Dunia terlalu kejam untuk dia yang hanya terus menangis.
Bumi ini sangat jahat untuk wanita yang hanya mengandalkan dirinya sendiri, berbekalkan keberanian dan tekad untuk bisa bertahan hidup di tengah tengah gempuran kesulitan.
Haeyla Seraphine layak mendapatkan kemenangan atas hidup nya, cinta dan ketulusan layak untuk dia menangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pupybear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 3.
Pagi pukul 06:15
Aku harus buru buru ini, kalau gak aku bakal telat, kalau aku telat nanti Niko bisa ngomel ngomel sama aku.
Haeyla berangkat sekolah dengan terburu buru.
Telpon Haeyla berdering.
" Halo Cil ada apa pagi pagi kamu nelpon aku? "
" La, lo kaya ngos ngosan gitu, lo abis ngapain sih? "
" Aduh Cil nanti aja aku ceritain ya, aku lagi buru buru banget ini ke sekolah, oke bye Cil. "
Setelah sampai si sekolah Haeyla langsung datang menemui Niko di lapangan.
" Niko, gimana persiapan nya? "
" Kita kekurangan penyayi La, sambil main piano. "
" Loh, anak anak lain emang gak ada yang mau ya? "
" engga ada, lo aja ya La, lo kan jago. "
" Aduh kayanya aku gak bisa deh Nik. "
" Pasti bisa Haeyla. " suara itu lagi
" Arbian? "
" Kamu pasti bisa, jangan mundur sebelum maju La. "
" Bukan gitu, tapi kayanya suara aku lagi gak stabil. "
" Aku temenin. " Yap, dua kata yang berhasil membuat semua mata tertuju kepada Arbian dan Haeyla saat itu.
Haeyla sangat sangat terkejut dengan apa yang di katakan Arbian barusan.
" Lo serius Ar?, kesambet apaan lo? " sahut Monic tidak percaya
" Mantep sih kalau ternyata kalain berdua yang tampil, oke lah udah deal ya. " jawab Niko.
Haeyla masih tidak bisa berkata kata saat itu.
" Haeylaaa!!!!!. " itu suara Cila
" Cila, haiii. "
" Lo kenapa?, kaya orang demam begitu? "
" Enggak, aku gak kenapa kenapa. "
" Bohong lo ya! "
" Aku sama Arbian mau duet di pensi nanti Cil. "
" Whattttt????? "
" Cil, suara kamu kuat banget. "
" Wahh, Arbian ketua osis kita yang sangat cool itu mau duet sama lo, eh tapi gak kaget sih, soalnya lo juga cantik banget La. "
" Apaan sih Cil, aku lagi syok juga. "
Rasanya aneh dan canggung, seorang Haeyla harus duet dengan seorang Arbian yang bahkan mereka baru bicara tadi malam. Perasaan Haeyla sudah sangat gelisah sejak tadi, entah bagaimana cara nya dan Arbian ketika latihan nanti.
Ya ampun, aku lebih baik nyanyi sendiri di bandingkan harus duet dengan Arbian kan?, apa aku batalain aja ya, ini itu benar benar aneh loh, gak mungkin bisa begini Haeyla.
Telpon Haeyla berdering.
" Halo ma, mama aku kangen banget sama mama. "
" Sayang, mama juga kangen sama kamu sayang, kamu sudah makan kan tadi?, kamu sekolah hari ini? "
" Ya ma, sudah aku sudah makan, aku lagi di sekolah, dan kebetulan sekolah aku lagi ngadain pensi. "
" Begitu ya sayang, yaudah nanti mama telpon kamu lagi ya, bye sayang love you. "
Syukurlah disaat perasaan Haeyla gelisah mama nya menelpon nya, dan itu bisa membuat Haeyla lebih menjadi tenang.
" La, kaya nya gue mau ngedeketin Arbian deh, gimana menurut lo? "
" Arbian?, ya terserah kamu Cil. " walaupun Haeyla sedikit terkejut.
Memang kemarin Cila sudah bilang kalau dia akan mencari pacar lagi, dan ternyata dia memilih Arbian sebagai kandidat nya.
" Menurut lo, Arbian itu gimana La? "
" good, dia baik, sepertinya. "
" Yakin lo?, kira kira dia susah gak ya di deketin? "
" You can try Cil, baru kamu akan tahu kan."
" Oke, gue akan mulai dari sekarang, lo harus bantu dan dukung gue La. "
" Okey. "
Ini akan semakin lebih canggung untuk Haeyla, karena ternyata dia harus berduet dengan laki laki yang sedang di incar oleh sahabat nya Cila.
Kantin Sekolah pukul 10:00
" Arbian, gue boleh duduk disini? " ucap Cila menghampiri Arbian.
" Duduk aja. " jawab Arbian
" Nanti malam lo ada waktu gak ya?, gue mau ngajak lo makan malam bareng. "
" Gak tau deh ya, soalnya harus latihan juga bareng Haeyla. " jawab Arbian lagi.
Cila mengirim pesan kepada Haeyla.
Cila : La, lo kesini dong, bilang ke Arbian latihan nya pulang sekolah aja, soalnya ntar malam gue ajak dia dinner.
Haeyla : Oke.
Haeyla datang ke kantin dan menemui Arbian.
" Haii, sorry ganggu ya, Arbian kita latihan nya pulang nanti aja gimana? "
" Ohh gitu La, kamu sibuk kalau malam? "
" Ya, aku harus kerja soalnya, gapapa kan?"
" Sure. "
" Oke, thank you. "
Rencana Cila sepertinya berhasil untuk makan malam dengan Arbian.
" Nah gimana?, bisa dong? "
" Oke. Sampai nanti malam. " Arbian pergi meninggalkan Cila.
Sudut kantin .
" Kayanya si Cila bakal sama Arbian nih Vo. "
" Gue gak perduli. " Divo juga pergi meninggalkan teman teman nya.
Telpon Haeyla berdering.
" Halo kak Ardhana, ada apa? "
" La, ntar malam gak usah dateng ya, soalnya Cafe tutup. "
" Oh oke kak, thank you kabarnya. "
Bagus deh kalau nanti malam free, jadi aku bisa jalan jalan sambil menikmati malam nanti. Lagi pula udah lama juga aku gak pernah me time kan, semoga bisa mengurangi rasa jenuh di kepala ini.
Pulang sekolah pukul 14:25
" Haeyla, doain ntar malam gue sukses ya." teriak Cila dari dalam mobilnya.
" Pasti Cila. " sahutku.
Sebrang jalan.
" Lo kenapa ngeliatin Haeyla sampe segitunya Vo? "
" Gak semua urusan gue lo harus tau bro. "
" Yaelah, gue hafal semua tatapan lo ke cewe, tapi kali ini tatapan lo aneh. "
" Pengelihatan lo yang rusak. "
Divo pergi menghampiri Haeyla.
" La, bisa kita bicara sebentar?."
" sorry tapi aku harus kerja. " Haeyla ingin pergi namun di hentikan oleh Divo
" Bohong. " langkah Haeyla terhenti.
" Maksud kamu? "
" gue denger lo nelpon bos lo tadi La. "
Haeyla hanya terdiam.
Divo mengajak Haeyla ke Cafe tidak jauh dari sekolah mereka.
" Kamu mau bicara apa? "
" Harus buru buru ya? "
" Aku mau latihan buat pensi sama Arbian."
" Hidup lo gak melulu soal kerjaan La, nikmati waktu luang lo. " ucap Divo
" Aku harus kerja, aku bukan kaya kalian yang gak harus cari uang untuk bisa bertahan hidup. "
" Seenggaknya nikmati waktu luang lo, lo juga berhak tau arti bahagia kan. "
" Sebenarnya kamu mau bahas apa? "
" Gue cuma pengen lo duduk di depan gue kaya sekarang. "
" Aneh. "
" Ya, terserah lo. "
" Divo, aku beneran harus pergi. " Haeyla beranjak pergi meninggalkan Divo.
" Lo itu se indah itu Haeyla. " kaki Haeyla berhenti sejenak, namun kembali pergi meninggalkan Divo.
Indah?, apa maksud dia dengan bilang begitu ke aku?, ah yasudah mungkin dia cuma iseng kaya biasa.
Studio Musik pukul 15:00
" Hai, sory aku telat ya. "
" Hai, telat 10 detik. "
" Kita mulai? "
" Sure. "
Rumah Cila .
Aduh, pake baju apa gue nanti malam ya?, bingung banget. pokonya gue harus bisa deketin Arbian, secara dia itu cowo paling cool di sekolah dan juga paling kalem, kalau gue sama Arbian pacaran pasti heboh satu sekolah, tapi bukan karena itu juga sih, karena emang gue mau pacaran aja.
Tongkrongan Jigor.
" Lo abis jalan sama Haeyla ya Vo? "
" Ya, cuma duduk. "
" Suka lo sama dia? "
" Gak. "
" Dia sahabat Cila Vo, masa lo suka sama dia?, ya walaupun Haeyla itu memang cantik. "
" Mending lo urusin hidup lo masing masing deh. "
Back Studio Musik pukul 17:00
" Arbian, aku balik duluan ya. "
" Aku anter. "
" Jangan, aku sendiri aja. "
" Kenapa?, tadi malam juga aku antar kamu. "
" Ya kali ini aku mau sendiri. " Haeyla pergi meninggalkan Arbian begitu saja.
Ada yang aneh sama Haeyla, kaya nya tadi malam dia enjoy aja bareng aku.
Bersambung.