan pakaian kantor nya lalu tiba-tiba langkah kakinya mendekati ranjang dengan pelan.
Alexander melemparkan selembar cek diatas pangkuan Serafina. "apa ini tuan?" tanya gadis itu dengan bingung. "ini kompensasi dari semalam, aku tidak ingin berhutang budi pada siapapun, jadi aku anggap ini sudah lunas" ucap Alexander tanpa menoleh kearah Serafina.
"ambil kembali saja tuan, aku tidak membutuhkan ini" ucap Serafina menyodorkan cek itu. Melihat istrinya yang menolak selembar cek darinya, membuat Alexander marah dan mencengkram pergelangan tangannya. "selama kau menjadi istriku, kamu tidak boleh menolak apapun pemberian ku, atau...kau akan melihat sesuatu yang akan kau sesali" suara Alexander terdengar rendah dan mengancam.
Alexander melepaskan cengkraman nya. "cepatlah bersiap - siap, aku menunggu dibawah" Alexander beranjak pergi meninggalkan Serafina sendirian didalam kamar. 'apakah senang sekali melihatku tertekan? apakah aku ini tidak pantas mendapatkan kebahagiaan?' Serafina mencengkram kuat selimut yang membalut tubuhnya, ia kemudian segera beranjak untuk bersiap siap.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
Seraphina lagi bahaya
tapi kita lihat apa akan sama Kya yg lain suka oleng kalau masa lalu datang