NovelToon NovelToon
Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai / Masuk ke dalam novel / Menjadi NPC / Fantasi Wanita
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Azalea Rhododendron

Aku mengalami kecelakaan saat menyelamatkan anak dari kakak laki-lakiku. Aku yang saat itu melihat Keponakanku nyaris ditabrak oleh mobil yang melaju kencang di jalanan, refleks mendorong dia menjauh sehingga aku yang ditabrak mobil. Secara samar-samar aku melihat kakak laki-lakiku datang dan meneriakkan namaku. Akan tetapi, pandanganku sudah gelap. 'Apakah aku akan bertemu Papa dan Mama sekarang?'

Begitu membuka mata, aku berada di sebuah tempat yang hanya ada satu cahaya terang tepat di atas kepalaku tetapi di sekelilingku gelap. Sebuah suara mengatakan bahwa aku bisa kembali, asalkan aku harus bisa melaksanakan misi kehidupan dari diriku yang dulu.

Ini kan tubuh Azalea Lorienfield, teman pemeran utama perempuan dalam novel favoriteku yang mati di ending novel! Apakah maksud suara misterius itu aku harus menyelamatkan diriku agar tidak mati seperti dalam novel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Rhododendron, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4 : Kecelakaan

...Happy reading^^...

...💮...

Setelah aku dan Kak Diro sampai Taman bermain, kami disungguhkan oleh pemandangan ramai anak-anak bermain. Ada yang main seluncuran, ada yang bermain komedi putar, ada yang bermain ayunan, bahkan ada bermain kejar-kejaran. Di dekat Taman itu, ada meja serta kursi yang ditempati oleh Ibu-ibu yang sedang bercengkrama sembari mengawasi Taman. Tampaknya itu Ibu dari anak-anak ini.

Kami yang semulanya berhenti memandangi Taman, seketika berjalan kembali setelah Kak Diro menunjuk Kakak Ipar dan Keponakanku yang sedang duduk di salah satu bangku Taman yang lumayan jauh. Kami pun berjalan mendekati mereka.

Begitu sudah sampai di depan, keponakanku yang sudah melihat kedatangan kami seketika berlari mendekat dan memeluk Kak Diro. "Papa!" serunya sembari merentangankan tangan.

Kak Diro pun tersenyum sembari menggendong anaknya.

"Lama ya nunggu?" tanya kak Diro pada anaknya. Anaknya mengangguk dengan wajah cemberut yang lucu.

"Lama banget!" jawabnya.

"Bukannya aku sama Alea jalan-jalannya cuman sebentar ya? Kok dibilang lama nunggu?"

Kakak Ipar mendekati kami sembari tersenyum jail. "Itu karena anakmu itu hanya bermain sebentar, begitu berhenti bermain dia langsung menyeretku agak menjauh dari Taman. Dia bilang nunggu ayahnya di sini, karena dia lapar pengen makan." jelas Kakak Ipar.

"Ouh, jadi kamu lapar ya?" tanyaku sambil tertawa kecil. "Padahal waktu itu kita sudah makan, kan?"

"Soalnya anakku ini bandel disuruh makan nasi gak mau, maunya makan mie sama sosis doang. Jadinya kelaparan kan sekarang?"

Keponakanku tampaknya malu, sehingga dia membenamkan kepala kecilnya pada bahu Kak Diro. Kami tertawa melihat reaksi lucunya itu.

"Baiklah! Karena anakku yang imut ini sudah lapar, ayo kita pergi cari makan!" ucap final Kak Diro. Kami pun berjalan meninggalkan Taman untuk mencari tempat makan.

...💮...

Kami akhirnya memutuskan makan di tempat makan yang paling dekat dengan Taman kota itu.

Aku, Kak Diro dan Kakak Ipar memutuskan ikut memesan makanan juga, kami takut juga ikut kelaparan seperti Keponakanku. Akhirnya kami memesan menu makanan yang cukup ringan, berbeda dengan Keponakanku yang dipesankan nasi dan lauk agar bisa kenyang.

Setelah selesai memesan, aku membuka ponselku dan berselancar di dunia Maya. Sementara yang lain, aku tidak tahu sedang melakukan apa. Tapi aku mendengar lagu dj yang diputar oleh ponsel Kak Diro yang duduk di sebelahku.

Makanan datang, kami akhirnya fokus makan tanpa mengobrol. Setelah makanan selesai, kami kembali fokus pada kegiatan yang sebelumnya.

"Oh, ya. Pacar kamu mana, Aleya? Kok dia gak jengukin kamu di Rumah Sakit? Terus Kakak juga udah lama gak dengar curhatan kamu tentang dia?" tanya Kakak Ipar yang memecah keheningan kami. Aku spontan mengangkat kepalaku pada Kakak Ipar yang duduk di depanku. Apa aku jujur saja ya?

"Mereka sudah putus," belum sempat aku menjawab, Kak Diro yang justru menjawab pertanyaan Kakak Ipar.

Aku menoleh pada Kak Diro ternyata sudah tidak fokus pada ponselnya lagi.

"Hah!" seru Kakak Ipar terkejut. "Kok bisa?!"

"Kamu selingkuh ya, makanya diputusin?"

"Yeeeyy! Dipikir Aleya itu kamu ya!" sembur Kak Diro dengan mata melotot membuat Kakak Ipar terkekeh. "Tapi buktinya kan kita jadi suami istri, selingkuhanku dulu hehehe."

Aku menggelengkan kepalaku tidak habis pikir, ternyata dulu Kakak Ipar itu punya pacar sebelum sama Kak Diro. Tapi setelah ketemu Kak Diro, dia langsung selingkuh sama Kak Diro. Pas ketahuan pacarnya, Kakak Ipar kekeh lebih milih Kak Diro. Alhasil mereka lanjutin hubungan sampai sekarang. Soalnya kata Kak Diro dia terlanjur cinta juga sama Kakak Ipar. Awalnya pas tahu ini aku sama Ibu ngelarang, tapi Kak Diro kekeh terus pengen sama Kakak Ipar. Jadi ya aku sama Ibu langsung ngalah dan mencoba menerima.

"Ya kali aja Aleya sama selingkuhannya kek kita dulu," Kak Diro menggeleng kepalanya mendengar ucapan istrinya itu.

"Terus kenapa putus? Gak mungkin kan dia selingkuh? Kalau dia selingkuh, justru kamu yang harus putusin!" seru Kakak Ipar yang membuat perhatian Kak Diro dan dirinya mengarah padaku.

Aku menghela nafas. "Aku ngiranya selingkuh juga sih, tapi pas aku tanya keluarganya bahkan Mamanya. Mereka bilang dia lagi sibuk sama proyek barunya dan tiap hari itu dia ketemunya batang jadinya gak mungkin selingkuh. Mamanya aja ngamuk pas tahu dia mutusin aku, Mamanya juga nangis nelpon aku waktu itu sambil minta maaf."

"Ditambah lagi, kata tu cowok dia bosan sama Alea makanya minta putus."

Kakak Ipar yang awalnya diam langsung mengumpat. "Kurang ajar! Dia kira Aleya barang ya, langsung dibuang perkara bosan!"

"Eh, Keponakan ganteng. Kamu bisa main di tempat lain?" Keponakan gantengku itu pun mengangguk tanpa bertanya. Dia langsung membawa mainannya untuk bermain agak jauh dari kami.

"Kakak Ipar ya! Bisa-bisanya ngumpat dekat Keponakanku! Kalau Keponakanku suka ngumpat gimana!" semburku setelah Keponakanku pergi.

"Ya maaf, Kakak lupa dia duduk di samping Kakak." aku menggelengkan Kepalaku mendengar jawaban wanita itu. Kak Diro juga terdengar hanya menghela nafas lelah ngeliat kelakuan ajaib istrinya.

"Ngomong-ngomong, mendengar dia cuman ketemu batang. Jangan-jangan dia selingkuh sama batang lagi?" celetuk Kakak Ipar.

Aku melotot mendengar itu. "Amit-amit, jangan sampe! Dia anak tunggal loh, aku kasihan sama Tante kalau celetukan Kakak Ipar beneran terjadi."

"Ya kali aja kan?"

Kami bertiga pun terdiam beberapa saat. Sampai mataku tiba-tiba menoleh pada Keponakanku yang ternyata berada di tengah jalan bersama mainannya. Aku juga melihat seorang laki-laki berteriak memanggil Keponakanku. Dan aku juga melihat sebuah mobil hitam mewah yang melaju kencang dari arah kanan menuju keponakanku membuat mataku seketika melotot.

Tanpa memikirkan apapun lagi, aku berlari menuju Keponakanku membuat Kak Diro dan Kakak Ipar heran tapi masa bodo! Nyawa Keponakanku lebih penting dari apapun!

Aku berlari menuju Keponakanku, setelah sampai...aku langsung menggendongnya. Tapi begitu melihat mobil hitam itu semakin mendekat, dengan spontan aku melempar Keponakanku pada laki-laki yang tadi meneriaki Keponakanku. Dan begitu Keponakanku sampai pada pelukan laki-laki itu, aku merasakan lega.

Akan tetapi, aku merasakan sesuatu menghantam tubuhku dari samping hingga tubuhku terlempar dan pandanganku berputar. Tampaknya mobil itu menabrakku, aku awalnya merasakan sakit tapi kini rasa sakitnya menghilang. Bahkan ketika tubuhku terguling di atas aspal, aku tidak merasakan sakit... bahkan aku tidak mendengar suara apapun. Pandanganku yang buram perlahan menjadi jelas.

Aku melihat tangan kananku yang bercucuran darah. Aku menutup mataku, tapi aku kembali membuka mataku karena merasakan seseorang ingin membangunkanku. Begitu aku membuka mata lagi, terlihat laki-laki yang tadi dengan Keponakanku yang menangis dalam gendongannya. Melihat Keponakanku baik-baik saja, aku merasa kelegaan luar biasa. Tidak apa-apa aku kena tabrak, asalkan Keponakanku baik-baik saja.

Aku merasakan seseorang merengkuhku dengan lembut.

"Nona! Nona! Bangun nona! Jangan pingsan dulu! Teruslah membuka matamu Nona!"

Mataku terasa berat sekali. Aku ingin menutup mata ini.

"Aleya! Aleya! Jawab Kakak! Bertahanlah, Aleya! Ya tuhan! Aku baru saja melihat tawamu, kenapa menjadi seperti ini? Jangan tinggalkan Kakak, Aleya! Sudah cukup kau koma waktu itu! Jangan lagi sekarang!"

Dalam kegelapan aku mendengar suara Kak Diro yang samar-samar. Maafkan Aleya, Kak Diro. Keknya Alea bakalan nyusul Mama sama Papa.

Papa, Mama...Aleya datang.

...💮...

...Bersambung....

...Thanks For Reading My Story^^...

...Dipublikasikan pada tanggal 21 Januari 2026....

1
Alishe
masi kaku dia wkwk menanti gebrakannya deh😘
Azalea Rhododendron: oke siap^^
total 1 replies
Alishe
w demen nih kluarga bucin bontot gini🤣🤣🤣
Azalea Rhododendron: iya, nantikan terus keluarga cemara ini ya^^
total 1 replies
Alishe
mampirrr
Azalea Rhododendron: Terima kasih sudah menyempatkan ke cerita ini😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!