Daniel merupakan seorang agen rahasia yang sedang menjalani misinya untuk mencari para pengkhianat negara termasuk keturunan mereka. Dalam menjalankan misinya, tanpa sengaja ia menolong seorang gadis bercadar yang sedang dihadang oleh para penjahat saat gadis itu hendak pulang ke rumahnya. Tanpa Daniel ketahui jika gadis bercadar itu adalah targetnya yang selama ini ia cari. Apakah Daniel tega membunuh gadis itu demi misinya ataukah ia harus mengkhianati agen nya sendiri demi cintanya? ikuti cerita mereka penuh dengan misteri dan setiap adegannya sangat menegangkan...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4. Curiga
Pagi itu Alea tidak datang sendirian. Ia juga membawa si kembar bersamanya. Restoran hotel dipilih Alea untuk bisa bertemu dengan Daniel. Si kembar tampak tidak sabar menunggu kedatangan teman kakak mereka.
"Apakah dia sudah menyatakan cinta kepada kakak?" tanya Aska sok dewasa.
Alea tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Ia tidak heran dengan pertanyaan si kembar karena adik kembarnya itu termasuk anak-anak jenius. Mereka belajar di sekolah hanya formalitas agar bisa mendapatkan ijazah. Di luar dari itu kapasitas pengetahuan mereka melebihi profesor karena banyak buku peninggalan kedua orangtua mereka yang mereka bedah setiap hari.
"Tidak usah ikut campur urusan orang dewasa...! kak Alia tahu yang terbaik untuk dirinya. Kita lihat saja nanti saat kita bertemu dengan teman kakak itu", ucap Arka.
"Yah, kalau melalui seleksi, kapan kita punya kakak ipar yang keren?" keluh Aska.
Alea berdiri ketika melihat sosok yang mereka tunggu. Ia melambaikan tangannya ke arah Daniel yang sedang mencarinya. Aska dan Arka ikut melihat ke arah Daniel. Keduanya tampak mengagumi sosok Daniel.
"Wow...! tampan sekali teman kakak itu. Kalau aku yes..!" puji Aska membuat Alea tergelitik.
Daniel mengerutkan keningnya melihat Alea tidak datang seorang diri." Astaga. Apakah gadis ini sudah memiliki anak?" batin Daniel begitu takut kalau Alea adalah seorang janda.
"Selamat pagi...!" sapa Daniel pada ketiganya.
"Pagi kak Daniel. Perkenalkan ini adik kembarku. Mereka ingin berkenalan denganmu juga", ucap Alea.
Daniel menghembuskan nafasnya lega lalu berkenalan dengan si kembar. Daniel mengenakan kacamata pintarnya untuk bisa membaca data diri Alea dan kedua adiknya. Namun yang terbaca adalah data pemilik dirahasiakan.
Daniel beralih ke wajah orang lain yang terbaca dengan baik. Ia mulai curiga kalau Alea dan adik kembarnya bukan orang biasa. Untuk memperjelas kecurigaannya, Daniel mengajukan beberapa pertanyaan mendasar.
"Apakah kedua orangtuamu tidak mengijinkan kamu keluar sendiri hingga ditemani kedua jagoan ini?" tanya Daniel.
"Kedua orangtua kami sudah meninggal", sahut Aska.
"Kami tinggal bertiga saja", timpal Arka.
"Yah, benar. kedua orangtua kami meninggal karena kecelakaan", sambung Alea.
"Oh, maafkan saya...! pertanyaan sudah membuat kalian sedih", ucap Daniel lalu meneguk minumannya.
"Tidak apa. Oh iya, kamu mau pesan apa?" tanya Alea.
"Aku ikut saja denganmu, Alea", ucap Daniel.
"Baiklah. " Alea memanggil pelayan untuk menambah pesanan untuk Daniel. Sementara itu si kembar tidak mau kalah dengan Daniel. Bekas sidik jari yang ada di gelas Daniel, si kembar mengarahkan ponsel pintar mereka dengan membuka aplikasi untuk membaca data diri siapa sebenarnya Daniel. Mereka tidak mau kakak mereka salah memilih calon kakak ipar untuk mereka.
Dalam sepersekian menit, data tentang Daniel terbaca dengan jelas. Disitu dikatakan Daniel adalah seorang agen rahasia Amerika. Hanya misinya dirahasiakan saat ini.
"Ternyata pekerjaannya sama seperti almarhumah mama kita. Kenapa dia bisa ke Indonesia? apa yang sedang dia cari di sini?" bisik Arka pada Aska.
"Tidak usah cari tahu tujuan dia ke sini. Yang penting dia bukan orang jahat", ucap Aska.
"Tapi bagaimana jika misinya itu mencari kak Alea?" tanya Arka serius sambil chating saudara kembarnya.
"Maksudmu cari jodoh, gitu?" canda Aska. Keduanya kembali tertawa cekikikan. Alea menatap wajah si kembar agar mereka menjaga sikap mereka di depan Daniel. Seolah paham tatapan kakaknya, Arka dan Aska memilih diam daripada di pukul kakak mereka itu.
Keempatnya ngobrol saling bergantian. Namun semuanya kebanyakan bohong karena tidak bisa membuka identitas mereka sesungguhnya.
"Apakah aku boleh berkunjung ke tempat kalian?" tanya Daniel ingin mengetahui lebih dalam keluarga Alea. Kali ini Alea yang menjawab.
"Boleh. Tapi rumah kami tidak di sini. kami tinggal di apartemen di tengah kota Jakarta", ucap Alea yang tidak ingin kediaman tempat persembunyian mereka diketahui Daniel karena belum begitu kenal siapa Daniel sesungguhnya.
"Apakah kalian akan kembali ke Jakarta sekarang?" tanya Daniel.
"Yah." Ketiganya kompak menjawab. Sebagai seorang agen rahasia, Daniel bisa membaca karakter ketiga teman barunya ini. Ia ingin sekali mengirim foto Ketiganya ke agen nya untuk mencari tahu siapa ketiga temannya itu dengan alat canggih di markas kerjanya.
Begitu juga si kembar yang cukup bingung melihat bagaimana seorang Daniel memiliki banyak sekali identitas saat melakukan aksinya. Si kembar saling menatap satu sama lain lalu melakukan kembali chating rahasia.
"Siapa nama sebenarnya? tidak ada identifikasi khusus untuk tuan Daniel", tulis Aska.
"Apakah kita perlu bicara dengan kakak tentang pemuda ini?" tanya Arka.
"Lebih baik jangan sampai kita tahu siapa sebenarnya tuan Daniel. Kasihan kak Alea. Sepertinya dia menyukai teman barunya itu. Jarang sekali kakak tersenyum cantik seperti saat ini walaupun wajahnya tidak terlihat tapi kita bisa lihat dari binar matanya", balas Aska.
"Hmm...! sekalinya punya teman nggak jelas statusnya", batin Arka prihatin dengan kakaknya.
"Keren sih. Tapi kalau bermasalah ngapain?" gerutu Aska membatin. Keduanya menatap wajah Daniel yang serius ngobrol dengan kakak mereka.
"Apakah kalian ingin jalan-jalan lagi sebelum pulang ke Jakarta?" tanya Daniel.
"Kami mau langsung pulang. Kamu bisa ikut mobil kami kalau mau", tawar Alea.
"Tidak usah. Aku bawa mobil sendiri", ucap Daniel.
"Baiklah. Kakak bisa mengikuti mobil kami dari arah belakang", ucap Alea. Keempatnya menuju tempat parkir.
Daniel sempat menempelkan alat penyedap di tas Alea. Alarm ponsel si kembar berbunyi menandakan salah satu diantara mereka memiliki alat penyadap. Ponsel milik si kembar memang memiliki detektor benda asing seperti suara, kamera tersembunyi maupun alat penyadap serta benda lainnya yang berbahaya. Mereka tidak langsung mengambilnya. Mereka menunggu mobil mereka jalan dan Arka langsung mengambil penyadap itu di tas kakaknya. Mereka lalu mematikan alat itu agar tidak terhubung dengan Daniel.
"Apakah dia tulus menyukai kakak kita ataukah dia hanya ingin memanfaatkan kakak kita demi tujuannya?" tanya Arka.
"Kita lihat saja nanti...! seberapa besar keinginannya untuk mendekati kak Alea", balas Aska.
"Apakah kalian menyukai kakak Daniel?" tanya Alea sambil menyetir.
"Apa yang disukai kak Alea, kami juga suka tapi tetap waspada kak sama orang yang baru kakak kenal. Takutnya kakak nanti kecewa", ucap Arka.
Alea melirik adik kembarnya yang duduk di belakang.
"Apakah kalian sedang menyelidikinya?" tanya Alea yang tahu kehebatan si kembar.
"Baru sebatas informasi pekerjaannya saja kak", ucap Aska berbohong.
"Dia seorang agen utama di FBI. Sepertinya dia orang baik", ucap Arka tetap tenang.
"Wah, berarti pekerjaannya sama dengan mama. Ternyata jodohku tidak ke mana-mana. Jika mama hidup pasti dia suka mendengar ini", ucap Alea kegirangan.
"Bukankah pekerjaannya mama itu yang membuat kedua orangtua kita mati terbunuh kak?" celetuk Aska.
Deggg....
Alea terkejut mendengar ucapan Aska. Hatinya langsung patah saat hatinya sedang berbunga.