NovelToon NovelToon
The Legend Of Xuan

The Legend Of Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pena_Novel

Kelahirannya menciptakan badai dahsyat. Di saat yang sama, klan Erlang kalah telak. Kekalahan itu membuatnya dicap sebagai anak pembawa sial. Bukan hanya hampir menghilang dari alam langit, klan Erlang juga harus membayar pajak ke klan Liu setiap. tahunnya.
*******
Erlang Xuan, nama yang sama dengan Leluhur klan, tapi nasib mereka berbeda. Jika Leluhur terlahir dengan kekuatan tak terbatas, maka dia terlahir dengan tubuh cacat. Selama belasan tahun, ia disiksa dan direndahkan. Bahkan, karena masalah sepele, ayahnya menghukumnya.
Karena tak punya dantian dan meridian, Erlang Xuan tak bisa berkultivasi. Sampah pembawa sial, itulah julukannya. Tak ada yang tahu bahwa dibalik tubuh cacat itu tersembunyi sesuatu yang akan mengguncang alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4 Penyesalan Datang Terlambat

Dua tahun berlalu dengan cepat. Awalnya, ia hanya ingin berlatih setahun, tapi karena keasyikan, dua tahun dilewatinya. Selama itu, pelatihannya terfokus pada alkemis dan juga teknik bertarung. Beberapa kali kematian nyaris menjemputnya karena berlatih melebihi batas kemampuannya sendiri.

"Aarrkkhh!" Erlang Xuan melepaskan amarah yang terpendam selama dua tahun. Amarah itu menjelma menjadi dirinya sendiri, tapi versi dewasa.

Dhuaaarrrrrr

Tak beberapa lama, ledakan keras terdengar. Ia yang baru sadar langsung melesat ke pusat ledakan. Ternyata ledakan itu berasal dari kota kristal.

Ledakan itu tidak dipedulikannya. Ia mengambil liontinya dan menggenggamnya dengan erat. Sekilas, perlakuan ibunya muncul diingatannya. Kejadian itu membuatnya amarahnya meledak, tapi masih bisa ditahan.

"Kenapa ibu membenciku? Apa salahku?" tanyanya. Air mata itu dibiarkan jatuh begitu saja. Ia mengangkat kepalanya dan menatap menara di pusat kota.

Wuuuussss

Pemuda itu melesat ke klan Erlang. Tujuannya untuk melepas semua amarahnya, sekaligus menemui ibunya untuk terakhir kalinya. Tepat di atas klan, serangan kuat dilepaskan. Serangan itu meluluhlantakkan klan yang menyiksa dan menindasnya selama bertahun-tahun.

Semua bangunan hancur, kecuali paviliun bunga. Entah kenapa, ia tidak bisa menghancurkan bangunan itu. Mungkin karena masih ada setitik cinta dan sayang di hatinya untuk wanita yang telah melahirkannya.

"Erlang Xuan, apa yang kamu lakukan?" teriak seorang wanita. Dia adalah Li Yanran, orang yang menyebabkan matanya buta.

"Melepaskan amarah yang kalian tumpuk," jawabnya dengan santai. Ia mengeluarkan liontin giok dari cincin ruangnya. Liontin itu dilemparkan ke ibunya.

"Selamat ulang tahun, ibuku yang tak punya hati," ucapnya tanpa ekspresi.

Dengan tangan gemetar, Li Yanran mengambil liontin giok itu. Tanpa sadar, air matanya menetes ke kalung tersebut. Semua orang, termasuk suami dan anak-anaknya yang lain melupakan hari ulang tahunnya, tapi anak yang paling dibencinya justru memberikan hadiah.

"Aku tidak peduli kalung itu dihancurkan atau dibuang." Erlang Xuan mendarat tepat di depan ibunya. Hatinya mengatakan wanita ibunya, tapi ingatannya berkata wanita itu adalah orang yang jahat.

"Kamu mengingatnya?" tanya Li Yanran.

"Aku mengingat ulang tahunmu, tapi ulang tahunku sendiri tidak kuingat, tapi—" Tangisnya motong ucapannya yang belum selesai. Ia melangkah mundur dan menjauhi perempuan yang menorehkan luka yang dalam di hatinya.

"Saat aku keluar dari altar petir, Ibu tak pernah menanyakan kondisiku. Bahkan, Ibu tidak pernah tahu mataku masih berfungsi atau tidak!" Erlang Xuan berhenti sejenak. Ia menatap ibunya yang diam mematung.

"Yang Ibu tahu, aku anak pembawa sial. Selama bertahun-tahun, tak ada yang peduli denganku. Mati pun, kamu tidak peduli,"

"Kalau untuk disiksa, kenapa kamu membiarkanku hidup?" teriaknya penuh amarah.

"Xuan'er!" panggilnya dengan suara pelan.

Erlang Xuan diam sejenak lalu tertawa. Sejak kecil, panggilan itu yang ingin didengarnya, tapi sekarang tidak lagi. Panggilan itu justru terdengar lucu di telinganya.

Erlang Xuan melesat dengan cepat. Beberapa kali, ia menyeka air matanya. Luka di hatinya terlalu dalam, mustahil untuk disembuhkan. Mungkin memaafkan sangat mudah, tapi melupakan semuanya sangat mustahil.

Li Yanran hanya bisa diam dan melihat kepergian anaknya. Air matanya menetes, tapi mulutnya terkunci. Penyesalan menghampiri, tapi sudah terlambat. Ia berlutut di tanah sambil menggenggam liontin giok pemberian anaknya.

"Yanran, apa gunanya menangisi anak pembawa sial itu?" tanya Patriark Erlang Xiao.

"Apa gunanya? Kamu bertanya padaku, sementara kamu sendiri penyebabnya!" jawab Li Yanran.

"Kamu penyebabnya." Tangisnya pecah. Satu per satu, perbuatan buruknya kepada anaknya sendiri memenuhi kepalanya. Meski hanya dua kali, tapi sudah cukup untuk membuat Erlang Xuan sekarat.

"Salahku? Perempuan bodoh! Aku hanya memperbesar api yang sudah menyala. Jangan salahkan orang lain, kalau semua itu salahmu!" jelas Patriark Erlang Xiao.

"Seharusnya kamu berpikir sebelum berbuat, bukan berbuat lalu berpikir!" ledeknya.

Erlang Xiao pergi sambil tertawa. Dia tidak menyadari bahwa penyesalan serupa akan menghampiri. Saat itu tiba, semuanya sudah terlambat. Yang didapatnya bukan maaf, melainkan amarah yang akan meledakkan seluruh klan.

**********

Erlang Xuan mendarat di hulu sungai kristal, tepat di atas gunung. Dari atas sana, ia bisa melihat beberapa kota yang letaknya sangat jauh. Bukan hanya itu, menara klan Erlang masih bisa dilihatnya dengan sangat jelas.

"Turnamen beladiri kekaisaran! Sepertinya aku akan bertemu dengan mereka lagi." Erlang Xuan membuka gulungan yang didapatnya beberapa hari lalu. Gulungan itu adalah undangan turnamen yang akan diselenggarakan beberapa bulan lagi.

"Tuan Erlang, darah anak-anakmu akan menodai turnamen Kekaisaran," gumamnya.

Karena turnamen akan diselenggarakan 4 bulan lagi, ia melanjutkan perjalanannya. Kali ini, kota yang menjadi tujuannya adalah kita teratai, tempat portal penghubung berada.

 Kota teratai sendiri adalah satu-satunya kota yang memiliki portal penghubung ke ibukota. Bukan karena istimewa, melainkan kota itu merupakan bekas ibukota kekaisaran Zhang.

Beberapa hari kemudian, Erlang Xuan tiba di kota perak. Di sana, ia bertemu dengan adiknya, Erlang Jia Mei. Sama seperti saudaranya yang lain, Jia Mei juga sombongnya selangit. Meski mereka lahir dari rahim yang sama, tetap saja gadis itu tidak mengakuinya.

"Sampah, kenapa kamu ada di sini?" tanyanya.

"Sebaiknya jaga mulutnya. Kalau tidak, kamu akan menyesal!" Erlang Xuan tidak menunjukkan belas kasihan sama sekali. Ia langsung menyerang adik perempuannya.

"Aku tidak peduli ibu menangisi mayatmu, Jia Mei! Harus kamu ketahui, darah yang kamu tumpahkan akan kembali kepadamu!" Ia meninggalkan adiknya, tapi gadis itu tidak mendengarnya. Karena merasa dirinya jenius yang hebat, gadis itu menyerang kakaknya.

Baaamm

Ukkhuuukk

Hasilnya, ia dibuat terpental puluhan. Bukan hanya terluka, darah segar menyembur dari mulutnya beberapa kali. Tak jauh darinya, pemuda dulu tidak pernah membalas perbuatan atau kata-katanya, kini menatapnya dengan dingin.

"Sudah kukatakan, aku tidak peduli meski ibu menangisi mayatmu! Pergi atau kamu mati!"

"Membunuhku? Jangan mimpi, sampah pembawa sial!" balasnya dengan arogan.

"Jia Mei, apa yang kukatakan pasti akan kulakukan. Karena kamu ingin mati, akan kukabulkan keinginanmu itu!"

Wuuuussss

Sebuah belati melayang di udara. Belati itu adalah senjata yang digunakan adiknya untuk menyiksanya. Karena beracun, luka akibat tusukan dan goresan belati tersebut menyiksanya selama berbulan-bulan.

"Kamu ingat belati ini, kan?" tanyanya. Ia menyeringai, sementara Jia Mei berkeringat dingin karena ketakutan.

Swuuuussss

Traaaanngggg

Tepat saat belati itu nyaris membunuh Jia Mei, seseorang muncul dan menepisnya. Gadis itu selamat, tapi ketakutannya tidak hilang. Bayang-bayang kematian menghantuinya. Hal itu membuatnya semakin ketakutan.

"Ingin membunuh adik sendiri? Kamu memang iblis!" ucap pemuda yang menyelamatkan Jia Mei.

"Iblis?" Erlang Xuan tertawa. "Kamu tidak tahu apa-apa, jadi, jangan sok bijak! Kalau aku mau, kamu juga akan mati bersamanya!" Ia menatap tajam pemuda itu. Pemuda itu punya hati yang baik dan juga tulus. Jadi, tidak mungkin juga orang seperti itu dibunuh tanpa alasan yang jelas.

"Cari tahu siapa yang pernah disiksa olehnya. Setelah itu, tentukan sendiri siapa iblis yang sebenarnya!" Erlang Xuan mengambil belatinya dan meninggalkan tempat itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Tingkatan kultivasi

Pemurnian Qi

Perunggu

Perak

Emas

Bumi

Langit

suci

Raja

Kaisar

Leluhur

Dewa

(★1-★9)

1
Nanik S
Erlang Xuan... mereka pantas dikasih pelajaran
Nanik S
Kenapa ada empat Kaisar
Bucek John
harta menang perang gak diambil sia sia terutama senjata n cincin ruang yg ber8ssi jarta buat sdn masa depan kultovator berpetualang.. hampar .. gak mengigit..!!!
Pena_Novel: Authornya lupa 😁😁
total 1 replies
Nanik S
Banyak sekali Anak Selir
Nanik S
Giiiilaaaa
Nanik S
Lanjutkan 💪💪💪
Nanik S
Siapa yang menyegel Zhang Xue
Nanik S
NEXT
Nanik S
Kaisar Jahat maaah anak sendiri dikurung
Nanik S
Bagus sekali ceritanya
Nanik S
Zhang Xue... ternyata Anak Kaisar
Nanik S
Erlang Xuan akhirnya menikah juga
Nanik S
Kenapa ceritanya seperti ini Tor
Nanik S
Siapa yang melindungi jiwanya
Nanik S
Kok masih punya adik kecil
Nanik S
Balas dendam yang sesuai
Nanik S
apakah Xuan akan bertemu Adiknya
Mika Dion
ternyata dibalik sikapnya ada kejadian yg memilukan...
Davide David
up
Mika Dion
Thor gambaran keluarganya terlalu sadis...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!