NovelToon NovelToon
Cintaku Berhenti Di Kamu

Cintaku Berhenti Di Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: er_riri

terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 4

Kakek tampak lega, " syukurlah, semua berjalan sesuai dengan apa yang kakek inginkan" kakek menepuk tangan Bila beberapa kali dalam genggaman nya dan tertawa lepas. " Bila sayang tak perlu merisaukan apapun yang akan terjadi di lain waktu karena kakek yakin Gama dapat menyelesaikan segalanya dan akan menjagamu dengan baik lebih baik dari kakek".

Kakek tampak sesekali menyeka air matanya karena tugas nya menjaga Bila akan segera selesai, walaupun kakek akan tetap mengawasi calon pasangan itu karena kakek tahu bahwa Bila dan Gama memang tidak terlalu dekat. Bahkan seperti hanya orang asing yang kebetulan saling kenal.

" kakek akan menyiapkan segalanya dalam waktu dekat ini, masalah pendidikan mu bisa kau tanyakan pada calon suamimu selaku wali mu kelak, kakek akan selalu mendukung segala keputusan yang kalian ambil dengan bijak, baiklah sudah cukup kakek menahan waktu kalian yang berharga, kakek berharap kalian akan selalu bersama, kakek akan memberikan waktu untuk kalian saling bicara". Kakek tersenyum pada Gama dan Bila sebelum meninggalkan ruangan.

Bila tampak gelisah dan canggung. " apa ada yang ingin kau tanyakan? Apa aku membuatmu tak nyaman?".ucap Gama tampak memperhatikan Bila. " tidak tuan, hemm maksudku, apa tuan tidak menyesal dengan keputusan tuan? bukankah aku tak pantas untuk tuan." Gama mendengus kesal, " memangnya siapa yang pantas untukku?" balas bertanya pada Bila, " aku tidak tahu tuan!" Bila menjawab dengan sedikit keras. dia menyesali itu tangannya gemetar tapi dia menutupinya " kau berani membentak ku?, memangnya siapa kau pantas membuat pilihan untuk pendamping ku?" jawab Gama tegas.

Bila menunduk, bagaimana bisa aku berkata dengan nada tinggi, memang di fikiranku sangat berisik dan belum mampu menerima setiap keputusan kakek yang sangat tiba tiba. Tapi bagaimana bisa "oh siapapun tolong aku!".

" maaf tuan" Bila berkata dengan suara pelan, " apa kamu bilang?dimana keberanian mu tadi" . Gama menyeringai, dia tampak menikmati setiap atmosfer perubahan lawan bicaranya. Menggemaskan.

" apa yang ingin kau tanyakan sebenarnya Bila? , semua keputusan ada di tangan kakek, bukankan tadi kau sendiri yang meng iyakan terlebih dahulu permintaan kakek, dan bagaimana aku dapat menolaknya jika itu yang di inginkan kakek dan aku yakin dengan setiap keputusan yang kakek ambil adalah yang terbaik. Dan tadi adalah kesempatan mu, jadi jangan salahkan aku". Bila melihat ke arah Gama. iya sih tadi aku memang yang menyetujui nya, tapikan harusnya anda menolaknya karena kita tak sedekat itu untuk menjalin hubungan yang rumit.

"kenapa kau melihatku seperti itu? Kalau kamu tidak terima coba kau ubah keputusan mu yang tadi pada kakek". Meraih ponsel yang sejak tadi dia letakkan di meja depannya, hendak menelepon kakek. " tidak, jangan!" reflek memegang tangan Gama, seketika sadar. " maaf tuan, aku tak sengaja". Menjauhkan tangan dinginnya dari Gama. Apa aku semenakutkan itu fikir Gama.

" aku hanya belum siap, oh maaf maksud aku, aku masih bingung dengan keadaan ini. Tapi apa aku masih bisa melanjutkan pendidikan ku kelak jika kita sudah menikah?". Gama tampak lega, ku kira dia akan membatalkan keputusan nya. " jika itu keinginan mu maka lakukan lah, tapi ingat statusmu dan jaga nama baikku jangan melakukan hal yang tak aku suka".

" baik tuan, tapi apa yang tidak tuan sukai? Agar aku bisa berjaga jaga agar sesuai apa yang tuan inginkan". Bila mengeluarkan ponsel nya dari tas untuk mencatat segala hal yang diingikan Gama. " aku ingin kau ingat posisi mu, dengan tidak berdekatan dengan laki laki lain karena itu dapat merusak reputasi ku, kau hanya harus fokus pada tugasmu di rumah dan tujuanmu melanjutkan pendidikan." Bila mengangguk sambil mengetik, " dan ingat! apapun yang kau lakukan aku akan mengawasi mu." Gama meraih ponselnya di atas meja ,dia mengetikkan sesuatu." ini nomorku dan nomor Seth sekretaris ku, jika ada yang ingin kau tanyakan bisa menghubungi ku atau Seth". Gama berdiri, Bila pun lantas berdiri karena kaget dengan gerakan tiba tiba Gama. " baiklah, aku pergi dulu". Bila membungkuk seraya berkata " terimakasih tuan, semoga hari anda menyenangkan." dengan gaya seperti bawahan pada atasannya. Benarkan yang aku lakukan, bagaimana bisa impianku untuk lepas dari kakek dan membalas Budi ketika aku sukses malah berakhir seperti ini. Menghentakkan kaki dan menelungkupkan wajahnya pada meja, tanpa dia sadar Gama masih sempat meliriknya di celah pintu hampir tergelak. Sebelum pergi dengan diiringi Seth yang sejak tadi menunggunya di depan ruangan Presdir.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!