Tiara seorang anak pembantu yang menyamar sebagai gadis buruk rupa tak menyangka akan berakhir di satu ranjang dengan majikan nya yang di kenal impoten dan benci dengan wanita
Kelvin seorang CEO tampan sekaligus Majikan Tiara di kenal suka tidur dengan wanita untuk menyembuhkan penyakitnya namun salah satu wanita yang pernah tidur dengan nya tak ada satupun yang membuat nya sembuh dari penyakitnya.
Namun pada saat ia mabuk dan tak sadarkan diri tanpa sengaja ia berpasangan dengan Tiara yang hanya memakai handuk saja entah kenapa membuat gairah di tubuhnya bangkit kembali dan membuat nya gelap mata lalu memperkosa Tiara dan membuat gadis itu hamil di luar nikah tanpa sepengetahuannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sri Masuk Ke Rumah Sakit
Sri memegangi kepalanya yang terasa pusing sambil terus menyusun piring. Sri mencoba untuk mengedipkan mata beberapa kali sambil menggenggam ujung rak untuk menstabilkan tubuhnya. Namun rasa pusing semakin intens, membuat dunia di sekitarnya seolah berputar kencang.
"Aduh..." bisiknya pelan, tubuhnya sedikit goyah. Beberapa piring yang sudah hampir tersusun rapi mulai bergoyang, dan ia berusaha sekuat mungkin untuk menahan agar tidak jatuh. Tapi kekuatan sepertinya tidak lagi berada di pihaknya badannya melengkung ke depan, dan sebelum ia bisa melakukan apa-apa, tubuhnya mulai terasa lemas dan ia harus menyandarkan seluruh berat badan ke rak piring.
Suara kecil dari benturan tubuhnya dengan rak membuat Tuan Kelvin yang hendak mengambil sesuatu dari dalam kulkas memperhatikan Sri pembantunya.“Bi. Bibi kenapa!?"
Tanpa berpikir dua kali, Tuan Kelvin segera berlari mendekati Sri. Dia membantu menopang tubuh wanita yang usianya jauh dari usianya agar tidak benar-benar jatuh ke lantai.
Sri mencoba menjawab, tapi lidahnya terasa berat dan suara yang keluar hanya bisikan lemah. Rasa mual juga mulai datangnya, membuatnya merasa semakin tidak nyaman. Tak lama kemudian, dia merasa dunia semakin gelap dan tubuhnya pun mulai melorot ke bawah...
“Ma..pa..maaa..mama..papa.... tolong Bi Sri ma!”Teriak Kelvin sambil memanggil kedua orang tuanya dengan keras.
tak lama setelah itu nyonya Anita dan tuan Justin datang menghampiri Kelvin ke dapur kedua nya syok ketika melihat Kelvin menopang tubuh pembantu mereka yang sudah tak sadarkan diri.
“Kelvin, kenapa ini. Kenapa Sri jadi begini!?"Tanya nyonya Anita.
"Ma aku juga tidak tau, bik Sri seperti waktu dia sedang menyusun piring. lalu tiba-tiba saja kepalanya pusing dan tubuhnya mulai lemas!" jawab Kelvin,tangannya masih erat menggendong bagian punggung Sri
Tuan Justin segera mengambil alih menopang Sri dari Kelvin, lalu dengan hati-hati menjatuhkannya ke lantai.Nyonya Anita mencoba mengecek denyut nadi Sri, tapi untunglah Sri masih bernafas.
“Kelvin cepat kamu suruh supir panaskan mobil kita harus bawa Bi Sri ke rumah sakit!"Titah Tuan Justin.
“Kok Pakai mobil kita pa! kenapa tidak ambulan saja?"
"Karena ambulan akan butuh waktu lebih lama untuk sampai ke sini, ma sedangkan kita tidak tau betul kondisi yang di alami Sri sekarang!" jawab Tuan Justin dengan suara tegas.
Nyonya Anita hanya mengangguk sementara Kelvin tenga sibuk menelpon ambulan.“Ma mending kamu telepon anak Tiara itu, suruh dia datang ke rumah sakit Citra medical. bilang saja ibunya sakit dan di rawat di sana!"
“Iya tapi kan pa, mama tidak punya nomor anaknya Sri!"
“Itu sepertinya ponselnya Sri!"Tunjuk Justin pada sebuah ponsel yang ada di bawah pinggiran rak piring.
Anita segera membungkuk dan mengambil ponsel kecil jadul berwarna biru yang tergeletak di sana. Layarnya masih menyala tipis, menunjukkan beberapa panggilan masuk.
"Ini pa! mama menemukan kontaknya anak Sri Tiara,!"
"Baik, cepat hubungi dia sekarang juga. Katakan saja bahwa ibu nya Sri sedang dalam perjalanan ke Rumah Sakit Citra Medical dan minta dia segera datang," perintah Tuan Justin sambil membantu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tiara masih berdiam diri duduk di tepi ranjang, matanya kosong menatap lantai keramik yang kasar di bawah kakinya. Perutnya mulai keroncongan, tapi dia sama sekali tidak punya nafsu makan. Suhu tubuhnya terasa sedikit panas, dan kepalanya mulai berputar lagi.
Benda pipih itu masih tergeletak di atas seprai, dua garis merah nya seolah semakin mencolok di tengah cahaya matahari yang masuk melalui celah tirai yang tertutup sebagian. Kadang-kadang dia mengangkat pandangan ke arahnya, lalu segera menunduk lagi takut jika melihatnya terlalu lama.
Sudah hampir jam 10 pagi, dan suara aktivitas di kontrakan sekitar mulai terasa lebih ramai. Ada suara anak-anak yang bermain di depan rumah, suara tetangga yang sedang memasak, dan suara motor yang lewat bolak-balik di jalan kecil di luar. Semua itu terasa begitu jauh bagi Tiara, seolah dia hidup di dunia yang berbeda.
Dia meraih selimut dan membungkus tubuhnya, matanya selalu berkaca, bahkan di detik kemudian air matanya kembali mengalir tiada henti.
Pikirannya kembali berputar pada Ibunya yang sedang bekerja,bagaimana jika Ibunya tau akan kehamilan nya ini, pasti dia akan sangat marah, jika tau putri nya hamil di luar nikah.
Tanpa sadar, tangannya menyentuh perutnya yang mulai sedikit buncit dan kali ini dia merasakan sedikit gerakan yang lembut di dalamnya. Itu membuat hatinya terasa seperti akan hancur berkeping-keping di saat ia menahan suara tangisnya di ujung telepon setelah mendengar berita bahwa Ibunya sedang dalam perjalanan ke rumah sakit. Pikirannya langsung berputar ke tiga pilihan yang menghantui dirinya seolah-olah semua itu muncul sekaligus di depannya.
Pertama, memberi tahu Kelvin tentang kehamilannya. Kelvin merupakan mantan majikannya yang berhati iblis,dia lah seorang pria yang telah merenggut masa depannya. serta seorang pria yang dengan gampangnya memberikan uang senilai 200 juta untuk menebus kesalahannya.
Kedua, memberitahu Ibunya yang kini sedang sakit . Tiara tahu betul betapa beratnya beban yang akan ditanggung Ibunya jika dia tahu. Ibunya sudah bekerja keras sendirian untuk mencukupi hidupnya, dan berita kehamilan yang tidak diinginkan ini bisa saja membuat kondisi kesehatannya semakin memburuk. Risikonya terlalu besar, bahkan mungkin bisa membahayakan nyawa Ibunya.
Ketiga, menggugurkan kandungan. Tiara tumbuh besar dengan ajaran agama yang sangat kuat bahwa setiap nyawa adalah anugerah Tuhan dan menggugurkan kandungan adalah perbuatan yang tidak bisa dimaafkan. Pikiran tentang itu saja sudah membuat hatinya terasa seperti tertusuk duri. Dia tidak bisa membayangkan melakukan hal seperti itu.
“Baiklah bilang saja kepada mereka kalau saya dalam perjalanan menuju ke kantor!"Kelvin bicara melalui telepon. Langkahnya tegas melewati koridor rumah sakit.
"Baik Pak! Saya akan beri tahu mereka sekarang juga!" jawab Dito dari ujung telepon sebelum Kelvin menutup panggilan.
Dan tanpa sengaja Kelvin menabrak seseorang hingga ponsel yang sedang digenggamnya terlepas dari tangan dan jatuh dengan keras ke lantai marmer koridor rumah sakit.
...----------------...
Tiara menekan bibirnya dengan keras,Air mata yang menetes tak bisa dia hindari lagi, jadi dia cepat-cepat mengusapnya dengan punggung tangan, takut riasan dan tompel di wajahnya akan luntur.
Di dalam mobil taksi yang sedang melaju menuju rumah sakit, dia menatap ke luar jendela dengan pandangan kosong. Semua beban yang dia pikul kehamilan yang tidak diinginkan, Ibunya yang sedang dalam bahaya, dan ketakutan akan masa depan mereka berdua rasanya semakin berat menekan dadanya.
Ketika taksi berhenti di depan gerbang Rumah Sakit Citra Medical, Tiara menarik napas dalam-dalam dan menata kembali penampilannya. Tompel besar dan gigi palsunya masih terpasang dengan baik, tapi dia bisa merasakan bagaimana wajahnya terasa kaku karena terus menahan tangis.
Namun karena terburu-buru Tiara tanpa sengaja menabrak seorang pria bertubuh tinggi hingga membuat ponsel nya juga terjatuh bersama ponsel pria tinggi itu.
“Maaf pak saya tidak sengaja "Ucap Tiara tanpa melihat wajah pria itu, ia segera membungkuk untuk mengambil ponselnya, namun ketika tangannya hendak mengambil ponselnya yang ada di kedua kaki pria tinggi itu.tiba-tiba saja pria itu mencengkram lengannya.
Tiara mendadak membeku di tempatnya. Dia perlahan mengangkat wajahnya dengan mata penuh ketakutan. "Tu tuan Ke-kelvin......"ucapnya dengan suara yang gemetar.
masih penasaran dengan kelanjutan selanjutnya 👍🤩
soalnya si Kelvin selain dia yg gak bisa menghargai seorang wanita bagaimana pun penampilan nya, ibunya pun adalah orang yg melihat orang hanya dari kasta nya saja 😤