NovelToon NovelToon
Life After Divorce

Life After Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Crazy Rich/Konglomerat / Beda Usia / CEO / Pernikahan Kilat / Nikah Kontrak
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Dua bulan lalu, Luella Brynn dipaksa menikah dengan seseorang Bernama Edric Alton yang tidak ia inginkan dan tidak ia kenal. Hanya untuk mengikuti permintaan mendiang orangtua Edric. Pernikahan hanya sebatas formalitas di hadapan orangtua Edric, dan begitu orangtua Edric meninggal. Luella di ceraikan begitu saja oleh Edric. Tidak ada kata perpisahan, hanya ada selembar cek dengan nominal fantastis sebagai rasa terimakasih karena Luella bersedia membantu Edric. Lalu bagaimana dengan kehidupan Luella dan Edric pasca bercerai? Dengan status baru yang akan mereka bawa satu sama lain, sedangkan usia Luella terbilang masih sangat muda bahkan usianya terpaut 15 tahun dengan Edric.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4

Toktoktok!

 

         Suara pintu diketuk dari luar, Luella segera berlari kecil untuk membuka pintu rumahnya karena dia tahu yang datang adalah Sarah.

 

         Ceklek!

 

         DEG!

 

         Mata Luella menatap sosok yang berada di depan rumahnya, jantungnya berdegup kencang, tubuhnya seketika membeku. Sudah lama sekali… Ya, sejak hari itu bahkan Luella tidak pernah bertemu dengannya.

 

         Luella hanya tertegun menatap nanar pada tubuh seseorang yang ada di hadapannya. Beberapa tetangga melihatnya, dan sudah bisa di pastikan ini akan menjadi gosip hangat besok pagi karena Luella membawa seorang pria masuk ke dalam rumahnya.

 

         “Apa kabar Luella” tanya pria tersebut.

 

         “Aku baik. silahkan masuk” jawab Luella

 

         Ya, yang datang kerumah Luella saat ini adalah Henry, mantan pacar Luella yang Luella putuskan sepihak karena dia di paksa menikah dengan Edric oleh Ibunya.

 

         Henry masuk ke dalam rmah Luella yang tidak terlalu besar. Dia duduk di sofa, tapi matanya masih lekat menatap paras cantik Luella.

 

         “Kamu, ada perlu apa?” tanya Luella.

 

         “Aku sudah mendengar cerita kamu. Jadi aku datang kesini untuk mencoba memperbaiki semuanya” ucap Henry.

 

         “Memperbaiki apa? Gak ada yang salah diantara kita Henry. Maksudku, lebih tepatnya kamu gak salah, kamu gak perlu lakuin ini” jelas Luella.

 

         “Luella, aku gak gak bisa lupain kamu. Aku terus cari kamu dari Sarah, tapi Sarah gak memberi banyak informasi. Dan setelah aku tahu cerita yang sebenarnya, aku datang kesini untuk kamu” jelas Henry dengan nada rendah dan stabil.

 

         Penjelasan Henry terdengar tidak menggebu-gebu, Henry adalah sosok pria yang tenang dan tidak mudah terpancing emosi. Suaranya yang menenangkan ini lah yang selalu Luella rindukan saat mereka sedang berjauhan.

 

         “Maaf Henry” ucap Luella dengan nada rendah penuh penyesalan.

 

         “Luella, ini bukan salah kamu. Kamu hanya melakukan apa yang diinginkan orangtua kamu” jawab Henry.

 

         “Tapi aku mengorbankan kamu, peraqsaan kamu, waktu kamu terbuang sia-sia” jelas Luella.

 

         “Kita bisa mulai dari awal, supaya waktu yang sudah kita lewati tidak terbuang sia-sia”

“Aku gak bisa Henry”

“Aku gak maksa harus hari ini, tapi aku gak akan nyerah dengan mudah untuk kamu Luella”

 

Luella menatap Henry dengan tatapan sendu, Luella benar-benar merindukan sosok Henry, tapi ia tahu jika ia sidah begitu bersalah karena menyakiti Henry.

 

“Luella!” panggil Sarah yang tiba-tiba masuk ke dalam rumahnya.

 

Sarag terkejut mwlihat Henry berada di ruang tamu rumah Luella, Sarah menatap Henry dan Luella secara bergantian seolah menandakan jika Sarah membutuhkan penjelasan.

 

“Duduk Sar” ucap Luella.

“Ada apa ini?” tanya Sarah bingung.

“Gak ada apa-apa Sarah. Aku cuma datang mengunjungi Luella” sahut Henry.

 

Mata Sarah menatap tajam kearah Luella, kemudian Luella mengangguk pelan seperti membenarkan kalimat Henry.

 

“Oh, begitu. Kalian lanjutkan, aku mau ke kamar Luella” ucap Sarah yang kemudian beranjak dan menuju kamar Luella.

 

Sementara Luella dan Henry masih berada di ruang tamu, mereka melanjutkan perbincangan mereka. Tidak ada pembahasan masa lalu, hanya membahas seputar pekerjaan, dan kehidupa mereka sehari-hari.

 

Henry adalah pria dari keluarga yang cukup kaya, hanya saja pada saat itu Ibu Luella tidak mengetahuinya. Dan saat dia mengetahui jika Edric adalah putra dari sahabatnya, dia memaksa sahabatnya untuk menikahkan Luella dengan putra sahabatnya, Edric. Dan terjadilah pernikahan paksa itu yang membuat Edric begitu membenci Luella.

 

“Luella, ini sudah malam. Gak enak kalau aku masih disini, aku pamit dulu” ucap Henry.

 

“Terimakasih Henry”

“Sama-sama Luella”

 

Henry keluar dari rumah Luella, dia menuju mobil yang sedang parkir tidak jauh dari rumah Luella. Bebrapa mata melihat Henry dan mobilnya, lalu mereka mulai berbisik tentang Luella dan pria tersebut.

 

Luella menutup pintu tumah dan menguncinya. Kmeudian ia segera menuju kamar untuk menemui Sarah.

 

“Luella, kok bisa???” Tanya sarah tanpa aba-aba.

“Gak tahu, aku pikir kamu tadi yang datang. Ternyata Henry” jawab Luella.

 

“Dia mau balikan sama kamu?”

“Iya”

“Terus?”

“Apanya?”

“Kamu mau gak?”

“Gak”

 

Sarah menghela nafasnya, dia menatap langit-langit dengan tatapan kesal.

 

“Luella, kenapa menolak Henry?” tanya Sarah.

 

“Sar, aku sudah menyakiti Henry saat itu. Aku gak mau itu terulang” ujar Luella.

“Justru karena kamu pernah menyakiti dia, kamu menebus kesalahan kamu dengan kembali menjadi pasangan Henry. Kamu juga aka naman dari Ibu tirimu itu”

 

“Hahaha” Luella tergelak, sementara Sarah merasa heran karena dia merasa kalimatnya tidak ada yang lucu.

 

“Kamu kenapa??” tanya Sarah keheranan.

 

“Ngomongin mama, beliau bilang aku harus kencan buta lagi” jelas Luella.

 

“KANN” ucap sarah yang langsung duduk saat mendengar kalimat Luella.

 

“Aku bisa nolak Sar”

“Dengan cara apa, kita berteman dari kita masih labil sampai sekarang kita masih labil”

 

“Hahaha sarah stop, kamu aja yang labil” dengus Luella.

 

“Hei wanita, kamu tidak menyadari labilmu?” tanya Sarah dengan nada mengintimidasi.

 

Luella hanya menggelengkan kepala, kemudian dia berbaring di samping Sarah. Keduanya terlihat sedang menatap langit-langit.

 

Sarah menatap Luella, kemudain dia menatap langit-langit kembali.

 

“Kamu kenapa Sar?” tanya Luella.

 

“Dia selingkuh” jawab Sarah.

 

“Dia yang mana?”

“Yang kemarin aku cerita, kamu lupa?”

“Pacar kamu terlalu banyak Sarah. Aku bingung yang mana yang kamu maksud”

“Astaga, kamu benar”

 

Keduanya saling menatap kemudian mereka tergelak. Tidak ada yang berubah dari Sarah dan Luella dari mereka masih kuliah hingga mereka bekerja saat ini.

 

Sarah pun masih tetap menjadi sarah yang Luella kenal, Sarah yang ceria, yang saat bicara dia akan mengeluarkan semua uneg-unegnya, dan itulah yang membuat pertemanan mereka awet hingga sekarang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!