NovelToon NovelToon
Music Scandal (Despina & Keyvandi)

Music Scandal (Despina & Keyvandi)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:26
Nilai: 5
Nama Author: Nevera

Keyvandi Orion Eduardo atau didunia entertainment lebih dikenal dengan nama Orion Key merupakan seorang musisi terkenal dengan berbagai macam prestasi yang ia miliki. Kehidupan yang jauh dari berbagai macam isu tidak mengenakkan serta keramahannya membuat lelaki berumur 25 tahun itu banyak disukai oleh berbagai kalangan.

Namun, bagaimana jika semua citra yang telah ia bangun itu mendadak sirna. Ketika ia tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis SMA yang bahkan belum berumur 18 tahun. Perlahan berbagai macam fitnah dan isu buruk tentangnya mulai tersebar. Sehingga membuat ia dicap sebagai musisi dengan scandal terburuk sepanjang masa.

Disisi lain, seorang gadis SMA dengan nama Despina Elara Faye yang juga merupakan adik tiri dari salah satu musisi yang iri akan karir Keyvandi terpaksa menuruti perintah kakaknya untuk mendekati Keyvandi dan menghancurkan karirnya perlahan. Jika tidak, maka siksaan akan terus ia dapatkan.

Lalu, bagaimana kisah selanjutnya? Baca yuk!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nevera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Keyvandi merasa lega karena pada akhirnya gadis yang sangat ia cintai telah berhasil sadar dari komanya. Lelaki itu mendekat ke arah Despina yang sudah membuka mata.

"Kak Vandi."

Keyvandi tersenyum penuh haru, ia kemudian langsung berhambir memeluk kekasihnya itu. "Terimakasih sayang, Terimakasih karena dirimu maish mau bertahan."

Despina mengelus punggung Keyvandi pelan, Despina merasakan jika bajunya juga ikut basah karena ulah Keyvandi, lelaki itu ternyata menangis.

"Maafkan aku sayang, ini salahku, andai saja aku tidak meninggalkanmu, andai saja aku tidka ke Singapura, mungkin kejadian seperti ini tidak akan terjadi."

Despina menggelengkan kepalanya, "Jangan mengatakan hak seperti itu kak, aku baik-baik saja, aku selalu baik-baik saja setelah kembali bertemu dengan kakak."

Keyvandi mengusap sisa-sisa airmatanya, lelaki yang merupakan seorang selebritis dan juga musisi itu memandangi wajah kekasihnya, rasa bersalah masih menggerogoti dirinya, ia sama sekali tidak bisa mengerti mengapa kekasihnya itu sangat baik padanya, mengapa Despina berhati lembut.

"Aku mencintaimu, jangan pernah swkalipun berpikiran untuk mengakhiri hidupmu sayang, jika kau tidak memiliki tempat untuk bercerita ada aku, jika kau sendirian aku akan terus bersamamu, mulai sekarang aku berjanji, dalam keadaan apapun, aku akan selalu ada untukmu."

Mendengar ucapan sang kekasih, entah mengapa hati Despina menjadi lega, seketika setiap kali bersama Keyvandi ia menjadi sangat tenang.

"Tenang kak, aku berjanji pada kakak untuk tidak mengulanginya lagi."

Keyvandi tersenyum menanggapi Despina, "Berjanjilah, dan buktikan ucapanmu."

Despina menganggukkan kepalanya. Keyvandi kembali memeluk Despina, perasaan rindunya memang sangat dalam, bagaimana tidak, seharusnya setelah ia kembali dari Singapura Despina ada di apartemen dan menyambutnya, tapi nyatanya gadis itu malah menghilang begitu saja, tentu sajakeyvandi sangat berantakan, lelaki itu tidak karuan.

"Sayang, kau benar-benar membuatku gula, kau tudak taukan betapa frustasinya aku karena saat kau pulang aku tuda ada di apartemen."

Despina tau apa yang Keyvandi katakan, gadis itu memasang tatapan bersalahnya, "Maafkan aku kak Vandi, aku benar-benar menyesal karena aku tidak bisa menyambut kepulangan kakak."

Keyvandi tersenyum, lelaki itu mengelus pelan puncak kepala kekasihnya, ia tidak mungkin menyalahkan Despina atas kejadian ini, semuanya memang sudah diatur oleh Tuan, jadi Keyvandi hanya bisa pasrah saja. "Tidak apa-apa sayangku, yang penting sekarang dirimu sudah kembali lagi, aku sangat bahagia."

Ya, kebahagiaan memang tampak jelas di wajah Keyvandi, Despina juga merasakan hal sama. Namun tiba-tiba saja wajah Despina berubah menjadi murung, hal itu tentu saja membuat Keyvandi bingung.

"Sayang, ada apa?"

Despina menghela napasnya pelan, "Kak Vandi bagaimana bisa tau aku di sini?" Tanya Despina, ternyata ia penasaran mengenai cara lelaki itu menemukannya.

Keyvandi meraih salah satu tangan Despina yang terbebas dari infus, "Aku adalah Keyvandi Orion Eduardo, hal seperti ini gampang sayang."

Benar, Despina harusnya sadar itu, kaksihnya ini bukan orang biasa, karena Keyvandi adalah anak dari pasangan yang memiliki pengaruh besar di dunia, jadi hal seperti ini bukanlah perkara sulit.

"Kak, emb, aku tidak ingin bertemu dengan mereka, a-aku, a-aku ingin pergi jauh dari mereka."

Tatapan prihatin Keyvandi layangkan, lelaki itu kembali memouk kekasihnya yang sedang ketakutan, "Ternyata benar kata Tante Anna, sepertinya batin Despina sangat tersiksa. Sayang, tenanglah, aku akan melakukan apapun untukmu, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu," batin Keyvandi bertekad.

"Tenanglah sayang, kau aman bersamaju, jangan takut, rumah sakit ini milik mami keana, mamiku, semuanya sudah aku atur, dan mereka taunya kau masih terbaring koma sayang."

"Benarkah?"

Dengan penuh keyakinan, Keyvandi menganggukkan kepalanya, "Percayalah padaku."

Desojna akhirnya mengangganggukkan kepalanya, ia sangat mempercayai Keyvandi, ia yakin jika Keyvandi akan sekalumenjaganya, karena saat ebrsama lelaki ifuia merasa sangat aman.

Ceklek

Pintu terbuka menampilkan seorang suster yang sedang membawa makanan untuk Despina.

"Silahkan Nona, setelah makan Nona harus meminum obat agar segera pulih," Ujar suster itu.

"Sus, biar saya saja, lebih baik suster kembali mengurus pasien yang lain."

"Baik Tuan, tapi jiam butuhbantuan silahkan panggil saya."

Keyvandi hanya menganggukkan kepalanya saja. Setelah suster tadi kembali ke pekerjaan lainnya, Keyvandi meraih semangkuk sup dan juga bubur, "Sayang, makan dulu ya, kau harus segera pulih agar nanti segera pulang bersamaku."

Despina sebenarnya tidak nafsu untuk makan, namun ketika melihat wajah memohon dari Keyvandi gadis itu jadi merasa tidak enak sendiri, akhirnya mau tidak mau gadis itu menganggukkan kepalanya.

Keyvandi tersenyum senang mendapat respon dari kekasihnya, akhirnya lelaki itu mulai menyendok bubur tadi danenyuapi Despina dengan telaten.

Beberapa saat kemudian, makanan di mangkuk dan juga sup tadi telah tandas. Kemudian Keyvandi menyerahkan gelas berisi airputih kepada Despina dan diterima dengan senang hati oleh gadis itu.

"Sayang, saatnya minum obat, aku ingin kau segera sembuh, jika sudah sembuh nanti aku kita akan segera pulang ya."

Despina menganggukkan kepalanya, menuruti apa yang dikatakan Keyvandi.

"Aku lega karena kau telah sadar, jangan melakukan hal bodoh lagi, aku tidak ingin kehilanganmu sayang."

***

Sedangkan di luar ruangan Reza dan juga Leo masih menunggu di depan ruang rawat Despina. Keduanya tampak sangat frustasi, terutama Reza, lelaki itu benar-benar ingin menemui Despina, namun larangan dari dokter membuatnya tidak bisa melakukan apapun.

"Hahh, menyebalkan sekali, siapa pemilik rumah sakit ini, aku benar-benar ingin meratakannya!" Teriak lelaki itu.

"Sttt." Seorang wanita tua yang mendengar teriakan Reza itu menoleh dan menatap sinis Reza.

"Apa!? Jangan menatapku seperti itu, ku congkel matamu itu baru tau."

Wanita tadi mendengus kesal, "Anak muda jaman sekarang tidak punya sopan santun pada orangtua," ujar wanita tadi.

Wajah Reza memerah mendengar cibiran dari wanita tua itu, lelaki tadi ingin berdiri dan menghampiri wanita tua itu, namun Leo menahannya. "Bro, tenangkan dieimu, ingat, ini di rumah sakit, kaubtidak bisa bertindak gegabah, nanti kau akan terkena masalah."

"Aku harus bagaimana Leo? Aku ingin bertemu dengan Despina, sialan, sepertinya aku salah memasukkan Despina ke rumah sakit ini. Baiklah, aku akan mengatakan kepada dokter sekarang juga untuk memindahkan Despina ke rumah sakit lain."

Leo menggelengkan kepalanya melihat tubuh Reza yang sudah menjauh itu. "Cinta dan obsesi berbeda tipis, sepertinya dia sangat terobsesi. Tapi, kenapa Despina tidak boleh ditemui, padahal aku juga keluarganya," gumam Leo yang juga heran.

***

"Halo Van," sapa penelepon yang ada di seberang sana.

Keyvandi mengerutkan keningnya mendengar suara lelaki itu.

"Ada apa Er?"

"Gawat, Reza ingin memindahkan Despina ke rumah sakit lainnya, kau harus bertindak cepat, jika tidak itu akan sangat berbahaya."

Mendengar itu membuat Keyvandi terkejut, "Sepertinya dia sudah mulai curiga, tapi baguslah, kau tenang saja Er, aku sudah mempersiapkan semuanya, dia tidak akan pernah bisa menyentuh kekasihku," ujar Keyvandi, lelaki itu menarik sebelah sudut bibirnya.

"Jangan bermain-main denganku dude! Kau salah mencari lawan," gumam Keyvandi lagi setelah mematikan panggilan telepon dari Erlando.

Lelaki itu langsung mendekat ke arah sang kekasih, "Sayangku, ayo kita bermain, lihat, mereka sudah bergerak."

Despina mengerutkan keningnya, "Maksud kakak?"

Keyvandi menyeringai, "Waktunya sayang."

.

.

.

TBC

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!