seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4. Percaya Padamu
Leni langsung berdiri saat mendengar suara yang tak asing bahkan Yuda sendiri berdiri. “Yoo rupanya kau sedang makan, kenapa tidak mengajak ku.”
Pria itu langsung duduk di kursi tempat Leni sebelum nya duduk. “Siapa yang menyuruh mu duduk, Bagas?”
pria dengan tampang ganas itu adalah Bagas, preman dan juga tukang berjudi sama hal nya dengan Yuda bedanya Yuda tidak sebrengsek Bagas yang suka memalak dan menyiksa orang.
Bagas terdiam saya teman berjudi nya itu membentak nya, sebelum nya jangan nya untuk bicara bahkan pemuda itu selalu bersujud pada nya jika berbuat salah, tapi kali ini Bagas melihat sifat lain dari pemuda itu.
“Aku kasih kamu kesempatan untuk bersujud dan minta maaf seperti biasa Yuda,” ucap nya hendak memakan mie yang masih tersisa mik Yuda.
“Kamu pikir kamu siapa, berbuat semena-mena di rumah ku,” ucap Yuda dengan sorot mata mengandung kemarahan kepada Bagas.
Yuda tahu dulu pemilik tubuh ini, sangat patuh pada Bagas bahkan ia juga pernah hampir mati karena di pukuli tapi tetap saja Yuda menurut kepada pria itu.
Brakk.!!.
“Hanya beberapa hari kita tidak bertemu, tapi kamu malah sudah kurang ajar.. Apa kamu lupa dulu pernah meminta belas kasihan ku,” bentak Bagas sambil menggebrak meja.
Leni langsung menunduk karena takut melihat itu. “Bicara biasa saja, istri ku ketakutan, apa kau mau aku pukul hah..!” Yuda tak kalah galak, ia bahkan merangkul Leni di pelukan nya agar gadis itu tak ketakutan.
“Istri! Hahahaha,, sudahlah Yuda jangan berpura-pura seperti itu, kamu pasti ingin menghibur istri mu sebelum di jual begitu kan?”
Degh!,
Leni langsung melepaskan diri dari suami nya setelah mendengar ucapan dari Bagas ternyata hal yang di takuti nya hari ini memang akan terjadi, suami nya baik hari ini, dan perhatian pada nya ingin membuat nya percaya dan saat di jual akan mudah.
“Kamu tega mas., hiks, ternyata dari tadi kamu perhatikan hanya ingin membuat ku menurut,” air mata lolos karena tidak bisa membendung kesedihan nya.
Bughh.!!,
tangan terkepal Yuda langsung membogem wajah Bagas bahkan Bagas tidak sempat bereaksi apapun hingga ia terjungkal ke belakang.
“Aku akan lebih membuat mu menderita jika berani bicara sembarangan dengan istri ku,” ancam nya.
Bagas bangun dengan sudut mulut yang berdarah, pukulan tadi sangat keras membuat rahang Bagas sakit. “Yudaaa!!! Kurang ajarr..! Kau bajingan, ku bunuh kau.”
srett..!!
“Tidak mungkin,” Bagas terkejut saat Yuda mengelak pukulan nya.
“Tendangan ini untuk menebus ucapan mu tadi,” Bughhh..!!
Bagas benar-benar tidak bisa melawan Yuda yang sudah berbeda jiwa, jika mungkin Yuda dulu adalah pemuda lemah yang mudah di tindas oleh Bagas, kali ini Yuda membalaskan semua yang telah tubuh ini rasakan.
“Yud-Yudaa.. kau tak akan ku lepaskan, euhh,” Bagas langsung meraba pintu keluar lalu buru-buru pergi dengan rasa malu dan sakit di tubuh nya.
Setelah kepergian Bagas Yuda langsung duduk lalu menuangkan air dan meneguk nya.
Gluk! Gluk!,
“Bagas adalah anggota preman di desa ini, bagaimana pun kamu akan terus di incar oleh kelompok nya,” ucap Leni walau ia masih down dan bingung akan yang terjadi.
“Jangan khawatir, merek masih jauh untuk bisa melukai ku,” jawab Yuda dengan sombong.
“Kenapa kamu masih berdiri, tidak mau duduk,” ucap Yuda heran melihat gadis itu kembali seperti awal, hanya berdiri sambil menunduk.
Brukk.!,,
tiba-tiba Leni langsung berlutut sambil memohon kepada Yuda. “Mas, tolong jangan jual aku, aku janji akan lebih nurut, dan mematuhi perintah mu setelah ini, tapi jangan jual aku.”
Deghh.!!
“Kenapa dia malah berpikir aku akan menjual nya.”
“Tuan di zaman ini, perempuan adlah makhluk yang sangat hina bahkan mereka sering di perdagangkan, jadi wajar Leni merasa takut.”
“Ternyata begitu, kenapa bisa begini, apakah ini juga di sebabkan oleh bencana kekurangan sumber daya,” tebak Yuda sambil memperhatikan Leni yang masih bersujud di kaki nya.
“Benar tuan, bahkan satu wanita hanya di tukar dengan dua dua dua suap makanan di sini.”
“Saat ini Leni terikat dengan tuan dalam sistem, jangan buat dia sedih atau tuan tidak akan mendapatkan hadiah jika menyakiti atau tidak membuat senang wanita yang terikat dengan tuan dalam sistem.”
“Jadi kalau seperti ini aku tidak akan mendapatkan hadiah.”
"Tepat sekali.”
“Leni, kamu cepat bangun, jangan berlutut lagi, siapa yang bilang aku akan menjual mu, demi apapun sumpah aku tidak ada niatan untuk menjual mu,” Yuda menyuruh Leni segera bangun tidak mungkin ia menyiapkan nyiakan hadiah yang akan di berikan sistem.
“presentase cinta Leni hanya 20% tingkat kan nilai cinta maka akan mendapatkan hadiah kejutan.”
“Oke jadi aku harus jadi pria buaya untuk menarik perasaan nya,” gumam Yuda.
“Tapi kata Bagas tadi, kamu akan menjual ku untuk bermain judi lagi,” ucap Leni dengan gugup, ia takut tapi terpaksa ia memberikan diri.
“Itu hanya omong kosong, aku sudah bilang aku tidak akan bermain judi lagi, dan aku sudah memberi pelajaran kepada Bagas yang bermain bicara sembarangan,” Tutur Yuda tak ada jejak kebohongan dari raut wajah nya hanya ada ketulusan pemuda itu.
Leni merasa bingung harus percaya dengan suami nya atau dengan hati yang dari tadi merasa tak tenang. “Kalau begitu, aku percaya pada mu.”
“Mas Yuda kamu tidak benci aku kan,” tanya Leni dengan khawatir kalau suami nya akan benci setelah ia menuduh yang tidak baik seperti itu.
“Sama sekali tidak, aku tahu dn sadar kalau dulu aku memang bajingan, tapi itu dulu mulai sekarang Yuda dulu sudah tak ada.”
Leni bingung, tapi tidak sempat menjawab hanya diam. “Ohya, aku sebentar lagi mah ke hutan untuk cari ayam hutan.”
“Oke, tapi aku dengar paman Halim kemarin juga berburu, tapi hewan di hutan kita sudah sulit untuk di dapat karena banyak orang juga mencari nya,” ucap Leni memberitahu Yuda.
Yuda tersenyum lalau mencium kening istri nya. Cup!! “Aku punya cara sendiri, pokok nya kamu siap hidup kan api untuk masak daging.”
Blus..,
sedangkan Leni pipi nya memerah, tidak seperti biasa Yuda sampai mencium nya seperti itu.
Sedangkan Sakti bangkit lalu melangkah keluar dari rumah bersiap untuk pergi
“Hati-hati.”
Yuda berbalik lalu melambaikan tangan kepada istri nya. Alasan Yuda bukan hanya untuk berburu tapi ada beberapa urusan yang harus di selesaikan dengan sistem dan ia tak leluasa jika berada di rumah.
“Sistem apakah aku tidak bisa kembali ke zaman modern dulu?” tanya Yuda penasaran, karena tidak mungkin kan ia harus di zaman ini terus menerus dalam keadaan yang genting.
“Bisa..!”
“Bagaimana cara nya?”