NovelToon NovelToon
Satu Di Hati

Satu Di Hati

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: mom fien

Satu di Hati.
Kamu seperti matahari,
Hangat di pagi hari,
Menyengat di siang hari,
Meredup saat senja hari.
Namun kamu tetap satu di hati.
# Red_Dexter (pinterest)

Kisah cinta ringan antara Erick dan Jeny. Bagi Erick, Jeny adalah mataharinya, ia tidak bisa hidup tanpanya.
Keraguan, adalah kata yang tepat untuk menggambarkan Jeny.
Senja, waktu favorit Jeny, dan Erick memastikan bahwa Jeny harus melihat kearahnya saat senja.

Kisah nyata seorang kenalan, dengan bumbu dramatisasi, untuk menemani kamu melepas penat menjelang tidur agar bermimpi indah tentang cinta.

Full of love,
Author ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom fien, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengakui kesalahan

POV Erick.

Mungkin karena lelah menangis, tidak butuh waktu lama untuknya tertidur pulas. Aku mencium bibirnya, lalu secara perlahan turun dari tempat tidur dan keluar kamar. Beberapa jam lagi orangtuaku akan bangun, aku akan mengakui perbuatanku pada mereka, untuk itu aku akan tidur di sofa ruang keluarga, sehingga aku akan segera terbangun saat orangtuaku memulai aktivitasnya.

Aku terbangun oleh suara keributan aktivitas mama di meja makan.

"Ma, papa sudah bangun?"

"Sudah, tumben kamu ketiduran di sofa."

"Iya, Erick mau bicara sama mama dan papa, boleh kita masuk kamar saja ma?"

"Kenapa?"

"Karena Jeny baru tidur beberapa jam gara-gara Erick, aku ga mau dia terbangun.", mama menatapku curiga, lalu masuk kamar dan aku mengikutinya dibelakang, kemudian menutup pintu kamar mereka.

"Pa, apa papa ada janji pagi ini?", kulihat papa sudah rapi mengenakan pakaian kerjanya.

"Ada meeting pagi di kantor."

"Erick mau bicara penting, sebaiknya papa kirim pesan dulu kalau papa akan terlambat."

"Kamu buat kesalahan apa hah?!"

"Pa...", kemudian aku berlutut dengan kedua kakiku.

"Aku menghamili Jeny."

"Kamu!", saat itu papa sedang memegang ponselnya, lalu melempar ponselnya ke kepalaku.

"Kamu tau kalau Jeny masih mau lulus kuliah dulu, kamu bukan anak kemarin sore yang baru pakai kondom Erick! Jadi kenapa kamu melakukannya?!"

"Pa duduk dulu, kita dengarkan penjelasan Erick.", ucap mama.

"Awalnya itu kecelakaan karena nafsu semata, tapi kemudian aku membohongi Jeny, aku menukar obat pencegah kehamilan dengan vitamin yang bungkusnya mirip, aku kasih Jeny vitamin biasa untuk imunitas tubuh. Karena ini yang pertama untuknya jadi ia ga curiga. Lalu kami ga pernah melakukannya lagi karena Jeny takut hamil."

"Astaga Erickkk! Pasti Jeny ketakutan saat ini, kamu keterlaluan Rick!", kali ini mama yang memarahiku.

"Kenapa kamu senekat itu sih?", tanya mama lagi.

"Karena aku takut Jeny pergi, aku juga ga percaya diri mengenai hubungan ini ma, dari awal Jeny mau pacaran sama aku karena aku setengah memaksanya, apa mama tau Jeny baru mau mengatakan ke mama papa setelah 2 minggu kami berpacaran."

"Kamu kan bisa tunangan dulu Rick, kenapa kamu sebodoh itu?", tanya papa melembut.

"Erick juga sudah mencobanya, Erick bahkan sudah melamarnya dan memberikan cincin, tapi ia menolaknya dan sampai hari ini cincinnya belum dipakai sama Jeny. Terus Jeny bilang dia mau pergi belajar bahasa di China 1 atau 2 tahun, meski Erick sudah melarangnya, ga menutup kemungkinan setelah lulus dia akan tetap pergi, itu sebabnya Erick nekat berbohong, memanfaatkan kesalahan biar takdir yang menentukan berpihak pada siapa."

"Kamu sudah gila Rick!", papa berkata dengan nada tinggi lagi.

"Aku tau pa", ucapku masih sambil berlutut.

"Jadi bagaimana keadaan Jeny sekarang?", tanya papa.

"Jeny sekarang sudah lebih baik, ia mulai menerima keadaan dan memaafkanku, ia setuju untuk segera menikah denganku. Nanti setelah Jeny bangun aku mau membawanya ke dokter pa."

"Ya sudah bangun, kamu harus benar-benar menjaga Jeny Rick, ga hanya kesehatan fisiknya, tapi juga mentalnya."

"Pasti pa, Erick sangat mencintainya."

"Sana naik ke kamar, Jeny mungkin cari kamu waktu bangun nanti", ucap mama.

"Terima kasih ma, terima kasih pa."

Aku kembali ke kamar, berbaring lagi disamping Jeny, memejamkan mataku sambil memeluk Jeny.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!