NovelToon NovelToon
GOD OF RINGS

GOD OF RINGS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:553
Nilai: 5
Nama Author: Rein.Unknown

MARVA RAVARA adalah seorang pemuda miskin yang hidup di dunia yang memuja status dan kekayaan. Berkat jalur beasiswa, ia dapat bersekolah di sebuah sekolah elit berskala internasional—tempat yang seharusnya membuka jalan untuk masa depannya, justru berubah menjadi neraka baginya.

Di sana, Marva dipandang sebagai noda: dihina, dikucilkan, dan menjadi sasaran perundungan oleh mereka yang merasa lebih “Layak”.

Segalanya berubah ketika Portal Misterius muncul dan menyeret semuanya ke dunia lain. Di hadapan mereka berdiri sebuah Menara Tinggi dan sebuah suara misterius menggema: Siapa pun yang mencapai puncak menara ini akan memperoleh kekuasaan serta keabadian.

Di dalam menara, para siswa dipaksa memilih peran—menjadi Seorang Player yang bertarung demi naik ke puncak, atau menjadi Seorang Guardian yang terikat pada sistem. Demi meraih kebebasan, Marva memilih jalan paling berisiko: Menjadi Seorang Player.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rein.Unknown, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lantai 3, Part 3 [GVG]

--- GUILD VERSUS GUILD ---

Sosok besar turun dari langit-langit gua—bukan jatuh, tapi hadir.

Armor putih abu-abu dengan ukiran simbol menara. Jubahnya berkibar ringan, namun yang paling mencolok bukan wujudnya, melainkan ekspresi wajahnya—senyum lebar, mata berbinar seperti menunggu moment ini.

“Waaah~ sudah lama sekali aku tidak mengawasi kelas seramai ini!”

Marva tertegun. Vox tertegun. Semua orang terpaku dengan sosok yang hadir ditengah-tengah mereka dan kompak menjawab:

“Sensei!”

“Hahahahaha, lama tidak berjumpa anak-anak. Karena ini adalah aturan dari Menara, aku harus tetap memperkenalkan diri, ya kalian bisa memanggil ku Julian Lildrus, salah satu Guardian of Tower. Guru kesenian kalian. Ingat donk?”

Suasana hening.

Julian tertawa kecil. “Tenang, tenang. Aku di sini bukan untuk menilai tugas kalian. Aku di sini untuk menjadi Pengadil buat kalian.”

Seperti yang diketahui, semua orang yang berada di REX International School, termaksud Guru, Para Staff hingga Kepala sekolah ikut ditarik kedalam portal. Banyak dari mereka memilih role sebagai Guardian of Tower atau Guardian of Floor.

Sementara para siswa hampir semua memilih menjadi Player.

Julian Sensei lalu melangkah ke tengah arena.

“Dengarkan baik-baik. Menara memiliki 3 aturan dasar:

Satu—Tidak ada pembunuhan antar player.

Dua—Setiap pertarungan harus adil menurut sistem.

Tiga—Siapa pun yang mengacaukan tatanan menara…”

Senyumnya menghilang sepersekian detik.

“…tentu akan berhadapan denganku!”

Cahaya Penghalang bersinar semakin terang.

Notifikasi muncul didepan Marva:

[PERTARUNGAN ANTAR GUILD: ERAREX vs VOX DOMINATION]

“Oke hanya Leader Guild yang bisa menerima, mengajuhkan dan membatalkan tantangan Guild, bagaimana Marva?” lanjut Julian Sensei.

Marva berfikir sejenak sambil berdiskusi dengan timnya.

Red sangat bersemangat. “Lead, ini waktu yang tepat untuk memberi pelajaran pada mereka. Lagian level kita jauh diatas mereka.”

“Tapi apa untungnya kita melawan mereka? Hanya buang-buang waktu saja Va,” ucap Kaela yang punya pendapat berbeda.

Belum sempat Marva menjawab pendapat mereka, Julian Sensei lalu memotong:

“Oh ya, aku lupa menyampaikan pesan dari sistem. Kalian tentu sudah beberapa hari berada disini, tapi belum juga menemukan jalan ke lantai 4 kan? Menara lagi berbaik hati, bagi guild yang memenangkan battle ini akan mendapatkan Informasi Eksklusif tentang jalan menuju ke Lantai 4.”

Semua player bersorak! “Ayok terima pertarungan. Supaya kita bisa ke lantai 4.”

“Seperti nya 1 pernyataan dari Sensei sudah cukup untuk menjawab 2 pendapat kalian sekaligus. Bagaimana Kaela?” Marva merespon.

“Sensei, aku hanya ingin memastikan aturan nomer 1 tadi. Bagaimana menentukan pemenang dari Guild Versus Guild (GVG) sedangkan player dilarang untuk saling membunuh?” spontan Kaela bertanya.

“Seperti biasa, Kaela selalu teliti, kamu memang murid terbaikku,” puji Julian sensei. “Mengalahkan guild lawan, tentu tidak harus saling membunuh, cukup buat mereka pingsan atau buat mereka menyerah. Maka kamu akan dinyatakan sebagai pemenang nya, simple.”

Kaela mengangguk, Marva juga, semua player sepertinya paham, bagaimana aturan GVG.

Setelah yakin, Marva menerima undangan Battle GVG itu.

Elrian menatap Marva lama. Tatapan itu bukan sekadar sombong.

“Aku tidak peduli kamu miskin atau tidak,” ucapnya tiba-tiba, lebih pelan dari sebelumnya.

“Tapi aku tidak akan membiarkan seseorang yang bahkan tidak punya apa-apa… berdiri lebih tinggi dariku.”

Marva menyipitkan mata.

Elrian melanjutkan, “Sejak kecil aku diajarkan satu hal. Yang lemah akan dilindas. Yang kuat berhak memimpin. Dan aku… tidak pernah kalah.”

Ia melangkah maju satu langkah.

“Menara ini adalah sistem paling jujur yang pernah ada. Tidak ada status. Tidak ada warisan. Hanya kekuatan.”

Senyumnya tipis.

“Dan jika kau memang lebih kuat dariku… buktikan.”

[PERTARUNGAN GUILD ANTARA: ERAREX vs VOX DOMINATION]

“DIMULAI...!”

“Oke, karena ini Guild Versus Guild, maka seluruh anggota harus berpartisipasi. Tidak ada setengah-setengah.”

Red langsung memprotes. “Apa! Enam lawan tiga! Kenapa baru disampaikan setelah pertarungan dimulai Sensei?!”

Julian sensei hanya tersenyum sambil berjalan keluar dari area pertarungan. “Adil bukan berarti sama rata, Nak. Lagipula, lv. kalian lebih tinggi dari mereka, ingat aturan nomer 2. Dan siapa saja yang menggangu pertarungan ini, akan menanggung akibatnya!”

Player lain terdiam, semua tahu bahwa Julian Lildrus adalah guru mereka tapi Aturan Menara adalah Hal yang Mutlak. Tentu perkataan Julian sensei adalah peringatan sekaligus ancaman nyata.

Elrian tersenyum angkuh. “Ini akan menarik!”

Marva mengepalkan tangan. Permintaan Battle sudah diterima—tidak bisa ditolak lagi. Mereka harus siap.

“Bagus!” Julian bertepuk tangan.

“BATTLE START!”

Elrian adalah Player bertipe Warrior, dengan koordinasi yang tegas serta ambisius. Guild Vox Domination mengambil inisiasi untuk menyerang terlebih dahulu.

“Bentuk Formasi! Lyria aktifkan semua buff!” perintah Elrian.

Air berputar di sekitar Lyria. Simbol biru menyala.

[BUFF ELEMEN AIR DIAKTIFKAN]

>> BUFF SHIELD OF WATER: MENINGKATKAN PERTAHANAN +30%.

>> BUFF COUNTER ELEMENT : MENGURANGI SERANGAN ELEMEN API -50%.

>> BUFF MANA OF WATER: MENINGKATKAN KAPASITAS MANA +25%.

>> PASIF ELEMEN API TIDAK BERFUNGSI.

Seketika, aura keenam anggota Fox Domination menguat. Gerak mereka lebih cepat, pukulan lebih berat—sinkron dengan lantai ini.

Marva melihat semua notifikasi itu, pikirannya berkecamuk. “Ini akan menjadi pertarungan yang berat”.

Dua Warrior maju di depan, perisai air berkilau menutupi tubuh mereka. Elrian ikut menyerang.

Dua Tanker mengunci posisi mereka, membentuk dinding hidup.

Di belakang mereka—Lyria, Mage elemen air, dan Healer mereka.

“Menjengkelkan…” gumam Red.

Marva menarik napas. “Rencana berubah. Kaela—potong koneksi. Red—buat kekacauan.”

Leo berbisik di pikirannya.

Kita tidak diuntung pada posisi ini, Bos. Tapi tekad ini… masih milikmu.

Benturan pertama terjadi begitu keras.

“Sekarang!” Marva rupanya sedang menunggu moment.

Kaela dan Red paham apa yang harus dilakukan. Sementara Marva menahan serangan Elrian bersamaan dengan Warrior lainnya.

Kaela menghilang dari tempatnya—[Shadow Step]—dan muncul di belakang Lyria. Namun tanker kedua sudah menunggu. Tebasan Kaela mental.

Red tidak tinggal diam. Dia menghantam tanah dengan palunya—[Acid Splash]—kabut asam menyebar, memecah formasi VOX.

"Bagus, Red!" teriak Marva.

Dia sendiri belum menggunakan skill api. Dia maju sebagai umpan, menahan serangan Elrian dan warrior pendamping. HP-nya turun drastis.

Tim Elrian tersenyum—tapi Red sudah berada di posisi tepat. Palunya mendarat tepat di kepala tanker—[Stun Hammer] aktif.

"Ini saatnya!"

Kaela menembus celah, twin blades-nya berkilat—[Dual Pierce]. Satu tanker tumbang.

"Heal!" teriak healer VOX. Cahaya hijau menyembuhkan tanker itu, meski tidak sepenuhnya pulih. Recovery of Hp, Recovery of Mp.

"Sial... healer dan mage mereka betul-betul mengganggu," gerutu Red.

"Hahaha! Tidak semudah itu mengalahkan kami!" Elria menghadang Marva.

Setiap serangan ERAREX dibalas dengan heal dan buff dari belakang. Mereka semakin terdesak. Dalam keputusasaan, Marva akhirnya menggunakan Leo.

[SWORD OF LEO: AKTIF]

"SKY... OF.... FIRE...!"

Marva langsung mengeluarkan skill terkuat nya....

“Jadi ini, kekuatan dari RING OF LEO. Salah satu dari ketiga belas Cincin Dewa,” gumam Julian sensei yang ternyata sangat serius memperhatikan mereka bertarung. “Menarik!”

Area pertarungan langsung dipenuhi bara api. Walaupun secara visual, serangan itu sangat dahsyat tapi karena debuff elemen air, damage-nya hanya 50%.

Tidak ingin menyia-yia kan kesempatan, Kaela langsung menyerang Healer Guild Vox. Satu jauh, kini lima lagi.

Elrian emosi, menyuruh 3 anggotanya menyerang Kaela secara bersamaan.

“Red! Lindungi Kaela!” teriak Marva.

“Aye, aye Bos,” Red mengikuti perintah.

Sementara pertarungan berfokus pada Kaela dan Red, Marva segera mengincar Sang Mage. Buffnya sangat menganggu, sehingga serangan Marva hanya berdampak 50% saja.

Tanker Vox menghantam Kaela. Red tersungkur. Tapi Marva terus maju dan Buuummmm.....

Mage dilumpuhkan.

Disisi lain, dengan sisa kekuatan yang ada. Kaela dan Red berhasil mengalahkan Warrior Vox. Tiga jauh, sisa tiga lagi, Elrian dan kedua tanker.

Julian sensei semakin serius memperhatikan pertarungan itu.

Marva bangkit. Walau badan nya sudah penuh luka. Dia harus menyingkirkan kedua tanker itu, sebelum fokus melawan Elrian.

Tepat saat menyerang, notifikasi sistem berbunyi:

[LEVEL UP, RING OF LEO LEVEL 3]

“Update New Skill : FLAME OF IMMUNITY”

“Hahahahaha, kau selalu bisa kuandalkan Leo” ucap Marva sambil menahan sakit.

Ditengah-tengah pertarungan Leo naik lv. dan membuka satu skill baru Flame of Immunity. Skill ini memberikan Imunitas pada Marva selama 1 menit, artinya semua Debuff tidak berlaku pada nya dan juga lawannya selama Skill Flame of Immunity ini aktif.

[COUNTDOWN START]

60 .....

59 .....

58 .....

57 .....

Satu demi satu, Tanker Vox tumbang—Leo sangat nyaman bertarungan dengan kemampuan penuhnya.

Tanker pertama langsung tumbang dengan sekali serang, skill Basic Strike of Fire.

26 .....

25 .....

24 .....

Tanker kedua juga tumbang dengan skill Lion’s Roar.

Saat waktu tinggal menyisakan beberapa detik saja. Marva yang sudah terbawa emosi melihat kedua temannya tergelatak lemah. Mengeluarkan semua kekuatan nya untuk menghabisi Elrian.

“Terimalah ini Bocah kaya SIALAN!!!!!"

"SKY... OF... FIRE...!!!!” teriak Marva.

4 .....

3 .....

2 .....

1 .....

[BERSAMBUNG]

1
Ara putri
bagus ceritanya
Rein Unknown: Terimakasih Kak sudah support dan mampir 😇😇😃😃
total 1 replies
Ara putri
Hay kak jika berkenan saling dukung yuk. Mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Rein Unknown: okok Kak, sudah mampir ya😇🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!