seorang wanita kejam yang baru saja menyelesaikan tugasnya, tiba-tiba saja mengalami kecelakaan di jalan.
dia menatap kearah langit yang gelap disertai dengan gerimis yang mulai turun,bibirnya tersenyum dingin karna merasa semua ini seperti mimpi.
" ini lah akhir seorang wanita berdarah dingin,,bahkan aku tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu harus berakhir seperti ini " gumamnya,dia menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya.
nafasnya mulai tersengal-sengal,tapi wanita itu tetap menampilkan senyuman dinginnya.
" jika ada kehidupan kedua ,aku ingin merasakan kasih sayang seorang ibu,,itu saja yang aku harapkan " setelah mengatakan itu,wanita cantik yang terkenal haus darah akhirnya mengembuskan napas terakhir.
dan hujan deras turun melanda kota itu,disertai angin yang berhembus kencang.
bagaimana dengan kisah selanjutnya??
apakah keinginan nya di dengar oleh tuhan??
yuk baca cerita nya disini,,,jangan lupa like,komen, ya terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Draft
3 tahun kemudian
di perbatasan,terlihat banyak sekali mayat-mayat yang tergeletak dan membusuk, sedangkan di arah timur, sekolompok prajurit yang baru merayakan kemenangan mereka bersorak gembira di dekat tenda.
Dan seorang gadis cantik juga terlihat menawan sedang duduk di atas kuda nya,gadis itu mengangkat sudut bibirnya saat melihat bagaimana para prajurit nya sangat antusias merayakan kemenangan mereka.
" hidup yang mulia ratu Aluna "
" hiduppppppppppp "
" hidup kerajaan Theo "
" hiduppppppppppp"
" hidup yang mulia ratu Aluna "
" hiduppppppppppp"
suara teriakan dan tangisan bahagia terdengar di Padang tandus itu,mereka tidak menyangka peperangan ini akan di menangkan oleh Ratu mereka Aluna yang memimpin perang selama 3 tahun ini.
Ya ternyata gadis kecil yang Dulunya berusia 8 tahun sekarang sudah berusia 11 tahun,Aluna terlihat lebih tinggi dan sedikit berotot,hanya saja kulitnya yang dulunya putih sudah terlihat coklat akibat paparan sinar matahari.
" ternyata sudah 3 tahun aku berada di perbatasan,aku tidak menyangka aku bisa mencapai di titik ini " batin Aluna yang terlihat sedang tersenyum pada semua prajurit nya.
Leo yang melihat Aluna tersenyum berjalan mendekati nya,dia menunduk dan menyatukan kedua tangannya.
" selamat atas kemenangan kita yang mulia,tanpa anda pimpin di Medan perang kemungkinan kecil kami semua tidak akan sampai di titik ini " Leo terlihat merendah di depan Aluna.
Mendengar itu Aluna mengangkat tangan nya,dan itu membuat semua para prajurit terdiam dan menatap Aluna dengan heran.
" sudah cukup,,waktu nya kita pergi ke kerajaan tetangga,,hari ini aku akan menduduki singgasana kerajaan ini !! " ucapnya dengan suara lantang.
Mereka semua terkejut,bukankah Aluna sudah menjadi Ratu di kerajaan Theo ? Lalu kenapa dia ingin menduduki singgasana fikir mereka semua.
" yang mulia maafkan kelancangan hamba,,tapi bukankah anda sudah menjadi Ratu di kerajaan kita ? Apa anda akan menjadi Ratu juga di kerajaan tetangga ? " tanya Leo yang di angguki mereka semua.
Aluna menyimpan pedang nya di pinggang nya,lalu dia tersenyum menyeringai pada mereka semua.
" tentu saja aku ingin kerajaan yang lain mengenal ku dan mendengar nama ku dimana-mana jadi untuk itu aku ingin kerajaan ini dibawah kendali ku " seringainya yang membuat mereka semua merinding melihat seringai Ratu mereka.
" Leo pergilah sampai kan pesan ku pada para pejabat di kerajaan tetangga,,aku ingin mereka menyambut kedatangan ku dan juga aku ingin mereka merayakan kemenangan ku !! " perintah Aluna pada Leo sekarang Leo adalah tangan kanan nya yang dapat Aluna percayai.
"baik yang mulia Ratu" ucap Leo dengan serius,dan dia menaiki kuda dan pergi menuju istana Julian.
melihat kepergian Leo,Aluna menatap para prajurit nya yang terlihat semakin kurus,dia turun dari kuda dan menatap salah satu prajurit yang dekat dengan Leo.
" Jek datanglah bentar lagi kedalam tenda ku " ucap Aluna dan pergi memasuki tenda nya.
" baik yang mulia" ucap Jek meski dia merasa penasaran kenapa Aluna memanggil nya dia hanya diam saja.
Sedangkan Aluna yang sudah berada di dalam tenda,dia memasuki ruang penyimpanan nya dan melihat semua persediaan makanannya..
" ternyata selama aku mengambil beberapa barang dari dalam ruang penyimpanan ku,akan ada lagi gantinya,,ini sangat luar biasa " ucapnya dengan mata berbinar.
" sebaiknya aku mengeluarkan banyak makanan agar semua para prajurit ku makan dengan kenyang dan seperti nya mereka semua belum pernah makan daging " gumam Aluna.
setelah puas melihat didalam ruang nya,Aluna keluar dari sana dan dia mengeluarkan banyak makan mentah dan makanan siap saji.
Melihat semuanya sudah menggunung di dalam tenda nya,Aluna tersenyum puas dan duduk di atas ranjang nya.
" yang mulia Jek ingin bertemu dengan yang mulia" beritahu salah satu prajurit yang berjaga di depan tenda Aluna.
" suruh dia masuk" perintah Aluna yang di jawab oleh prajurit nya, sedangkan JEK yang sudah di perbolehkan masuk berjalan dengan menunduk.
" salam yang mulia ratu " ucap Jek yang diangguki oleh Aluna.
" duduklah ada yang ingin aku sampaikan padamu " Aluna kemudian duduk tegak setelah melihat Jek duduk dengan menatap nya.
Tapi pandangan Jek mengarah pada makanan mentah dan makanan siap saji yang ada di samping Aluna,, matanya terbelalak.
" itu yang mulia,,,kenapa ada banyak makanan disini ? " tanya Jek tidak sadar,tapi setelah dia menoleh kearah Aluna,dia melihat wajah Aluna yang datar.
" yang mulia maafkan saya,,saya hanya reflek saja " ujar jek.dia memukul mulutnya karna terlalu lancang.
Aluna hanya berdehem,lalu dia berdiri dan menatap semua makanan yang ada di samping nya.
" aku memanggilmu kemari karna aku ingin merayakan atas kemenangan kita,,juga aku ingin kalian makan enak hari ini,,,dan aku memberi mu tugas untuk membagikan semua makan ini,,dan ada daging juga kalian boleh membakar nya sesuai selera kalian masing-masing" ucap Aluna yang membuat Jek terkejut.
Makan enak ? Makan daging ? Dia benar-benar tidak menyangka Aluna ternyata masih perduli pada prajurit nya.
" kamu tidak usah terkejut begitu,itu semua aku lakukan karna selama 3 tahun ini kalian semua sudah bekerja keras,,yasudah bagikan makanan nya dulu,,ajak kawan mu yang lain agar mereka membantu mu,,aku ingin istirahat sebentar" setelah mengatakan itu Aluna menaiki ranjangnya dan berbaring miring membelakangi Jek.
Jek yang masih terpaku segera tersadar saat melihat Aluna sudah berbaring, tangan nya mengepal karna merasa sangat senang hari ini mereka makan enak dan ada daging juga.
" yang mulia sangat royal pada prajurit nya,,dan aku semakin mengangumi nya " batin Jek dengan tersenyum dan mengangguk, karna tidak ingin Jek menganggu tidur Aluna,dia berjalan dengan hati-hati keluar dari dalam tenda.
*************
sedangkan di kerajaan Julian,di istana terlihat putra pungut Julian sedang duduk di atas singgasana nya dengan wajah angkuhnya,dia menatap para pejabat yang sedang berlutut di hadapan nya.
" jadi kalian belum juga memberikan putri kalian padaku ? Apa kalian tidak tau ayahanda sudah bilang aku yang akan menduduki singgasana ini setelah peperangan selesai!! " sinis nya dengan suara dinginnya.
Salah satu pejabat yang merasa tidak suka dengan putra pungut Julian yang bernama Romeo. akhirnya berdiri dan dia menatap Romeo dengan tersenyum remeh..
" putra mahkota!!! Jika yang mulia kaisar memang ingin mewariskan tahta nya pada yang mulia setelah peperangan, berarti yang mulia melanggar peraturan istana karna yang mulia kaisar belum kembali dari peperangan!!! dan anda juga belum di nobatkan sebagai pewaris tahta !!! " ucap seorang perdana menteri dengan lantang nya.
Para pejabat yang mendengar itu melotot,mereka merasa perdana menteri sangat bodoh karna berani melawan Romeo yang terkenal gila.
Brakkkkkkkkkkkkkkkk
Romeo memukul meja dengan marah,dia berdiri dan menatap tajam perdana menteri.
" kamu.....!! beraninya kamu menghakimi ku !! Pengawal seret pria tua sialan itu,,hukum mati dia dan seluruh sekeluarga nya,,dan untuk putrinya biarkan dia menjadi pemuas nafsu ku di atas ranjang!! " teriaknya dengan marah,tapi saat mengingat putri perdana menteri yang terkenal dengan kecantikan nya.
Dia tersenyum jahat sembari menjilati bibirnya, sedangkan perdana menteri yang mendengar itu terkejut setengah mati,dia menatap para pengawal yang sudah menarik tangannya.
" tidakkk lepaskan aku...kamu..kamu hanya anak pungut yang di bawah oleh yang mulia,,kamu bukan siapa-siapa disini,, LEPASKAN aku ..." perdana menteri itu meronta-ronta dan dia menatap para pejabat yang hanya membuang mukanya.
mereka bahkan tidak mau membantu nya,,perdana menteri itu merasa marah,,padahal selama ini dia sudah banyak membantu mereka semua.
" perdana menteri jangan menatap ku seperti itu,,kamu yang mencari gara-gara dan kami tidak mau bernasib sama seperti mu "
" benar meski kamu sudah banyak membantu ku aku tidak mungkin mengorbankan seluruh keluarga ku hanya untuk membela mu "
perdana menteri yang mendengar itu terkekeh geli,dia merasa bodoh dengan diri nya sendiri,lalu pandangan nya mengarah pada Romeo yang sedang duduk dengan mengangkat sebelah kakinya dan dia meletakkan kakinya diatas meja singgasana kaisar.
" meski aku mati sekalipun aku tidak akan tinggal diam,,aku akan membalas dendam pada kalian semua,,aku akan menjadi hantu gentayangan dan aku tidak akan membiarkan hidup kalian semua tenang" teriak-teriak perdana menteri.
Dia terlihat sangat kasihan,apalagi wajahnya sudah terlihat sangat pucat,dia benar-benar menyesal karna telah membawa keluarga nya dalam masalah nya.
Kedua prajurit menyeret paksa perdana menteri yang terus meronta-ronta,tapi tiba-tiba mereka mendengar suara pemberitahuan dari luar.
" utusan dari kerajaan Theo memasuki aula istana "
dengan gagahnya Leo masuk dan berjalan lurus kedepan, matanya seperti predator yang siap memakan mangsa nya,dan otot-otot nya bergetar setiap dia melangkahkan kakinya.
Sementara Romeo dan seluruh pejabat yang mendengar dan melihat kedatang Leo, terkejut reflek mereka berdiri dan saling memandang dengan perasaan tidak karuan.
setelah Leo sampai di hadapan Romeo,dia mengeluarkan titah yang di berikan oleh Aluna pada kerajaan Julian.
" dengan atas nama yang mulia Ratu Aluna dari kerajaan Theo,,karna telah memenangkan peperangan ini dan telah membabat habis kaisar Julian beserta para prajurit nya,, Ratu Aluna mengeluarkan titah agar semua orang di kerajaan ini menyambut kedatangan nya dan merayakan kemenangan nya ! Dan dengan berani melawan seluruh musuh dari kerajaan ini,,, Ratu Aluna memutuskan akan menduduki tahta singgasana peninggalan kaisar Theo,,sekian titah yang saya bawa " Leo membacakan titah dari Aluna dengan lantang nya.
Jedarrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
Romeo terjatuh di bawah,dia merasa shock dengan apa yang dia dengar.jadi ayahnya sudah tewas di Medan perang? Dan singgasana ini juga akan jadi milik musuh mereka ?..
Sama seperti pejabat yang mendengar ucapan Leo,mereka terkejut setengah mati,kaisar Julian yang terkenal licik mati di tangan seorang anak kecil ?.
Mereka benar-benar tidak percaya tapi mereka sulit membohongi diri mereka sendiri karna mereka telah mendengar ucapan Leo secara langsung.
" dan juga yang mulia ratu kami berpesan siapa yang berani menentang keputusan nya dan tidak menjalankan perintah nya,seluruh keluarga nya akan di binasakan dan mayat nya akan di gantung di alun-alun kota!!! Aku harap kalian memilih pilihan yang tepat !! " tegas Leo dan dia pergi dari sana meninggalkan semua orang yang terpaku di tempat.
Tapi saat dia ingin melewati perdana menteri dia menghentikan langkahnya, melihat itu semua orang merasa bingung.
" lepaskan dia dan kamu ikut dengan ku!! " perintah Leo pada pengawal yang masih memegang tangan perdana menteri.
Mendengar itu kedua pengawal ketakutan,mereka melepaskan perdana menteri, sedangkan perdana menteri tertegun tapi dia tetap mengangguk dan berjalan mengikuti Leo di belakang.
Romeo yang shock tidak bisa berkata apa-apa,dia pergi dengan rasa malu yang luar biasa jika pun dia melawan Aluna dia pasti tidak akan menang, dan kemungkinan besar dia akan mati dengan hina.
" kalian tunggu apa lagi ? kalian mau keluarga kalian di hukum mati dan mayat nya di gantung di alun-alun kota?? Kalau tidak mau lebih baik kita segara persiapkan perayaan dan kemenangan Ratu mereka "
" kamu aku harap kamu tidak asal bicara,bukankah kamu sudah mendengar nya kerajaan dan tahta akan menjadi milik Ratu Aluna si gadis kecil yang kita remehkan!! Jika dia sudah menduduki tahta kerajaan ini berarti dia juga Ratu kita ".
"benar aku masih tidak menyangka kaisar kita di kalahkan seorang gadis kecil,,,dan seperti nya dia lebih kejam dari kaisar Julian,aku tidak berani berbuat sesuka hati ku lagi,,,bahkan aku takut posisi ku di turunkan "
" ehhh aku hampir lupa untuk apa pemuda tadi membawa perdana menteri? Apa dia akan menjadi kepercayaan yang mulia Ratu baru ?? Ya ampun bagaimana ini aku tadi tidak membela nya pasti dia akan balas dendam"...
Ruang aula ricuh,mereka semua merasa khawatir dengan jabatan mereka masing-masing,dan berita itu pun tersebar luar di kerajaan Julian.
Bahkan berita itu sudah sampai di telinga Diana dan Liam.
lanjut up lagi thor
Semangaat thoor💪💪💪❤