Kara seorang artis cantik yang mengalami kecelakaan dan masuk ke dalam novel kebencian memerankan seorang wanita bernama Aleca seorang istri yang di nikahi suaminya karena sebuah dendam.
Dengan jiwa tangguh dan pengalaman hidupnya sebagai pabrik figur, dia mengubah takdir istri yang teraniaya itu dengan kekuatan baru.
Matanya yang dulu bercahaya kini membara, Dan suaranya yang dulu lembut kini tegas. Dia siap melawan suaminya yang menindasnya, dan mengambil kembali kendali kehidupan yang layak untuk sang istri yang lemah.
"Aku sudah siap bermain!” katanya dengan senyum dingin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa Tujuan Mu
Pemandangan di meja makan membuat ALeca terkagum-kagum kebetulan sekali ia sangat lapar dan dengan semangat 45 ia duduk di kursi utama lekas mengambil piring dan mengisi nya dengan satu centong nasi goreng, telur dadar,dan sosis.
Aleca tidak bisa menahan diri lagi, dia langsung menyerbu makanan di depannya. Dia mulai makan dengan lahap, tidak peduli dengan etika makan yang biasa dia lakukan. Nasi goreng yang gurih, telur dadar yang empuk, dan sosis yang crispy membuat lidahnya bergembira.
Iren yang melihat Aleca makan dengan lahap tidak bisa tidak tersenyum. "Mbak Aleca, kamu memang lapar sekali, ya?"
Aleca hanya mengangguk, tidak bisa berbicara karena mulutnya penuh dengan makanan. Iren tertawa melihat Aleca makan seperti itu, membuat suasana di meja makan menjadi lebih santai.
“Hmm ayo kalian makan juga,kita makan sama-sama”Ucap Aleca dengan mulut yang penuh dengan nasi goreng.
Catrin dan Iren saling menatap, keduanya terlihat tidak percaya dengan apa yang terjadi.Mereka tidak bisa memahami kenapa mbak Aleca, yang biasanya sangat patuh dan takut, bisa berani melakukan hal seperti ini.
Catrin berbisik kepada Iren, "Apa yang terjadi dengan Mbak Aleca? Kenapa dia berani makan di ruang makan sebelum Tuan Luiz datang?"
Iren hanya menggelengkan kepala, "Aku tidak tahu,Tapi aku rasa ini tidak baik. Tuan Luiz akan sangat marah jika tahu."
Catrin menatap Aleca yang masih makan dengan lahap, "Tapi aku kasian dengan mbak Aleca pasti dia lapar sekali karena tidak makan seharian”
“Hey ayolah jangan takut saya yakin kalian belum makan,ayo Iren Catrin kita makan sama-sama”Ajak Aleca.
“Tidak mbak kita takut tuan Luiz marah,mbak Aleca tau sendiri kan bagaimana kejamnya Tuan Luiz saat marah. Sudah pokoknya mbak saja yang makan” Ujar Catrin dengan suara yang mengecil.
Aleca terdiam,sejenak menuangkan air putih ke gelas lalu segera meminumnya.“Kalau pria gila itu kembali kejam yah tinggal membuat laporan saja dan kalian tau zaman sekarang mana ada orang yang mau di tindas” Aleca tersenyum miring.
Iren terheran menautkan kedua alisnya.“Mbak apa ini benar-benar mbak Aleca, Apa mbak gak salah makan?”
'Harus kah saya mengatakan jika saya bukan ALeca, tapi saya Kara'
*
*
*
*
Di suatu sisi Luiz berjalan pelan sambil memegangi asetnya yang paling berharga. dan dia berpapasan dengan Sri.
“Tuan Luiz apa yang sedang terjadi dengan anda dan kenapa...”Sri tidak mampu menyebutnya.
“Di mana wanita pelayan itu!?Tanya Luiz seperti akan marah.
“Nah itu dia tuan yang ingin saya bicarakan,itu tuan pelayan itu sedang asyik menikmati makan pagi di ruang makan. terlebih dia menduduki kursi yang biasanya tuan duduki kurang ajar sekali kan tuan”
“Semakin gila saja pelayan itu!”
“Tuaaan jangan lupa Bawa cambuk! cambuk Saja pelayan itu 100 kali biar mampus!”Teriak Sri pada saat melihat majikannya berlalu meninggalkannya.
Luiz berhenti di depan meja makan, matanya membesar karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat.“Kamu... kamu berani makan di tempat Saya!?"
Aleca menatap Luiz dengan mata yang tajam, "Tolong jangan ganggu dulu, saya hanya ingin makan. saya lapar!"
Luiz tidak bisa percaya, "Kamu duduk di kursi saya, dan sekarang kamu berani...!”
“Saya hampir mati kelaparan gara-gara kamu emangnya salah jika saya mengisi perut saya yang kosong!”Teriak Aleca yang tak mau kalah omongan.
Iren dan Catrin meninggal kan tempat itu bahkan mereka berdua sembunyi bersama Sri yang juga ada di dekat mereka.
“sungguh itu bukan mbak ALeca yang aku kenal”Kata Iren.
“Tapi bukannya lebih bagus mbak ALeca yang sekarang”Catrin menimpali.
“Halah paling perubahan wanita itu hanya sesaat tapi lihat saja nanti pasti dia bakal gak bisa melawan lagi”Celetuk Sri.
“Kamu menyiksa saya sepanjang masa, dan saya hampir saja mati kelaparan dan mati kedinginan karena ulah kamu. Ingat saya ini istri kamu bukan pelayan kamu!”Bentak Aleca.
Luiz terkejut, matanya membesar karena tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Dia tidak menyangka Aleca akan mengatakan itu, apalagi dengan nada yang begitu tegas dan berani.
"Istri? Hey sejak kapan saya menganggap kamu sebagai istri?" Luiz berkata dengan nada yang mulai meninggi, tapi ada sedikit keraguan di matanya.
Aleca menatap Luiz dengan mata yang tajam, "saya hanya mengatakan kebenaran. saya istri kamu, bukan pelayan kamu bahkan saya berhak mendapatkan perlakuan yang lebih baik dari ini."
Suasana menjadi sangat tegang, hanya ada suara napas yang berat dari keduanya. Luiz tidak tahu bagaimana harus bereaksi, karena ini adalah pertama kalinya Aleca berbicara seperti itu kepadanya.
“Pastikan kamu tidak akan lupa dengan kematian tunangan ku Ema yang kamu sebabnya karena ulah mu sendiri!”
Aleca terdiam ia berpikir dengan novel yang menjadi penyebab Ema meninggal dan siapa Ema ini sebenarnya. Bahkan dengan cepat Aleca tau penyebabnya.
Ema dan ALeca adalah dua sahabat mereka kecil dan besar dalam rumah yang sama.Ema mempunyai keluarga yang lengkap punya ayah dan ibu juga sedangkan Aleca ia hidup sebatang kara ayah ibunya kecelakaan saat dirinya masih kecil. Untung pada saat itu masih ada keluarga Ema yang berbaik hati mengajak nya tinggal di suatu rumah.
Ema meninggal karena sebuah tabrakan mobil pada saat menyelamatkan Aleca
“Harusnya kamu saja yang mati pada saat itu! karena hidup mu tak terlalu penting untuk dunia ini!”
“Lalu apa tujuan mu menjadikan saya istri kalau hanya untuk di siksa dan di jadikan seorang pelayan! Ingat yah saya bisa saja melaporkan kan kamu atas tindakan kdrt”Kata Aleca Mengancam.
smgt nulisnya di tunggu selalu up ny