NovelToon NovelToon
Cariad

Cariad

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Zion Mateo Lopez adalah definisi dari kesombongan masa muda, tampan, kaya, dan tak terkalahkan. Baginya, Cassie Vorcan hanyalah sebuah target dalam taruhan mahal bersama teman-teman elitnya di SMA Chicago. Namun, apa yang dimulai sebagai permainan kotor berubah menjadi jeratan perasaan yang nyata. Selama dua tahun, Zion jatuh hati sedalam-dalamnya, mencintai Cassie lewat tindakan protektif dan rencana masa depan yang matang di California.
Di sisi lain, Cassie gadis panti asuhan yang pintar dan dingin akhirnya meruntuhkan seluruh benteng pertahanannya demi Zion. Dia percaya telah menemukan rumah, hingga sebuah rahasia di ponsel Zion menghancurkan dunianya: bukti bahwa dia hanyalah "barang taruhan" yang sukses ditaklukkan.
Beberapa Tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di Chicago dalam sebuah proyek besar. Zion kini adalah pria dewasa yang dihantui penyesalan, sementara Cassie telah menjelma menjadi arsitek sukses yang lebih angkuh dan tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#3

Pagi itu, langit Chicago diselimuti mendung tipis, seolah ikut merasakan ketegangan yang merambat di lantai 42 gedung pusat Lopez Group. Di dalam ruang kerja privat yang luas, hanya ada Zion dan Cassie. Suasana yang seharusnya profesional itu berubah menjadi medan perang emosional saat Zion kembali mengunci pintu, mengabaikan tumpukan berkas konstruksi di meja.

"Cassie, aku tidak bisa tidur semalam," suara Zion terdengar parau, kontras dengan penampilannya yang rapi dengan setelan jas custom-made. "Pikiran itu terus menghantuiku. Tentang betapa bodohnya aku sepuluh tahun lalu."

Cassie tidak mendongak dari tabletnya. Jemarinya yang lentik bergerak lincah menyusun grafik progres pembangunan. "Tuan Lopez, jika ini tentang penyesalan taruhanmu, aku sudah bilang simpan itu untuk dirimu sendiri. Aku di sini untuk bekerja."

"Bukan hanya taruhan itu!" Zion melangkah maju, tangannya bertumpu di atas meja kayu oak, memaksa Cassie menatapnya. "Aku menyesal karena di awal-awal kita melakukannya... aku begitu ceroboh. Aku melakukannya tanpa pengaman, Cass. Aku egois. Tapi aku juga tahu, diam-diam kamu mengonsumsi pil pencegah kehamilan saat itu. Aku tahu semuanya."

Zion menghela napas panjang, matanya menatap Cassie dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara rasa bersalah dan keinginan untuk dimengerti. "Saat itu aku tidak memarahi mu, Cassie. Meskipun aku sangat ingin kita punya masa depan bersama, aku membiarkanmu meminum obat-obat itu karena aku tahu cita-citamu lebih besar dari sekadar menjadi ibu di usia muda."

Mendengar itu, Cassie perlahan meletakkan tabletnya. Dia berdiri, wajahnya yang biasanya sedingin es kini memerah karena amarah yang meluap. Dia menatap Zion dengan tatapan tidak percaya, seolah pria di depannya ini baru saja kehilangan akal sehatnya.

"Kau gila, Zion? Kau benar-benar sudah kehilangan kewarasanmu?" suara Cassie meninggi, bergema di ruangan kedap suara itu. "Kita masih SMA saat itu! Bisa-bisanya kau berpikir untuk memarahiku hanya karena aku memiliki pil pencegah kehamilan? Dasar bodoh!"

Cassie tertawa getir, tawa yang penuh dengan luka lama yang kembali tersayat. "Kau pikir aku punya pilihan? Aku gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa di sekolah penuh anak orang kaya seperti kalian. Jika aku hamil saat itu, hidupku hancur! Aku akan dibuang dari panti asuhan, beasiswaku dicabut, dan aku akan berakhir di jalanan sementara kau tetap menjadi pangeran keluarga Lopez yang dipuja-puja."

Zion terdiam, kata-katanya tertahan di kerongkongan. Dia lupa, atau mungkin tidak pernah benar-benar menyadari, betapa tipisnya lantai tempat Cassie berpijak saat itu.

"Usiamu saat itu 17 tahun, dan aku 16 tahun Secara teknis kita di kelas yang sama, tapi secara mental, kau tetaplah bocah laki-laki yang hanya memikirkan kepuasan diri sendiri!" lanjut Cassie, suaranya kini bergetar namun tetap tajam. "Kau bilang kau tidak memarahiku? Hebat sekali. Seolah-olah kau punya hak untuk marah padaku karena aku mencoba melindungi masa depanku dari kesalahan yang kau buat!"

Di luar ruangan, dua pasang telinga menempel di pintu jati yang tebal. Lionel dan Laxia saling pandang dengan mata terbelalak. Sebagai CCTV resmi Mommy, mereka sudah mendengar lebih dari yang seharusnya.

"Gila... Kak Zion benar-benar nekat membahas soal malam panas di kantor," bisik Laxia sambil menutup mulutnya. "Dan pil pencegah kehamilan? Jadi mereka sejauh itu dulu?"

Lionel memperbaiki letak kacamatanya, wajahnya tampak lebih serius dari biasanya. "Laxia, ini bukan lagi sekadar taruhan masa SMA. Kak Zion benar-benar terobsesi. Tapi lihat Cassie... dia jauh lebih kuat dari yang kita duga. Dia benar-benar menguliti Kak Zion hidup-hidup."

"Kita harus lapor Mommy?" tanya Laxia ragu.

"Belum saatnya. Jika kita lapor sekarang, Mommy akan memecat Cassie demi menjaga nama baik keluarga, dan itu akan membunuh Kak Zion," jawab Lionel bijak. "Kita pantau saja dulu. Tapi jujur, aku dipihak Cassie kali ini. Kak Zion memang bodoh."

Kembali ke dalam ruangan, Zion mencoba meraih tangan Cassie, namun wanita itu menepisnya dengan kasar.

"Dengarkan aku, Cass. Aku menggunakan pengaman setelah itu bukan karena aku tidak mencintaimu, tapi karena aku sadar betapa bahayanya itu bagimu. Aku merencanakan California supaya kita bisa mulai dari awal tanpa bayang-bayang taruhan itu!"

"Cukup, Zion! Berhenti menjual mimpi California-mu itu," sela Cassie dengan suara dingin yang kembali seperti semula. "Kau tahu apa yang paling menyakitkan? Bukan fakta bahwa kau melakukan taruhan itu. Tapi fakta bahwa kau membiarkan aku mencintaimu dengan tulus saat kau tahu aku hanya barang di mata teman-temanmu. Kau bilang kau menyayangiku lewat tindakan? Tindakan macam apa yang mengirim foto pacarmu ke grup chat pria-pria mesum?!"

Zion tertunduk. Itu adalah dosa yang tidak akan pernah bisa ia cuci, seberapa banyak pun uang yang ia miliki sekarang. "Aku... aku menghapus foto itu dari mereka, Cass. Aku mengancam mereka untuk tidak menyebarkannya. Aku menjamin tidak ada yang melihatnya selain mereka yang di grup saat itu."

"Tapi kau tetap mengirimnya, Zion. Kau tetap melakukannya." Cassie mengambil tasnya, bersiap pergi. "Hari ini pertemuan selesai. Besok kita bahas soal struktur fondasi. Jangan pernah lagi membawa urusan ranjang masa lalu ke meja kerjaku, atau aku akan pastikan proyek ini gagal dan Mommy-mu tahu alasannya."

Cassie melangkah menuju pintu. Saat pintu terbuka, Lionel dan Laxia hampir terjatuh karena kehilangan tumpuan. Cassie menatap si kembar dengan tatapan meremehkan.

"Sampaikan pada Mommy kalian," ucap Cassie pada si kembar yang mematung, "putra sulungnya butuh terapi psikologis, bukan manajer proyek."

Cassie berlalu dengan langkah anggun namun tegas, meninggalkan Zion yang hancur di kursinya dan si kembar yang hanya bisa saling lirik dalam kecanggungan yang luar biasa. Chicago di luar sana mungkin sedang mendung, tapi di dalam ruangan itu, badai baru saja dimulai.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Era Simatupang
aduh GK bisa nebak endingnya gmna, makin seru thor
ros 🍂: coba di tebak dulu kak 🤣🙏
total 1 replies
awesome moment
wkwkkwkwkwk...benang yg mbulet
awesome moment
logan n tll sombong dan...ogah blajar dri pengalaman jd...kalah pintar sm keledai
ros 🍂: mari kita kasih paham si logan Kak🤭🤣
total 1 replies
Manis
good issa👍👍👍
Fadhliyah
part paling menyedihkan. aku sampai jeda membaca Krn ikut nangis. malu ketahuan orang😭😭
ros 🍂: Terharu 😭😭😭🥰
total 1 replies
awesome moment
mmg terbuka soal hati tu g gampang
awesome moment
logan sdh dpt rumah
awesome moment
tu lah knp. menangislah saat berdo'a. krn smua akan mengabur
awesome moment
wkkwkwkwk...mo semarah p pun. sebenci p pun. kn d anak.
awesome moment
biar mrk 😭😭😭darah dlu. biar mrk menghargai org
awesome moment
baiknya mmg bgitu. biar zion...bisa menghargai
awesome moment
bagoosh. biar nyesel bin nyesek dlu
awesome moment
twins tu CCTV yg sgt kompeten
awesome moment
laxia n cerdas jg plus sarkastik
awesome moment
CCTV yg sgt detail. bahkan baca gerak bibir😄😄😄
ros 🍂: haha🤣
total 1 replies
awesome moment
hebat
awesome moment
nikmati penyesalanmu, Zion. hati manusia tu yg jd taruhan
awesome moment
logan sdg membohongi diirnya sndiri
awesome moment
bnr2 absurd
Rahayu Ayu
Baik banget dih keluarga Lopez,
mau menerima Cassie dan Logan dengan tangan terbuka,
tanpa memandang status.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!