NovelToon NovelToon
Aku Yang Tidak Sempurna

Aku Yang Tidak Sempurna

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Orang Disabilitas / Tamat
Popularitas:636k
Nilai: 5
Nama Author: Pa'tam

Seruni, memiliki fisik yang tidak sempurna, karena cacat sejak lahir.
Sehingga kedua orang tuanya tidak menginginkan dirinya dan di minta untuk di bawa pergi sejauh mungkin.
Namun, meskipun terlahir cacat, Seruni memiliki bakat yang luar biasa, yang tidak semua orang miliki.
Karena bakatnya itu, ternyata membuat seorang CEO jatuh cinta kepadanya.

Bagaimana kisah selanjutnya? Penasaran? Baca yuk!

Cerita ini adalah fiktif dan tidak berniat untuk menyinggung siapapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pa'tam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Saat masuk, dua orang pelayan sudah menyambut mereka. Kosim dan Sari yang dulunya juga bekerja sebagai pelayan dan sopir pun meminta mereka untuk tidak terlalu formal.

Lagi pula mereka merasa tidak layak untuk di hormati sedemikian rupa. Jadi mereka pun meminta pelayan bersikap biasa saja.

"Siapa nama kalian?" tanya Sari pada kedua pelayan itu.

"Nama saya Inem," jawabnya.

"Saya Warna, maksudnya nama saya Warna," jawabnya.

"Sudah beberapa lama kalian di sini?" tanya Kosim.

"Satu tahun, kami hanya bertugas untuk menjaga rumah ini karena tuan kami jarang berada di sini," jawab Warna.

"Kalian terlihat masih sangat muda," ujar Sari. Keduanya tidak menjawab dan menunduk.

Inem berusia 22 tahun dan Warna 19 tahun. Mereka juga dari desa datang ke ibukota untuk mencari pekerjaan.

Keduanya tidak berpendidikan tinggi, karena untuk biaya sekolah mereka tidak punya. Saat baru datang ke ibukota, mereka hampir jadi korban perdagangan manusia.

Beruntung mereka di selamatkan oleh Ferry dan memperkerjakan mereka sebagai PRT. Akhirnya Sari mengajak mereka untuk ngobrol sebentar.

Sari juga menceritakan pengalamannya sebagai pelayan di rumah orang kaya. Sari juga mengatakan jika dirinya sudah bekerja sejak masih muda.

"Oh iya maaf, kamar ibu dan bapak ada di sebelah kiri. Dan kamar ee ...."

"Namaku Seruni," ujar Seruni karena Warna belum tahu namanya.

"Iya, kamar Seruni ada di sebelahnya. Tuan Ferry sudah memberitahu kami kalau ada tamu yang akan datang, jadi kami di minta untuk melayani bapak dan ibu juga Seruni dengan baik," ucap Warna.

"Tidak perlu repot-repot, kami bisa menyesuaikan diri. Lakukan saja pekerjaan kalian. Hanya saja, perkenalkan kami kawasan sekitar rumah ini agar kami bisa tahu," kata Kosim.

Warna dan Inem mengangguk, kemudian mereka membawa Kosim, Sari, dan Seruni melihat-lihat rumah ini.

Mereka juga memberitahu mana-mana kamar atau ruangan yang tidak boleh di masuki. Mereka juga membawa Seruni ke tempat ruang melukis.

Seruni terpana melihat ruangan tersebut. Seruni juga melihat sudah ada perlengkapan alat-alat lukis di ruangan itu.

"Tuan Ferry mengatakan, jika Seruni pandai melukis. Betul?" tanya Warna.

"Hanya sedikit pengetahuan, pak Ferry terlalu berlalu berlebihan," jawab Seruni.

Setelah melihat-lihat, Warna dan Inem mengantar mereka ke kamar masing-masing. Kamar yang luas dan bersih, juga setiap barangnya tertata rapi.

Seruni lagi-lagi merasa takjub, dia belum pernah merasakan perasaan seperti ini. Seruni pun bertekad dalam hati, seandainya dia sukses nanti, dia akan membeli rumah untuk orang tuanya.

Dan satu lagi, seruni akan memberangkatkan kedua orang tuanya ke tanah suci. Itulah tekadnya sekiranya dia sukses nanti.

"Apa kamu senang?" tanya Sari. Seruni mengangguk.

Setidaknya kita bisa tinggal di sini tanpa bayar sewa, atau menyewa hotel," jawab Seruni.

"Ibu mau makan apa? Biar kami siapkan," tanya Inem.

"Oh iya sudah sore, kalau begitu kita sholat magrib berjamaah. Setelah itu kita akan masak sama-sama," jawab Sari.

Karena waktu Maghrib hampir tiba, mereka memutuskan untuk sholat terlebih dahulu. Setelah selesai sholat, mereka bersama-sama memasak di dapur.

Inem dan Warna terpana melihat Seruni memotong sayuran menggunakan kaki. Mereka bisa mengerti dan tidak menghina fisik Seruni.

Hanya saja mereka baru kali ini melihat cara kerja orang cacat. Jadi mereka merasa heran sekaligus takjub.

"Allah Maha Besar," batin warna saat melihat Seruni menggunakan sebagai pengganti tangannya.

"Maaf ya," ucap Sari saat melihat Warna dan Inem memperhatikan Seruni.

"Ah gak apa-apa Bu, kami hanya takjub dengan kebesaran Allah," jawab Warna merasa tidak enak. Karena dia takut Sari akan tersinggung.

Baru melihat Seruni memotong sayuran, belum lagi melihat Seruni melukis dan melakukan yang lainnya. Mungkin keduanya tidak berkedip untuk beberapa saat.

Sampai mereka selesai memasak dan hendak bersiap makan malam. Ferry datang bersama Mr Thomas.

"Kebetulan sekali pak Ferry dan Mr Thomas datang. Mari silakan makan pak," ucap Kosim.

Ferry dan Mr Thomas tersenyum, kebetulan mereka belum makan. Mereka juga terlalu sibuk dengan kegiatan mereka.

"Bagaimana War, apa sudah di ajak keliling rumah ini?" tanya Ferry pada Warna.

"Sudah Tuan, bahkan ke ruang seni juga," jawab Warna.

Warna dan Inem yang tadinya hendak makan bersama Sari, Kosim dan Seruni pun segera menyingkir. Karena mereka tidak enak makan bersama tuan mereka.

"Loh kenapa bangkit? Ayo duduk, kita makan bersama," ujar Sari.

"Tidak apa-apa Bu, kami nanti saja," jawab Inem.

"Duduklah, makan sama-sama di sini," kata Ferry.

Warna dan Inem pun menurut saja, mereka akhirnya makan malam bersama. Untuk pertama kalinya Warna dan Inem makan bersama tuan mereka.

Ferry dan Mr Thomas terlihat begitu lahap saat makan. Mereka jarang-jarang makan makanan ala-ala desa seperti ini.

Mereka lebih sering makan di restoran mewah yang masakan nya sudah biasa bagi mereka berdua.

Setelah selesai makan, mereka berkumpul di ruang tengah untuk membahas kerjasama antara Seruni dan Mr Thomas.

"Pak, saya ada teman dari Medan, sekarang dia masih di hotel. Apa bapak tidak ingin merekrut dia?" tanya Seruni dengan hati-hati.

"Dari Medan? Yang mendapatkan juara ketiga itu ya?" tanya Ferry meyakinkan.

"Benar Pak, bagaimana kalau dia juga ikut berpartisipasi. Dia juga berpotensi dalam bidang seni," jawab Seruni.

"Begini saja, untuk saat ini biar kamu sendiri saja dulu. Nanti bila kamu sudah di kenal dunia, baru kita cari dia. Bagaimana?" usul Ferry.

"Saya hanya merekomendasikan, selebihnya terserah bapak," jawab Seruni.

Ferry tersenyum, sedangkan Mr Thomas manggut-manggut. Mr Thomas mengerti sedikit-sedikit yang mereka bicarakan. Tapi untuk berbicara dia merasa belum fasih.

Merasa sudah cukup, Ferry dan Mr Thomas pun pamit. Mereka juga ada rumah yang lain untuk mereka tinggal. Terkadang juga mereka memilih menginap di hotel.

Sementara di club malam ...

Jovan dan Aldi duduk di kursi yang sudah di sediakan. Beberapa cewek penghibur menawarkan diri untuk melayani mereka, namun semuanya di tolak.

Pandangan Jovan dan Aldi hanya tertuju pada sosok yang berpakaian seksi. Jovan tersenyum miring melihat pemandangan di depannya.

"Apakah yang seperti itu yang mama inginkan untuk menjadi menantu?" gumam Jovan.

Dia merekam adegan di mana Anita sedang berpelukan dengan seorang pria. Terlihat pria itu juga seperti orang kaya. Dari pakaian yang di gunakan saja sudah terlihat jelas.

"Minum, minum kalian semua, aku yang traktir, aku menang lomba melukis," ucap Anita meracau.

Tidak perlu lama, hanya beberapa menit saja sudah cukup untuk Jovan jadi alasan memutuskan hubungan pertunangan mereka.

Jovan ingin menyelesaikan hubungan nya dulu dengan Anita, baru setelah itu dia akan fokus mengejar pujaan hatinya.

Jovan tidak ingin Seruni di tuduh merebut tunangan orang. Itu sebabnya Jovan ingin putus dulu dengan Anita. Jovan hanya ingin mencari aman saja, tanpa melibatkan orang lain putusnya hubungan mereka.

1
Anita Juwita
/Good/
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
sakura
...
anindhira
baru mulai baca saya sudah meneteskan air mata,
Siti Nurjanah
Waduuuh yg ngidam aldi ini
Siti Nurjanah
waash selamat ya aldi dan rian mau jd orang tua.
Siti Nurjanah
weeeeh ayo Gusti segera menyusul. trs inem atau barengan ketemu jodohnya sekalian
Siti Nurjanah
wah ketemu orang tuanya jovan
Emily
boleh tanya nih.. author cewe apa cowo
Karo Karo
begitu banyak pelajaran di ceritamu ini thor teruslah berkarya
Lala lala
di negara mana ada penjara wanita dan pria berdekatan stelah ketyk palu hakim pengadilan, malah skrg buat 1 rumah 🤣
setau ku penjara lk pt pisah jauuh.

Klau masih di sel polisi msh bisa sebelahan sel lk n pr
Penjara /Rutan / LP..cipinang utk laki
penjara / rutan / pondok bambu utk perempuan..
penjara anak2 lain lagi rehabilitasi.
coba searching sblm nulis 🙏
Ema Fauziah: Adalah di dunia halu🤣🤣
total 1 replies
Lala lala
gak ush blg ke jogja blg aja ke jawa.. kan luas.
pas anita bebas remisi bs saja dia cari sekar mau rebut harta kakek seruni pulak 🤭 skrg umurya br 18 ndk sampe 20 thn sdh bebas dgn remisi hasil kelaakuan baik saat hut RI dll biasa dpt remisi pengurangan hukuman.. bs aja keluar penjara umur anita 35 36 thn msh sangat muda
Lala lala
gegara mau bulan madu, ini niat mau bawa ibu bapak umroh gak ada apa kelewatan yah...bagus ke umroh br ke swiss 🤭
Lala lala
tidak apa menolong ibunya krna ibulah dia ada di dunia dan bakat ibunya mmbuatnya kaya..apalagi ibu bpknya membekali mereka uang 100 jt pd jaman itu besar sekali..🙏👍
Lala lala
helicopter isi 20 org ada kah.. apa gak kebanyakan itu.
yang ku liat film amerika ada helicopter kemanusiaan bs angkut 10 itupun byk anak
Pa'tam: Kurang pengalaman ya?
total 1 replies
Atze Atze
tidak.. yang durhaka bukan hanya anak kepada orang tua... orang tua juga bisa durhaka... aku kalau ada diposisi seruni..pengen nampar bolak balik tuh . kedua orang tuanya
Lala lala
org kaya pasti sdh punya asuransi utk rumah sakit..jd misal dia kere mnddk msh bs rawat inap.kelas lah
Lala lala
thor menjuaal rumah tdk akan bs jika bukan pemilik nama sertifikat mana anak angkat pulak..mau pinjam bank pun susah , rentenir pun mikir2 takut bisa kena kasus...penipuan yg beli bs rugi.
Lala lala
Nah itu br benar putusin dl tunangan abal² .. alur gini kan enak.
karna byk cerita yg ga sudi tp nurut tunangan aka jodoh trus di diemin betahun²...malah menggebu ngejar cewek tokoh utama, akhirnya tuding2an pelakor, dibuat panjang, dramatis tp alay 🤭
Eni Luthfia Ardiani
tetaplah berbuat baik seruni
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!