NovelToon NovelToon
A Killer Reborn

A Killer Reborn

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Elizabeth Valerie, seorang pembunuh bayaran yang terkenal kejam dan dingin, mati diracun oleh orang-orang kepercayaannya. Namun, kematian bukanlah akhir baginya. Alih-alih pergi ke alam baka, jiwanya justru terjebak di tubuh seorang gadis miskin yang mati dengan mengenaskan.

Bersama ingatan dan rasa sakit milik Elijah, Elizabeth bertekad bahwa ia harus membalaskan dendam gadis itu jika ingin pergi dengan damai. Elizabeth pun menjalani kehidupan keduanya yang sulit dan miskin demi membalaskan dendam sang gadis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKR 04 — Pelajaran Berharga

⚠️ TRIGGER WARNING ⚠️

Bab ini mengandung adegan kekerasan dan syeksyual yang mungkin tidak akan nyaman bagi sebagian pembaca. Mohon bijak saat membaca. 

***

“Sedang apa kau di sana?”

Suaranya terdengar santai, sedikit serak, seolah ia baru saja bangun tidur. Nada suara itu terdengar ringan dan tanpa beban, namun menjadi sebuah kontras menyebalkan dengan jantung Elizabeth yang tiba-tiba berdetak keras.

Elizabeth menoleh. Ia melihat seorang pria melangkah keluar hanya dengan handuk yang melilit pinggangnya. Rambutnya masih basah, tetesan airnya bahkan meluncur pelan dari pelipis ke leher, lalu menyusuri dada telanjangnya.

“Jean Raine,” lirih Elizabeth, langsung mengenali wajah itu. Wajah yang terlihat jelas dalam kilas ingatan milik Elijah. 

Untuk sepersekian detik, tubuh Elizabeth membeku, bukan karena takut. Melainkan karena tubuh Elijah bereaksi saat ia melihat pria itu berdiri di depannya.

Otot-ototnya menegang tanpa perintah. Telapak tangannya mendadak dingin. Napasnya tercekat, seolah paru-parunya lupa cara bagaimana bekerja. Detak jantungnya menggila, memukul tulang rusuk dari dalam. Sebuah sinyal primitif berteriak di setiap sel dalam tubuhnya, menandakan bahaya.

Jean memiringkan kepala, menatapnya dari atas ke bawah dengan senyum miring yang membuat perut Elizabeth terasa mual. Tatapan itu tidak sekedar melihat. Tatapan itu terlihat menilai, mengukur, serta menelanjangi lekuk tubuh Elijah dengan berani, persis seperti seorang pemburu yang sedang mempertimbangkan mangsanya.

“Kenapa kau tegang seperti itu? Apakah kau merindukan sentuhanku?” tanyanya dengan sensual.

Ia melangkah mendekat dengan santai, seolah ruangan itu sepenuhnya miliknya dan Elizabeth tak lebih dari benda mati. Setiap langkahnya terasa seperti ancaman, membuat udara di kamar perlahan menekan dada Elizabeth. Ruangan itu mendadak terasa sempit, pengap, menyesakkan.

Ingatan Elijah menyeruak tanpa diundang. Bukan ingatan yang jelas, hanya serpihan sensasi kecil seperti punggung yang membentur dinding, pergelangan tangan dicengkeram terlalu keras, suara tawa laki-laki, dan rasa tak berdaya yang memuakkan.

Napas Elizabeth bergetar. Lalu perlahan berhenti, ada sesuatu di dalam dirinya yang bergeser. Ketakutan itu menguap, digantikan kegelapan yang jauh lebih dingin, tajam dan mematikan. 

Hasrat Elizabeth untuk membunuh muncul begitu saja, diiringi dendam dan perasaan jijik terutama saat jari pria itu mulai menyusuri wajahnya. 

“Kenapa kau selalu terlihat menggoda? Huh? Apa kau sengaja melakukannya? Untuk menggodaku?” ucap Jean, lalu mencengkram pipi Elijah dengan satu tangannya.

Hasrat untuk membunuh pria di depannya itu muncul begitu saja, seperti napas. Jika ia mau, ia bisa mematahkan leher pria ini sekarang juga. Satu gerakan cepat, satu suara retakan, dan semuanya selesai. Namun, Elizabeth menggeleng kuat, ia berpikir bahwa kematian terasa seperti hukuman yang terlalu sederhana untuk orang seperti Jean.

Jean berhenti tepat di depannya, jarak mereka terlalu dekat. Napasnya yang berbau alkohol menyentuh wajah Elizabeth dan langsung membuatnya merasa jijik. 

“Kau juga memiliki rasa yang manis, membuatku tak sabar untuk mencicipi bibir ranum ini,” bisiknya pelan. Ia menyentuh bibir Elijah dan hendak menciumnya, namun Elizabeth langsung memalingkan wajah. 

Jean menggeram kesal. “Kau mau mencoba jual mahal denganku, ya? Turuti kemauanku jika kau tidak mau aku siksa lagi seperti terakhir kali,” katanya dengan nada mengancam.

Mendengar itu, Elizabeth mengepalkan tangannya kuat-kuat, menahan hasrat untuk membunuhnya sekuat mungkin. Ia menatap Jean tajam. 

Namun, alih-alih takut, Jean justru tersenyum miring. Ia kembali mendekat dan mencengkeram bahu Elijah dengan kuat. “Kau mulai berani dan sok jual mahal ternyata. Ayo, berbaring, akan aku tunjukkan posisimu yang sebenarnya.” 

Elizabeth benar-benar ingin menghancurkan tenggorokannya saat itu juga, tapi ia tetap menahan diri. Ia tidak bisa membunuh pria di depannya begitu mudah. Setidaknya, Jean harus merasakan penderitaan dan rasa sakit yang dialami Elijah saat masih hidup. 

Karena Elizabeth memiliki prinsip, orang-orang menjijikan seperti Jean harus merasakan kehilangan sesuatu yang lebih menyakitkan dari sekadar nyawa.

Sebelum jari Jean sempat menyentuh kulitnya, Elizabeth bergerak dengan cepat, tepat dan tanpa aba-aba. Tinju kerasnya menghantam titik paling rentan di tubuh pria itu.

Jean membeku. Wajahnya seketika menjadi pucat pasi sebelum jeritan melengking memecah ruangan. Tubuhnya menegang, lalu jatuh berlutut sambil mencengkeram dirinya sendiri. 

Napasnya tersengal, suara jeritannya pecah oleh rasa sakit yang datang terlalu tiba-tiba. Ia mulai meraung dan berguling-guling kesakitan di lantai. 

Sementara Elizabeth berdiri tenang di depannya, seolah tak terjadi apa-apa. Wajahnya datar dengan tatapan kosong, dingin seperti permukaan danau beku.

Langkah kaki tergesa-gesa terdengar dari luar. Lalu, seseorang langsung masuk begitu saja. 

“Apa yang terjadi?!” pekik kepala pelayan masuk dengan panik.

Dalam sekejap, Elizabeth menunduk, memasang wajah cemas yang rapuh. Suaranya lembut ketika menjawab, 

“Maafkan kecerobohan saya. Tuan muda terpeleset saat keluar kamar mandi. Sepertinya sesuatu yang keras menghantam bagian vitalnya.”

Jean terlalu kesakitan untuk membantah. Ia hanya mengerang lemah di lantai sambil menatap Elijah yang berdiri di sana seperti orang yang tak bersalah.

Para pelayan laki-laki kemudian dipanggil untuk membawa Jean ke rumah sakit sesegera mungkin. Dalam diamnya, Elizabeth menyaksikan pria itu diletakkan di atas tandu dengan wajah kesakitan.

Elizabeth hanya berdiri di sudut, mengamati semuanya dengan tenang. “Setidaknya, pelajaran dariku bisa membuatmu berhenti melecehkan perempuan-perempuan tak bersalah,” gumamnya senang.

Saat Jean diangkat dan dibawa keluar, mata mereka sempat bertemu. Elizabeth mengedipkan sebelah mata dan menyunggingkan senyum tipis.

“Semoga lekas sembuh, Tuan,” gumamnya lembut. 

*** 

Menjelang sore, langit berubah jingga kusam ketika Elizabeth berjalan menuju gerbang belakang. Angin sore itu membawa debu dan daun-daun kering yang berdesir pelan di tanah.

Penjaga tua sudah berdiri di sana, seolah memang menunggunya sejak tadi. 

Elizabeth mendekat dengan waspada, menjaga jarak. Namun tanpa aba-aba, pria itu tiba-tiba meraih tubuhnya dan memeluknya erat.

Sentuhan mendadak itu membuat seluruh tubuhnya kaku. Tanpa berpikir panjang, Elizabeth langsung mendorong pria tua itu sekuat tenaga.

Sang pria penjaga itu langsung terhuyung ke belakang dan jatuh terduduk di tanah.

“Jangan sentuh aku!” bentaknya tajam.

Dadanya naik turun, tangannya gemetar bukan karena lemah, melainkan karena marah. Ia muak sambil berpikir keras, ada berapa banyak tangan yang sudah berani menjamah tubuh Elijah? 

Elizabeth benar-benar sudah muak dengan tangan-tangan asing yang merasa berhak menyentuh tubuh Elijah. Muak dengan tatapan menjijikkan yang memperlakukannya seperti benda. Muak dengan dunia yang selalu menganggap tubuh perempuan muda sebagai sesuatu yang bisa diambil sesuka hati dan diperlakukan seenaknya.

Perlahan, tatapannya mengeras. Jika mereka mengira Elijah masih gadis lemah yang bisa didorong ke sudut, mereka salah besar. Karena sekarang yang berdiri di sana bukan lagi Elijah, yang akan tetap diam membiarkan tangan-tangan kotor itu kembali menyentuhnya. 

Kemudian, Elizabeth mengambil sekop yang biasa digunakan untuk menggali tanah, mengangkatnya tinggi tepat di hadapan pria itu, Lalu …

Bug! Bug! Bug! 

Kedua tangan pria itu memerah hingga mengeluarkan darah., pria tua itu mengerang kesakitan. Belum selesai sampai situ, Elizabeth menendang wajahnya hingga pria penjaga itu pingsan dengan hidung yang mengeluarkan darah segar. 

“Ini pelajaran berharga untuk pria tua bangka yang menjijikkan sepertimu!” kata Elizabeth dengan rasa jijik yang bercampur muak.

Sebelum pergi, ia sempat menginjak jari-jari pria itu dengan kakinya sendiri. “Aku pastikan, tangan kotormu ini tak akan kau bisa gunakan lagi untuk menjamah tubuh wanita manapun.” 

1
awesome moment
mesti mengumpulkan ingatan utk merangkai cerita meski cm sekedar baca
Night Watcher
mood ku mulai hilang tor, karna terlalu lama teka teki sulivan.
kalo bab berikutnya masih gak terungkap, kyknya mending gak lanjut deh..😇
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
mulai curiga.
awesome moment
smg eliz ttp tersamar dlm tubuh elijah
awesome moment
d yg jd stalker eliz
awesome moment
eliz sdg bermain. spt mrk mempermainkan elijah dlu. melecehkan elijah. merekam dan menjual. bahkan dajjalpun spt.nya hrs berguru ke mrk soal kekejian
awesome moment
good. kehadiran eliz jd bukti kesakitan yg slama n elijah derita
awesome moment
bikin perkara n manusia buzuk 1
awesome moment
smg eli tdk dihalangi
awesome moment
😄😄😄mrk butuh disiksa, eli
Night Watcher
sayangnya elij gak bisa menyamarkan sikapnya agar gak menimbulkan kecurigaan, utk memuluskan langkah selanjutnya.
awesome moment
👍👍👍cerdik
awesome moment
duh...kasihan bgts ternyata elijah..
awesome moment
duh...smg elijah bukan sasaran pelecehan berkali2
Night Watcher
sudah saatnya ikutan sukreb..👌
Night Watcher
hingga bab ini, alurnya bagus & penyajiannya simpel dan asyik diikuti.👌💪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ada, Elijah buktinya 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Fisik nya sama tapi roh nya beda 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sekarang sudah berubah 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
dan sekarang akan balas dendam 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!