Ye Fan adalah seorang psikopat yang menjadikan orang-orang jahat sebagai target eksekusinya. Ia menikmati perburuan tersebut tanpa rasa bersalah.
Sebelum kematiannya, Ye Fan menghabiskan waktu dengan sebuah game kultivasi yang menurutnya sangat menarik, karena di dalamnya ia bisa memburu dan membunuh para penjahat tanpa batas.
Namun, hidupnya berakhir ketika ia tewas ditembak polisi. Saat membuka mata kembali, Ye Fan mendapati dirinya telah bereinkarnasi ke dalam dunia kultivasi—dunia yang persis seperti game yang pernah ia mainkan, tempat hasrat lamanya kini dapat terwujud sepenuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24: Turnamen Naga Langit (Bagian 1 – Hancurnya Kesombongan)
Stadion Agung Ibu Kota Wilayah Pusat bergetar oleh sorak-sorai puluhan ribu penonton. Di tribun kehormatan, para tetua dari Tiga Sekte Besar—Sekte Awan Putih, Sekte pedang Langit, dan Lembah Api Suci—duduk dengan angkuh, memandang rendah ke arah arena tempat ratusan sekte kecil berkumpul.
"Tahun ini sepertinya membosankan," ucap Tetua Zhao dari Sekte Awan Putih sambil mengelus jenggotnya. "Hanya wajah-wajah lama. Kecuali... siapa mereka yang memakai jubah hitam polos itu?"
Matanya tertuju pada barisan Sekte Pemburu Bayangan. Ye Fan berdiri paling depan dengan tangan bersedekap, auranya tertutup rapat oleh Jubah Kaisar Bayangan, membuatnya terlihat seperti orang biasa tanpa kultivasi. Di belakangnya, lima muridnya berdiri mematung dengan tatapan dingin, tidak terpengaruh oleh kemegahan stadion.
"Hanya sekte dari pinggiran Wilayah Timur. Ketua sektenya bahkan tidak punya aura. Mungkin hanya beruntung bisa sampai ke sini," cibir tetua lainnya.
Pembawa acara maju ke tengah arena. "Ujian Pertama: Ketahanan Tekanan Jiwa! Semua peserta silakan berdiri di tengah arena. Kami akan melepaskan tekanan aura dari Inti Formasi Naga Langit. Siapa yang bertahan hingga akhir, dialah yang lolos ke babak tanding!"
Ini adalah metode penyaringan tercepat. Formasi Naga Langit akan mengeluarkan tekanan yang setara dengan ranah Inti Qi Tahap Awal. Bagi murid-murid baru, ini adalah siksaan.
BOOOOOM!
Tekanan gravitasi dan mental yang luar biasa meledak dari pusat arena. Ratusan murid dari sekte-sekte kecil langsung tumbang. Ada yang muntah darah, ada yang pingsan seketika.
"Ah... terlalu berat!" keluh seorang murid dari sekte tetangga Ye Fan.
Namun, di tengah kekacauan itu, lima murid Ye Fan tetap berdiri tegak. Bahkan, kaki mereka tidak bergetar sedikit pun. Ye Fan telah melatih mereka di bawah tekanan auranya sendiri yang jauh lebih mengerikan daripada formasi ini.
"Guru," bisik Ling sambil menoleh ke arah Ye Fan. "Tekanan ini... terasa seperti pijatan lembut dibandingkan saat Guru marah."
Ye Fan hanya menyeringai tipis. "Jangan memalukan aku. Jika kalian jatuh karena ini, aku sendiri yang akan mematahkan kaki kalian."
Setelah sepuluh menit, dari lima ratus peserta, hanya tersisa delapan puluh orang. Dan yang paling mengejutkan, seluruh tim dari Sekte Pemburu Bayangan masih utuh.
"Babak Kedua: Pertarungan Eliminasi Cepat!" teriak pembawa acara. "Sekte Awan Putih melawan Sekte Pemburu Bayangan!"
Penonton bersorak. Ini adalah pertarungan yang tidak seimbang di mata mereka. Sekte Awan Putih adalah raksasa, sementara lawannya adalah nama yang asing.
Murid sombong yang menghina Ye Fan di gerbang kota, bernama Chen, melompat ke arena dengan gaya pamer. "Hei, gadis kecil," tunjuknya pada Ling. "Sekte kalian sebaiknya menyerah sekarang sebelum aku merusak wajah cantikmu itu."
Ye Fan menatap dari pinggir arena. "Ling. Ingat perintahku."
"Dimengerti, Guru."
Ling melangkah maju. Saat lonceng berbunyi, Chen langsung melesat dengan pedang peraknya, mengeluarkan teknik Tebasan Awan Mengalir. Kecepatannya luar biasa untuk murid seusianya.
Namun, Ling tidak menghindar. Ia menutup matanya sejenak.
[DING! Mengaktifkan Skill Murid: Cahaya Penghakiman!]
(Sebuah buff pasif yang diberikan Ye Fan melalui sistem pelatihan sekte).
Tubuh Ling meledak dengan cahaya putih yang menyilaukan. Dalam sekejap mata, ia menghilang.
Prak!
"Apa?!" Chen tertegun saat pedangnya menebas angin kosong.
"Terlalu lambat," suara Ling terdengar tepat di belakang telinga Chen.
Ling menangkap pergelangan tangan kiri Chen, lalu dengan satu sentakan yang dipenuhi energi Qi yang padat, terdengar suara...
KRAK!
"AAAAAAKH!" Chen menjerit histeris. Ling tidak berhenti. Ia memutar tubuhnya dan menendang sendi tangan kanan Chen hingga melintir ke arah yang salah.
KRAK!
Kedua tangan Chen patah seketika. Pedang peraknya jatuh berdentang di lantai arena. Seluruh stadion mendadak hening. Seorang murid dari sekte tidak dikenal baru saja menghancurkan jenius dari Sekte Awan Putih dalam satu gerakan.
Ling menatap Chen yang mengerang kesakitan di tanah. "Guru berkata... beliau tidak suka caramu menatap jubah yang dibuatkan Kakak Xiao Mei untukku. Ini adalah bayarannya."
Ling menendang Chen keluar dari arena hingga mendarat tepat di depan kaki Tetua Zhao yang kini berdiri dengan wajah merah padam karena murka.
Ye Fan berdiri dari kursinya, menatap Tetua Zhao dengan tatapan menantang yang sangat provokatif. Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun, tapi tatapannya seolah berkata: Ini barulah permulaan.
[DING!]
[Misi Progres: 1/5 Kemenangan Tercapai]
[Poin Reputasi Gelap +500 (Karena membuat sekte besar malu)]
Malam itu, nama Sekte Pemburu Bayangan mulai dibisikkan dengan rasa takut di seluruh penjuru Ibu Kota. Mereka bukan lagi sekte pinggiran; mereka adalah pemangsa yang baru saja mencicipi darah pertama mereka di turnamen ini.