NovelToon NovelToon
Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Janda / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Ibu susu
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ita Yulfiana

Firdha diusir dengan kejam oleh Ibu mertuanya 2 hari setelah dia melahirkan bayinya. Dirasa tidak berguna lagi, Firdha diperlakukan seperti sampah.

Di sisi lain, ada Arman yang pusing mencari Ibu Susu untuk bayinya, tak disangka takdir malah mempertemukannya dengan Firdha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : Trauma Mendalam

"Mulai sekarang tempat tidur ini adalah milikmu." Arman menunjuk tempat tidur yang tersedia di samping box Baby Akira. "Segala kebutuhanmu akan disediakan mulai besok. Kalau kamu butuh sesuatu, katakan padaku langsung, atau kalau aku sedang tidak ada di rumah, kamu bisa mengatakannya kepada Bi Mina. Dia akan siap dan sigap melayanimu."

Firda mengangguk. "Baik, Tuan."

"Sebagai ibu menyusui, kamu tahu 'kan kalau kamu tidak boleh stres. Suasana hatimu harus stabil, tidak boleh over thinking karena itu akan berpengaruh pada produksi ASI-mu."

"Baik, Tuan, saya mengerti."

"Oh ya, dan saya minta, kamu harus selalu jaga kesehatan. Tidak boleh makan makanan sembarangan, jajanan tidak sehat seperti gorengan, makanan manis, makanan yang mengandung pengawet dan pewarna, apalagi junk food, sebaiknya kamu hindari dulu selama Baby Akira masih menyusu padamu. Kamu hanya boleh makan makanan real food. Kalau memungkinkan saat Akira tidur, kamu sebaiknya berolahraga agar badanmu tetap bugar dan fit. Aku juga akan menyediakan alat olahraga untukmu."

Firda hanya manggut-manggut sambil berkata, "Iya, Tuan. Baik, Tuan" saat Arman dengan cerewetnya mengatakan apa yang boleh dan tidak boleh Firda lakukan.

"Oh ya, kamu punya hobi apa? Karena tidak mungkin kamu sepanjang hari di rumah saja tanpa melakukan kegiatan yang menyenangkan, bisa-bisa kamu stres karena tidak ada hiburan."

"Hobi saya membaca buku, memasak, dan ...."

"Dan apa?" tanya Arman penasaran saat Firda justru menggantung kalimatnya.

"Dan ... make up, Tuan," jawab Firda lalu tertunduk. Sebenarnya dia malu mengatakan hobi yang satu itu. Hanya saja, setiap kali dia merias diri, dia merasa sangat puas saat melihat wajahnya cantik di depan cermin. Apalagi cita-citanya sejak lama ingin menjadi beauty vloger. Namun semenjak Aris meninggal, dia sudah tidak pernah lagi melakukannya. Ditambah Mama Risma pernah mengamuk saat dia memakai lipstik untuk menutupi bibir pucatnya saat akan keluar memeriksakan kandungannya ke rumah sakit.

"Pria mana lagi yang ingin kamu goda di luar sana, hah?! Dasar janda gatal!" teriak ibu mertuanya waktu itu, lalu mengambil semua alat rias milik Firda tanpa menyisakan satu pun di lemari. Padahal, semua itu sengaja dibeli mendiang Aris sebagai hadiah ulang tahun Firda 2 bulan sebelum laki-laki itu meninggal. Belakangan Firda baru mengetahui bahwa ibu mertuanya ternyata menyita semua alat riasnya untuk dipakai sendiri. Pantas saja kian hari dandanan ibu mertuanya makin menor.

"Hanya itu? Tidak ada yang lain lagi?" tanya Arman ingin memastikan.

"Sebenernya saya punya banyak hobi, Tuan, tapi tiga itu yang paling saya suka."

Arman mengangguk mengerti. "Ya sudah, mulai besok aku akan menyiapkan segalanya untukmu," katanya. "Oh iya, aku hampir lupa. Kamu suka buku fiksi atau non fiksi?"

"Dua-duanya, Tuan. Tapi karena saya membaca untuk hiburan, sebaiknya Anda menyediakan buku fiksi saja."

"Baiklah. Aku akan menyediakan semuanya sesuai permintaanmu."

"Non Firda, makan dulu." Pembicaraan keduanya terpotong saat Bi Mina masuk ke dalam kamar Baby Akira sambil membawa nampan berisi sepiring nasi lengkap dengan lauk, semangkuk sayur sop, sepiring buah potong, segelas susu, serta segelas air mineral.

Arman melihat arloji di pergelangan tangannya. "Sudah hampir larut. Kamu makanlah, setelah itu kamu istirahat, karena mungkin tidak lama lagi Akira akan bangun meminta susu."

"Baik, Tuan."

...****************...

Kedatangan Firda di kediaman Arman membawa perubahan besar. Tak ada lagi suara tangisan keras bayi sepanjang siang dan malam yang membuat para penghuni rumah prihatin dan enggan untuk tidur. Suasana rumah kembali tenteram dan damai seperti sebelumnya. Bahkan bisa dibilang suasana hunian mewah itu kini lebih hidup karena sesekali terdengar suara tawa Arman saat mengajak bayinya yang baru berusia 2 minggu itu bicara di ruang keluarga.

Matahari sedang berada di puncaknya saat Firda terlelap setelah menyusui Baby Akira. Namun, dia seketika terjaga dari tidurnya, buru-buru bangun memeriksa box bayi dan langsung merasa lega setelah melihat perut bayi mungil itu bergerak naik turun, juga bibirnya yang masih bergerak-gerak seolah-olah sedang menyusu.

Firda menghela napas panjang. Punggungnya dia sandarkan pada sandaran tempat tidur. "Syukurlah, dia masih bernapas," gumamnya lirih.

Ditinggal mati orang-orang tercinta dan terdekatnya seperti mimpi buruk yang menyisakan trauma mendalam bagi Firda. Dia tak ingin hal serupa terjadi pada Baby Akira yang kini sangat dia sayangi dan kasihi seperti darah dagingnya sendiri. Saat ini, anak itu satu-satunya alasan untuk dia tetap hidup, sekaligus sebuah tekanan yang membuatnya merasa takut hal serupa kembali terjadi dalam hidupnya. Dia tak ingin kehilangan lagi.

Bukan sekali dua kali Firda terbangun saat lelap, hanya untuk memastikan bayi itu masih bernyawa. Sudah sangat sering, bahkan hampir setiap kali dia tidur selama seminggu terakhir sejak menjadi ibu susu.

"Non, Anda tiba-tiba bangun lagi?" Bi Mina yang baru saja memasuki kamar bertanya. Dia satu-satunya orang yang mengetahui masalah tersebut.

Firda mengangguk. "Iya, Bi."

Wanita paruh baya berambut hitam putih itu duduk di depan Firda, merasa prihatin dengan kondisi yang bisa dibilang sudah menjadi gangguan dan tidak bisa dibiarkan bagi wanita muda itu.

"Non, sebaiknya masalah ini kita bicarakan dengan tuan Arman. Saya hanya takut jika ini dibiarkan, lama-lama bisa berdampak tidak baik bagi kesehatan Non Firda. Jika Non sakit karena kurang tidur, pasti juga berdampak pada Non Akira," ucap Bi Mira dengan nada lembut. Dia berharap sarannya kali ini tidak ditolak lagi oleh Firda seperti sebelum-sebelumnya.

Firda tertunduk. "Terserah Bi Mina saja," jawabnya, tak ingin lagi menolak karena badannya sudah mulai terasa lemas efek dari kurang tidur.

Awalnya, Firda pikir masalah ini akan berlalu begitu saja. Apalagi dia sering menghibur diri dengan hobi baca bukunya, tak disangka tidak ada pengaruhnya sama sekali. Dirinya tetap saja tiba-tiba terbangun setiap kali terlelap.

Arman tiba di rumah saat waktu sudah menunjuk pukul 20.17. Masalah yang dialami oleh Firda sudah dia ketahui sejak tadi siang karena Bi Mina langsung menyampaikannya melalui panggilan telepon.

"Apa Firda sudah tidur, Bi?" tanya Arman saat wanita paruh baya itu membukakan pintu untuknya.

"Ya, Tuan, sekitar 15 menit yang lalu. Tapi jika seperti biasa, sebentar lagi non Firda akan kembali bangun untuk memastikan non Akira masih bernapas."

Mendengar itu Arman hanya bisa menghela napas. Sejak tadi siang dadanya memang terasa berat, pikirannya juga seketika tak tenang mengetahui apa yang dialami ibu susu bayinya.

Diam-diam Arman membuka pintu kamar bayinya sedikit untuk mengintip. Dia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri apa yang terjadi pada Firda akhir-akhir ini. Dan benar saja, hanya berselang 2 menit semenjak dia berdiri di sana, Firda tiba-tiba terbangun seperti orang panik, lalu langsung memeriksa box bayinya. Melihat itu, dada Arman semakin sesak. Tak bisa dia bayangkan seberapa berat luka akibat kehilangan yang dialami Firda hingga meninggalkan trauma. Arman menutup kembali pintu kamar dengan pelan, lalu menghubungi seseorang menggunakan telepon genggam lipatnya. "Kamu sudah menemukan psikolog yang cocok untuk mengatasi masalah Firda, Pras?"

"Sudah, Bos."

"Kalau begitu coba tanya, apa dia bisa datang ke rumah malam ini juga? Soal bayaran, aku tidak masalah sama sekali, berapa pun itu," kata Arman.

"Tunggu, aku hubungi dulu, Bos. Nanti aku kabari untuk info lebih lanjut," ucap Pras.

...__________________________________________...

...Kalau ada yang baca tinggalin jejak dong biar authornya semangat nulis😄...

1
Lisa
Ngapain nih si mantan muncul lg 🤭
Cindy
lanjut
Lisa
Good morning Kak Ita..makasih y utk updatenya..
Lisa: Sama² Kak Ita..Amin..terimakasih juga y Kak..🙏💪
total 2 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Indry Saleh
bagus karya..
Ita Yulfiana: ulala Kak Indry... thanks sudah jadi orang pertama yang kasih penilaian😍🫰🥰
total 1 replies
Indry Saleh
dek firza ohhhhhh di firza🤣🤣🤣🤣
Cindy
lanjut
💕Rose🌷Tine_N@💋
lanjut dong.. aku dah kasih vote ku yg satu satu nya nih😂
Ita Yulfiana: makasih banyak loh Kak sudah jadi orang pertama yang ngasih vote🫰😘🤭
total 1 replies
💕Rose🌷Tine_N@💋
apakah org tua Firda penghianat di perusahaan Arman ya?
tp kan Firda gk tau....jd gk bisa jg melampiaskan amarah ke dia nya dong..
💕Rose🌷Tine_N@💋
jd penasaran...ada informasi apa ttg Firda ya?
💕Rose🌷Tine_N@💋
aku mampir😍
Ita Yulfiana: makasih banyak Kak Rose🙏🏼🥰 semoga suka yah😊😊
total 1 replies
Indry Saleh
sippppp ceritanya, masih dipantau bab selanjutnya
Ita Yulfiana: makasih banyak Kak Indry🙏🏼🥰 semoga suka yah😊😊
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
emng lu tau firda masuk jajaran penghianat?😏
Lisa
Padahal Arman suka sama Firda 😊🤭
Cindy
lanjut
Lisa
Nah mulai terungkap tuh kejahatannya Ibu Risma..ayo Arman bereskan masalah itu..lindungi Firda..
Sastri Dalila
😂😂😂
Lisa
😊😊😊 ya tuh 2 pria mulai memperebutkan 1 wanita 🤭
Lisa
Wah Pras mulai berani menggoda Firda y 😊🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!