NovelToon NovelToon
Dimanfaatkan Mantan, Dirangkul Bad Boy Tampan

Dimanfaatkan Mantan, Dirangkul Bad Boy Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Rania keras kepala memilih balikan dengan mantannya, Adrian, meskipun sahabat-sahabatnya sudah memperingatkan bahwa pria itu tidak baik. ia terlalu percaya pada perasaannya sendiri, sampai akhirnya menyadari bahwa Adrian hanya memanfaatkannya. Di saat Rania mulai bangkit dari luka itu, seseorang yang tak terduga justru datang mendekat—Revano, pria dingin yang perlahan mengubah hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perangkat lama

Di perjalanan pulang sekolah, senyum Rania tak henti terbit di wajahnya. Entah kenapa, pulang bersama Adrian—mantan kekasihnya, membuat ia kembali merindukan momen-momen saat mereka masih sama dulu. Walaupun sahabatnya sering menjelekkan Adrian, Rania tetap merasakan sesuatu yang sulit di ungkapkan setiap kali berada di dekatnya. Adrian selalu berhasil membuatnya merasa nyaman, itulah sebabnya, apa pun yang sahabatnya katakan tentang Adrian, Rania selalu memilih untuk memaafkannya, meskipun hubungan mereka pernah berakhir dengan pengkhianatan.

Namun Rania memang selalu seperti itu, ia mudah memaafkan Adrian. Hal itulah yang membuat para sahabatnya tidak pernah setuju jika Rania kembali dekat dengannya. Apalagi pada hubungan terakhir mereka, Adrian ketahuan berselingkuh. Saat itu, Rania hampir saja memaafkannya lagi, tetapi sahabatnya langsung mengancam agar ia tidak kembali pada laki-laki itu.

Rania berjalan menuju mansionnya. Agar tidak ketahuan keluarganya, ia terpaksa berjalan kaki. Namun itu bukan masalah bagi Rania, yang penting ia sempat pulang bersama Adrian.

"Rania."

Rania sedikit terkejut lalu menoleh. Rhea menatapnya bingung dari atas motornya.

"Kamu kok jalan kaki, Dek?" ucap Rhea pada adiknya.

"Taksinya mogok di depan, Kak, jadi aku jalan. Sekalian olahraga," jawab Rania berbohong. Mana mungkin ia mengatakan yang sebenarnya. Bisa panjang urusannya nanti. "Kak Rhea sudah pulang kerja?" tanyanya balik.

"Iya, ya sudah naik."

Rania mengangguk lalu naik ke motor. Di atas motor, ia menghela napas lega. Rhea tidak bertanya lebih jauh.

Beberapa saat kemudian, Rhea menghentikan motornya di halaman mansion.

"Mommy, Rania pulang!" ucap Rania saat turun dari motor dengan nada meninggi.

Rhea langsung menutup telinganya, lalu menjitak kening adiknya. "Rania! Bisa gak sih kamu gak teriak? Kuping kakak mau pecah nih," ucapnya dengan nada kesal.

"Hehehe, biar Mommy tahu, Kak. Rania sudah balik," ucap Rania.

"Kalian sudah pulang," ucap Raisa yang keluar dari pintu utama.

"Iya, Mom," ucap mereka berdua, lalu salim pada Raisa.

"Kok pulang cepat, Kak? Biasanya kalau kerja, sore baru pulang setahu Mommy." ucap Raisa pada Rhea.

"Karyawan baru Mom, jadi pulangnya cepat. Lagian kerjaanku juga sudah selesai kok," jawab Rhea.

"Oh, begitu. Ya sudah, kalian ganti baju dulu, baru kita makan siang. Kalian sudah lapar, kan?" tanya Raisa.

"Laper banget, Mom." ucap Rania sambil memegang perutnya.

"Ya udah, ganti baju sana," balas Raisa.

"Siap, Ibu Negara!" ucap Rhea dan Rania sambil memberi hormat.

Raisa hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan anak-anaknya.

"Kalian ini ada-ada saja," ucap Raisa kembali tersenyum.

Rhea dan Rania ke kamar mereka masing-masing, sedangkan Raisa kembali ke dapur untuk membuatkan masakan kesukaan anak-anaknya. Walaupun ada pembantu di rumah mereka, Raisa tetap sering turun langsung ke dapur untuk memasak bagi keluarganya.

~~

Setelah makan malam bersama keluarga, Rania kembali ke kamarnya. Sesampainya di sana, ia langsung masuk ke toilet untuk membersihkan diri. Beberapa saat kemudian, Rania keluar dari toilet dan duduk di meja belajarnya, mulai mempersiapkan pelajaran untuk besok di sekolah.

Saat sedang belajar, ponselnya tiba-tiba berbunyi. Namun Rania mengabaikannya karena ia yakin itu pasti pesan dari grup sahabatnya. Rania memang memiliki nada notifikasi khusus untuk grup tersebut.

Dring… dring… dring… dring…

Ponsel Rania kembali berbunyi.

"Siapa sih… ganggu belajar aja." gerutu Rania sambil mengecek ponselnya. Ternyata ada pesan dari nomor asing.

Rania mengerutkan kening.

"Siapa ini?"

{Selamat malam, Rania}

"Balas gak ya?" gumamnya. "Tapi gue kan gak pernah kasih nomor gue ke orang lain."

Beberapa detik kemudian, ia mengingat sesuatu.

"Astaga, kenapa gue lupa sih? Gue kan kasih nomor gue ke Adrian tadi," ucapnya.

Buru-buru ia mengetik balasan.

{Siapa?}

Rania terkekeh kecil. Ia membalas seolah-olah lupa.

{Aku Adrian}

{Oh kamu, kenapa?}

{Gak kenapa-kenapa sih, cuma ingin chat kamu. Oh ya, aku gak mengganggu waktu kamu?}

{Gak, aman}

Rania berbohong. Padahal sebenarnya ia ingin belajar, tetapi lebih mementingkan pesan dari Adrian.

{Boleh aku telepon gak?}

Rania terdiam. Ia menatap buku pelajaran yang terbuka di depannya.

"Kalau gue telponan, gue gak belajar. Tapi… kalau gak teleponan rugi dong," ucap Rania bimbang.

{Kenapa? Gak boleh ya}

Pesan dari Adrian kembali masuk.

"Ah, telpon aja kali… mungkin cuma bentar doang," ucap Rania.

{Iya, boleh}

Detik berikutnya, panggilan dari Adrian langsung masuk dan Rania segera mengangkatnya.

"Hai, Ran," sapa Adrian.

"Hai," balas Rania dengan senyum malu-malu.

"Aku gak nyangka loh, Ran. Kita akhirnya bisa satu sekolah," ucap Adrian.

"Aku juga gak nyangka kamu sekolah di Victoria High School."

"Kita bisa ketemu tanpa harus sembunyi-sembunyi, kayak waktu kamu SMP," jelas Adrian, mengingat hubungan mereka dulu.

Rania hanya bisa tersenyum menanggapinya.

"Oh iya, Ran. Maafkan kesalahan aku dulu ya. Aku memang cowok goblok yang ninggalin kamu dulu. Padahal kamu sangat setia sama aku," ucap Adrian dengan nada bersalah.

"Iya, aku sudah maafkan kok. Lagian sudah jadi masa lalu," jelas Rania.

"Kamu memang beda dengan wanita yang pernah aku temui."

"Apa bedanya coba?"

"Mereka cuma memanfaatkan aku. Mereka cuma mau saat aku senang. Beda dengan kamu, Ran."

"Gombal."

"Aku serius, Ran. Cuma kamu mantan aku yang paling sabar, baik, cantik lagi," ucap Adrian, berusaha membuat Rania percaya.

"Masa sih? Padahal mantan kamu lebih segalanya dibanding aku," ucap Rania, mulai terpancing.

"Iya, Ran. Aku serius. Yang lain nyebelin. Kalau aku gak punya apa-apa, aku ditinggalin. Sedangkan kamu tetap ada di samping aku. Maafkan kesalahan aku ya, Ran. Seandainya aku gak berbuat kesalahan, kita masih bersama," ucap Adrian.

"Iya, aku sudah maafkan kok," ucap Rania.

"Dasar bego," batin Adrian yang berhasil membuat Rania terpancing dengan ucapannya.

Lama-kelamaan Rania dan Adrian terus mengobrol hingga Rania lupa dengan pelajarannya. Rania juga banyak curhat kepada Adrian. Adrian mendengarkan curhatan Rania, sesekali Adrian memberi nasihat pada Rania. Itulah yang Rania suka dari Adrian—ia selalu mendengarkan dan memberi nasihat. Padahal Adrian hanya mencari kesempatan saja.

"Rania, tidak terasa kita sudah ngobrol dua jam," ucap Adrian.

"Apa? Dua jam?!" ucap Rania terkejut, lalu menatap ponselnya. "Kalau gitu sudah dulu ya, aku harus belajar," ucap Rania.

"Maaf, Ran. Ini semua kesalahanku yang membuat kamu jadi tidak belajar," ucap Adrian, merasa bersalah.

"Gak apa-apa, santai aja. Kalau gitu aku tutup," ucap Rania.

"Iya, Ran. Belajarnya jangan terlalu dipaksakan ya," ucap Adrian dengan nada perhatian.

"Iya," ucap Rania, lalu mengakhiri panggilan.

"Jago juga kamu." ucap Ivan, teman Adrian yang sejak awal hingga akhir mendengar percakapan antara Rania dan Adrian.

Adrian hanya tersenyum miring, lalu berkata,

"Sedikit lagi dia pasti balikan sama gue, lalu gue lanjutkan rencana selanjutnya."

“Lo anjing banget sih menurut gue. Cewek secantik dan sebaik Rania lo manfaatkan,” sahut Rivan yang tak jauh dari Adrian.

Adrian menoleh sekilas, senyum miring masih menghiasi wajahnya.

“Kenapa lo yang emosi?” tanyanya santai.

Rivan menatap tajam.

“Karena dia nggak pantas diperlakukan kayak gitu.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!