NovelToon NovelToon
Limerence

Limerence

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: alviona27

Special moment dalam hidup gue itu: Pertama, Bokap gue kembali. Kedua, bersyukur karena ada Langit yang suka sama gue. -Adista Felisia

Special moment dalam hidup gue yaitu, pertama bisa meyukai Adista dan kedua bersyukur Adista juga suka sama gue. Hehehe. -Langit Alaric

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alviona27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4 - Oppa Langit

Langit tersenyum sambil menatap kamera miliknya, disana banyak foto-foto Adista, dari cewek itu tersenyum, terkekeh, tertawa lebar, berbinar-binar saat berbicara tentang Oppanya dan menangis disaat Oppanya dinistakan.

Entah apa yang membuat Langit bisa tergila-gila kepada Adista, tidak ada yang spesial dari cewek itu kalau diperhatikan lama-lama. Tetapi, perasaan itu tumbuh saja disaat yang tidak tepat, disaat Adista mengejar Harris.

Adista memang seperti itu—dari pengamatan yang Langit lakukan. Adista terkadang suka menunjukkan rasa sukanya kepada Harris secara tidak langsung, entah Harris tahu atau tidak. Tetapi saat orang melihatnya, orang akan tahu kalau Adista itu menyukai Harris.

Harris dekat dengan Adista dan berpacaran dengan Sasa. Brengsek!

“Kak ...,” Langit tahu itu suara siapa, tanpa melihat pun dia tahu kalau yang baru saja memanggilnya adalah Della.

Della duduk di sebelah Langit. “Kakak kenapa gak bales chat aku?”

“Sorry, hape gue mati,” jawab Langit tanpa mengalihkan sedikit pun dari kameranya, Della melirik sedikit ke arah kamera milik Langit dan melihat ada foto cewek disana. Mungkin saja cewek tadi pagi.

Beginilah rasanya kalau kau menyukai cowok dan cowok itu tidak suka padamu, dia akan berlaku dingin dan sangat cuek. Della mendesah, tetapi dia masih duduk disana mencoba untuk tenang.

“Aku suka sama Kak Langit.”

“Gue tahu,” kata Langit sambil mematikan kameranya dan menatap taman di depan mereka. “Tapi gue gak bisa nerima lo.”

“Aku juga tahu itu,” Della mendesah pelan sambil menundukkan kepalanya menahan air matanya agar tidak tumpah.

“Lo orangnya baik, Del. Easy going, gue suka cewek kayak gitu. Tapi entah kenapa gue merasa gak tertarik,” Langit bangkit dari duduknya. “Lo pasti nemuin cowok yang lebih dari gue, Del.”

“Tapi, Kak ....”

“Apa sih yang lo suka dari gue? Jelas-jelas gue gak pintar, nakal. Gue bukan cowok yang suka ngeliat buku dan

perduli sama orang, Del.”

Langit pergi meninggalkan Della yang menatap punggung Langit dengan nanar. Benar, apa yang Della sukai dari Langit? Langit cuman modal tampang saja, sisanya tidak ada.

* * *

“GUE GAK SETUJU!!” teriak Adista. “SUMPAH, DIN! GUE GAK SETUJU!!”

Dinda berdecak kesal melihat Adista yang teriak-teriak tidak jelas di sampingnya, saat ini sedang jam istirahat dan

salahkan Dinda kenapa dia harus bilang kalau dia bawa-bawa berita tentang Suho yang main drama baru.

Padahal Adista sudah berwanti-wanti dalam hati, melupakan sejenak kalau Oppa akan main drama dan buat Adista dan seluruh fangirl sakit hati.

“Yaelah, Dis. Biasa aja kali. Suho juga butuh uang.”

“Suho udah kaya, Din. Buat apa lagi dia main drama sih, bikin sensi aja.”

Dinda menatap Adista melongo, untung cuman satu teman kayak Adista.

“Din, lo tahu gak yang waktu dia main web drama?” tanya Adista yang dibalas anggukan oleh Dinda. “Lo tahu gue hampir nangis ngeliat Suho cium cewek, Din! Cewek itu! Si lucky girl!”

“Lebay deh lo, Dis. Gue nonton-nonton aja. Suka Oppa suka-suka aja, gak usah baperan

gitu. Dia juga manusia, dia juga butuh ngerasain itu.”

“Tapi, Din. Lo gak tahu gimana sakitnya hati gue ngeliat dia, sakit banget Din!”

Dinda menggelengkan kepalanya merasa jengah dengan Adista yang selalu seperti ini. Percayalah, kalau Adista bukan sahabat Dinda, sudah pasti Dinda akan marah-marah atau teriak-teriak gak jelas atau perlu menistakan Oppa itu agar Adista bisa diam.

Langit masuk ke dalam kelas dengan aura yang gelap. Dia bad mood terlihat dari tatapan matanya dan gerakan langkahnya menuju kursi miliknya, dan sepertinya sesuatu hal yang buruk sudah membuat mood cowok itu menjadi buruk.

“Itu Oppa lo udah balik, samperin sana,” titah Dinda membuat Adista melirik Langit dan berdecak.

“Mana ada Oppa kayak dia.”

“Jangan benci Langit, nanti lo jadi suka sama dia.”

“Gak mungkin! Hati gue itu cuman buat Oppa, gak ada yang lain. Apalagi cowok kayak Langit, gak mungkin banget deh.”

Dinda mengedikkan bahunya, percaya saja dengan apa yang diucapkan oleh Adista barusan.

Adista melirik lagi Langit yang tengah menenggelamkan wajahnya di atas meja. Apa Adista harus kesana dan menanyakan ada apa dengannya?

No. Itu adalah pikiran yang buruk, Langit sedang *bad moo*d dan kalau Adista menghampiri Langit yang ada Langit menjadi marah besar.

* * *

1
CandycaneMissy
Author lagi semangat ngapain nih? Kalau aku sih lagi semangat baca karya2 author dan nunggu kelanjutannya
Alya_Kalyarha
semangat nulisnya kk, udah aku like ya
kalau sempat mampir baliklah ke karyaku "love miracle" dan "berani baca" tinggalkan like dan komen ya makasih
Alfi Nurdiana
semangat kak 😊

Hai kak, numpang promote nggeh 😅
Yuk mampir dikarya saya "Ainun" dan "Because of you". Update setiap hari kok 😁 like+vote+comment juga boleh kok 😂
Tankeyu 💞
Himawari
Lanjut terus Thor. ☺️ Jangan lupa mampir dan like novel aku ya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!