NovelToon NovelToon
TOXIC REALESENSIF - Lingkungan Yang Buruk

TOXIC REALESENSIF - Lingkungan Yang Buruk

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Dendam Kesumat / Bapak rumah tangga
Popularitas:967
Nilai: 5
Nama Author: Coretan Hitam.Id

Semua akan hadir jika kita sedang memiliki harta benda, Rumah yang mewah , harta dimana mana, semua akan di anggap KELUARGA jika kita punya segalanya, Tapi coba lihat jika kita sedang tidak punya apa apa, jangankan di anggap keluarga di tanya kabar pun tidak akan pernah, Uang yang berbicara, uang yang membuat lingkungan keluarga menjadi Cemara dalam cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Hitam.Id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Licik

Pak Warto sudah sampai tujuan, Ia sengaja tidak mengabari adiknya itu, karena setiap di tanya kapan akan aplusan. Badrun selalu bilang " Jangan dulu berangkat Bang", Badrun selalu menahan nya , padahal Waktu Aplus sudah tiba.

Pak Warto baru saja turun dari angkutan Umun tepat di sebrang jalan terlihat Kantin yang sedang ramai pembeli, dan Badrun dan juga istrinya kelimpungan melayaninya, Segera lah dia berlari menyebrang jalanan yang mulai sepi oleh kendaraan, Niatnya untuk membantu agar Badrun tidak kelimpungan oleh pembeli.

"mau beli apa Mas ?" tanya nya kepada salah satu pembeli, " teh anget sama Goreng pisang nya Pak" ucap si pembeli lalu duduk di kursi kayu panjang di depan Kantin.

dengan sigap pak Warto langsung buatkan teh hangatnya, dan juga mengamil pisang goreng, menyadari ke hadiran sang abang kandung di sampingnya, sontak Badrun terlihag terkejut, " eh abang, kapan kesininya ?" tanyanya terlihat panik dan kaget, tidak kalah kagetnya dengan Istrinya yang melotot menyelidik Pak Badrun yang sibuk melayani pembeli.

Badrun melihat istrinya, mereka saling pandang , pandangan mereka melemparkan kode, sambil terus menyelidik Pak Warto yang sedang menawarkan makanan ke pembeli.

Kantin sudah mulai lenggang , Semua sudah kembali bekerja di dalam ruangan mereka, kini tersisa Badrun dan Bi inah serta Pak Warto yang sunyi tapi ramai di dalam fikiran masing masingnya.

dengan perlahan dan pertanyaan yang pelan pak Warto membuka keheningan, " Jadi gimana, apa boleh aku dagang lagi ?" tanyanya pelan, sambil menyuruput Kopi hitam di hadapan nya.

" maaf bang, aku masih butuh banyak biaya hidup, aku ingin menyekolahkan anakku ke pendidikan yang lebih tinggi" tuturnya pelan. pak Warto menghela Napas berat, " aku pun sama, aku juga butuh untuk biaya hidup keluargaku, bukan berarti karena anakku tidak sekolah, aku tidak bekerja kan ?"timbal Pak Warto.

" apa kau tidak ingat, dulu kau tidak mau menjalankan kantin ini karena sepi, pendapatan kurang , jadi kau cari aku. sekarang kantin sudah jalan, Kau malah ngotot untuk tidak mau di aplus oleh ku ", Jelas Pak Warto, Dada Badrun turun naik mendengar tuturan dari Sang kakak, Dia berdiri sambil mengebrak meja, Matanya melotot menatap kepada Pak Warto." mau ungkit ungkitan kau bang?, memang ini di jalankan oleh abang, tapi asalkan abang tau ya, Yang punya kantin menyuruhku kembali menjalankan kantin ini sendiri bang, mereka gak seneng kalo abang yang menjalankan, karena abang bisa renov rumah dan belikan ponsel untuk Lesi itu dari hasil inikan, lebih tepatnya, abang gak bagi rata sama yang punya kan bang ?, abang itu licik, gak tau terimakasih ", Ucapnya dengan lantang dan kesadaran penuh, tidak cuma itu Badrun sambil menunjuk nunjuk Abang Kandungnya yang mentapnya tidak percaya.

" bisa bisanya kau menuduh abang seperti itu, itu uang abang bawa ke pemilik kantin, dan dia sendiri yang ngasih ke abang Drun, Kamu bilang abang Licik ?, Lebih licik mana kamu sama abang , Hah ?" Tutur Pak Warto sambil matanya berkaca kaca , dan membalikan badan nya lalu pergi meninggalkan Kantin yang dulu dia susah payah menjalankan Kantin ini, Air mata yang tidak pernah ia keluarkan tidak sengaja menetes , jatuh ke tanah yang sedang ia pijak.

hatinya kecewa dengan apa yang di tuturkan oleh Adik bungsu nya , Adik laki laki yang kini tingal satu satunya.

Pak Warto pulang dengan tangan kosong dan harapan yang hampa, Tempat usaha yang sudah di kuasa oleh sang adik, Apa yang akan di katakan kepada istri dan anaknya, apa reaksi mereka nanti jika sudah tidak punya tempat mencari nafkah lagi, Apa yang akan mereka makan jika tidak berdagang di kantin, Pekerjaan di kampung sudah tidak ada.

1
Lanaiq
relate banget nih sama kehidupan nyata
Coretan Hitam.Id: iya emang ini ngambil dari kisah nyata , yang pernah aku dengar ☺
total 1 replies
Dilo
sekalian toh😭
Coretan Hitam.Id: kit ati sih kalo iya huhu
total 1 replies
Dilo
yaelah dibeliin pecel lele doang bangga😔
Coretan Hitam.Id: berasa sang ratu kali 🤣🤣
total 1 replies
Dilo
yaampun...😭
Lilyyanaa
ga yakin sih…
Lilyyanaa
ah pilih kasihhh
Lilyyanaa
alhamdulillah..
Lilyyanaa
ngedip bntr uda 3bln aja
Coretan Hitam.Id: wkwkwk 🤣🤣
total 1 replies
Lilyyanaa
halo kak aku mampirr😍😍😍
Coretan Hitam.Id: Wahh makasihh 😍😍
total 1 replies
gempi
g
Chici👑👑
udah like,favorite, komen
Coretan Hitam.Id: Wah terimakasih kaka 😍👍
total 1 replies
Chici👑👑
Mampir nih kak..mampir juga yuk kak di novel ku judulnya GADIS POLOS UNTUK DOKTER KULKAS
Coretan Hitam.Id
Terimakasih sudah membaca, jangab lupa tinggalkan jejak ☺👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!