NovelToon NovelToon
CINTA DI BALIK BULLY REHAN & DIANA

CINTA DI BALIK BULLY REHAN & DIANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Rebirth For Love / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: DeiNova

Diana, harus menelan pil pahit, saat ia di keluarkan dari sekolah,akibat kesalahan yang tidak pernah ia buat. hampir setiap hari ia di buly oleh teman-teman sekolahnya, terutama Rehan. lelaki Tampan yang kerap kali membuly Diana, hingga muncul kebencian di dalam hati Diana untuk pria itu.
Akibat ulah Rehan, kehidupan Diana hancur, bahkan ia harus kehilangan ibunya. dan di usir dari rumah kontrakannya, kebencian Dian semakin mendalam sampai ke tulang. hingga ia memutuskan pergi merantau dengan adiknya.
suatu hari Diana dan Rehan ketemu secara tidak sengaja.....
bagaimana kelanjutan kisah mereka.
yuk Baca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeiNova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penolakan Indra

  Singkatnya persiapan pernikahan Vera dan Arjuna sudah selesai, bahkan hadiah rumah untuk Diana pun sudah di beli Arjuna dan Vera secara diam-diam. Ada hal yang membuat Diana dan Vera kebingungan, mereka merasa ragu untuk menemui Indra.

   Tapi, mau tidak mau, Diana dan Vera pergi ke rumah ayahnya yang sangat mewah sekali. Sakit hati Diana dan Vera, saat mereka melihat rumah mewah, yang di tempati ayahnya. Sementara' mereka selama bertahun tahun hidup di kontrakan sempit.

    " Sebentar saja pak, saya ingin bertemu dengan pak Indra."

Satpam yang berbeda, untung saja dia mempersilakan Diana dan Vera masuk yang kebetulan sekali. pagi ini Indra sedang melakukan olahraga ringan di halaman rumah mewahnya.

    " Mau apa kalian datang?" tanya Hendra dengan raut wajah tidak suka.

   Bukannya peluk dan cium hangat sapaan, Indra justru pertanyaan dengan ekspresi wajah yang tidak suka.

     " Ngapain, anak-anak mu datang ke rumahku?" bentak Yuni, yang tidak pernah suka pada kedua anak sambungnya.

     " Kedatangan kami hanya ingin meminta pada anda menjadi wali dalam pernikahan Vera. Sebagai seorang ayah anda berhak menikahkan Vera." ucap Diana yang baru buka suara.

     " Tidak! Aku tidak setuju!....Mas jika kamu pergi menjadi wali nikah mereka silahkan ceraikan aku. " tolak lisa

      " Anda tidak berhak melarang, pak Indra untuk jadi wali nikah anaknya." seru Diana yang berusaha menahan emosi dalam dirinya.

       " Aku istrinya, dan aku berhak melarangnya. Lagi pula adikmu akan menikah dengan orang miskin yang kerjanya cuma kuli. jika ayah kalian datang, di mana dia akan meletakkan wajahnya pada rekan bisnis jika selama ini seorang indra memiliki seorang anak yang miskin dan tidak berpendidikan." hina Yuni, yang tidak tahu menahu tentang kehidupan Diana dan Vera.

Ingin sekali vera bersuara jika calon suaminya, anak tunggal yang kaya raya. Tapi, Diana melarangnya.

     " Ayah, tidak akan datang. Silahkan gunakan wali hakim saja." ucap Indra yang tak memiliki hati sama sekali.

     " Ayah malu, memiliki anak-anak seperti kalian yang tidak berpendidikan." lanjutnya.

     " Kalau begitu, jangan sebut diri anda sebagai Ayah kami." sahut Diana, dengan hati dan perasaan hancur.

    " Jika anda tidak ingin menjadi wali nikah atas kami, silahkan buat surat pernyataan jika anda menolak."

    " Baiklah, aku akan pergi ambil pulpen dan kertas, setelah ini pergilah dan jangan pernah datang lagi kesini." ujar Yuni lalu masuk ke dalam rumah.

Diana menatap benci pada ayahnya, begitu juga dengan Vera.

      " Kelak, jika anda tuan dan terlantar. Jangan pernah mencari kami, apalagi sampai mengakui kami sebagai anak." ucap Diana.

      " Terserah, apa katamu Diana. Jangan merusak kehidupan ku, yang sudah sangat bahagia ini." ujar Indra.

      " Bahagia, di atas penderitaan anak kandung, bukankah begitu?" ujar Vera yang merasa sangat sangat jengkel.

       " Tidak apa-apa, mungkin sudah waktunya menganggap anda mati."

    " Beraninya,kau!!!" bentak Indra yang hendak menampar wajah Vera.

      " Berani memukul adikku...akan ku pastikan anda menyesal seumur hidup." ancam Diana.

  Tak berapa lama, Yuni keluar dengan membawa selembar kertas dan pulpen serta materai sebagai penguat pernyataan yang di buat Indra. Tampa basa-basi pria ini menulis isi pernyataan melepas wali nikah atas kedua anak perempuannya.

       " Kalian ini hanya benalu!" seru Yuni.

       " Sejak kapan kami jadi benalu? Apa pernah aku dan adikku meminta makan padamu?" ucap Diana yang membuat Yuni mati kata.

        " Sudah selesai, bawah dan pergilah!" usir Indra seraya memberikan surat pernyataan tersebut pada Diana.

Tanpa mengatakan sepatah kata pun, Diana dan Vera pergi dari sana. Sebenarnya yang mereka inginkan, jangan sampai Indra datang keacara pernikahan vera.

      " Halah, palingan juga nikah sama anak berandalan atau preman jalanan yang suka malakin orang." ucap Yuni yang memandang rendah calon suami Vera.

      " Biarkan saja." seru indra yang tidak ambil pusing.

Entah di mana letak hati dan nurani Indra sebagai seorang ayah, yang melepas tangung jawab pada kedua anak perempuannya. Ia lebih memilih hidup enak seorang diri Tampa memikirkan kedua orang anaknya.

     Sepanjang perjalanan Vera menangis, sungguh hatinya terkoyak akan sikap ayahnya. Yang benar-benar lepas pada tangung jawab.

       " Hentikan tangisanmu, Vera. Menangis tidak akan merubah keadaan apa pun, menikah dengan juna, semoga hidupmu bahagia dan buktikan pada dia jika suamimu bukan seorang kuli seperti yang mereka omongkan." ucap Diana yang benar-benar merasa sakit hati.

     Pulang ke rumah kontrakan ternyata di sana sudah ada Arjuna. Yang menunggu mereka berdua, baru saja Diana menghentikan motornya Vera langsung turun dan masuk ke dalam rumah begitu saja melewati Arjuna.

" Ada apa dengan, Vera?" tanya Arjuna pada Diana.

Diana malas menjawab, ia hanya memberikan selembar surat pernyataan itu pada Arjuna.

Pria itu langsung membacanya, hatinya panas setelah mengetahui sikap indra yang sama sekali tidak bertanggung jawab.

" Benar-benar keterlaluan." ucap Juna yang merasa jengkel.

Arjuna masuk ke dalam rumah, ia menghampiri Vera yang masih menangis. Dipeluknya gadis yang kental dengan dendam Dan benci pada ayah kandungnya sendiri.

" Tidak apa-apa, ada dan tidaknya dia. Kita tetap akan menikah." ucap Juna yang merasakan sakit hati juga.

" Bahkan dia dan istrinya menghinaku, mengetahui bahwa calon suamiku seorang kuli dan tidak berpendidikan. Ayah yang seharusnya melindungi dan membelaku, nyatanya lebih berpihak pada istrinya." ucap Vera memberitahu.

Arjuna tertawa mendengarnya, bisa-bisanya ada orang yang menganggapnya kuli.

" Haruskah,kita mengundang mereka?" tanya Arjuna.

" Jangan! Biarkan mereka tahu sendiri." larang Diana.

" Aku hanya ingin melihat reaksi mereka nanti, setelah tahu siapa suami Vera."

" Tidak apa-apa, jangan menangis lagi, ayok kita pergi beli eskrim." ajak Juna seketika membuat Vera tertawa.

" Aku sedang sedih, loh." seru Vera.

Diana tertawa, tak ada lagi air matanya yang jatuh. Ia sudah biasa diperlakukan tidak adil seperti ini, Arjuna pun mengajak Vera jalan-jalan sebentar untuk menenangkan hati calon istrinya.

1
Nadila Fathania Alfi
min jujur ini karya original kamu sendiri apa bukan ?? jujur aku udah baca novel di lapan sebelah dan jalan ceriranya aku jamin 95% mirip banget sama novel kamu yg ini, tapi cuma beda judul aja, ini nyontek apa terinspisasi aja ??
lalanya: inspirasi kakk, soalnya aku juga suka baca baca novel atau nonton drama pendek ☺️ biasanya sebelum nulis aku putar2 dulu di novel2 teman2 dapat inspirasi nulis dulu di buku tulis baru di masukin ke sini.
total 1 replies
Sweet Girl
Khan sudah perna ketemu toh Bu Lina... waktu pertama kali mau melamar Eka...
Sweet Girl
Ndak takut dicerein ta Lin...
Sweet Girl
Bisa aja Ver...
Sweet Girl
Bwahahaha kasihan deh Luuuu, belum tau kabar.
Sweet Girl
Semoga Azab segera menimpamu Yani...
Sweet Girl
udah lama Ndak ketemu, apa Ndak kangen pak Hendra...
Sweet Girl
Ya emang begitu seharusnya, pacaran setelah Halal.
lalanya
makasih kakak udah mampir☺️
lalanya
makasih kakak udah mampir🙏☺️☺️
Sweet Girl
Arjuna Tor...
Sweet Girl
Ternyata Juna, mempersiapkan kesuksesan calon istrinya sendiri.
Sweet Girl
Diana atau Vera, Jun...???
Sweet Girl
Emang pak Brata Ndak tau apa... waktu Rehan nyuru pengacaranya Untu mengeluarkan Diana dr sekolah?
Sweet Girl
Hati hati lho Bu Lina... dengan sikap seperti itu...
nanti bener bener diwujudkan omongan Pak Brata.
Sweet Girl
Astaghfirullah Pak Brata... jangan sembarang ngomong cerai...
Sweet Girl
Kepedean Bu Sera...
Sweet Girl
Baik kali Pak Sutomo, makanya Arjuna ikut jadi baik.
Sweet Girl
Indomie, Sarimie, ABC yang mana Jun...?
Sweet Girl
Semoga... dapat balasan yang setimpal.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!