NovelToon NovelToon
PEMBASKET GANTENG DAN JANDA SEXY

PEMBASKET GANTENG DAN JANDA SEXY

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / One Night Stand
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nina Sani

Anela adalah janda muda beranak satu yang telah belajar bangkit setelah pernikahan pertamanya hancur karena pengkhianatan. Hidup mandirinya membawanya menjadi wanita dewasa yang kuat, anggun, dan memikat—dengan aura sensual alami yang membuatnya mudah menarik perhatian pria.

Rico adalah pembasket terkenal, tampan, kaya, dan dominan dalam cara yang tenang namun penuh karisma. Pertemuan mereka dimulai dari satu malam yang penuh ketegangan hasrat dan rasa penasaran yang sulit dijelaskan.

Apa yang awalnya hanya percikan gairah berubah menjadi hubungan yang semakin dalam—dipenuhi tarikan emosional, ketegangan hasrat, dan keinginan untuk memiliki satu sama lain di tengah dunia mereka yang berbeda. Namun cinta mereka harus menghadapi masa lalu, tekanan karir, dan kenyataan bahwa cinta panas tidak selalu mudah untuk dipertahankan.

Semakin mereka mendekat, semakin kuat pula rasa ingin memiliki… dan semakin berbahaya cinta yang mereka sembunyikan dari dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina Sani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SI BINTANG YANG TERLALU TERANG

Rico memang sudah lama hidup di bawah lampu sorot.

Namanya dikenal di Indonesian Basketball League, wajahnya sering muncul di berita olahraga, bahkan pernah wara-wiri di infotainment waktu hubungannya dengan artis itu ramai dibahas. Ke mana pun ia pergi, pasti ada yang bisik-bisik.

“Eh itu Rico kan?”

“Yang mantannya si itu loh…”

Ia sudah kebal.

Senyum ke kamera? Otomatis.

Foto bareng? Siap.

Ditanya soal gosip basi? Tinggal senyum setengah miring.

Itu sudah jadi bagian hidupnya.

Tapi Anela?

Perempuan itu malah sibuk minum es jeruk.

Tidak nanya jumlah poin.

Tidak kepo soal mantan artis.

Tidak menatapnya seperti trofi berjalan.

Ia bicara normal. Santai. Bahkan sempat nyindir dia pede banget.

Dan justru itu yang bikin Rico nggak bisa berhenti mikirin dia.

Di dekat Anela, ia bukan “Rico sang bintang”.

Ia cuma Rico.

Pria yang ketawa karena candaan receh.

Pria yang deg-degan waktu ciuman pertama di ruang tamu.

Pria yang sempat hampir telat latihan karena terlalu lama memandangi seorang perempuan tidur dengan damai.

Di sisi lain, Anela duduk di tepi ranjangnya sendiri, ponsel di tangan.

Sekarang ia tahu siapa Rico sebenarnya.

Foto-foto di arena.

Piala.

Sorotan kamera.

Ribuan komentar di media sosial.

Dunianya terang banget.

Sementara hidup Anela?

Bangun pagi. Siapin sarapan Ziyo. Kerja. Pulang. Ulang lagi.

Ia menatap cermin.

“Aku masuk nggak sih di dunianya dia?” gumamnya.

Semalam terasa nyata.

Hangat.

Intim.

Bukan cuma soal sentuhan yang bikin lututnya lemas lagi kalau diingat. Tapi juga soal cara Rico menatapnya seperti ia bukan sekadar cantik—tapi menarik.

Dan itu yang bikin berbahaya.

Karena pagi selalu datang bawa logika.

Apakah itu cuma momen panas yang kebetulan cocok?

Atau Rico memang mau sesuatu yang lebih?

Ia bahkan belum tahu bagaimana Rico kalau marah.

Apakah dia posesif?

Apakah dia tipe yang kalau capek jadi jutek?

Atau justru manja?

Dan yang paling bikin Anela mikir keras—

Apakah mungkin?

Seorang atlet nasional.

Figur publik.

Pria yang hidupnya selalu dilihat orang.

Dan dirinya?

Ibu tunggal.

Perempuan dengan masa lalu.

Dunia kecil yang isinya cuma kerjaan dan Ziyo.

Anela bukan tidak percaya diri.

Ia cuma realistis.

Hubungan bukan cuma soal kimia yang bikin napas berantakan.

Bukan cuma soal pesan “aku kepikiran kamu”.

Bukan cuma soal bagaimana tubuhnya masih mengingat sentuhan Rico dengan terlalu jelas.

Ini soal dua dunia dengan level cahaya berbeda.

Kalau ia melangkah lebih jauh, ia bukan cuma membawa hati.

Ia membawa Ziyo.

Ia membawa hidupnya yang selama ini ia jaga tetap stabil.

Tapi setiap kali ia ingat cara Rico berbicara padanya—tanpa merendahkan, tanpa sok jadi pahlawan, tanpa memperlakukan dia seperti fans—hatinya melembut sedikit.

Rico tidak mencoba pamer.

Ia mencoba mendekat.

Dan itu beda.

Anela menarik napas panjang.

“Kalau dia serius… dia harus siap turun dari panggung,” gumamnya pelan.

Karena ia tidak mau jadi sekadar rahasia manis di sela jadwal latihan dan wawancara.

Ia tidak mau cuma jadi cerita panas yang dikenang saat sepi.

Ia ingin tahu satu hal sederhana—

Apakah Rico sanggup mematikan lampu sorotnya sejenak…

Dan berjalan di dunia yang lebih tenang bersamanya?

Karena kalau iya—

Mungkin kali ini, ia tidak akan lari.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!