NovelToon NovelToon
Monarch: The King Who Refused To Die

Monarch: The King Who Refused To Die

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Sistem / Fantasi
Popularitas:224
Nilai: 5
Nama Author: Sughz

Ia pernah menjadi Monarch—penguasa yang berdiri di puncak segalanya. Namun pengkhianatan merenggut tahtanya, menghancurkan kerajaannya, dan memaksanya mati berulang kali dalam siklus reinkarnasi yang panjang. Selama ratusan kehidupan, ia menunggu. Menunggu para bawahannya yang tersebar, tertidur, atau tersesat di berbagai dunia. Di kehidupan terakhirnya, saat tubuhnya menua dan kematian kembali mendekat, sebuah system akhirnya terbangun—bukan ciptaan dewa, melainkan jelmaan dari salah satu rekan lamanya. Dengan kematian itu, sang raja kembali terlahir, kali ini di dunia yang sama… namun telah berubah drastis dalam beberapa ratus tahun.

Dunia yang ia kenal telah runtuh, kekaisaran bangkit dan jatuh, gereja menguasai kebenaran, dan para dewa mengawasi dari kejauhan. Dengan system yang setia di sisinya dan ingatan dari kehidupan-kehidupan sebelumnya, sang Monarch memulai perjalanannya sekali lagi: membangkitkan bawahan yang tersisa, membangun kekuatan dari bayang-bayang, dan menuntut balas atas pengkhianatan lama yang belum lunas. Ini bukan kisah pahlawan yang diselamatkan takdir—ini adalah kisah seorang raja yang menolak mati sebelum dunia membayar hutangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sughz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.4. The Empire's Prodigy

Di dalam kamar, Theo sedang duduk bersila untuk menyerap energi alam. Sudah hampir dua hari Theo hanya beridam diri di kamarnya, dan tubuhnya mulai berubah sedikit demi sedikit. Tapi energi alam yang di serap mulai mengalami penurunan.

“Huufftt,” Theo membuang napasnya perlahan, lalu membuka mebuka matanya yang sekarang lebih hidup dari terakhir kali.

“Akh, badanku kaku semua,” ucapnya, lalu bangkit dari posisinya dan meregangkan punggungnya.

“Hei, Lily, kurasa aku sudah tidak bisa menyerap lagi energi alam,”

[TING]

“Itu benar tuan, karena tubuh anda sudah terisi energi. Kini saatnya anda masuk ke level berikutnya.”

Theo mengangguk.

“Ah, tapi sebelum itu. Bisa kau beritahu aku sekarang ada di tingkat apa kekuatanku?”

[TING]

“Tuan sekarang masih berada di tahap Mortal,”

“Mortal? Apa itu kuat?” tanya Theo, dengan mata penuh harap.

[TING]

“Tuan bisa mati kalau di tampar oleh keledai di jalanan”

“Ah, jadi itu yang terlemah” kata Theo, dia menunduk kecewa

“Jadi, apa saja ranah kekuatan di dunia ini?” tanya Theo.

[TING]

“Kekuatan di dunia ini terbagi berapa ranah, tapi sekarang tuan cukup memahami tiga ranah pertama.”

Setelah mendengar penjelasan itu, Theo mulai berpikir dengan keras. Perasaan mulai bercampur aduk, merasa perjalanannya masih panjang.

Theo menghela napas panjang.

“Ya, mau di pikirkan juga memang tidak akan ada jalan yang cepat kecuali terus berlatih”

“Aku akan menghirup udara di luar dulu dan latihan nanti,” ucap Theo berjalan keluar kamar.

.

.

Di taman yang penuh dengan bunga, Eirene sedang memandangi bunga dengan membawa buku di tangannya. Senyum terlukis di wajahnya, meskipun masih berumur 9 tahun tapi kecantikan sudah terpancar darinya.

Di sisi lain, Theo sedang berjalan santai memperhatikan bangunan-bangunan di sekelilingnya.

“Waaah, bukankah istana ini di bangun dengan sangat baik,” ucap Theo penuh kekaguman.

Lalu saat memasuki taman bunga dia bisa melihat Eirene sedang berdiri dari jauh, karena penasaran dia mencoba mendekat. Eirene yang sedari tadi menyadari kedatangan Theo mulai menoleh ke arahnya.

Dan saat mereka berhadapan, Theo hanya berdiam diri. Melihat wajah Eirene dengan lekat tampa berkedip.

“Apa kau akhirnya jatuh cinta pada kakakmu?” kata Eirene, membuyarkan lamunan Theo.

“Ah, eh.. Apa maksud kakak, aku... aku hanya kagum dengan kecantikan kakak” ucap Theo.

‘Jadi dia Eirene Ashvale, sang jenius kekaisaran,’ Theo bicara dalam hati.

[TING]

“Tuan, jantung anda berdetak sangat kencang sekarang.”

Mendengar suara itu, urat-urat di lehernya muncul karena menahan kesal.

“Apa kau tak mau memelukku Theo,” ucap Eirene, lagi-lagi membuat Theo salah tingkah.

“Eh, a-apa maksud kakak?” tanya Theo dengan canggung.

Eirene tersenyum melihat itu.

“Biasanya saat melihatku kau akan langsung berlari dan memelukku, apa sekarang kau tak ingin melakukan itu?” jelas Eirene.

Mendengar itu Theo langsung gelagapan, dan bingung akan bagaimana bereaksi.

“Bu-bukankah aku sudah terlalu besar untuk melakukan itu,” ucap Theo tersenyum canggung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

[TING]

“HAHAHA... Apa tuan tidak punya rasa malu, bagaimana bisa tuan bersikap malu-malu di depan anak kecil.. HAHAHA.”

Mendengar itu, emosi yang di tahannya hampir meledak. Theo mengepal tangan kecil dengan erat.

“Hihi” suara tawa kecil meredahkan amarahnya seketika, Eirene terlihat menahan tawanya dengan buku di tangannya.

Eirene tersenyum melihat tingkah malu-malu dari Theo.

“Selamat datang Theodore Ashvale,” ucap Eirene bersamaan dengan angin yang berhembus pelan.

Mendengar kalimat yang janggal itu, Theo hanya diam.

“Ah, aku harus mengembalikan buku ini ke perpustakaan. Lanjutkan perjalananmu adik,” ucap Eirene mengusap kepala Theo dengan lembut lalu berjalan pergi.

Theo hanya diam melihat Eiren pergi menjauh, pikirannya penuh dengan pertanyaan.

[TING]

“Tuan, apapun yang terjadi. Tuan harus menjaga Eirene Ashvale tetap hidup.”

Theo hanya diam mendengar itu. Karena terlalu banyak penjaga yang melihatnya, dan tidak mau dianggap gila karena berbicara sendiri.

[TING]

“Kenapa tuan tidak menjawab?”

[TING]

“Ah, saya lupa memberitahu tuan. Tuan bisa bicara dengan saya melalui pikiran tuan.”

Theo hanya bisa menutupi wajahnya yang sekarang berubah warna menjadi merah karena kesal.

‘Aku sungguh akan membunuhmu Lily!!!!’ ucap Theo dalam pikirannya.

[TING]

“^_^”

.

.

.

.

Di perputakaan, terlihat buku-buku berjajar rapi di rak-rak besar dan telihat Regnar Ashvale berdiri di sudut ruangan, membaca buku di tangannya dengan tenang.

Tak lama, Eirene menghapirinya dengan membawa buku di tangannya.

“Ayah,” panggil Eirene.

Regnar yang mendengar itu langsung menutup bukunya, manatap Eirene dengan senyum di wajahnya.

“Oh, Eirene. Apa kau ke sini untuk mengembalikan buku?” tanya Regnar.

Eirene hanya mengangguk dan memberikan buku di tangnnya ke Regnar, Regnar menerimanya.

“Ah, Ayah. Aku tadi bertemu Theo saat di taman bunga. Aku rasa dia sudah mau keluar kamar,” seru Eirene, wajahnya tampak senang.

Senyum Regnar langsung menghilang saat mendengar itu.

“Apa adikmu terlihat sakit?” tanya Regnar nada berubah.

Eirene menggelengkan kepalanya, dan Regnar hanya tersenyum dan mengusap kepala Eiren dengan lembut.

“Tapi sekarang Theo... mmmhhh” kata Eirene terpotong seperti sedang memilih kata-katanya. “Dia sekarang terasa lebih hidup,” sambung Eirene dengan tersenyum ke ayahnya.

Mendengar itu, senyum Regnar menghilang lagi. Perasaannya mengatakan mulai ada yang salah.

“Kau bisa mencari buku lagi Eirene,” ucap Regnar.

Eirene hanya mengangguk dan melangkah pergi.

Regnar yang melihat Eirene sudah menghilang dari pandangannya, melangkah pergi keluar dari perpustakaan.

.

Di ruangan yang gelap, pintu terbuka dari luar. Telihat Regnar berjalan masuk dan ruangan yang gelap tadi mulai mendapat cahaya dari lilin yang menyala saat Regnar melangkah ke dalam.

Di dalam ruangan itu terlihat rak buku, meski tidak sebesar di ruang pepustakaan. Tapi banyak buku yang berjajar di sana, dan Regnar langsung menuju ke deretan buku dan mengambil buku di sana. Buku berwarna cokelat tampak seperti buku yang sudah sangat lama di tulis. Kertasnya terlihat usang.

Regnar membalikkan halaman demi halaman dengan cepat, lalu berhenti di halaman tengah dan membacanya secara perlahan.

Wajahnya yang sedari tadi tenang mulai terlihat lesu, memejamkan matanya lalu menatap langit-langit. Menghembuskan napas beratnya.

“Kurasa memang sudah waktunya,” ucapnya. Lalu menutup buku dan mengembalikannya ke tempat semula, dan melangkah keluar ruangan.

Dan saat pintu tertutup, ruangan itu kembali gelap seperti semula.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!