NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Konflik etika
Popularitas:80.1k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Kirana duduk di tepi ranjang sejak beberapa menit lalu setelah selesai makan malam. Ia sendiri tak tahu. Waktu seperti berhenti ketika matanya terus kembali pada selembar kertas kecil di tangannya. Struk belanja.

Kertas itu telah lecek karena terlalu sering diremas, lalu dirapikan lagi. Ia membacanya berulang-ulang, seperti orang bodoh yang berharap angka bisa berubah hanya karena ditatap lebih lama.

Nama toko itu terlalu jelas. Tanggal pembelian terlalu dekat. Dan harga tas itu terlalu besar untuk sekadar “tidak sengaja”.

Kirana menelan ludah. Dadanya terasa sesak, bukan karena sakit, tetapi karena ada sesuatu yang mulai berdenyut di kepalanya. Sebuah pertanyaan yang belum berani ia ucapkan.

Langkah kaki terdengar dari luar. Pintu kamar terbuka perlahan. Rafka masuk dengan langkah ragu, seolah tubuhnya sendiri menolak mendekat.

Tadi, Kirana mengatakan ingin membicarakan sesuatu. Dia yakin pembicaraan kali ini serius. Pemandangan Kirana yang duduk di tepi tempat tidur membuat napas Rafka tertahan.

Padahal Kirana tidak melakukan apa-apa. Ia hanya duduk. Diam. Punggungnya tegak, wajahnya kosong. Tangannya menggenggam sesuatu.

“Sayang,” panggil Rafka pelan, nyaris berbisik.

Kirana menoleh. Tidak ada air mata atau wajah memerah karena marah.

Justru ketenangan itulah yang membuat jantung Rafka berdegup tidak karuan. Ia lebih takut pada istri yang diam daripada istri yang berteriak.

“Mas,” suara Kirana terdengar tenang, terlalu terkontrol untuk disebut wajar. “Ini apa?”

Tangan Kirana terangkat. Struk itu terbuka di udara, kecil, tetapi terasa seperti palu godam.

Dunia Rafka runtuh dalam satu detik. Darahnya seolah mengalir turun ke telapak kaki. Kepalanya berdengung, dipenuhi suara-suara yang saling bertabrakan. Ia mencoba berpikir, tetapi pikirannya kosong. Tidak ada skenario yang aman. Tidak ada kebohongan yang terasa cukup rapi.

“Itu ....” Rafka berdeham, tenggorokannya kering. “Itu bukan punyaku.”

Kirana mengerjap sekali. “Lalu punya siapa?” tanyanya pelan.

Satu kalimat itu membuat Rafka panik. Ia tahu, jika ia berhenti terlalu lama, semuanya akan hancur.

“Punya bos,” jawab Rafka cepat, nyaris tanpa jeda. “Bos nitip. Dia beli tas buat istrinya. Mungkin, lupa dibuang.”

Kirana menatapnya. Lama. Terlalu lama. Tatapan itu bukan tatapan perempuan bodoh yang langsung menelan alasan. Itu tatapan seseorang yang sedang menimbang, antara percaya atau berpura-pura percaya.

“Bos yang mana?” tanya Kirana akhirnya.

Rafka menarik napas pendek. “Pemilik pabrik,” jawabnya. “Yang sering ke kantor.”

Kirana mengangguk pelan.

“Oh.”

Hanya satu suku kata itu yang keluar dari bibirnya.

Rafka menunggu. Menunggu ledakan. Menunggu tudingan. Menunggu Kirana menyebut nama perempuan lain, menanyakan tas apa, warna apa, merek apa.

Namun, tidak ada apa-apa. Keheningan justru semakin mencekik.

“Aku percaya sama kamh, Mas,” ucap Kirana lirih setelah beberapa detik yang terasa seperti hukuman. “Cuma, harganya besar sekali.”

Kalimat itu jatuh perlahan, lembut, tetapi menghantam lebih keras daripada teriakan.

Rafka mengangguk cepat. “Iya, nanya juga Bos, pastinya orang kaya.”

Kirana melipat struk itu kembali dengan rapi. Gerakannya pelan, terkendali. Ia meletakkannya di atas meja, seperti sedang menaruh sesuatu yang rapuh atau sesuatu yang tidak ingin ia lihat lagi.

“Baiklah,” katanya. “Aku mau gosok gigi dulu.”

Kirana berdiri. Langkahnya biasa saja. Tidak tergesa. Tidak limbung. Tidak menunjukkan apa pun. Seolah percakapan barusan hanyalah obrolan kecil yang tidak berarti.

Namun, saat Kirana berjalan melewati Rafka, pria itu bisa merasakan jarak yang tiba-tiba terbentuk di antara mereka. Tipis, tak terlihat, tetapi terasa.

Rafka berdiri terpaku di kamar. Ia tahu kebohongan itu tidak sepenuhnya berhasil.

Kirana mungkin tidak berteriak. Tidak menangis. Tidak memaksa pengakuan. Namun, diamnya adalah awal dari sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari keraguan.

Ketika seorang istri mulai meragukan suaminya, tidak ada kebohongan yang benar-benar aman lagi.

Sementara itu, di tempat lain Kinanti tersenyum di depan cermin. Dia tidak tahu bahwa satu struk kecil telah membuka pintu menuju kehancuran yang ia inginkan.

Tas mahal itu kini tergantung manis di lemari. Namun kepuasan itu cepat pudar. Yang ia inginkan bukan sekadar barang. Ia menginginkan kepastian. Pengakuan. Kepemilikan.

Rafka.

Pikiran Kinanti sibuk. “Kalau aku terus seperti ini,” gumamnya dalam hati, “aku akan selalu jadi pilihan kedua.”

Kinnati menatap Ara. Ide itu datang perlahan, licin, dan terasa masuk akal. Ara adalah kunci.

“Ara,” panggil Kinanti lembut.

“Iya, Ma?”

“Kamu kangen Om Rafka?”

Ara tersenyum. “Kangen. Om Rafka suka beliin aku es krim.”

Kinanti tersenyum juga. “Kalau gitu, besok ikut Mama ke rumah Tante Kirana, ya?”

“Asyik!” Ara mengangguk antusias.

Kinanti tahu, Rafka tidak akan menolak kehadiran Ara. Pria itu terlalu baik. Terlalu mudah tersentuh oleh kepolosan anak-anak. Lalu, Kinanti akan selalu ada di sana dekat dengan kekasih rahasianya.

“Pasti acara menginap kali ini akan berbeda,” batin Kinanti.

1
Ila Latifah
emak kirana juga aneh sih. apakah kirana anak tiri?
Ma Em
Semangat Kirana semoga usaha Kirana makin sukses , Kirana dan Gita selalu bahagia .
Naufal Affiq
lanjut kak
Dew666
💎🍭
Rahma Inayah
betapa egois nya bu Maya SDH jls2 Kinanti yg slah merusak.rumh tangga adiknya tp ttp aja Kirana yg di benci padhl satu rahim bukan ank tiri or angkat tp kasih syg kentara berbeda
tutiana
semangat kirana 💪🏻💪🏻💪🏻
tutiana
nah,,, karmanya enak to kinanti, selamat menikmati
Asyatun 1
lanjut
tutiana
ya ampun Thor pengen ngaplok mulutnya kinanti deh
Nanik Arifin
marahmu salah alamat, Maya... hrsnya yg kau usir, kau buang dr keluarga itu Kinanti, bukan Kinara. yg mencoreng nama keluarga, yg jd pelakor itu Kinanti. semua hancur Krn ulah Kinanti. mengapa org lain yg dituding & Kinanti ttp disayang". anda waras ?? kalian emg keluarga problematik
🌸Santi Suki🌸: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Tri Lestari Endah
semangat kirana 💪
semoga kirana mendapat kebahagian kembali dgn pasangan hidup yg baru 😍 🙏
🌸Santi Suki🌸: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Ita rahmawati
aku bner² curiga nih kalo si kirana bukan anaknya mereka,,tp ya emang ada juga sih ortu yg kyk gtu sm anak kandungnya sekalipun,,pilih kasih dlm segala hal kepada sesama anaknya 🤦‍♀️
🌸Santi Suki🌸: 😁😁😁🤭🤭🤭
total 1 replies
Mawar
sabar kirana pasti dibalik cobaan ini pasti akan ada hikmahnya.
🌸Santi Suki🌸: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Noor hidayati
orang tua yang sangat aneh mereka,lebih mementingkan kinanti,biarkan saja kirana,suatu saat kedua orang tuamu pasti membutuhkanmu,karena kinanti ga bakalan mau mengurusi mereka kalau sudah jompo
🌸Santi Suki🌸: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
Mawar
kok ada ya org tua kek gitu, kasihan x nasibmu kirana padahal km gk salah apa2.
🌸Santi Suki🌸: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
tutiana
harus sabaaaarrrrrrrr ngikutin kisah kirana ini
🌸Santi Suki🌸: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
ada ya ortu model bgitu, siapa yg salah siapa pula yg kena getah'y, sabar ya kir semoga kmu mndapatkn kebahagiaan dimasa depanmu
🌸Santi Suki🌸: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Sugiharti Rusli
semoga kamu dan Gita terus maju lha Ki menatap masa depan dengan segala keterbatasan yang ada dengan sikap optimis dan tidak lagi menengok ke belakang,,,
🌸Santi Suki🌸: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Sugiharti Rusli
dan Kirana sepertinya dia sudah 'dibuang' keluarganya karena dianggap telah membuat anak kesayangan mereka terpuruk,,,
🌸Santi Suki🌸: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
Sugiharti Rusli
sepertinya Gita masih sangat terluka akibat perbuatan sang papa kepadanya yang dulu tidak pernah menepati janji dan malah memprioritaskan Ara sepupunya sendiri, bagi Gita itu sangat melukai hatinya,,,
🌸Santi Suki🌸: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!