NovelToon NovelToon
Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Office Romance / Enemy to Lovers / Komedi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Heryy Heryy

Sinopsis.

David Lorenzo CEO perusahaan Switch Company. Dia mempunyai banyak kepribadian yang berbeda akibat trauma masa lalu.

Dia bertemu dengan Michelle, yang berkerja di perusahaannya, pertemuan mereka tidak di sengaja dan banyak kesalahpahaman.

Lambat Laun mereka semakin dekat, dan perlahan saling menyembuhkan luka.

Banyak tingkah lucu dan kocak di antara mereka.

penasaran jangan lupa baca, like dan komen.


Update setiap hari Senin.


Follow Ig: @Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heryy Heryy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4

Setelah acara penyambutan resmi berakhir, Michelle berjalan kembali ke ruangan kerja bagian administrasi.

"A-apa yang harus aku lakukan ya... bagaimana kalau dia mengenalku dan memecat aku langsung? Aduhhh, bagaimana ini nasibku? aku baru saja berkerja sudah harus kehilangan pekerjaan!" gumamnya pelan sambil memegang kepalanya yang mulai terasa pusing.

Dia duduk di mejanya dengan wajah yang pucat dan tidak bersemangat, bahkan tidak bisa fokus pada pekerjaan yang ada di depannya.

Tiba-tiba pintu ruangan kerja terbuka dengan lembut. Bu Sri masuk bersama David Lorenzo, CEO baru perusahaan.

Seluruh karyawan di ruangan langsung berdiri dengan tergesa-gesa dan memberikan salam hormat kepada sang CEO.

"Ini adalah ruangan administrasi, Pak. Bagian yang bertanggung jawab atas semua dokumen dan data penting perusahaan," ucap Bu Sri dengan suara yang sopan dan penuh rasa hormat, memimpin David berjalan keliling ruangan.

"Dan ini adalah Michelle, salah satu karyawan baru kita yang bekerja sebagai staf administrasi."

Michelle yang baru saja mencoba menyembunyikan wajahnya dengan mengacak-acak rambutnya mendengar namanya disebutkan.

Hatinya berdebar kencang dan tubuhnya menjadi kaku. Bu Sri melihatnya dengan tatapan yang sedikit menyuruh, lalu bisik pelan.

"Michelle... Michelle! Segera berdiri dan menyapa Pak CEO!"

Dengan hati yang penuh ketakutan, Michelle berdiri dengan lambat dan tetap memalingkan wajahnya agar tidak terlihat oleh David.

"H-hallo Pak... nama saya Michelle, karyawan baru di bagian ini," ucapnya dengan suara yang sedikit gemetar, sambil menunduk dan tidak berani melihat ke arah David.

Namun David seolah-olah tidak memperhatikan perilaku aneh Michelle tersebut.

Dia hanya menatap lembaran dokumen yang ada di tangan Bu Sri lalu berkata dengan suara yang dingin.

 "Saya perlu melihat dokumen administrasi terkait rencana ekspansi perusahaan tahun ini. Kirimkan saja orang yang bertanggung jawab untuk membawanya ke ruangan saya."

Bu Sri segera menunjuk ke arah Michelle.

"Michelle adalah staf yang menangani dokumen tersebut, Pak. Silakan saja dia yang membawakan nya."

Dengan hati yang hampir terhenti berdetak, Michelle mengambil tumpukan dokumen yang sudah disiapkan dari mejanya.

Dia berjalan perlahan menuju David, tetap memalingkan wajahnya dan berusaha sekuat mungkin agar tidak dikenali.

Namun ketika dia hendak menyerahkan dokumen tersebut, tangan nya tiba-tiba tergelincir akibat terlalu gugup.

THUD!

Tumpukan dokumen yang tebal tersebut langsung mengenai hidung David dengan cukup keras.

Suara benturan terdengar jelas di seluruh ruangan, membuat seluruh karyawan yang ada di sana tercengang dan tidak bisa berkata-kata.

Beberapa dari mereka bahkan menutup mulut mereka dengan tangan karena terkejut melihat apa yang baru saja terjadi.

Michelle tercengang dan langsung menunduk dengan wajah yang penuh rasa malu dan ketakutan.

"Maafkan saya, Pak! Saya tidak sengaja, saya terlalu gugup!" ucapnya.

David mengerutkan kening dan menyentuh hidungnya yang mulai terasa sakit. Dia mengambil dokumen dari lantai dengan wajah yang sedikit kesal, lalu hanya mengangkat bahu dengan acuh tak acuh.

"Baiklah. Hati-hati lain kali," ucapnya dengan suara yang dingin sebelum berjalan keluar dari ruangan bersama Bu Sri, tanpa melihat ke belakang sama sekali.

Setelah David dan Bu Sri pergi, seluruh ruangan kembali ramai dengan suara bisikan dan tawa rendah.

Cindy segera mendekati Michelle dengan wajah yang penuh kekhawatiran dan rasa penasaran.

"Michelle! Ada apa denganmu tadi? Kamu kok bisa membuat dokumen mengenai hidung Pak CEO ya? Apa kamu tidak sengaja atau memang sengaja?" tanya Cindy.

Michelle hanya bisa membenturkan kepalanya ke atas meja dengan suara yang cukup keras. "Sudahlah, Cin... habislah aku sekarang! Dulu sudah merusak mobilnya, sekarang malah mengenai hidungnya dengan dokumen. Pasti dia akan memecat aku besok paginya saja!" ucapnya dengan suara yang penuh kesedihan dan kemarahan pada dirinya sendiri.

Setelah jam kerja berakhir, Michelle keluar dari kantor dengan hati yang sangat berat. Pikirannya masih penuh dengan kejadian tadi siang, bagaimana mungkin dia bisa terus bekerja di bawah seorang bos yang sudah dua kali bermasalah dengannya ?

"Aduh, kenapa ya aku selalu bermasalah dengan orang itu?" gumamnya pelan sambil berjalan di sepanjang trotoar jalan yang sudah mulai sepi.

Kemarahan dan rasa tidak suka yang ada di dalam hatinya membuatnya tidak bisa menahannya lagi, dia mulai menendang-nendang jalan dengan kaki kanannya yang masih mengenakan sepatu hak tinggi baru.

"Dasar orang itu... sombong banget! Cuma tahu menyuruh orang dan bersikap dingin aja!" teriaknya pelan sambil menendang batu kecil yang ada di jalan.

Namun ketika dia menendang dengan sangat keras kali ini, tumit sepatunya tiba-tiba patah dan membuat sepatunya terlempar dengan sangat tinggi ke udara.

PLAAAKKK!

Sepatu hak tinggi tersebut dengan tepat mengenai wajah seseorang yang sedang berjalan dari arah yang berlawanan, dan David Lorenzo yang lagi keluar dari sebuah restoran mewah bersama Yuda.

Suara benturan yang cukup keras membuat hidung David yang baru saja sembuh mulai berdarah lagi.

"What the fu***! Ada apa ini?!" teriak David dengan suara yang penuh kemarahan, menyentuh hidungnya yang lagi-lagi berdarah.

Dia mengambil sepatu hak tinggi yang jatuh di dekat kakinya dan melihatnya dengan ekspresi wajah yang sangat marah.

"Milik siapa sepatu ini?! Siapa yang berani melemparkannya ke wajah saya?!"

Yuda yang berada di sebelahnya segera mendekat dengan khawatir.

"Boss! Hidungmu berdarah ! " Ucap Yuda.

Sementara itu, Michelle yang melihat kejadian tersebut langsung bersembunyi di balik tiang lampu jalan yang besar.

Hatinya berdebar kencang dan tubuhnya gemetar karena ketakutan, bagaimana mungkin dia bisa sekali lagi membuat masalah dengan sang CEO?

"Tidak bisa... tidak bisa aku keluar sekarang. Kalau dia melihatku, pasti aku langsung dipecat saja," gumamnya pelan sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.

David masih berdiri dengan marah, memegang sepatu itu dengan erat. Setelah beberapa saat, dia akhirnya menyerah dan menyuruh Yuda.

"Baiklah, bawa mobil saja. Kita pulang dulu saja. Cari tahu siapa pemilik sepatu ini besok hari saya tidak akan tinggal diam dengan orang yang berani melakukan hal seperti ini!"

Setelah David dan Yuda masuk ke dalam mobil dan pergi, Michelle baru saja keluar dari tempat persembunyiannya.

Dia melihat ke arah mobil yang sudah hilang di kejauhan, lalu melihat ke arah sepatunya yang sudah hilang dan kaki kanannya yang kini tanpa alas kaki.

"Ahhh, sial banget aku hari ini! Sepatu itu baru aku beli Minggu lalu !" teriaknya dengan suara yang penuh kesal dan tidak suka.

Namun dia tidak punya pilihan lain selain melepas sepatu hak tinggi yang masih dikenakan di kaki kirinya dan memegangnya dengan tangan.

Dengan hati yang sangat berat dan kaki yang sedikit sakit karena harus berjalan tanpa alas kaki di jalan yang kasar, Michelle melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah.

Bersambung....

1
ryu
lagi² cuma gue 🗿
ryu
cuma gue yg komen di bab ini 🗿 wkwkw🤣
ryu
udah di kasih, 🗿
ryu
🗿🗿🗿
ryu
gabut Thor 🤣
ryu
2 kali liat kakek tempramen 🗿
ryu
🤣 bisa aja tuh si Michelle 🗿
ryu
baik² saja,🗿 noh urus CEO gila🤣
ryu
🗿 kena muka lagi
ryu
🗿 lama kali up nya Thor 🗿
Dian Imut: masih lama Thor
total 2 replies
ryu
🗿🗿 lama2
ryu
mampir lagi, sambil nunggu update 🤣
ryu
🤣, berkali baca tetep lucu 🤣
Adelia Hira
Aneh, tuh CEO 😄
Adelia Hira
wkwk. kaya dracin 🤣
Adelia Hira
bener juga, tuh sepatu di bawa
Adelia Hira
sial banget tu CEO
Adelia Hira
Wkwkw, ternyata jadi bos' nya🤣
Adelia Hira
wkwk lagi tidur malah di tendang 🤣
Adelia Hira
wkwk, lagi tidur malah di tendang 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!