Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Bianca yang masih sedang bertelepon dengan Asisten Fara, dia menghela napas panjang saat mendengar saran dari asistennya, yang mengusulkan agar Dylan dimasukkan sebagai salah satu kandidat calon suaminya.
Bianca menjadi teringat dengan ulah pria itu yang sangat membuatnya kesal, tiba-tiba Dylan menyerobot masuk ke dalam kamar mandi yang sama dengannya. Bahkan berani membungkam mulutnya dengan tangan. Selama ini tidak pernah ada satu orang pun yang berani menyentuhnya.
Saat itu Bianca merasakan kepalanya pusing, sehingga dia mencoba menenangkan diri disana. Karena dia tidak ingin ada orang lain yang melihatnya lemah.
"Dia sudah membuat aku kesal. Coret saja dia dari daftar kandidat. Dan tolong carikan kandidat yang lain!" pinta Bianca dengan nada tegas.
"Baik, Nona," jawab Asisten Fara dengan patuh.
Tiba-tiba Bianca merasakan kepalanya pusing kembali, dia terduduk di pinggir ranjang sambil memegang kepalanya. Dia sedikit meringis.
Saat mendengar suara ringisan Bianca, Asisten Fara menjadi khawatir. "Nona kenapa? Apakah Nona merasa pusing lagi?"
Bianca tidak ingin terlihat lemah. "Aku tidak apa-apa."
Asisten Fara tahu bosnya sedang berbohong. "Lebih baik Nona segera memeriksa kesehatan Nona. Tidak baik jika mengabaikan rasa sakit berlarut-larut. Nona harus ingat, Barack Grup sangat membutuhkan Nona. Hanya Nona satu-satunya penerus perusahaan ini."
...****************...
Keesokan harinya, meskipun Dylan sedang patah hati, tapi dia tetap harus bekerja. Dia harus mencari cara untuk mendapatkan uang sebanyak 500 juta dalam waktu satu bulan.
"Sepertinya aku harus mencari pekerjaan sampingan lagi," ucapanya dengan nada frustasi.
Tiba-tiba ada salah satu rekan kerjanya datang menghampiri. "Dylan, aku ada keperluan mendadak, istriku sedang sakit. Kamu bisa gak gantikan tugasku untuk mengantarkan galon ke Rumah Sakit Pratama?"
Dylan terkejut mendengarnya, karena Rumah Sakit Pratama adalah tempat Niken bekerja. Tapi dia tidak mungkin tega menolak permohonan rekan kerjanya itu. "Hm, ya sudah nanti aku yang akan mengantarkan galon kesana."
Dylan pun segera pergi ke Rumah Sakit Pratama dengan mengendarai mobil pick up yang mengangkut banyak galon. Sesuai permintaan pihak rumah sakit dan tentu saja harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, dia yang harus memasang galon-galon itu ke setiap ruangan.
Saat melihat ada beberapa orang dokter yang bekerja disana, entah mengapa hatinya merasa sakit. Jika seandainya dia tidak berhenti kuliah, mungkin dia akan menjadi dokter sekarang. Tapi dia terpaksa harus mengubur mimpinya itu.
Dylan pun menghela napas dalam-dalam. Dia sangat berharap tidak bertemu dengan Niken di rumah sakit ini, karena dia sedang mencoba melupakan mantan kekasihnya itu.
Namun, saat dia hendak memasuki ruangan insentif kelas VVIP, dia tidak sengaja mendengar percakapan di ruangan tersebut. Dia merasa suara itu cukup familiar.
...****************...
Setelah mendengar saran dari Asisten Fara, Bianca terpaksa harus pergi ke Rumah Sakit Pratama. Rumah sakit tersebut memang milik ayah tirinya Pram, tapi Barack Grup memiliki saham yang cukup besar disana. Karena itu, Rumah Sakit Pratama menjadi salah satu rumah sakit terbaik di negeri ini, yang memiliki banyak cabang di berbagai kota.
Saat mengetahui kedatangan sang pujaan hati, Pram dengan antusias menangani pemeriksaan terhadap Bianca. Dia harus terlihat seperti seorang dokter yang begitu handal, agar Bianca kagum padanya.
Setelah melakukan pemeriksaan fisik dan melihat hasil CT-scan kepala, Pram menutup folder rekam medis dengan ekspresi serius. Hal tersebut membuat Bianca merasa tidak enak hati.
"Bagaimana hasilnya? Aku baik-baik saja, kan?" tanya Bianca dengan nada dingin.
Pram menghela napas dalam-dalam. "Hasil pemeriksaan menunjukkan ada massa kecil di daerah otakmu, Bianca. Kemungkinan besar adalah tumor ganas. Kamu menderita kanker otak."
Wajah Bianca langsung memucat. Dia menggeleng pelan. "Gak mungkin. Pasti ada yang salah."
Pram berkata dengan sungguh-sungguh, "Aku serius, Bianca. Kamu tahu sendiri kan aku sudah lama bekerja sebagai dokter. Bahkan aku adalah direktur di rumah sakit ini."
Bianca terdiam. Dia pikir dia hanya menderita sakit kepala biasa. Dia sangat terpukul setelah mendengar pernyataan Pram.
Pram memegang pundak Bianca yang sedang duduk di atas brankar, untuk menenangkannya. "Jangan sedih, Bianca. Aku akan melakukan apa saja demi kesembuhan kamu. Aku akan melakukan operasi dan kemoterapi untuk mencegahnya menyebar."
Pram menambahkan dengan nada serius. "Karena itu, menikahlah denganku. Dengan kamu tinggal bersamaku, aku akan merawat kamu, menjaga kamu, dan aku akan memastikan kesembuhan kamu."
...****************...
Dari balik celah pintu yang terbuka, Dylan tidak sengaja melihat raut wajah Bianca yang terlihat sedang bersedih.
Dylan tak menyangka, sosok wanita yang selalu terlihat angkuh dan galak, kini terlihat begitu lemah. Ada rasa kasihan muncul di dalam benaknya. Entah mendapat keberanian dari mana, dia tiba-tiba masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Permisi, saya adalah tukang galon yang bertugas memasang galon di ruangan ini," ucap Dylan sambil menurunkan galon ke lantai.
Bianca langsung mengerutkan kening saat melihat Dylan. Dia masih ingat wajah pria itu, yang membuat mal miliknya mengalami kerugian. "Si tukang galon mes-um?" ucapnya dalam hati.
Pram langsung menatap tajam pada Dylan. "Ya sudah, cepat ganti galon disini. Lalu segera keluar!"
Dylan nampak ragu-ragu untuk mengatakannya, tapi dia harus berani bicara, "Saya tidak bermaksud ikut campur, tapi saya tadi tidak sengaja mendengar tentang diagnosis yang Anda sebutkan. Bolehkah saya melihat hasil CT-scan nya?"
Pram langsung marah. "Apa hakmu meminta hasil CT-scan? Kamu itu hanya tukang galon, jangan berani bersikap lancang."
Dylan menjelaskan, "Bukan begitu, tapi saya sedikit tahu tentang..."
Pram memotong perkataan Dylan dengan nada membentak, "Lebih baik sekarang kamu keluar! Saya akan melaporkan kamu ke perusahaan tempat kamu bekerja karena sudah lancang mencampuri pekerjaanku!"
Bianca teringat dengan informasi dari Asisten Fara bahwa Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal, karena itu dia sempat berurusan dengan para gangster yang membuat kekacauan di Barack Mal.
Dylan pun menghela napas dalam-dalam. Mengapa juga dia harus nekad ikut campur? Jangan sampai gara-gara masalah ini dia dipecat dari pekerjaannya.
Dylan memutuskan untuk segera keluar. Tapi dia tiba-tiba menghentikan langkahnya saat mendengar suara Bianca.
"Berhenti!"
Selamat menunaikan ibadah puasa juga yaa buat othor..
Semoga masih diberi kesehatan dan usia yang berkah..
Bisa kagak sih otaknya lempeng dikit biar tetap eling 😅...
Memangnya Bianca mengajakmu ke kamarnya buat ngapain...
Dia sekedar mau bilang jangan sampai salah masuk kamar, kalau nasibmu masih pengen hidup lebih lama Dy 😅😅..
Seru juga kalau dihadirkan pihak ketiga ala khodamnya mereka berdua yang ngereog 😅😅...
Tentu lebih berpengalaman bin friendly 😅😅....
Harap maklum inner child mereka berdua masih terbawa sampai dewasa /Sob/...
Ada satu kepingan puzle tidak sempurna bahkan hilang yang seharusnya melengkapi masa kecil mereka 🤧...
Bagian yang bilang itu baru ditemukan setelah mereka dewasa...
Meski mereka berdua belum menyadarinya...
Enaknya dimulai dari mana dulu Dy 😅...
Dia punya mata lhoo Bi, makanya memanfaatkan kesempatan dalam kelonggaran melihat dirimu 😅😅...
Mbok yang manis gitu lhoohh sama suami 😅...
Ini bukan kisah tentang Cinderella yang kehilangan sepatu kaca /Sob//Facepalm/..
Jangan2 sandal jepitnya jadi mahar juga 😅😅..
Atau malah seserahan untuk mempelai perempuan 😅😅😅😅...
Biar anti mainstream /Sob/...
Buruan pamerin ke Yoga tapi jangan pamer ke Author DF_14 😅...
Buruan tobat giihh sebelum pindah alam /Sob/...
Mumpung masih ada kesempatan dalam kelonggaran...
Dengan tidak memilih Pram sebagai calon menantu, telah menyelamatkan jalan hidup Bianca di masa depan..
Sekaligus melindungi aset Keluarga Antonio 🙌...
Dylan kandidat calon suami yang mendekati kriteria paling sempurna diantara yang lain...
Dan perlu diingat rival terpilih adalah putra kandung semata wayangmu Bob 👌...
Sempatnya jadi stalker ...
Jangan suka ingin tahu urusan orang lain, itu bisa membu-nuhmu 🤸♀️...
Sebatas mantan yang harus dibuang di tempat sampah yee 😝...