NovelToon NovelToon
Cinta Gadis Jathayu

Cinta Gadis Jathayu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Cinta Terlarang / Romansa / Kekasih misterius / Cintapertama
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mutiara Wilis

Shanaya berdiri di tepi taman halaman rumahnya, angin malam membelai sayap-sayap keabadiannya yang tersembunyi. Bintang mendekatinya, matanya memancarkan cinta yang tak terbantahkan. "Shanaya, aku tahu kita berbeda, tapi aku tidak peduli. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu," katanya dengan suara lembut.

Shanaya menoleh, mencoba menyembunyikan air matanya "Bintang, kamu tidak tahu apa yang kamu katakan. Aku...aku bukan seperti kamu. Aku memiliki rahasia yang tidak bisa kamu terima..." Shanaya mengangkat tangan, menghentikan Bintang yang ingin mendekat. "Tolong, jangan membuat ini lebih sulit daripada yang seharusnya. Aku tidak bisa menjadi yang kamu inginkan..."

Bintang terlihat hancur, tapi dia tidak menyerah. "Aku tidak peduli dengan apa yang kamu sembunyikan, Shanaya. Aku hanya ingin kamu..."

Apakah Shanaya akan membuka hatinya untuk Bintang atau justru pergi ke langit ketujuh dan meninggalkan Bintang seorang diri di malam yang sunyi ini? Ikuti terus kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12. "Kebimbangan Hati Seorang Ray Mandala Putra"

Ray, pemuda culun dengan penampilan berkacamata bulat besar dan baju yang selalu aneh, rambut belah tengah dua, duduk sendirian di kelas, menatap ke luar jendela dengan ekspresi lebih murung daripada biasanya yang selalu terlihat ceria daripada yang lainnya.

Shanaya dan Thalia, dua gadis cantik yang duduk di sebelahnya, memperhatikan Ray yang sedang murung pagi ini.

"Ray, ada apa? Kenapa kamu kelihatan sedih banget?" tanya Shanaya, menepuk bahu Ray

Ray menoleh ke arah mereka, dengan mata yang sedikit memerah, "Aku...aku cuma merasa gak seperti mereka," ucapnya, menunjuk ke arah Bintang dan teman-temannya yang sedang berganteng-ganteng ria di lapangan kampus

Thalia yang memiliki empati tinggi, langsung merespon, "Mereka siapa? Apa yang kamu maksud?" tanyanya menelisik

Ray menghela napas, "Aku gak tahu, aku cuma merasa gak cukup tampan, gak cukup keren...kayak Bintang dan yang lainnya. Aku gak bisa seperti mereka..."

Shanaya dan Thalia saling menatap, lalu kembali ke arah Ray, "Ray, kamu udah cukup keren kok," ucap Shanaya

"Tapi kalau kamu ingin berubah, kita bisa bantu kok, itu pun kalo kamu mau..." imbuh Shanaya berusaha menghibur hati Ray

Thalia mengangguk, "Iya, kita bisa bantu kamu jadi lebih ganteng. Tapi kamu harus mau berubah, ya? Siapa tahu ntar Zaneta bakal klepek-klepek sama kamu..."

Ray yang awalnya skeptis, mulai menunjukkan ekspresi harapan, "Benar? Kalian mau bantu aku?" tanyanya berbinar

Shanaya dan Thalia mengangguk serentak, "Iya, kita mulai sekarang juga boleh, nanti sepulang dari kampus gimana?" tawar Shanaya

Ray pun mengangguk tanda setuju, sementara itu Shanaya dan Thalia pun saling tersenyum hangat.

Shanaya dan Thalia membawa Ray ke lapangan basket, di mana geng Garuda sedang bermain basket. Bintang, Joe, Nathaniel, dan Felix, semua anggota geng Garuda, sedang asah kemampuan mereka di lapangan.

"Hey, guys. Gue punya orang baru buat gabung. Boleh kan?" tanya Shanaya, menepuk bahu Bintang yang tengah meregangkan otot untuk pemanasan di pagi hari ini

Bintang menoleh, melihat Ray yang berdiri di samping Shanaya dan Thalia, "Ray?" ucap Bintang tak percaya dengan siapa yang bersama dengan Shanaya dan Thalia saat ini

"Iya Ray, gimana boleh kan?" ucap Thalia

"Dia bilang kalo dia pengen berubah, jadi cowok keren, please yah bantuin dia kali ini aja..." imbuh Thalia dengan wajah yang dibuat memelas

Geng Garuda semua menatap Ray, lalu Bintang tersenyum, "Joe gimana menurut loe, ini cewek loe yang minta jadi loe yang urus deh..." panggil Bintang pada Joe yang tengah bercanda dengan Felix yang sama-sama memiliki tingkah absurd

Ray yang awalnya sedikit gugup, tersenyum kecut, dirinya berpikir bahwa dirinya akan ditolak oleh mereka, "Shan, Thal kayaknya aku mending balik ke kelas lagi aja deh sambil nunggu bu Zahra masuk kelas..." ucapnya putus asa

Geng Garuda semua menyambut Ray dengan baik, Joe menepuk bahu Ray, "Selow bro, kita gak sejahat itu kok. Loe bisa gabung bareng kita jadi tenang aja jangan langsung putus asa gitu dong..." ucap Joe pemuda blasteran bule Australia dengan rambut brownde itu

Nathaniel menambahkan, "Yups...betul, kita bisa ubah loe jadi keren kalo loe mau bahkan lebih keren dari kita..." ucapnya sembari menepuk bahu Ray

Felix yang duduk di pinggir lapangan, mengangguk, "Iya, gue juga setuju..." sahutnya sembari meregangkan otot kakinya

Ray yang awalnya tidak terlalu percaya diri, tersenyum, "Makasih banyak ya guys, kalian baik banget ke aku. Aku janji bakal jadi teman baik kalian dan gak akan ngecewain kalian ehehehe..." ucap pemuda itu tampak tak percaya dengan respon baik geng Garuda padanya

Geng Garuda semua mengajari Ray bermain basket, dengan sabar mereka menunjukkan trik-trik dan strategi permainan. Ray yang awalnya tidak terlalu bisa, perlahan-lahan mulai bisa mengikuti apalagi dia terkenal sebagai mahasiswa yang cepat tanggap dalam segala hal.

Setelah latihan basket, Bintang merangkul Ray saat mereka semua menuju kelas.

"Hey Ray, kita ada acara balapan nanti malam, mau ikut?" tawar Bintang ramah

Ray yang awalnya tidak tahu apa-apa, tersenyum, "Balapan? Tapi aku gak bisa juga gak ada motor kayak punya kalian..." jawabnya insecure

Geng Garuda semua tertawa, Joe berkata, "Loe kayaknya belum paham soal balapan ya, Ray. Nanti malam, kita ikut acara balapan tahunan. Jadi kalo loe mau ikut pergi aja bareng Shanaya dan Thalia jadi suporter buat kita..."

Ray yang awalnya sedikit gugup, tersenyum, "Wah, keren. Aku mau ikut..." jawabnya tampak bahagia

Kini mereka berenam berjalan sembari merangkul Ray saat menuju kelas sastra A1. Semua mahasiswa mahasiswi lainnya tampak heran melihat sosok Ray si pemuda culun itu ada ditengah anak geng Garuda yang terkenal paling keren di kampus mereka.

Bahkan Zaneta geng pun tampak terkejut dengan pemandangan yang baru saja mereka lihat, tentu gadis itu mulai gatal untuk membully Shanaya dan juga Ray.

Zaneta mulai berbicara dengan sebuah cibiran pedas ke arah mereka bertujuh,"Wah...drama apalagi nih, habis si curut Shanaya yang dijadiin temen eeehhh...sekarang si culun ini juga kalian jadiin temen juga kah?"

Joe yang gemas dengan gadis itu pun langsung angkat bicara, "Guys gak usah ladenin si trio sinting ini, mending kita ke kelas bentar lagi bu Zahra masuk kelas..."

Thalia sebagai kekasih Joe pun ikut mencibir Zaneta dan gengnya, "Byeeee....trio sinting..." ucapnya sembari melambaikan tangan ke arah Zaneta dan mencolek dagu gadis angkuh itu

Mereka bertujuh pun melenggang melewati tiga gadis pengusik itu dengan santai sehingga membuat ketiga gadis itu merasa kesal terlebih Zaneta yang uring-uringan dan menghentakkan kakinya ke lantai bahkan mengusir semua mahasiswa mahasiswi lainnya yang menyaksikan tingkahnya itu.

Zaneta yang kesal itu pun uring-uringan seorang diri, "Sialan duo sejoli satu itu. Awas aja mereka bakal gue bales nanti huh..." ucapnya kesal sembari menghentakkan kakinya ke lantai

Saat tersadar bahwa saat ini dirinya tengah menjadi pusat perhatian semua orang ia pun mengusir semua yang berada di sana.

"Apa loe semua lihat-lihat, pergi kalian!" usir Zaneta pada semua mahasiswa mahasiswi yang berada di sana menjadi penonton

Semua mahasiswa mahasiswi itu pun menyoraki tiga gadis pembuat onar itu, "Huuuuuuu...."

...****************...

Suasana kelas jam kuliah algoritma yang diajarkan oleh Bu Zahra sangat hidup. Semua mahasiswa saling berebut untuk sesi tanya jawab, tangan mereka terangkat tinggi-tinggi, berharap bisa dipilih oleh Bu Zahra untuk bertanya.

Bu Zahra, seorang dosen yang ramah dan berpengalaman, tersenyum melihat antusiasme mahasiswanya, "Baik, siapa yang ingin bertanya? Ah, Ray, kamu dulu..."

Ray, yang duduk di barisan depan, tersenyum dan bertanya, "Bu, tentang algoritma sorting, apa perbedaan antara Bubble Sort dan Quick Sort?"

Bu Zahra menjelaskan dengan sabar, "Ah, pertanyaan bagus, Ray. Bubble Sort adalah algoritma sorting yang sederhana, tapi tidak efisien untuk data yang besar. Sedangkan Quick Sort adalah algoritma sorting yang lebih cepat, tapi lebih kompleks..."

Mahasiswa lain tidak puas, mereka terus bertanya, "Bu, bagaimana dengan Merge Sort?" tanya Bintang

Bu Zahra tersenyum, "Merge Sort adalah algoritma sorting yang stabil dan efisien, tapi membutuhkan lebih banyak memori..."

Suasana kelas semakin riuh, mahasiswa lain terus bertanya, "Bu, apa itu algoritma greedy?" tanya Joe

Bu Zahra menjelaskan, "Algoritma greedy adalah algoritma yang memilih pilihan terbaik pada saat itu, tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjang..."

Mahasiswa lain tidak puas, mereka terus bertanya, "Bu, bagaimana dengan algoritma dynamic programming?" tanya Nathaniel.

Bu Zahra tersenyum, "Dynamic programming adalah algoritma yang memecahkan masalah dengan memecahnya menjadi sub-masalah yang lebih kecil, dan menyimpan hasilnya untuk digunakan kembali..."

Suasana kelas semakin riuh, mahasiswa lain terus bertanya, sampai jam perkuliahan berakhir. Bu Zahra pun mengakhiri kelas dengan sangat ramah.

Setelah jam kuliah Bu Zahra usai, geng Garuda langsung mengajak Ray ke salon dan pusat perbelanjaan. Mereka semua berangkat dengan mobil Bintang, yang dikendarai oleh Joe. Sementara Shanaya dan Thalia berangkat dengan mobil Shanaya.

"Hoy, kita ke salon dulu, Ray..." ucap Bintang, sambil tersenyum sembari merangkul bahu Ray

Ray yang duduk di belakang, sedikit gugup, "Apa yang akan kalian lakukan ke aku?" tanyanya sedikit ragu

Felix yang duduk di sebelah Ray, tersenyum, "Kita akan buat loe jadi lebih keren, Ray. Jangan khawatir, pokoknya loe tenang aja, ditangan kita semuanya pasti beres..." ucap Felix pongah

Setibanya di salon, rambut Ray dipotong dengan gaya yang lebih modern, dan diberi perawatan wajah untuk membuatnya terlihat lebih segar.

Shanaya dan Thalia memilihkan pakaian yang lebih keren untuk Ray, sementara geng Garuda memilihkan sepatu dan aksesoris yang sesuai dengan selera mereka.

Setelah selesai di salon, mereka semua pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli pakaian dan aksesoris baru untuk Ray. Ray yang awalnya culun, perlahan-lahan berubah menjadi pemuda yang lebih keren dan percaya diri.

"Wah, Ray. Sekarang loe jadi kelihatan keren..." puji Joe, sambil memotret Ray dengan kamera ponselnya

Bintang tersenyum hangat sembari merangkul bahu Ray, "Iya, loe udah gak culun lagi, Ray. Loe udah siap untuk bergabung dengan kami kan..."

Ray tersenyum, merasa lebih percaya diri, "Terima kasih, guys. Aku gak tahu apa yang harus aku lakukan tanpa kalian..." ucapnya dengan mata yang sedikit berkaca-kaca

Geng Garuda semua tersenyum, dan Shanaya berkata, "Kita semua ada di sini untuk loe, Ray. Kami akan selalu mendukung loe..."

Thalia pun mengamati apa yang masih kurang dari penampilan baru Ray saat ini, saat menyadarinya dia pun langsung berkata mengenai hal yang terlupakan.

"Kayaknya masih ada yang kurang deh, tapi apa ya..." ucapnya sembari menelusuri setiap inci tubuh Ray sehingga Joe pun menonyor kepala gadis itu karena merasa cemburu

"Ngapain loe kayak gitu ke Ray? Jangan bilang loe naksir sama Ray terus main mutusin gue gitu aja..." celetuk Joe sembari menonyor dahi Thalia

"Apaan sih ayy, gue cuma mau mastiin aja kalo semuanya udah lengkap gak ada yang kurang sedikit pun..." jawab Thalia kesal

Shanaya yang juga ikut mengoreksi perubahan penampilan Ray itu pun seketika berteriak mengenai apa hal yang mereka lupakan.

"Kacamata! Ya, kacamatanya belum. Ayo Ray kita ke toko kacamata dan buang kacamata loe yang aneh itu..." sahut Shanaya penuh semangat

"Eeh...tapi Shan...." ucapan Ray terpotong karena pergelangan tangannya sudah ditarik begitu saja oleh Shanaya yang di ikuti oleh semua anggota geng Garuda menuju mobil

Mereka semua pun masuk ke dalam mobil Bintang untuk para anggota geng Garuda sementara Thalia tetap bersama dengan Shanaya. Tujuan mereka saat ini adalah toko optik.

Setibanya disana Shanaya dan Thalia sibuk meminta pramuniaga toko optik untuk memasangkan lensa mata ke dalam kornea mata Ray. Ray pun menurut saja dengan kemauan dua gadis itu.

Setelah itu mereka semua berfoto bersama, dan Ray merasa seperti bagian dari keluarga baru di geng Garuda. Begitulah persahabatan dan solidaritas yang dimiliki oleh geng Garuda yang saling merangkul satu sama lain.

"Cisss..." ucap Joe yang tingkahnya paling absurd di geng Garuda

"Wah...asli keren banget Ray, gue yakin besok loe ke kampus gak bakalan ada yang ngenalin loe dan gak akan tahu kalo loe itu Ray si culun ahahaha...kita memang hebat bray bisa ngubah Ray jadi sekeren ini..." ucap Felix pongah

Tak perlu heran begitulah di geng Garuda memang bumbu penyedapnya tak lain adalah Joe, Felix dan Nathaniel yang selalu bertingkah absurd.

"Tapi menurut gue masih ada yang kurang sih..." ucap Nathaniel yang jarang bersuara

"Apa?" tanya Bintang

"Bahasa dan gaya bicaranya masih harus di ubah sih biar lebih keren lagi..." jawab Nathaniel si paling pendiam dan gamers sejati

"Nah gue setuju..." sahut Joe menjentikkan jarinya

Mereka akhirnya memutuskan untuk mengajak Ray kerumah sang ketua geng yang tak lain adalah Bintang sendiri. Hal itu pun di setujui oleh Bintang. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju kediaman Bintang.

Bersamboo...

Guys nih aku buatin visualnya si Ray before and after, nah saat culun kayak gitu penampilannya saat sudah di ubah sama geng Garuda jadi sekeren itu. Suka yang mana nih kalian... 🤭🌷🌹

1
gina altira
Zaneta knp nih anak, kurang se ons kali otaknya 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk...kurang kerjaan dia pnasan tapi tetep ngikutin shanaya mulu gak mau tersaingi 😆🤭
total 1 replies
Desti31
Lanjut Nyi🤣
Mutiara Wilis 🌹: Ok nyi 😆🙃🤭🌹
total 1 replies
Selly Susilawaty
lanjut thor, makin hari makin seru aja nih😍
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak, terimakasih sudah selalu hadir 🙏🤭🌹
total 1 replies
Anonymous
lanjut terus ya thor💪
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak lagi mikir episode berikutnya ini hehehe... 🙏🙃🌹
total 1 replies
Anonymous
widih makin seru nih😍
Mutiara Wilis 🌹: Hai kak, makasih ya hadirnya 🙏😍🌹
total 1 replies
Anonymous
seru banget ceritanya, kalian wajib baca💙😍
Anonymous
semangat ya thor, aku mulai suka sama kisahnya Shanay💙
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih banyak readers ku sudah selalu hadir dan menyukai kisah Shanaya... 🙏😅🌹
total 1 replies
Anonymous
wah makin seru aja nih thor😍
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya kak tapi kehilangan ide ini sudahan 🙏😅🙃
total 1 replies
Destianita
Hadir💐😍
Mutiara Wilis 🌹: Selalu hadir nyai destiny 😍👌😆
total 1 replies
Anonymous
semangat thor💪
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak terimakasih hadirnya... 🙏😆🙃
total 1 replies
Destianita
Lanjut terus Nyi😍 aku sawer bunga🤗
Mutiara Wilis 🌹: Makasih sawerannya 😍👌😆🙃
total 1 replies
Anonymous
lanjut thor👍
Mutiara Wilis 🌹: Ok masih ngumpulin ide 🙏😆🙃
total 1 replies
Destianita
Semangat terus Thor💐
Mutiara Wilis 🌹: Ok thor dirimu juga semangat
total 1 replies
Destianita
Cihuy, makin seru nih😍
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk iya idemu berguna juga 🤣🙃
total 1 replies
Destianita
Lanjut Nyai Thor😍
Mutiara Wilis 🌹: Woke nyai queen horor 🤣👌😍
total 1 replies
Mutiara Wilis 🌹
Ok nyai welang 😆
Mutiara Wilis 🌹
Ok nyai, aduh kok hadiroh kan ngeri 🤣🙃
Mutiara Wilis 🌹
apaan lekong?
Selly Susilawaty
lnjut tros thor😍
Mutiara Wilis 🌹: Ok thor, besok paling saya lanjut ini lagi perjalanan jauh mungkin hilang sinyal 🙏😅
total 1 replies
Destianita
Bening semua itu lekongnya🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!