" Billy " teriak Zea .
Billy tersentak mendengar teriakan Zea . Gadis yang berada di pelukan Billy tersenyum licik. Sudah lama dia bersabar dan menunggu saat ini tiba .
" Aku tidak menyangka kamu melakukan hal sehina ini " ucap Zea lalu pergi meninggalkan Billy .
Dukung othor ya . dukungan kalian penyemangat ku . love banyak dari kedua anak othor .❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mual? kok bisa ?
Hari ini Zea bangun lebih pagi . Zea tidak lagi memasak sarapan untuk Billy dan juga dirinya . Zea akan ada meeting bersama kliennya . Dan nanti Pak Kevin juga akan bersamanya . Ini adalah kerja sama besar dengan sebuah perusahaan ternama .
Zea mengendarai mobilnya . Karena berangkat lebih awal . Jalanan tidak terlalu padat . Ini membuat Zea lebih nyaman berkendara . Selama ini Zea jarang memakai mobil sendiri . Selama menikah dengan Billy . Kemanapun Zea pergi pasti Billy akan mengantarnya . Tapi akhir-akhir ini Billy sering meminta Zea untuk mengendarai mobil sendiri . Dan sekarang Zea tahu alasannya . Kenapa Billy melakukan itu .
" Selamat pagi Dito , Rere " sapa Zea .
" Ya ampun ibu . Bisa nggak kalau datang ada suara langkah kaki . Kan jadi kaget " ucap Rere .
" Oh gitu ya . Kalau begitu saya minta maaf " ucap Zea tersenyum lucu melihat Rere dan Dito terkejut karenanya .
" Ibu berangkat pagi sekali " ucap Dito .
" Kita bahkan lebih pagi dari bu Zea " ucap Rere dengan bangga .
" Iya loh . Tumben kalian datang lebih awal ?" ucap Zea .
Dito membenarkan jasnya yang sebenarnya tidak miring .
" Kita tidak mau kalah dengan ibu . Masa setiap hari ibu datangnya duluan " ucap Dito .
" Bagus tingkatkan " ucap Zea .
" Asal besok ibu berangkatnya jangan habis subuh ya " ucap Rere .
Mereka lalu tertawa bersama .
Jam kerja sudah di mulai . Semua tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing .
" Ibu ini untuk meeting hari ini " ucap Rere menyerahkan sebuah Map .
" Terima kasih Rere " ucap Zea .
Zea lalu bersiap dan menemui Pak Kevin .
" Permisi Pak . Meeting sebentar lagi di mulai " ucap Zea .
" Baik . Ayo berangkat " ucap Kevin .
Mereka berdua berjalan beriringan . Billy yang melihat Zea berjalan dengan Pak Kevin merasa kesal . Dan sikap Zea yang sekarang mulai berubah . Tidak lagi mengurus kebutuhan rumah . Billy sadar semua itu atas kesalahannya . Tapi semakin hari . Sikap Zea semakin keterlaluan menurut Billy .
" Bukankah mereka terlihat serasi ?" tanya Sarah mendekati Billy .
Sarah tahu jika Billy sedang cemburu . Sarah tidak menyukai itu .
" Lalu kamu dan aku serasi ?" tanya Billy .
" Tentu . Nanti malam aku tunggu di rumah " ucap Sarah dengan kerlingan matanya .
Tak lupa pakaian Sarah yang selalu memperlihatkan lekuk tubuhnya . Padahal jika di banding Zea . Zea jauh lebih baik dari Sarah . Namun kelihaian Sarah membuat Billy terpesona .
Billy tidak memberi reaksi . Dia hanya melihat Sarah yang semakin membuatnya terpesona .
" Argh .. " Billy meraup wajahnya kasar .
Di satu sisi Billy ingin menjauhi Sarah . Billy ingin mempertahankan rumah tangganya . Namun sikap Zea semakin membuat Billy kesal . Sedangkan Sarah selalu ada untuknya .
Zea dan Kevin berada di ruang meeting . Mereka sedang menunggu klien .
" Selamat pagi maaf terlambat " ucap klien Kevin .
" Ya , tidak masalah " ucap Kevin .
Setelah meeting berlangsung . Dan semua berjalan dengan lancar . Kevin merasa lega dan juga Zea . Klien ini meskipun perusahan AZ merupakan perusahaan mendunia . Tapi mereka tetap profesional . Dan ini membuat perusahaan AZ melirik mereka .
" Tapi apakah saya bisa bertemu dengan pemilik perusahaan ?" tanya klien tersebut .
" Kita akan membicarakannya setelah ini . Saya usahakan Pak Niko bisa bertemu dengan pimpinan kami " ucap Kevin .
" Baik Pak Kevin terima kasih " ucap Niko lalu berpamitan .
Zea tahu jika Pak Kevin bukan pemilik perusahaan . Namun pemilik AZ tidak pernah datang selama Zea bekerja di sana . Dan karyawan di sana yang sudah lebih lama dari Zea juga tidak tahu siapa pemiliknya .
Zea kembali ke ruangannya . Namun Rere dan Dito bukan lagi bekerja malah sedang berbisik berdua .
" Apa kalian sedang mengobrol ?" tanya Zea dengan hati-hati .
" Ayam ayam " latah Rere .
" Bu, ini yang kedua kalinya . Bisakah ibu tidak mengejutkan kami ?" ucap Rere .
" Aku sudah berhati-hati. Tapi kalian yang terlalu serius . Apa yang sedang kalian bicarakan ?" tanya Zea .
" Itu tadi sekretaris Pak Billy . Mual-mual pas lagi istirahat " ucap Rere .
" Kamu melihatnya ?" tanya Zea dengan wajah yang sudah berbeda .
" Iya bu . Tadi waktu di kantin Rere lihat sendiri . Tapi mungkin itu masuk angin . Kan dia belum punya suami " ucap Rere
" Iya bu . Namanya juga banyak orang . Pasti banyak yang banyak bicara " ucap Dito .
" Ya sudah kalian lanjut bekerja . Nanti ketahuan Pak Kevin kalian di pecat " ucap Zea .
Zea lalu pergi ke meja kerjanya . Tapi pikiran Zea masih dengan ucapan Rere . Zea bertanya-tanya dengan pikirannya sendiri . Namun Zea sudah tidak ingin terlalu memikirkan itu .
Pulang kerja Zea membeli makanan untuk dirinya . Zea malas untuk memasak . Toh juga hanya untuk dirinya .
Sesampainya di rumah . Setelah membersihkan diri Zea memakan makanannya . Dengan laptop di depannya . Zea menonton drama kesukaannya . Tertawa dengan kelucuan dalam drama . Simbok yang melihat Zea tertawa ikut terbawa .
" Simbok beneran nggak mau makan ?" tanya Zea .
" Tadi simbok sudah makan non . Makanannya buat den Billy saja " ucap Simbok .
" Jangan mbok . Bisa buat sarapan Zea saja besok " ucap Zea .
Billy yang saat itu baru pulang . Melihat Zea sedang makan di temani Simbok .
" Kamu sudah makan ?" tanya Billy berbasa-basi . Mereka jarang sekali berbicara saat pulang bekerja .
" Ya seperti yang kamu lihat . Aku sudah selesai " ucap Zea lalu berdiri dari duduknya .
" Kamu beli makanan ?" tanya Billy .
" Ya " jawab Zea .
" Untukku ?" tanya Billy .
" Aku hanya beli satu . Aku kita kamu tidak pulang atau sudah makan di luar . Sayang jika masak tapi tidak di makan " ucap Zea menyindir Billy .
Zea masih memasak makan untuk Billy . Tapi Billy sudah makan di luar atau tidak pulang .
" Kamu menyindirku ?" ucap Billy .
" Aku berbicara kenyataannya saja . Tidak perlu menyindir . Jika kamu merasa , mungkin kamu seperti itu " ucap Zea lalu meninggalkan Billy .
Billy duduk di meja makan . Meraup wajahnya kasar . Zea semakin hari semakin membuat ulah . Meskipun karena dirinya . Kini Billy sudah menjaga jarak dengan Sarah . Tidak bisa jika harus benar menjauh . Mereka saling membantu di kantor .
" Mbok tolong buatkan aku makan malam . Yang cepat saja " ucap Billy karena memang sudah lapar . Berharap pulang lebih awal untuk makan bersama Zea . Ternyata Zea tidak membuat masakan .
Simbok lalu membuat nasi goreng untuk Billy .
Zea lalu merebahkan tubuhnya di ranjang . Menatap ponselnya dan ada banyak pesan masuk dari sahabat Zea .
" Kikan " ucap Zea tak percaya dengan isi pesan sahabatnya .
Zea lalu saling berbalas pesan . Jarang sekali mereka berkomunikasi . Karena kesibukan masing-masing .
" Aku sudah berusaha untuk menjauhi Sarah Zea . Tapi kami saling bergantung karena sebuah pekerjaan . Aku tidak bisa menjauhi Sarah begitu saja " ucap Billy yang baru saja masuk ke dalam kamar .
Zea memilih untuk berpura-pura tertidur . Zea tidak ingin terus-terusan berdebat .