NovelToon NovelToon
The CEO'S Only Cure: Married To The Untouchable

The CEO'S Only Cure: Married To The Untouchable

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / CEO / Anak Yang Berpenyakit / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Bagi Arkanza Malik, sentuhan wanita adalah racun yang mematikan. CEO dingin ini mengidap penyakit aneh yang membuatnya sesak napas dan kulitnya terbakar setiap kali kulitnya bersentuhan dengan lawan jenis. Namun, sebuah insiden di lorong hotel mengubah segalanya.
Aira, gadis miskin yang kabur dari kejaran rentenir setelah menghantam kepala pria yang ingin melecehkannya, tanpa sengaja jatuh ke pelukan Arkanza. Bibir mereka bertemu dalam kegelapan. Arkanza yang seharusnya mati karena alergi, justru merasakan napasnya kembali. Gadis kumal ini adalah satu-satunya penawar racunnya!
"Aku sudah melunasi hutang ayahmu. Sebagai gantinya, kau harus menjadi istriku dan biarkan aku menyentuhmu kapan pun aku membutuhkannya."
Aira terjebak. Menjadi "obat hidup" bagi CEO kejam yang tidak punya hati. Di antara kontrak miliaran rupiah dan intrik perebutan harta, mampukah Aira bertahan tanpa harus menyerahkan hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Benang Merah di London

Langkah kaki Arkanza dan Aira menggema di koridor rumah sakit yang sunyi. Arkanza tidak melepaskan genggamannya pada tangan Aira, seolah-olah jika ia melonggarkannya sedetik saja, pengacara London atau musuh baru lainnya akan muncul dan merenggutnya.

Di dalam kamar VVIP, Santi duduk bersandar di ranjangnya. Wajahnya masih pucat, namun matanya memancarkan ketegasan seorang nyonya besar keluarga Malik yang telah kembali. Alan berdiri di sudut ruangan, tampak gelisah.

"Duduklah, kalian berdua," suara Santi lembut namun berwibawa.

Arkanza menarik kursi untuk Aira, lalu ia sendiri berdiri di belakang istrinya, meletakkan kedua tangannya di bahu Aira—sebuah pose protektif yang sangat jelas.

"Ibu ingin bicara soal apa? Jika ini soal warisan Sterling itu, Aira sudah tahu," ujar Arkanza to the point.

Santi menghela napas panjang. "Ini bukan sekadar soal uang, Arkanza. Ini soal mengapa kecelakaan itu terjadi lima belas tahun lalu. Syarif... dia memang serakah, tapi dia tidak cukup pintar untuk melacak identitas asli Riana di Indonesia sendirian."

Aira mengerutkan kening. "Maksud Nyonya... ada orang lain yang memberitahu Ayah Syarif tentang siapa Ibu saya sebenarnya?"

"Panggil aku Ibu, Aira. Kau menantuku, dan kau putri dari sahabat terbaikku," Santi tersenyum tipis sebelum wajahnya kembali serius. "Ibumu, Riana, adalah pewaris utama Sterling Enterprises. Namun, dia punya seorang kakak laki-laki, Edward Sterling. Edward tahu jika Riana ditemukan dan kembali ke London, maka seluruh kendali perusahaan akan jatuh ke tangan Riana sesuai wasiat kakekmu."

Alan menyela dengan suara berat, "Edward-lah yang menghubungi Syarif lima belas tahun lalu. Dia menjanjikan suntikan dana tak terbatas untuk Malik Group, asalkan Syarif bisa memastikan Riana tidak pernah kembali ke London. Selamanya."

BRAKK!

Arkanza menghantam meja di samping ranjang. "Jadi, Ayahku menjadi anjing pesuruh pria London itu? Dia membunuh Ibu Aira hanya untuk mendapatkan modal bisnis?!"

"Dan dia mencoba membunuhku juga agar rahasia itu terkubur bersama mobil yang jatuh ke jurang," tambah Santi dengan nada pedih.

Aira merasa dunianya berputar. "Jadi... selama ini hidupku hancur, Ibuku mati, dan Ayah Alan terpaksa jadi penjudi untuk menutupi rasa bersalahnya... semua itu karena paman kandungku sendiri di London?"

"Dia bukan pamanmu, Aira. Dia adalah monster yang memakai setelan jas mahal," desis Arkanza. Ia berlutut di depan Aira, memegang kedua tangan istrinya. "Dengarkan aku. Aku tidak peduli seberapa besar kekuasaan Sterling di London. Aku tidak akan membiarkan satu orang pun menyentuhmu lagi."

"Tapi Arkan, Arthur Kingsley tadi bilang... aku sekarang adalah pemilik sah. Itu artinya Edward akan semakin mengincarku, kan?" Aira menatap Arkanza dengan mata berkaca-kaca.

"Biarkan dia mencoba," Arkanza menyeringai dingin, jenis seringai yang membuat siapa pun bergidik. "Dia tidak tahu bahwa untuk mencapaimu, dia harus melewati mayatku dulu."

Taman Belakang Rumah Sakit – Tengah Malam

Arkanza menemukan Aira sedang duduk sendirian di bangku taman, menatap bintang-bintang. Ia menyampirkan jas mahalnya ke bahu Aira.

"Udara malam tidak baik untukmu, Sayang," bisik Arkanza, duduk di sampingnya dan langsung menarik Aira ke dalam dekapannya.

"Aku hanya merasa... semua ini terlalu cepat, Arkan," Aira menyandarkan kepala di dada Arkanza. "Kemarin aku hanya pelayan yang bingung membayar utang Ayah. Hari ini, aku tahu Ibuku seorang bangsawan dan aku diburu oleh pembunuh dari Inggris. Apakah kau masih mau bersamaku jika hidupku serumit ini?"

Arkanza memutar tubuh Aira agar menghadapnya. Ia menangkup wajah Aira dengan kedua tangannya, ibu jarinya mengusap pipi Aira dengan sangat lembut.

"Dengar baik-baik, Aira Kirana. Aku mencintaimu saat kau menjadi pelayan, dan aku mencintaimu saat kau menjadi ratu London. Itu tidak mengubah fakta bahwa kau adalah satu-satunya obat bagi penyakitku—baik penyakit fisik ini, maupun penyakit di hatiku."

"Bagaimana jika Edward mengirim orang lagi? Aku takut kau terluka karena aku, Arkan."

Arkanza mencium kening Aira lama sekali. "Kau tahu, sejak aku menyentuhmu pertama kali sebagai istriku semalam, aku sudah bersumpah. Tidak ada lagi rahasia, tidak ada lagi sandiwara. Aku akan membawamu ke London jika perlu. Kita akan datangi pria bernama Edward itu, dan aku sendiri yang akan menyeretnya ke hadapan hukum."

Aira tersenyum, merasa sedikit tenang. "Kau sangat percaya diri, ya? Padahal dia jauh lebih berkuasa darimu."

"Dia mungkin punya uang lebih banyak, tapi dia tidak punya Aira," Arkanza mengecup bibir Aira sekilas, lalu beralih menjadi ciuman yang lebih dalam dan penuh kepemilikan. "Mulai besok, aku akan menggandakan pengawalan untukmu. Tidak ada lagi pergi sendirian. Ke kamar mandi pun, aku harus tahu."

"Arkan! Itu berlebihan!" Aira tertawa di sela ciuman mereka.

"Tidak ada yang berlebihan jika itu menyangkut nyawamu," Arkanza menatap Aira dengan mata yang berkilat posesif. "Kau adalah hartaku yang paling berharga. Lebih dari Malik Group, lebih dari kekaisaran Sterling. Kau adalah oksigenku, Aira. Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun mencemari udaraku."

Di kegelapan koridor, Arthur Kingsley memperhatikan mereka dari jauh. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan suara singkat dalam bahasa Inggris:

"Tuan Edward, rencana pertama gagal. Arkanza Malik jauh lebih berbahaya dan terobsesi pada gadis itu daripada yang kita duga. Dia bukan sekadar pengusaha... dia adalah pelindung yang gila. Kita butuh rencana yang lebih kotor."

...****************...

Arkanza tiba-tiba melepaskan pelukannya dan menoleh ke arah kegelapan koridor, seolah indranya mencium keberadaan Arthur. Ia menyipitkan mata, lalu membisikkan sesuatu pada Aira. "Sepertinya pengacara London-mu itu perlu diberi pelajaran tentang siapa bos yang sebenarnya di sini."

1
Ms. R
Ka ceritanya sangat menarik, saya suka. tapi nama2nya bikin gak mood baca, ini seperti cerita mafia Eropa tapi namanya indo banget, maaf ka gak enak dibaca nya
Ariska Kamisa: hehe maaf ya kak kalo kurang memuaskan🙏
latarnya emang di indo, tapi plot twist nya aira emang keturunan mafia, ibunya kabur ke indo.
total 1 replies
Suginah Ana
critanya bagus menegangkan q suka
Ariska Kamisa: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Ariska Kamisa
emang agak tsunder sih arkan 🤣
🍒⃞⃟🦅 ☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
ini dnamakan keluar mulut buaya masuk mulut harimau🤣 dua² ngeri
umie chaby_ba
seru nih ... penasaran akhirnya gimana ? apa penyakitnya Arkan akan sembuh atau selamanya akan bergantung pada Aira . /Whimper/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!