NovelToon NovelToon
Papan Takdir

Papan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Penyelamat / Action / Sistem
Popularitas:419
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

Yin Chen menemukan papan catur ajaib di hutan bambu—setiap gerakannya mempengaruhi dunia nyata. Saat kekuatan gelap mengancam keseimbangan alam, dia bertemu Lan Wei dari kelompok Pencari Kebenaran dan mengetahui bahwa pemain lawan adalah saudara kembarnya yang hilang, Yin Yang. Bersama mereka harus menyatukan kekuatan untuk mengakhiri permainan kuno yang bisa menyelamatkan atau menghancurkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: KEMBALI KE HUTAN MENGYOU

Setelah menyelesaikan penelitian di kuil dan mengumpulkan semua informasi yang dibutuhkan, Yin Chen dan Lan Wei memutuskan untuk kembali ke hutan bambu Mengyou. Mereka merasa bahwa pemain lain yang mengendalikan bidak hitam semakin dekat dengan tujuan untuk menguasai dunia, dan mereka harus siap menghadapi apa pun yang akan terjadi. Perjalanan kembali membutuhkan waktu lebih lama karena mereka harus melewati wilayah yang lebih berbahaya setelah beberapa peristiwa yang terjadi di sekitarnya.

Mereka berangkat saat matahari mulai muncul, membawa mereka melalui jalur yang lebih sulit karena harus naik ke lereng gunung yang curam. Tanah di bawah kaki mereka semakin kasar dengan banyak batu yang tersebar dan membuat jalan menjadi tidak rata. Udara di sekitar mereka terasa lebih dingin dengan kabut tipis yang mulai muncul dari tanah basah, membuat pandangan menjadi terbatas.

Yin Chen berjalan di depan sebagai pemimpin, menggunakan tongkatnya untuk menentukan jalan yang aman dan memeriksa setiap area sebelum mereka melangkah. Lan Wei mengikuti di belakang dengan tetap waspada terhadap setiap gerakan atau suara yang tidak biasa di sekitar mereka. Saat mereka memasuki sebuah lembah kecil yang dikelilingi oleh batu besar yang tertutup lumut hijau tua, mereka menemukan bahwa energi alam di sekitarnya sedikit terganggu, seolah-olah ada kekuatan yang sedang mencoba merusak keseimbangan yang ada.

Mereka berhenti di sebuah warung kecil yang menjual makanan panas dan minuman segar. Pemilik warung, seorang wanita tua dengan wajah ramah bernama Nenek Siti, menyambut mereka dengan senyum hangat. “Kalian pasti lelah setelah perjalanan yang panjang,” ucapnya sambil menyajikan mangkuk sup hangat dan nasi putih yang panas. “Duduklah dan istirahatkan diri sebentar sebelum melanjutkan perjalanan.”

Selama makan, Yin Chen mulai bertanya tentang kondisi desa sekitar dan apakah ada berita tentang apa yang terjadi di wilayah ini. Nenek Siti mengerutkan kening sebelum menjawab. “Beberapa waktu yang lalu ada seorang pria muda yang datang dan mengatakan dia akan membawa kemakmuran bagi desa,” katanya dengan suara sedikit menurun. “Namun sejak saat itu, banyak penduduk yang mulai berperilaku aneh—pendiam dan sering berkumpul seperti sedang merencanakan sesuatu yang besar.”

“Apakah kamu tahu nama pria muda tersebut?” tanya Lan Wei dengan hati-hati.

Nenek Siti menggelengkan kepalanya perlahan. “Tidak ada yang tahu namanya dengan pasti,” jawabnya. “Mereka hanya menyebutnya sebagai ‘Pemimpin Baru’ yang akan membawa perubahan besar bagi desa dan seluruh wilayah sekitarnya. Beberapa orang mengatakan dia memiliki kemampuan ajaib yang bisa membuat tanah subur dan menyembuhkan penyakit, namun yang lain merasa bahwa ada sesuatu yang mengerikan dari kekuatannya.”

Setelah membayar makanan dan berterima kasih, mereka melanjutkan perjalanan. Saat meninggalkan desa, Yin Chen merasakan kalung di lehernya mulai sedikit bergetar dan memancarkan cahaya kebiruan yang lembut. Seolah-olah kalung tersebut sedang memberikan peringatan bahwa mereka semakin dekat dengan tujuan dan bahaya yang mengintai.

Pada hari kedua perjalanan, mereka harus melewati kawasan yang dikenal sebagai Hutan Kayu Gelap karena pepohonan yang memiliki kulit kayu berwarna hitam pekat. Jalur di dalam hutan sangat sempit dan sulit dilalui, dengan banyak akar pohon yang menjulur dan membuat jalan menjadi tidak rata. Udara di dalam hutan terasa sangat gelap dan lembap, dengan sedikit cahaya matahari yang bisa menerobos melalui kanopi pepohonan yang lebat.

“Saya merasa energi yang semakin kuat di sini,” bisik Lan Wei dengan suara tegang. Dia sudah menarik pedangnya setengah dari sarungnya, siap menghadapi apa pun yang muncul di jalan mereka. “Ada sesuatu yang tidak benar dengan hutan ini—seolah-olah semua makhluk hidup di sini telah dikeluarkan atau ditekan oleh kekuatan lain.”

Yin Chen juga merasakan hal yang sama. Tanaman yang biasanya tumbuh subur di sini terlihat layu dan kecoklatan, dengan sedikit suara hewan atau burung yang bisa terdengar di sekitar. Hanya suara langkah kaki mereka dan suara daun kering yang terinjak yang mengganggu kedamaian yang ada. Saat mereka memasuki bagian tengah hutan, sekelompok makhluk kecil mirip kera dengan bulu hijau muda muncul dengan mata merah menyala, mengeluarkan suara mendesis yang mengganggu.

Yin Chen mengambil kalung dari lehernya dan memegangnya dengan kedua tangan, membiarkan cahaya kebiruan menyebar dari biji kayu yang diukir dengan simbol kuno. Makhluk-makhluk kecil tersebut tampak terkejut dan sedikit takut, mundur beberapa langkah dari mereka berdua. “Kita datang dengan damai dan hanya ingin melewati jalur ini untuk mencapai tujuan kita,” jelasnya. “Kami tidak memiliki niat untuk mengganggu kehidupan di sini.”

Setelah beberapa saat, salah satu makhluk yang lebih besar dengan tanduk kecil di kepalanya melangkah maju. Dia melihat kalung di tangan Yin Chen dengan cermat, kemudian mengeluarkan suara yang lebih lembut seperti ucapan hormat. Mereka kemudian mundur dan memberikan jalan bagi Yin Chen dan Lan Wei untuk melanjutkan perjalanan.

Mereka melanjutkan perjalanan hingga malam tiba dan mereka harus membangun unggun kecil dari kayu kering untuk menghangatkan diri. Suara hutan kembali mengalir dengan irama yang tenang, sementara mereka tertidur dengan harapan bahwa keesokan harinya akan membawa mereka lebih dekat ke kebenaran yang mereka cari dan menjauh dari bahaya yang mengintai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!